NovelToon NovelToon
Crush Landing On You

Crush Landing On You

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa / Tamat
Popularitas:347.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: moon

JIKA TIDAK TERTARIK, AUTHOR MOHON DENGAN SANGAT UNTUK TIDAK MEMBACANYA.

SILAHKAN SKIP SEJAK SAAT INI JUGA, KARENA AUTHOR TAK MEMAKSA KALIAN BACA.

TAPI JIKA KALIAN MENIKMATI ISI DARI CERITA INI, AUTHOR SANGAT BAHAGIA.

Pendaratan darurat membuat Daniel terpaksa menikahi seorang gadis.

Padahal niat hati masih ingin menanti cinta pertamanya, yang menghilang tanpa jejak.

Tabir misteri yang telah lama terkunci rapat, mulai terbuka perlahan, dan satu demi satu teka-teki mulai terpecahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24.

#24

Masih ingat kejadian malam ketika Darren dan Aya kembali ke Jakarta setelah menyelesaikan pendidikan mereka? 

Daniel terperanjat, nama yang tertera di layar ponselnya, membuat segalanya tak lagi penting, karena yang lebih penting dari segala-galanya adalah sang Mama, wanita yang telah mengandung dan melahirkannya. Maka ketika ada panggilan dari Nyonya Geraldy tersebut, istrinya pun langsung terabaikan begitu saja. 

Daniel bahkan menjauh dari pembaringan agar leluasa berbincang. 

“Selamat malam Nyonya Geraldy …” Sapa Daniel dengan nada renyah seperti biasa. 

“Masih ingat kalau punya Mama!!” Sembir Mama Disya ketika mendengar sapaan Putra sulungnya. 

“Masih dong Mama, bagaimana mungkin bisa lupa dengan wanita cantik ini.”

“Gombal, kamu tak ubahnya seperti papamu.”

“Ya itu sudah pasti Ma, kan bibitnya juga dari Papa.” kekeh Daniel, membuat sang Mama menggerutu tak jelas. 

“Uncle… !!!” Suara teriakan bercampur tangis  itu seketika membuat Daniel terkejut. 

Daniel menepok Jidatnya sendiri, ia ingat beberapa hari lalu sudah berjanji pada Ryu, akan menjemputnya di Airport. 

Daniel mengalihkan panggilannya, menjadi panggilan Video. Seketika layar menampakkan wajah tampan, gembul, dan menggemaskan milik Ryuga, putra Darren dan Aya. 

“Uncle,  why did you lie to me?” rengek Ryu dalam tangisnya. 

“Sorry boy, uncle very busy.”

“Huaaaa Uncle nakal.” 

“No… Uncle tidak nakal!!”

“I don't care, Uncle nakal!!! Huaaaaa…” Teriakan Ryu membuat perasaan Daniel semakin mellow, aah si kecil tampan tersebut benar-benar sukses menjadi raja di hati Daniel. 

Lama waktu yang Daniel butuhkan untuk menenangkan Ryu. Berbagai macam bujukan serta kalimat penghiburan Daniel kerahkan demi kembali mengambil hati Ryuga. 

Hingga 15 menit kemudian Ryu kembali tersenyum setelah Daniel mengabarkan bahwa Iron Man yang ia inginkan baru saja tiba di Jakarta, dan beberapa hari lagi Daniel pun bertolak ke Jakarta untuk mengadakan pertemuan dengan para pemegang saham. 

Dari jarak yang tak terlalu jauh, ada seonggok hati yang untuk pertama kalinya merasa sendu. Merasai terabaikan bahkan mungkin di sembunyikan dari keluarga sang suami, apakah suaminya malu karena memiliki istri seorang gadis dari desa? Ah sudahlah, mungkin memang demikian, Naya menyadari suaminya bukan pria sembarangan, Pasti keluarganya yang berasal dari kalangan terhormat, tak akan mudah menerima seorang seperti dirinya menjadi menantu. 

Dengan mengabaikan cubitan nyeri dihatinya, Naya pun bangkit dari pembaringan, ia bergegas memilih piyama mana saja, asal sopan, kemudian menghampiri kamar mandi untuk menukar pakaian. Masih terlalu malu untuk bertukar pakaian di depan Daniel, walau tak ada larangan akan hal itu. 

Daniel mengakhiri panggilannya 40 menit kemudian, ia berbalik dan baru menyadari tadi ia menjauh dari Naya kala menerima panggilan sang Mama. 

“Mila … kamu di mana?” 

Daniel meletakkan ponselnya, kemudian keluar kamar, nampak sang istri tengah duduk memangku laptopnya di ruang TV. 

