Karya ini merupakan karya jalur kreatif
Sekuel Mr. And Mrs. Walker
Nasib tragis harus di alami oleh Edward Walker. Diusianya yang masih muda, ia harus menyaksikan kematian kedua orang tuanya yang dilakukan oleh segerombol orang tak di kenal.
Tentu hal itu meninggalkan duka mendalam. Karena bagaimanapun orang tua Edward, yang tak lain adalah Charlie dan Ainsley, merupakan mantan anggota FBI yang disegani. Semua berspekulasi jika pelaku pembunuhan tersebut adalah musuh Charlie. Namun sayangnya, tidak ada satupun penegak hukum yang berhasil menangkap pelaku, termasuk Clara dan Aaron.
Namun tekad balas dendam sudah mendarah daging di hati Edward. Setelah dia dewasa, dia memerankan peran ganda untuk menyelidiki kasus pembunuhan orang tuanya. Tapi akhir-akhir ini ada yang menyalahgunakan identitas nya untuk melakukan kejahatan.
Siapakah dia ? Dan akankah Edward berhasil membalaskan dendam atas kematian kedua orang tuanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 Masuk Perangkap 2
Bertrand terlihat ketakutan setelah menelepon temannya. Di seberang sana, ia mendengar suara pekikan kesakitan dari Robert. Ia yakin jika saat ini Robert sudah di tangkap oleh pria bertopeng hitam. Dan sebentar lagi giliran dirinya yang akan menjadi target selanjutnya.
"Ti-tidak!!! Aku tidak mau mati!! Aku tidak mau mati!!" Bertrand menarik rambutnya frustasi. Dia tidak mau mati, tapi dia juga tidak mungkin meminta tolong pada polisi untuk melindungi dirinya. Bagaimana jika nanti polisi bertanya alasannya? Bisa-bisa kejahatannya 15 tahun yang lalu akan terungkap.
"Aku harus bagaimana sekarang?" Bertrand benar-benar ketakutan. Dia berlari ke kamar dan mulai mengemasi barang-barang nya dan membawa senjata untuk berjaga-jaga. Mungkin lebih baik ia pergi dari sini karena ia yakin jika pelaku sudah menemukan alamatnya. Atau dia harus meminta perlindungan dari orang yang sudah membayarnya 15 tahun yang lalu? Tapi bagaimana jika ia justru di habisi karena bisa menjadi ancaman untuk mereka? Karena jika ia tertangkap, maka kejahatan mereka juga akan terungkap. Jadi untuk menghindari hal itu, mereka pasti akan menghabisinya.
Sial!! pilihan yang manapun tidak menguntungkan untuknya. Dia bisa mati di tangan siapapun. Jadi lebih baik dia pergi sejauh-jauhnya.
Selesai mengemasi barang-barangnya, Bertrand bergegas keluar dari apartemennya. Namun di lorong dia bertemu dengan seorang pria yang memakai seragam FBI yang tidak lain adalah Edward
"Maaf, boleh aku bertanya?" tanya Edward
"Y-ya, a-ada apa?" tanya Bertrand
"Aku dari FBI ingin mencari alamat tuan Bertrand. Apa benar ia tinggal di apartemen nomor 265?"
Bertrand terdiam dengan tubuh gemetar. Untuk apa FBI mencarinya? Apakah kejahatan yang ia lakukan 15 tahun yang lalu sudah ketahuan?
"Tuan, kenapa kau diam?" tanya Edward lagi
"O-oh maaf. A-aku tidak tahu," jawab Bertrand
"Begitu ya, sayang sekali. Padahal aku kemari karena ada keperluan. Tim ku sedang mencari Robert untuk menawarkan perlindungan. Dan aku datang juga untuk melakukan hal yang sama."
"Pe-perlindungan?" tanya Bertrand
"Yes .. Anda tahu tentang kasus pembunuhan oleh pria bertopeng hitam?" tanya Edward yang di jawab anggukan pelan oleh Bertrand.
"Jadi begini, tim ku sudah menemukan hubungan antara Thomas dan Jack. Mereka dulu pernah bergabung dalam suatu organisasi. Thomas dan Jack di temukan tewas. Jadi kami mengambil kesimpulan jika pelaku mungkin mengincar anggota mereka yang lain. Untuk itu kami berpencar mencari anggota organisasi tersebut untuk menawarkan perlindungan. Setidaknya sampai pelaku tertangkap," terang Edward
Penjelasan Edward membuat Bertrand tertarik. Setidaknya ia bisa aman sementara waktu dari pelaku. Jika dia pergi, bisa saja pelaku menemukannya. Tapi, di bawah perlindungan FBI, dia yakin pelaku tidak akan berani mendekati nya apalagi membunuhnya.
