NovelToon NovelToon
When Jerk Billionaire Want Me

When Jerk Billionaire Want Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: RA

Adeeva harus rela menikah dengan pria yang bernama Arion demi membantu perusahaan ayahnya yang sedang di ambang kehancuran.

namun di balik itu Adeeva bisa bernafas lega karena biaa keluar dari tempat yang di bakalan rumah namun menurutnya adalah neraka.

akankah Adeeva biaa mendapatkan kebahgiaannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

024

Typo masih berkeliaran di sekitar cerita.

Harap maklum.

___________

Arion tidak membawa Adeeva pulang ke rumah Elly melainkan pergi ke sebuah Villa yang di belinya beberapa waktu lalu.

Adeeva tertidur dalam perjalanan menuju Villa. Hanya butuh waktu dua jam akhirnya mereka sampai di Vila mewah milik Arion.

Dengan hati-hati Arion membawa Adeeva dalam gendongannya dan masuk kedalam rumah. Di sana sudah ada Jonathan dan beberapa pelayan yang di tugaskan oleh Jonathan.

"Apa kau sudah merapihkannya" tanya Arion pada Jonathan yang sudah ada di belakangnya.

"Sudah tuan, saya juga sudah menyiapkan beberapa pakaian ganti, dan untuk Nyonya Elly saya sudah memberitahunya jika tuan tidak bisa menginap"

"Bagus, satu lagi. Carikan aku informasi tentang Julian. Dia mantan kekasih Adeeva" lanjut Arion.

"Baik tuan. Apa ada lagi yang anda butuhkan?" tanya Jonathan.

"Tidak ada, kau boleh pergi" Jonathan membungkuk pada Arion dan langsung pergi.

Arion membawa tubuh mungil Adeeva menuju kamar yang akan di tempatinya.

Hanya ada satu kamar dan satu tempat tidur yang di sediakan. Arion bisa menyuruh pelayan untuk meneteskan satu kamar lagi. Namun entah mengapa Arion ingin berada dekat dengan Adeeva.

Arion menatap Adeeva yang sangat pulas tertidur. Bahkan tidak terusik sedikitpun ketika Arion membawanya menaiki tangga.

Arion menidurkan Adeeva menatap istrinya sebentar. Rasa itu kembali ada dan Adeeva lah yang kembali menyalahkan.

"Sepertinya aku mulai tertarik padamu" seru Arion. Perlahan Arion pergi meninggalkan Adeeva.

Adeeva terbangun pukul satu dini hari. Perutnya terasa lapar. Adeeva menatap kamar yang di tempayinya.

Ini bukan kamarnya, dengan sedikit bergegas Adeeva turun dari lantai dua. Pandangannya tertuju pada seorang pria yang sedang duduk di sofa, menatap layar laptopnya.

Bukan Arion yang Adeeva temui melainkan Jonathan.

Jonathan langsung berdiri ketika melihat Adeeva menghampirinya.

"Nona, ada apa. Apa nona butuh sesuatu" tanya Jonathan.

"Apa ini Rumah Arion" Alih-alih menjawab pertanyaan Jonathan Adeeva mslah kembali bertanya.

Jonathan tersenyum sebentar, senyum yang jarang di perlihatkan kepada siapapun.

"Ini Villa tuan Arion yang baru di beli belum lama ini"

Adeevs mengangkat kepalanya. "Lalu di mana Arion?"

"Di tempat kerjanya" Jonathan menunjuk sebuah pintu dengan ukuran yang lumayan besar.

"Baiklah terima kasih Jonathan" Adeeva hanya memastikan jika Arion masih ada di sini.

Adeeve berjalan menuju dapur, mencari makanan yang bisa di makannya. Namun yang Adeeva dapatkan hanya buah-buahan.

"Apa nona lapar, biar saya menyuruh salah satu pelayan membuat makanan untuk Nona" tiba-tiba Jonathan sudah ada di sampingnya.

"Ah, tidak. Aku bisa sendiri ini saja cukup" Adeeva menunjuk beberapa buah yang sudah di bersihkan dan siap di makan.

"Apa Arion sudah makan" tanya Adeeva pada Jonathan.

"Sepertinya belum, setelah datang tuan langsung masuk ke ruang kerjanya"

"Baiklah, terima kasih untuk informasinya" Adeeva membawa lebih banyak buah dan segera menuju ruang kerja Arion. Semoga Arion belum tidur.

Jonathan yang melihat perubahan sikap Adeeva maupun Arion hanya bisa tersenyum.

"Sepertinya tuan sudah menemukan obat penawar untuk sakit hatinya, dan aku harus segera melenyapkan hama yang mengganggu" perkataan Jonathan mempunyai makna tersendiri untuknya.

