Prolog.
Seorang artis populer tiba-tiba saja berpindah ke tubuh seorang perempuan yang gemuk dan selalu hidup dengan penghinaan hingga mengejutkan semua orang dengan perubahannya.
"Kenapa dia tiba-tiba jadi pandai?"
"Kemana perempuan bodoh yang selama ini mereka kenal?"
"Dia jadi cantik? Kalau begini, tuan muda pertama akan jatuh cinta padanya! Padahal akulah yang harusnya dicintai oleh Tuan Muda pertama!"
Gawat, banyak orang merasa terancam.
Tetapi Diana tidak akan berhenti sampai semua orang mendapatkan balasan atas semua perbuatan mereka selama ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Disebut Pelakor
"Kau di sini," Adrian langsung tersenyum memeluk Diana bahkan sampai mengangkat tubuh Diana beberapa senti dari permukaan tanah.
Orang-orang yang sedari tadi mengomentari kedekatan Adrian dan Jessi sangat terkejut.
"Jadi yang itu bukan kekasihnya, tapi gadis cantik yang ada di sini tadi?"
"Gadis cantik itu memang lebih pantas jadi kekasihnya, Dia sangat stylish!"
"Gila! Itu pasangan yang luar biasa!"
Jessie yang mendengar ucapan orang-orang itu semakin kesal, dia berdiri memegang erat gagang kopernya sambil menatap Adrian yang belum menurunkan Diana dari pelukannya.
"Bagaimana kau tahu aku di sini? Dan bagaimana,," Adrian memperhatikan perempuan di hadapannya, sangat cantik sampai membuatnya tidak bisa melanjutkan ucapannya.
"Asisten mu memberitahuku! Ayo sarapan bersama, Aku belum sarapan karena menunggu kau pulang," kata Diana dengan suara yang manja.
"Tentu saja," ucap Adrian menurunkan Diana dari pelukannya dan berbalik menatap sekretarisnya.
"Kami akan sarapan dulu, kau boleh kembali lebih dulu," ucap Adrian sebelum akhirnya merangkul Diana pergi dari sana dengan Jessi terpaku menatap kepergian dua orang itu.
"Apa ini?" Jessi berbicara dengan raut wajah yang masih belum meninggalkan keterkejutannya.
Perempuan itu terdiam beberapa saat lamanya sebelum akhirnya memilih menyusul kedua orang itu.
Mereka pun segera tiba di sebuah restoran yang merupakan salah satu restoran milik keluarga Adrian.
Setelah memasuki restoran, Adrian dan Diana duduk bersama-sama dengan Jessi mengambil posisi paling jauh dari kedua orang itu sehingga dia hanya bisa melihat mereka namun tak dapat mendengar apa yang dibicarakan oleh Adrian dan Diana.
"Bagaimana perjalananmu di luar negeri selama 3 bulan ini?" Tanya Diana.
"Seperti biasa," kata Adrian sambil mengeluarkan sebuah kotak dari sakunya dan meletakkannya di atas meja.
"Aku memberikan ini untukmu, tapi,, mungkin saja ukurannya sudah tidak cocok," ucap Adrian membuka kotak tersebut yang memperlihatkan sebuah cincin pasangan.
"Ah,," Diana tersenyum mengambil cincin perempuan yang memiliki berlian besar, perempuan itu menyelipkannya di jari manisnya namun cincin itu telah menjadi sangat longgar di jari manisnya sehingga dia mengubahnya ke jari jempolnya namun masih longgar juga di sana.
"Maafkan Aku," ucap Adrian merasa bersalah.
"Jangan khawatir, Bisakah kau membantuku melepaskan kalung ini?" Ucap Diana membuat Adrian langsung berdiri dan membantu Diana melepaskan kalung di leher perempuan itu lalu Diana pun memasukkan cincin tersebut ke dalam kalungnya sebelum menyuruh Adrian memakaikannya kembali.
Jessie yang melihat itu menggertakkan giginya sambil mengepal kuat tangannya 'Jadi kemarin dia terlalu lama di toko perhiasan untuk mencari perhiasan bagi perempuan itu? Tapi apa perempuan itu tahu kalau Adrian sudah menikah? Tunggu, aku bisa memanfaatkan ini!' ucap Jessie dalam hati segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Diana.