"Maafkan aku, sudah membuang waktu anda tuan. Aku harus mencari tuan Bertrand terlebih dahulu." Edward membalikkan badan, meninggalkan Bertrand yang masih terdiam di tempat. Dia menyeringai karena sepertinya dia sudah berhasil mempengaruhi pria itu. Untungnya, ia datang tepat waktu karena sepertinya pria itu berniat untuk pergi.
"Tu-tunggu!!!" teriak Bertrand
Langkah Edward terhenti. Dia tersenyum sinis dan membalikkan badannya dan memasang wajah tenang saat menatap Bertrand. "Iya tuan, ada apa?" tanyanya
"Se-sebenarnya, aku orang yang kau cari," seru Bertrand
"Apa maksud anda, tuan?" Edward menghampiri pria itu dengan raut wajah bingung yang di buat-buat
"A-aku Bertrand. A-aku bermaksud pergi karena aku merasa jika aku adalah target pelaku selanjutnya."
"Oh my God. Jadi, anda Bertrand?" tanya Edward dan jawab anggukan oleh pria itu
"Oke ... Sebelum itu aku mau bertanya tentang teman-teman anda. Di mana mereka sekarang? Karena tim ku mengalami kesulitan untuk menemui mereka."
"A-aku tidak tahu karena kami sudah lama tidak berhubungan. Tapi ada satu temanku yang sepertinya sudah tertangkap oleh pelaku."
"Benarkah? Siapa dia dan darimana anda tahu jika teman anda di tangkap oleh pelaku?" tanya Edward
"Ka-karena Aku belum lama meneleponnya dan dia meminta tolong. Aku mendengar dia berteriak kesakitan. Aku yakin jika dia sudah tertangkap oleh pelaku," ujar Bertrand
"Ini gawat. Kita harus bergegas. Ayo ikut aku!!" Edward berjalan terlebih dahulu diikuti oleh Bertrand. Pria itu terlihat waspada seolah benar-benar menjaga Bertrand dari pelaku. Dan setelah sampai basemen, seperti sebelumnya dia menaiki motornya dengan Bertrand yang duduk di jok belakang. Edward membawa pria itu ke tempat dimana Robert berada.
Bertrand turun dari motor dan melihat puing-puing rumah bekas kebakaran. Entah mengapa dia merasa ada yang aneh. Dia merasa tidak asing dengan tempat itu.
"Ke-kenapa kita kemari?" tanya Bertrand
"Untuk mempertemukan mu dengan temanmu," seringai Edward
Deg
Bertrand mundur beberapa langkah. Dia merasa ada yang tidak beres melihat wajah Edward yang tiba-tiba berubah mengerikan
"A-apa maksud mu?" tanya Bertrand ketakutan.
"Maksud ku? Bukan kah kau mencari temanmu yang bernama Robert? Dia ada di sini."
"A-apa? Ja-jadi kau ... " Bertrand mulai menyadari jika pria di depannya ini adalah pelaku atau pria bertopeng hitam. Dia membalikkan badan dan hendak berlari, namun sebuah timah panas bersarang di betis pria itu.
"Akh ... " Bertrand tersungkur dan memekik kesakitan. Dia beringsut mundur saat Edward mendekat.
"To-tolong jangan bunuh aku. A-aku minta maaf. Jangan bunuh aku."
"Tenang saja. Aku tidak akan membunuhmu. Maksud ku, tidak untuk saat ini," ujar Edward. Dia menginjak luka di kaki Bertrand hingga pria itu berteriak keras.
"ARGH ... SAKIT!!" teriak Bertrand
"Oh benarkah? Maafkan aku." Edward menyingkirkan kakinya dan menyeret tubuh Bertrand.
"To-tolong lepaskan aku!! A-aku akan menyerahkan diri ke polisi dan mengakui semua kejahatan ku. Jadi aku mohon jangan bunuh aku."
"APA KAU PIKIR AKU BODOH, HAH? KENAPA BARU SEKARANG KAU INGIN MENYERAHKAN DIRI KE POLISI?" bentak Edward. Dia membawa Bertrand ke ruang bawah tanah di mana Robert berada.
Brukh
Tubuh Bertrand terhempas tepat di depan Robert yang terlihat mengenaskan dengan luka lebam di wajahnya
"Sesuai janjiku, aku membawakan teman untuk mu. Dan sekarang, kita mulai permainannya," seringai Edward
mencontoh, tapi apes. kasihan..😄