Sengaja Daniel merebah di pundak Naya, bermaksud mencari perhatian. “Sibuk sekali istriku.” Jari-jari Daniel tak tinggal diam, ia memainkan surai indah sang istri. 

“Sudah selesai teleponnya?” tanya Naya datar. 

“Huum … maaf meninggalkanmu lagi.” 

Naya menghembuskan nafas, bibirnya sungguh gatal ingin bertanya, namun ia belum seberani itu untuk mengungkapkan keresahan hatinya. Hingga hanya senyum manis saja yang bisa ia persembahkan untuk menanggapi Pernyataan sang suami. 

“Lagi pula aku sibuk, membuat soal untuk UAS bulan depan.” jawab Naya yang memutuskan untuk tak menuntut apa-apa pada pernikahan mereka saat ini. 

Daniel tersenyum kecil, tiba-tiba ia ingat surat kecil milik Naya yang pernah ia baca, di sana Naya berkata ingin menikah dengannya, kemudian mengajarinya matematika. Daniel menggenggam tangan Naya, menautkan jari-jari tangan mereka, hingga cincin yang melingkar di jari manis mereka berpendar memantulkan cahaya. 

Padahal Daniel ingin segera membawa Naya ke Jakarta dan mengenalkannya dengan seluruh keluarganya, tapi sepertinya tanggung jawab Naya di sekolah belum bisa ditinggalkan. 

Daniel mencium punggung tangan mungil istrinya, “Ke kamar lagi yuuuk …” bisik Daniel, ia berpikir alangkah baiknya jika saat ini mereka melanjutkan kembali apa yang mereka mulai beberapa menit yang lalu, sebelum panggilan sang Mama mengacaukan semuanya. “Kita lanjutkan yang tadi.” Daniel semakin merangsek, menggoda setiap titik sensitif Naya. 

Sejujurnya Naya hanya mengalihkan aktivitas saja ketika Daniel melakukan panggilan, rasa rendah diri memerintahkan dirinya untuk tahu diri dengan posisinya. “Ih … itu sih maunya kamu.” 

“Apa salahnya, wajar kan? Namanya juga pengantin baru.” Daniel menutup laptop Naya kemudian memindahkannya ke meja. 

Bagai menerima sebuah undangan pesta, Naya dengan wajah kemarahannya pun pasrah mengikuti langkah kaki Daniel, kembali ke peraduan mereka. 

“Tunggu sebentar, aku mandi dulu.” Bisik Daniel ketika mereka sudah kembali ke kamar. Tak sabar rasanya untuk menuruti gejolak jiwanya yang mulai meronta menginginkan sebuah pelepasan. 

Naya mengangguk patuh, membuat Daniel semakin tak ingin membuang waktu. 

Tak lama waktu berlalu, keduanya sudah saling berpagut penuh mesra, saling meresapi rasa, serta suasana baru, seperti kupu-kupu yang bebas berterbangan di udara nan biru. 

Hasrat cinta serta Jiwa muda yang masih menggelora, membuat aktivitas mereka semakin lama semakin panas, debaran jantung rancak berdetak seperti kuda berlari kencang, raga pun sudah basah oleh keringat, kamar mereka penuh aroma cinta yang wangi semerbak berpendar di udara. 

Serpihan memori yang belum juga muncul nyatanya tak mampu mengurangi rasa bahagia Naya, ketika kini mampu mempersembahkan segala yang terbaik dalam dirinya untuk sang suami yang memuja dan memperlakukannya penuh cinta serta perhatian tulus tanpa celah. 

Daniel pun tak memaksa Naya untuk mengingat siapa dirinya, dan seperti apa hubungan mereka di masa lalu, tak mengapa walau kelak Naya tak akan pernah mengingat masa lalu kisah cinta mereka. Karena kini dan seterusnya ia akan membuat Naya jatuh cinta lagi kepadanya, bahkan berlipat lipat lebih hebat daripada sebelum kecelakaan menimpanya. 

Lenguhan manja Naya membuat Daniel semakin bersemangat menghadirkan puncak rasa nikmat pada sang ratu yang sejak lama bertahta di hatinya. Terus menyentuh dan memuja setiap titik indah lekuk daksa yang ranum menggoda. 

Naya pun tak tinggal diam, ia balas memberi, hingga nada-nada cinta mereka saling bersahutan, irama merdu menggema, mengiringi pertautan dua insan yang tengah dimabuk cinta. 