Tapi beberapa kali perempuan itu menghubungi Diana, namun panggilan teleponnya terus diabaikan hingga membuat Jesi semakin kesal.
'Dasar perempuan bodoh ini, begitu dibutuhkan malah menghilang. Tapi tidak masalah, yang penting aku punya foto pernikahan mereka! Tinggal ku tunjukkan pada perempuan itu supaya dia langsung menjauhi Adrian!' geram Jessi dalam hati yang berpikir bahwa dia tidak mungkin menyaingi perempuan yang sedang bersama-sama dengan Adrian saat ini.
Sementara itu, Diana dan Adrian kini telah mendapatkan makanan pesanan mereka dan kedua orang itu makan bersama-sama sambil mengobrol.
"Orang-orang yang kau kirim untuk membantuku bekerja sangat menolongku. Sekarang aku bisa meninggalkan usaha orang tuaku dengan tenang berkat mereka yang bisa dipercayai. Terima kasih banyak," kata Diana.
"Jangan sungkan untuk terus meminta tolong padaku. Tapi kau bilang mau meninggalkan bisnis keluargamu, Apakah kau sudah memikirkan untuk kembali tinggal di rumahku?" Tanya Adrian.
Diana tersenyum, "aku rasa begitu. Sudah 3 bulan kita tidak bersama-sama, jadi aku,,, sangat merindukanmu," ucap Diana sedikit malu-malu.
Adrian yang mendengarkannya pun langsung merasakan telinganya menjadi panas, Ini pertama kalinya ia mendengar istrinya berkata seperti itu.
"Hm,,, aku juga merindukanmu," ucap Adrian sebelum pria itu berdiri dengan spontan, "aku ke toilet sebentar."
Setelah berbicara, Adrian langsung pergi sambil menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya dan merasakan suhu panas di kedua daun telinganya.
Diana menahan tawanya melihat kelakuan suaminya, 'Dia sangat manis!' ucap Diana dalam hati.
Begitu Adrian pergi, Jessi yang dari tadi memperhatikan mereka Langsung berdiri, ia menggenggam erat ponselnya mendekati Diana yang sedang melanjutkan sarapannya.
"Hei," ucap Jessi sambil memperhatikan Diana.
Diana pun mengangkat kepalanya menatap perempuan yang berbicara dengannya, "oh, Ternyata kau mengikuti kami ke sini?" Tanya Diana sambil tersenyum.
"Kau! Benar-benar perempuan tidak tahu malu ya?" Kata Jessi sambil tersenyum mengejek.
Diana mengangkat sebelah alisnya, "Apa kau sadar dengan apa yang baru saja kau katakan?" Tanya Diana kesal.
"Tentu saja! Kau hanya seorang perempuan Jallang yang menggoda suami orang lain! Kecantikan, kepintaran yang kau miliki menjadi sia-sia karena sikap burukmu itu! Aku sangat kasihan pada orang tuamu, mereka pasti akan bunnuh diri kalau tahu Putri mereka yang mereka bangga-banggakan hanyalah seorang pelakor!" Ucap Jessie.
"Apa? Kau baru saja bilang pelakor?" Tanya Diana yang merasa konyol dengan ucapan Jessi, harusnya dialah yang mengatakan itu pada perempuan di hadapannya ini, namun sekarang kenapa jadi terbalik seperti ini?!
"Jadi kau tidak tahu? Adrian itu sudah menikah, seharusnya kau sebagai perempuan yang berpendidikan lebih tahu malu untuk mendekati suami orang!" tegas Jessi sambil memperlihatkan layar ponselnya pada Diana.
Foto pada layar ponsel itu memperlihatkan foto pernikahan Diana dan Adrian yang terlihat sangat kaku di mana Diana berdiri canggung di samping suaminya, dan Adrian juga sangat kaku.
Diana mengangkat sebelah alisnya, 'oh, sepertinya aku tahu maksud perempuan ini?' ucap Diana dalam hati sambil tersenyum konyol.
Tiba-tiba Dia memiliki sebuah ide dalam pikirannya.