Avery Edwards melampiaskan kemarahannya pada Lucas Aylmer. Tiba-tiba saja gadis itu mencium Lucas, hanya demi memperlihatkan jika bukan dia yang dicampakan oleh Alden, yang telah menjalin kisah cinta dengannya sedari masa sekolah menengah atas. Sementara Alden baru saja mulai bekerja, dan tertangkap basah berselingkuh. Tepat di hari kelulusan Avery. Sedang patah hati, malah dimintai pertanggung jawaban.
"Kau telah menciumku?" imbuh Lucas seraya berkata lagi, "Kau harus bertanggung jawab!"
Avery tidak habis pikir dengan pria yang sedang meminta pertanggungan jawaban darinya. Merasa dirinya masih terlalu muda, menikah bukanlah priorotas utamanya. Akankah Avery bisa lepas dari tuntutan Lucas, atau sebaliknya malah tunduk dan patuh akan ingin dan mau Lucas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BUNGA MAWAR HITAM
Nyonya Stela tersenyum sembari berkata, “Wah, bukankah ini suatu ucapan yang indah. Sayangnya putriku sudah menetapkan pilihan jadi seberapa banyak bunga dikirimkan, itu tidak akan pernah bisa menggoyahkan pilihannya!” imbuh Nyonya Stela sambil melihat kepada seluruh tamu undangan.
“Dari siapa?” tanya Harper dengan tersipu malu.
“Ini untuk Nona Avery!” jawab petugas keamanan itu.
Mendengar perkataan petugas keamanan itu, Semua langsung tercengang, sementara Avery tersedak air putih yang sedang dia minum. “Dari siapa?” tanyanya juga.
“Pengagum rahasia!” imbuh si petugas keamanan sembari memberikan kartu ucapan yang datang bersamaan dengan bunga mawar itu.
Avery mengambil kartu itu, lalu dia berdiri dan langsung pergi keluar mansion untuk melihat mawar yang telah di tata dengan rapih di halaman mansion. Beberapa tamu yang merasa penasaran pun ikut keluar. Mereka juga ingin melihat mawar hitam berjumlah seribu tangkai itu.
Alangkah terkejutnya ketika Avery melihat bunga-bunga mawar itu. Ini bukanlah seperti kebanyakan bunga mawar yang berwarna putih atau pun merah. Ini adalah bunga mawar berwarna hitam yang terlihat sangat misterius.
Bunga mawar hitam, adalah sebuah simbolisme yang mendalam dan misterius, seringkali dianggap sebagai lambang cinta yang abadi, cinta yang kuat hingga melampaui kematian juga melambangkan kekuatan. Sebuah buket mawar hitam mungkin menggambarkan perasaan cinta mendalam yang tak bisa dilukiskan oleh mawar merah biasa. Mawar hitam ini bisa diberikan pada orang yang sedang berjuang melalui masa-masa sulit sebagai bentuk dukungan dan penghargaan atas kekuatannya.
Mawar hitam, dengan keindahan dan misterinya, sering menjadi simbol dari perubahan signifikan ini. Bagi banyak perempuan, mawar hitam bukan hanya tentang estetika, ia mewakili kekuatan, ketahanan, dan kemampuan untuk berkembang dalam situasi yang sulit.
Sebagai pencinta seni, Avery juga memahami makna ini. Dia pun berjalan diantara mawar-mawar hitam itu sambil tersenyum, karena merasa sedang disemangati, ketika hatinya sedang merasa sesak pada saat ini.
“Terima kasih, siapapun kau, yang mengirimiku bunga ini! Imbuh Avery sembari mengulurkan tangannya, mengambil satu bunga mawar.
Pada akhirnya Harper juga ikut keluar, Hatinya bertambah masam. Malam ini adalah hari besarnya, tapi semua perhatian malah jatuh kepada Avery yang malam terlihat seperti peri diantara mawar-mawar hitam.
Tuan Lynch meminta kepada para pelayan untuk mempersilakan para tamu masuk kembali ke Aula Mansion dan menikmati makan malam yang telah disediakan. Tuan Lynch berjalan mendekati Avery. “Kau benar-benar berencana menghancurkan keluarga Edwards!”
Tuan Lynch sudah benar-benar dikuasai oleh kemarahan, lalu dia pun menarik Avery dengan kasar. Tidak terima ditarik dengan kasar, Avery mencoba untuk memberontak. “Lepas!” hardik marahnya.
Avery berhasil melepaskan genggaman tangan Ayahnya itu, meski dia harus terjatuh di lantai. “Sepertinya kau harus diberi pelajaran!”
“Bawa dia ke gudang bawah tanah!” perintah Tuan Lynch kepada dua penjaga yang ada di sana.
Avery pun dibawa ke ruang bawah tanah. Sementara itu, Tuan Lynch kembali masuk ke Aula Mansion Edwards. “Tuan-tuan mohon maaf jika ada hal yang tidak nyaman, silakan dilanjutkan…!” imbuh Tuan Lynch dengan sedikit canggung.
