emelli adalah gadis tomboy yang cantik karna perjodohan yang di lakukan orang tua nya ia harus menikah dengan seorang mafia,sebenar nya mafia tersebut di suruh untuk memilih antara emelli dan amella sang kembaran nya tapi mafia itu memilih emelli,amella marah karna yang di pilih bukan dia melain kan emelli kembaran nya ia sangat mengidolakan mafia itu ia juga ingin menikah dengan nya karna cemburu dan iri ia balas dendam dengan trik trik yang menghancur kan hubungan emelli dan rian(mafia).
emelli berubah drastis alasan nya karna ia sudah jatuh cinta kepada rian tapi hati nya hancur kala mendengar dari cinta pertama rian kalo dia sedang mengandung anak rian.
benar benar hancur ia merasa cinta nya bertepuk sebelah tangan dan orang yang mengaku hamil anak rian itu meminta nya untuk meninggal kan rian demi anak nya dan rian. emelli yang tidak bisa berfikir jernih lagi dan juga ia tidak bisa egois demi bayi yang belum lahir dalam kandungan wanita itu. ia dengan sedih dan hati yang hancur pergi sejauh jauh nya tanpa sepengetahuan rian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
"seorang anak membutuh kan seorang ayah aku sendiri sangat bahagia memiliki seorang ayah dia selalu ada untuk ku,aku...aku tidak bisa membiarkan anak itu *lahir tanpa seorang ayah tapi...tapi...tapi kenapa rian tidak meninggal kan ku kalau memang dia mencintai wanita lain dan kenapa ia bersikap baik dan lembut pada ku kenapa ia membri ku harapan hiks hiks"
"tapi aku harus menanyakan kepastian nya dia janji untuk makan malam hari ini aku akan memastika semuanya"
"apa karna perjodohan ini? apa karna ia tidak ingin menyakiti orang tua nya sehingga ia tidak mencerai kan ku?apa kah ia terkekang dengan ada nya aku?apa ia membenci ku karna aku ia tidak bisa bersatu dengan wanita yang di cintai nya?aku membenci mu rian aku membenci mu hiks hiks*"emelli mertapi nasib nya di bawah shower.
"huh seperti nya rencana ku berhasil dan sebentar lagi wanita itu akan pergi sejauh jauh nya dan tidak bisa mengganggu ku dan rian, bener bener wanita polos yang sangat baik,huh air mata buaya ku ini"menghapus air bening dari air mata nya (air mata palsu).
mengambil ponsel dari tas mencari no seseorang.
"halo"sapa jesi
"bagaimana apa semua berjalan lancar"
tanya seseorang dari balik layar.
"ide mu bener bener brilian seperti nya ia termakan umpan tapi kau bener bener tega sekali tapi senang bisa bekerja sama dengan mu"jawab jesi bahagia.
"sebenar nya aku juga tidak ingin membantu tapi ya sudah lah asal kan dia tidak bahagia"ucap orang di balik layar itu lagi.
tut...tut..
"bener bener tidak di sangka hhmm"jesi menyungging kan senyuman iblis nya dan melajukan mobil nya.
"apakah aku bisa pulang sekarang"tanya rian pada lio.
"baik lah tuan kau bisa pergi menemui istri mu tercinta"ucap lio merasa aneh dengan sifat bos nya.
"tidak hari ini kami ada acara keluarga"ucap rian asal
tiba tiba hand phone rian berbunyi seketika wajah nya pucat.
"ada apa"tanya lio ikut khawatir
"jesi kata dokter kondisi nya semakin kritis"
seketika wajah lio menjadi kesal.
"aku akan pergi ke sana"ucap rian dan berlari.
"seperti nya kau berbohong rian sebenar nya kau masih sangat mencintai wanita jesi si sialan itu dan seperti nya kau juga berbohong tentang kau mencintai istri mu"lio geleng geleng kepala menatap punggung rian yang setengah berlari.
"bagaimana keadaan nya dok"tanya rian yang baru saja datang terlihat ngos ngosan.
"dari tadi dia memanggil manggil nama anda"ucap dokter itu
rian langsung berlari masuk dan menghampiri jesi yang terbaring di tempat tidur yang terpejam.
"jesi sayang aku datang buka lah mata mu aku datang"ucap rian lembut.
jesi membuka mata nya"kau datang ku pikir kau tidak akan datang"ucap jesi lemah.
"bagaimana bisa aku tidak datang aku sangat khawatir pada mu"ucap rian dengan lembut.
tut...tut...tut... hand phone rian berbunyi
jesi yang melihat hal itu tersenyum
"kebetulan sekali aku akan membuat kau semakin rapuh"batin jesi licik.
ia mengangkat telfon itu karna rian yang berada di toilet.
ia membuka alat oksigen yang menempel di hidung nya dengan cepat.
"halo rian kenapa kau lama pulang"sapa emelli
"akh ia ada apa? ini emelli kan aku jesi yang tadi pagi datang ke apertemen mu kamu cari rian ya"
"ternyata kalian bersama ya aku bener bener bodoh masih berharap kalau hal itu tidak benar tapi ternyata aku salah besar"batin emelli
"sayang ini istri kamu yang nelfon kata nya kalian ada janji malam ini kamu pulang saja aku tidak apa apa dan anak kita juga tidak apa apa....apa kau tidak mau pergi "ucap jesi dari balik telfon dengan terkejut tetapi sebenar nya semua sandiwara sebenar nya ia berbicara sendiri.
emelli semakin gemuruh mendengar hal itu rasa nya ia tidak kuat lagi mengetahui rian tidak mau berbicara pada nya atau pun pulang.
"aku akan membujuk nya pulang"ucap jesi sedih
tut...tut..emelli memutus kan telfon
sedang kan rian
"kenapa perasaan ku tidak enak begini"ucap rian yang berada dalam toilet.
jesi yang melihat rian keluar dari toilet langsung memasang kembali selang oksigen dengan terburu buru.
"owh ia aku pulang dulu ke apertemen dulu besok aku pasti balik lagi kok"ucap rian dan berbalik ingin membuka pintu.
"aduh kepala ku,kepala ku sakit sekali aw sakit sekali"jesi meringis kesakitan.
"kenapa jesi apa yang terjadi ada apa dengan kepala mu"rian sangat panik.
"ku mohon rian jangan tinggal kan aku seperti nya ini adalah hari terakhir ku,ku mohon"
"ba..ba..baik lah"
ia mengambil telfon nya dan menelfon nomor emelli tapi berkali kali ia menelfon tapi tidak di angkat sama sekai .
ia mengirim pesan" maaf hari ini aku tidak pulang besok pagi aku baru pulang aku ada urusan penting"isi pesan dari rian.
emelli yang duduk di sofa membuka sms itu
"aaaaakh kamu jahat aku benci hiks hiks"
"praaaakkk"hand phone itu hancur.
emelli memegang perut nya dan menangis meremas kertas yang di genggam nya dan membuang nya.
"aku bener bener tidak sanggup lagi aku tidak akan egois aku akan pergi semoga kamu bahagia hiks hiks"keluar membawa koper nya dengan perasan yang hancur.
menatap sekeliling aperteman dengan tatapan kosong menetes kan air mata nya dan pergi "*aku tidak akan mengganggu kebahagiaan kalian"
"mama papa aku akan kembali suatu saat nanti*"