Sinta gadis berusia 18 tahun, dia baru saja masuk ke perguruan tinggi tahun ini, dia harus dihadapkan pada cinta yang rumit karena dia menyukai dua pria sekaligus dalam hidupnya, dia bernama Arlan dan juga Jayden, dan sayang nya dia tidak ingin menjadi istri seorang polisi, tapi dia begitu menyayangi Arlan yang seorang polisi, lalu bagaimana akhirnya Sinta akan memilih? Jay atau Arlan? atau dia akan berusaha untuk bisa bersama Arlan, walaupun dia seorang polisi?? yuk ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
my secret lover 24
...
"Iya kak, ada apa?" Tanya Hana, adik Jayden saat kakaknya menghubunginya. Sinta adalah sahabat baik Hana semenjak di bangku SMA.
"Itu... Apa kamu tahu dimana Sinta?" Tanya Jayden ragu pada adiknya, dia yakin setelah dia mengatakan hal itu adiknya akan menceramahinya hingga subuh.
"Kakak ada masalah sama Sinta ya? Kakak menyakiti nya? Kakak memang bodoh, percuma kuliah di Australia tapi otakmu masih saja dangkal, pantas saja Sinta pergi meninggalkanmu, aku sangat menyukainya jika dia meninggalkanmu dan tidak akan kembali lagi padamu, dasar bodoh!!! Walaupun aku tahu dimana Sinta aku tidak akan memberitahukan padamu, selamat mencarinya, dan jangan hubungi aku lagi sebelum kamu menemukannya, aku sangat prihatin Sinta harus menyukai pria seperti mu!!"
Tidak butuh waktu lama terdengar suara panggilan terputus dari handphone Jayden, karena Hana adiknya sudah memutuskan panggilannya begitu saja tanpa mendengarkan apapun yang akan dia katakan.
"Sudah kuduga, aku hanya akan mendapatkan omelan darinya!" ucap Jayden pada dirinya sendiri.
Jayden sangat frustasi saat dia tidak bisa melakukan apapun, kini dia hanya akan menunggu Sinta dirumahnya, dia masuk kedalam rumahnya karena memang dia memiliki kunci cadangan yang pernah Sinta berikan kepadanya.
"Pasti Sinta salah paham, memang aku yang bodoh, aku sendiri yang mengatakan untuk memulai semuanya dari awal, tapi aku sendiri yang mengotorinya." ucap Jayden pada dirinya sendiri yang tengah merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu.
.
Ditempat lain Sinta sudah bersama dengan Dara, sudah berada di parkiran sebuah Club yang menjadi favorit Dara, sinta memakai dress Dara yang semakin membuatnya terlihat super sexy, begitu juga dengan Dara yang tidak kalah sexy, awalnya dia tidak ingin menggunakannya tapi Dara memaksa nya, karena mereka ingin pergi ke Club bukan ke pengajian, itu yang Dara katakan.
Sinta dan Dara memasuki Club malam itu, dentuman musik DJ sudah menggema dan memekakkan telinga pendengarnya, namun semua orang justru tidak merasa terganggu sama sekali, yang ada mereka justru menyukainya.
Sinta melihat orang-orang sedang menari meliuk-liuk mengikuti irama musik yang di putarkan, bukan hanya itu dengan penerangan yang sangat minim, banyak juga pria- pria yang tengah mencumbu para j*lang yang bersedia mereka nikmati hanya dengan beberapa lembar uang saja.
"Sinta, kita duduk di sana" tunjuk Dara ke bangku kosong di depan meja bartender
Sinta mengangguk dan mengikuti langkah Dara menuju tempat yang ditunjuknya tadi.
"Sekarang kita minum, biar gue yang bayarin" ajak Dara sembari menyerahkan segelas Margarita.
Margarita adalah koktail yang dibuat dari campuran tiga bahan berbeda, yaitu: tequila, triple sec, dan jeruk limau segar. Rasio campuran bahannya adalah 1:1:1. Dalam penyajian, biasanya gelas untuk minuman ini diberi garam pada pinggirannya. Ada banyak cerita tentang kemunculan minuman ini. Salah satunya, pada tahun 1941 minuman ini saat seorang bartender bernama Don Carloz Orozco yang bekerja di Hotel La Gloria di Rosarito, Meksiko membuat minuman untuk Margarita Henkel, putri dari Duta Besar Jerman. Itulah mengapa koktail ini disebut margarita.
"Thanks" Jawab Sinta kemudian meneguk minuman itu hingga tandas, sinta mengulurkan gelasnya lagi ke bartender di depannya untuk diisi kembali, dengan senang hati sang bartender tampan itu menuruti permintaan dari Sinta.
"Siapa dia?" Tanya bartender tampan itu pada Dara.
"Temen gue, jangan macem-macem, dia udah punya calon suami!" jawab dara dengan mimik mengancamnya, bartender itu mengangkat kedua bahunya.
"Gue cuman nanya doang kali" ucapnya lagi.
Sementara Sinta terus saja meminta bartender itu untuk mengisi gelasnya karena sudah kosong lagi dan lagi.
"Dorr...!!!"
"Jangan ada yang bergerak...!!!" Tembakan peringatan polisi terdengar, namun mereka semua mengabaikan perintah dari para polisi yang sedang bertugas, mereka semua justru berlarian semrawut untuk melarikan diri, sehingga keadaan di Club malam itu menjadi ricuh tak terkendali.
Sinta yang kini tengah meletakkan kepalanya di meja bartender tidak peduli dengan kericuhan yang sedang terjadi, begitu juga dengan Dara yang sama-sama sudah dalam keadaan mabuk.
"Bawa semuanya ke kantor polisi, kita akan memeriksa dan mengintrogasi mereka semua!" perintah pimpinan mereka, setelah menerima laporan ada pesta sabu di salah satu Club malam, tim yang dipimpin oleh Arlan langsung melakukan pergerakan.
"Lan, aku kaya ngeliat seseorang yang kamu kenal deh" bisik Bagas pada Arlan yang sedang memberikan timnya perintah.
"Siapa?" Tanya Arlan.
"Tuuh" Bagas mengangkat dagunya untuk menunjuk kearah Sinta yang masih dengan posisinya.
Arlan menghembuskan nafasnya dan mendekati Sinta dan Dara yang sudah tidak sadarkan diri.
----------------
tap jempolnya dong 😘
gak bertele-tele,,,
bener" memabukkan..
wkwkwk
rebutin wanita tidak berantem