Nyonya Stela langsung mengambil alih keadaan, “Untuk merayakan malam pertunangan antara Harper dan Aldein, kami telah menyiapkan sebuah anggur yang sangat Istimewa!”
Tuan Lynch memperhatikan anggur yang sedang dibawa oleh Nyonya Stela. Itu adalah botol minuman anggur setara, seharga 142.000.000 perbotolnya. Demi mendamaikan suasana yang telah dibuat kacau oleh mawar hitam. Maka mau tak mau Nyonya Stela mengambil langkah ini. Dia pun mendekati Tuan Lynch sembari berkata, “Aku harap kau jangan perhitungan, putrimu membawa masalah di malam ini. Aku hanya berusaha menyelesaikannya!”
Tuan Lynch pun hanya bisa terdiam. Dan, membiarkan Nyonya Stela mengeluarkan koleksi anggur mahal milik Mansion Edwards. Sementara itu, Avery baru saja dilemparkan di ruang bawah tanah yang sedikit gelap dan lembab.
“Keluarkan aku…! Kalian tidak bisa melakukan ini kepadaku!” teriak Avery kepada kedua penjaga yang baru saja meninggalkannya.
Avery tersimpuh di pintu, dia menenggelamkan wajahnya di antara dua lututnya, “Ibu… Ibu!” panggilnya dalam lirih.
Pada saat ini, minuman anggur yang dikeluarkan oleh Nyonya Stela, benar-benar berhasil meredam kekisruhan bunga mawar hitam tadi. Mereka semua terbuai dalam canda dan tawa, dan memuji betapa nikmatnya rasa minuman anggur yang disajikan.
Harper dan Aldein pun terlihat sangat menikmati acara mereka. Nyonya Stela dan tuan Lynch pun tersenyum lega, insiden kecil mala mini telah berhasil teratasi. Tapi siapa sangka, insiden lain akan datang lagi. Tiba-tiba saja gelas-gelas kristal yang ada di meja makan, bergerak bergeser dari tempatnya. Lampu-lampu kristal yang menggantung di atas Aula juga bergerak ke kanan ke kiri.
Semuanya terdiam, situasinya terlihat seperti gempa, tapi mereka tidak merasakan ada goyangan gempa. Pintu jendela Aula tiba-tiba terbuka, angin kencang menerpa masuk. Barulah semua yang ada di Aula berdiri, pergi berlari berhamburan bagai debu.
Angin itu merusakan semua benda yang ada di sana. Vas bunga mewah, jatuh sampai pecah tidak berbentuk, alat makan dari emas yang terjatuh dari meja makan. Bahkan lampu kristal indah yang menggantung pun tidak luput dari amukan angin, terjatuh dan berantakan kehilangan bentuk indahnya.
Begitu para tamu berlarian keluar, di luar mereka disambut oleh kelopak bunga mawar yang bertebaran terbang diantara mereka, sehingga mereka harus menggunakan tangan atau lengan, untuk melindungi wajah mereka.
“Ada apa ini!” imbuh Nyonya Aslem seraya berkata lagi, “Apa ini sebuah kutukan! Sudah aku bilang berapa kali, jika menikah maka harus dengan darah asli keluarga Edwards!”
“Aku tidak pernah setuju dengan pertunangan dan pernikahan ini!” imbuh Nyonya Aslem yang langsung pergi tanpa berbasa-basi pada Tuan Rumah.
Langkahnya pun diikuti oleh Tuan Anselm dan Aldein. Harper Merasa impiannya sudah di depan mata, maka mana bisa dia kehilangannya begitu saja. Dia pun mengejar langkah calon Tunangannya itu. “Kau mau ke mana?” imbuhnya seraya menarik tangan Aldein.
“Kau dengar tadi, pertunangan ini tidak akan pernah bisa terjadi!” jawab Aldein sembari melepaskan tangan Harper yang sedang menahannya.
“Hei! Mana bisa begitu!” hardik marah Harper.
“A-aku hamil!” imbuh Harper, yang merasa sudah putus asa.
Tuan dan Nyonya Aslem terdiam beberapa saat ketika mendengar pengakuan Harper yang tengah hamil. “Kita bicarakan tentang ini nanti!” imbuh Nyonya Aslem seraya masuk ke dalam mobil.
Nyonya Stela langsung menghampiri putrinya itu dan berkata, “Apa kau benar-benar hamil?”
Tangis Harper pun pecah, dia menangis sejadinya dan langsung memeluk ibunya itu. Merasa malam ini terlalu banyak insiden huru hara yang terjadi, Nyonya Stela pun berkata, “Ayo, kita ke kamar. Sebaikanya kau tenangkan diri dulu… Kita semuanya tenangkan diri dulu!”