Adeeva mengetuk pintu dan membukanya. Arion masih fokus pada layar Laptop bahkan Arion tidak menyadari jika Adeeva masuk ke ruang kerjanya.

"Kau masih bekerja" Adeeva berjalan menghampiri Arion.

"Ya, pekerjaanku sudah menumpuk" seru Arion. Namun gerakan tangannya berhenti. Arion mentap Adeeva melalui kaca mata yang membingkai wajah tampannya.

"Jonathan bilang kau belum makan, kemarilah aku membawa buah" seru Adeeva.

Tanpa berkata lagi Arion langsung menghampiri Adeeva dan duduk di sofa yang memang sudah di sediakan Arion.

Adeeva dengan cekatan mengupas beberapa buah untuk Dirinya dan Arion.

"Ini" Adeeva menyodorkan buah di tangannya dan Arion langsung memakan buah tersebut dari tangan Adeeva.

Setelah selesai Adeeva langsung merapihkan semuanya. Arion masih menatap Adeeva dengan pandangan yang sulit di artikan.

Mata Arion tertuju pada bibir mungil Adeeva, bibir yang tadi siang dengan lancang mencium bibirnya. Namun entah mengapa Arion menginginkan bibir itu untuk di ***** Di hisap dan di gigitnya. Bukan hanya menempel seperti tadi siang.

Arion belum pernah menginginkan sesuatu seperti ini. Bahkan pada Sandra sekalipun. Mungkin hanya ciuman beberapa kali. Namun dengan Adeeva lain ada hasrat yang besar pada diri Arion yang menginginkan Adeeva lebih.

Dengan sedikit kuat Arion mendorong tubuh Adeeva pada sofa. Menatap Adeeva dengan tatapan tajam.

Adeeva yang melihat tingkah Arion yang berubah entah mengapa ada rasa takut di wajahnya.

"Ap- apa yang kau lakukan " tanya Adeeva dengan suara terbata.

"Memberi hukuman"

Sebelum Adeeva protes Arion sudah membekap mulut Adeeva dengan bibirnya. Melihat dan menggigitnya.

Adeeva terkejut dengan perlakuan Arion. Adeeva mencoba mendorong tubuh Arion, namun sayangnya tubuh itu tidak bergerak sedikitpun.

Bahkan Arion semakin merapatkan tubuhnya pada Adeeva, menindih tubuh Adeeva yang sekarang sudah terlentang di atas sofa. Adeeva hanya bisa diam, semua perlawanannya sia-sia. Dengan sedikit enggak Arion melepaskan pangutannya dari Adeeva. Nafas Adeeva memburu paru-parunya kehabisan oksigen karena ciuman Arion.

Arion menatap wajah Adeeva yang sedikit memerah, sangat cantik dan menggemaskan. Pandangannya kembali tertuju pada bibir Adeeva yang memerah akibat ulahnya.

"Aku menginginkannya lagi" dan kembali terulang, ciuman panas mereka kembali terulang dan Adeeva menerima itu bahkan kedua tangan Adeeva melingkar di leher Arion. Menikmai setiap satuan bibir Arion yang mengobrak abrik seisi mulutnya. Menyentuh semua Area sentitifnya. Membuat Adeeva merasakan hal baru yang belum pernah di rasaknnya.

P.s

Hayoh jangan senyum-senyum sendiri.

Maaf kalo ceritanya kurang bagus soalnya Aku belum terlalu berpengalaman untuk membutuhkan adeegan seperti itu.

Jaga kesehatan kalian. Dan jangan lupa Like, Vote dan Comment ya.

See u

1
Windy Hapsarini
Luar biasa
COOL_I4N
thor kalau pakai kata "seru" kita reader bayanginnya mereka omong nya sambil agak teriak. alangkah baiknya diganti kata nya thor. biar reader feel nya dapat
1
.... .
Aprina Laura Putri
bagus
zahro tinisya
bagus, jalan ceritanya tdak bertele2
Risnha Isnhaa
pertanyaan ku adalah knpa deva tidak mau membalas nya sama sekali
Risnha Isnhaa
knpa adiveeva selalu tidak pernah membalas pukula
Diana Budhiarti
lanjutttt
Risnha Isnhaa
akuu suka akuu suka
Alfi Rizqia
kok lum lanjut thor,lama banget
Diana Budhiarti
siapa sich thorr yg senyum nya kayak Kt
Diana Budhiarti
baiknya adik ipar ya...bikin Arion gerah
Diana Budhiarti
thorr ak suka cerita kalo ada gambarnya ,suka banget
Alfi Rizqia
lanjut thor yg bnyk,bagus cerita y seru
minyoongi
laaaah
fi aja
👌👍👍👍👍
RinNi
👍🏻👍🏻
Asyatun 1
lanjut
RinNi
ayo lanjut donk tor...👍🏻🙏
RinNi
kpn up nya lagi tor..🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!