“Oh… sayang.” Rintih suara feminim itu terlepas tanpa sadar ketika sang pria mempersembahkan puncak terindah surga dunia untuknya. Disusul kemudian getar hebat disertai suara maskulin Daniel, yang mengerang nikmat, tumpah ruah di tempat yang seharusnya, meraih hal yang sama berpesta pora mereguk rasa bahagia. 

Masih dalam suasana bahagia usai mendaki puncak rasa nikmat mereka, Daniel meraih raga yang kini dan kelak selamanya membersamai langkahnya. Memeluk, mengusap, serta mengecup penuh cinta, rasa syukurnya tak terkira kala berhasil menemukan kembali bunganya yang hilang, ia menarik selimut guna menutupi daksa lelah mereka, karena Naya terlihat agak menggigil akibat pengaruh pendingin udara. 

“Tidurlah Nayaku, Aku mencintaimu.” Bisik Daniel. Sayup-sayup terdengar oleh rungu Naya, karena ia mulai terlelap usai mempersembahkan surga terindah untuk kekasih hatinya. 

Dua hari kemudian. 

‘Nona Carissa tahu, bahwa saat ini kamu berada di mana’

Begitu bunyi Pesan singkat yang masuk ke ponselnya, padahal ia masih di tengah misi mengawasi, belum lagi bertindak, karena harus terus membaca situasi dan kondisi. 

Ingin abai dengan semua yang dilakukan sang Nona muda, Nick pun keluar dari aplikasi hijau di ponselnya. Namun tanpa sengaja, notifikasi pesan baru masuk, kali ini dari akun instagram nya. 

Carissa memposting real terbarunya. Tentu derap jantungnya makin berkobar kian gelisah, tak menyangka Nona mudanya tersebut akan nekat menyusulnya. Padahal dua hari ini, ia sudah mati-matian bertahan tak menanggapi apapun tentang Carissa, Tapi agaknya hatinya pun mulai resah dengan semua perhatian, serta cinta yang terus di tunjukkan sang Nona muda. 

‘Menghirup udara di kota Pahlawan, thanks Freya sudah menjemputku’ 

Begitulah bunyi tulisannya, lengkap dengan postingan foto 2 orang gadis di Airport Juanda Surabaya. 

Dengan kesal Nick mencengkeram ponselnya, ia tak tahu kenapa begitu gelisah hanya karena sang Nona muda berkunjung ke tempat yang tengah ia datangi, mungkin karena terbiasa mendampingi serta mengawasi, dan kini Carissa pergi seorang diri tanpa dirinya. 

Sungguh ia bingung harus memprioritaskan yang mana dulu. Nona Muda yang kadang ceroboh bertindak sesuka hati, atau tugas penting yang tengah ia jalankan? 

1
imoe nawar
👍
Hariyanti
ceritanya keren Thor👍👍👍👍
Meriam Tehupelasury
🥰
Sri Widjiastuti
mewek nii 😇😇
aroem
bagus
Nur Maidah
terimakasih thor semua karyamu aq lahab habis tiada terlewat 👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm.... bener Nick kakaknya Naya, ayolaahh Nick sadar dan ingat semua sebelum kamu terlambat kehilangan adikmu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kok aku jadi nerka kalau Nick kakanya Naya ya... Alnya Nick sering mimpiin ibunya saat sebelum menghilang saat ibunya mengambil adiknya di dalam rumah... apa saling berhubungan ya.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nick itu sebenarnya siapa siihh Thor bikin penasaran saja.🤔👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hayoo... Anak Durhakim kami Niel, sampe ortu mu ga dikasih tau kalau kamu nikah.😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Mingkemm.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
selamat jadi manten Daniel Naya... di tunggu kalian versi Sachetnya.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya terjawab sudah rada penasaran kamu ya Niel.. 👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
pada zama dahuluuu...... jeng jeng jeengng... ternyata Mila adalah Naya yang kamu cari Daniel.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Waduuhh siapa tuh, mudah²an mah Danesh atau keluarganya sih biar laporan langsung sama ortunya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ternyata emang mau sejauh apa pun pergi kalau jodoh ketemu lagi Daniel Naya/Mila
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Apa Mila itu Naya ya.. bukannya Naya dulu di bawa pamannya pergi.... terus kemana tuh si borokokok..

eehh tapi jangan² pamannya Mila /Naya itu Profesor Hardiman ya Papahnya Clarissa lagi setelah mendapatkan semua harta Ortunya Mila/Naya dia di buang waktu kecil dan Lupa semuanya.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
jadi mingkem di sleding Omongan bu guru Mila kaann... Daniel.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Mila Oh Mila.. jangan jutek² ntar lama² juga kesemsem.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Seiring bersama jadi mulai ada rasa.😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!