Setelah menikah, Kenan dan Alexa pun memutuskan untuk tinggal di mansion mereka sendiri.
Pernikahan mereka pun mulai diuji. Akankah mereka mampu untuk melewati semua ujian itu.
Tunggu apalagi, yuk kepoin 🤗🤗
Di sarankan untuk membaca season 1 dulu ya 😉😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali
Kenan dan Beni segera menuju bandara. Ia baru saja mendapatkan kabar dari salah satu bodyguard-nya kalau istrinya diculik. Dan sekarang dia sedang berada di rumah sakit.
" Tenang tuan, nona muda tidak sendirian. Ada Axel juga di sana"
" Bagaimana saya bisa tenang istri saya masuk rumah sakit. Dan saya tidak tau keadaannya sekarang seperti apa"
Beni hanya bisa diam, ia tau bagaimana perasaan tuan mudanya saat ini. Bahkan tuan mudanya rela meninggalkan klien pentingnya. Yang mana nilai kerjasama itu sangat besar. Karena pikiran tuan mudanya tak tenang.
" Apa pesawat kita sudah stay?"
" Sudah tuan, semuanya sudah stay di bandara"
Beni menambah laju kecepatan mobilnya. Karena sekarang sedang dalam situasi darurat. Jadi mereka harus segera sampai di bandara.
Drrttt..
Ponsel Kenan berdering. Tanpa menunggu lama, Kenan segera menggeser tombol yang berwarna hijau itu.
" Bagaimana?"
" Nona muda sudah dipindahkan ke ruang rawat inap tuan"
" Syukur Alhamdulillah. Bagaimana keadaan istri saya, apa ada luka serius?"
" Tidak tuan, nona terluka karena memotong tali yang mengikat tubuhnya. Jadi pisau mengenai pergelangan tangannya. Dan untungnya, pisau itu tidak mengenai urat nadi"
" Pelakunya bagaimana?"
" Tangannya putus tuan"
" Putus?"
" Iya, seperti Axel yang melakukan itu"
Kenan tersenyum mendengar ucapan bodyguard-nya. Ternyata adik iparnya sangat bisa diandalkan.
" Perketat keamanan, saya lagi diperjalanan menuju bandara"
" Baik tuan"
Kenan menyimpan kembali ponselnya. Ia bersyukur karena istrinya baik-baik saja. Dan ia akan membuat perhitungan sama orang yang sudah berani menyentuh istrinya.
" Bagaimana keadaan nona Alexa, tuan?"
" Alhamdulillah keadaan sudah agak membaik. Dia juga sudah dipindahkan ke ruang rawat inap"
" Syukur Alhamdulillah tuan. Lalu pelakunya bagaimana?"
" Di ruang operasi"
" Di ruang operasi?"
" Iya, tangannya putus karena Axel"
" Ternyata Axel juga sadis ya"
" Dia bisa menjadi lebih sadis kalau melihat orang-orang terkasihnya di sakiti. Apalagi yang mengalami itu saudara kembarnya sendiri, sudah pasti dia tidak akan terima"
" Anda benar tuan muda"
Beni tidak tau apa yang akan terjadi jika tuan mudanya yang di sana. Pasti tubuh orang itu sudah di cincang tuan mudanya.
" Apa kita harus memberitahu pada klien anda tadi, tuan?"
" Nanti akan saya jelaskan sama dia. Dan kalau pun mereka ingin membatalkan kerja samanya tidak masalah. Karena istrinya lebih penting dari kerja sama itu"
" Benar tuan"
Mereka pun sampai di bandara. Kenan dan Beni segera menuju pesawat jet. Di sana sudah menunggu pilot dan juga beberapa bodyguard.
" Selamat datang tuan muda"
Kenan dan Beni masuk kedalam pesawat, diikuti sama bodyguard di belakang. Mereka siap terbang ke kota Z. Pesawat pun lepas landas meninggalkan bandara internasional Soekarno-Hatta.
***
Axel dan Farrel sudah selesai mandi. Mereka berdua juga sudah mengganti baju yang dibelikan istri mereka tadi. Sekarang giliran Alisha dan Adele yang mandi.
" Kira-kira kapan ya Eca siumannya" kata Farrel.
" Gue juga nggak tau. Tapi gue harap sih sebelum bang Ken kesini, Eca sudah siuman"
" Emang kak Ken mau balik?"
" Iya, istrinya kan masuk rumah sakit. Ya kali dia nggak mau balik"
" Bener juga. Wah nggak akan selamat tuh cewek"
" Biarkan saja. Gue malah dari tadi ingin bunuh tuh cewek"
" Kenapa Eca bisa melukai tangannya ya?"
" Mungkin dia masih dalam pengaruh obat bius, jadi pikirannya belum sepenuhnya pulih"
" Lo bener juga. Tapi syukur Alhamdulillah, pisau itu tidak mengenai urat nadi Eca"
" Hhhmmm"
Axel masih ingat tadi lagi ia masih sempat gelud sama saudara kembarnya itu. Axel pun menghampiri bed Alexa.
" Kapan kamu mau bangun. Kalau kamu tidur terus, kamu terlihat seperti cewek manja. Dan itu nggak cocok sama kamu"
" Dasar adik durhakim"
Axel langsung memeluk saudara kembarnya. Ia senang karena melihat Alexa sudah bangun.
" Kamu bikin kita takut, tau nggak"
uhuk..uhuk..
" Minum dulu"
" Kamu mau membunuh aku, meluk erat banget"
" Maaf, aku terlalu senang melihat kamu udah bangun. Jangan banyak gerak dulu, kamu masih belum pulih"
Axel menekan tombol yang ada di samping bed saudara kembarnya. Itulah yang dikatakan suster padanya.
" Yang lain kemana?"
" Lagi di kamar mandi. Apa kamu menginginkan sesuatu?"
" Nggak"
Tak berselang lama dokter dan suster pun datang. Dokter langsung memeriksa keadaan Alexa.
" Bagaimana dokter?"
" Alhamdulillah keadaan nona Alexa sudah lebih membaik, jadi tinggal menunggu bekas jahitannya kering"
" Alhamdulillah"
" Apa saya sudah boleh pulang Dok"
" Ngaco kamu, kamu itu baru dari ruang ICU. Udah minta pulang aja"
" Lusa, nona sudah boleh pulang"
" Lusa?, kenapa nggak besok aja Dok"
" Udah denger aja apa kata dokter. Jangan ngeyel. Makasih ya Dok"
" Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu. Besok pagi saya akan datang lagi"
" Baik Dok"
Dokter dan suster keluar dari ruang rawat inap Alexa.
" Aku nggak suka bau rumah sakit. Aku mau pulang aja"
" Jangan aneh-aneh kamu. Dokter bilang lusa, ya lusa"
" Tapi bau rumah sakit nggak enak banget "
" Ini itu ruang VIP, jadi nggak ada bau obat sedikit pun. Jadi kalau kamu mau cari alasan, yang pintar dikit lha"
Alexa memanyunkan bibirnya. Ia kesal banget sama saudara kembarnya.
" Apa kamu kasih tau suami aku?"
" Tanpa aku kasih tau, dia udah tau duluan"
" Benarkah?"
" Hhmmm"
" Kok bisa"
" Yang kena pisau itu tangan kamu lho, kok malah otak kamu yang bermasalah"
Benar juga, suaminya itu pasti sudah menyiapkan bodyguard bayangan untuk menjaganya. Dan posisi mereka berada jauh darinya, makanya tadi penculik itu berhasil menculiknya.
" Eca "
Adele segera memeluk sahabatnya. Ia sangat takut terjadi sesuatu sama sahabatnya itu.
" Lo bikin kita semua khawatir, tau nggak"
" Sorry"
" Kali ini gue maafkan. Lo tau nggak, gue cambuk wanita itu, terus gue ikat juga dia di kursi"
" Benarkah?"
" Iya, dan yang paling seru itu saat Axel memutuskan tangan wanita itu. Lo tau bunyi teriakannya seperti apa?"
" Seperti apa?"
" Seperti nenek sihir kejepit"
Alexa tersenyum mendengar ucapan sahabatnya. Ia baru denger ada teriakan nenek sihir kejepit.
" Kamu tidak membunuh dia kan?"
" Tadinya sih iya, tapi Alisha nahan aku untuk tidak membunuhnya"
" Syukurlah, kalau gitu. Kalau kamu bunuh dia, kita tidak akan bisa mengungkap misteri Green Light University. Karena aku yakin, wanita itu pasti tau sedikit banyaknya tentang masalah yang terjadi di kampus itu"
" Pasti lha, secara kan dia anak dari kalangan orang kaya. Dan melihat sikap dia pada anak-anak yang dari kalangan bawah. Sudah bisa dipastikan dia juga terlibat"
" Benar itu, secara dia membully anak-anak itu juga sangat tidak pantas"
" Makanya kita harus segera menuntaskan kasus ini, supaya tidak ada lagi korban berikutnya"
" Setuju"
Alexa akan melakukan apapun untuk membongkar semua kejahatan itu. Dan orang-orang yang menutup mata untuk kasus ini, akan mendapatkan hukuman juga. Karena mereka memilih diam dan menutupi kasus kematian mahasiswi itu.
To be continued.
Happy reading 😚😚
ditunggu cerita baru king, Queen, aron dan bagas