"Apa?! Menikah dengan orang gagap itu? Aku tidak mau!"
"Menikah dengan kakak ipar mu, atau pergi dari rumah ini!"
Aline terpaksa menikah dengan kakak iparnya yang gagap karena keponakannya dan juga kondisi keuangan keluarganya yang bergantung pada kakak iparnya. Sedangkan Aline sendiri sebenarnya memiliki kekasih yang sangat dicintainya.
Apakah Aline bisa mempertahankan rumah tangga yang tidak di landasi rasa cinta?
Ataukah perlahan akan mencintai pria gagap yang dari awal tidak disukainya?
Yuk, simak ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Amputasi
Sesampainya di klub malam, Roni pengki langsung memilih seorang wanita penghibur untuk menidurkan cobra-nya. Roni pengki meminta wanita penghibur itu bekerja untuk memuaskan dirinya dan menidurkan cobranya.
"Tuan, saya sangat senang karena tuan sangat perkasa. Tapi, saya sudah lelah, Tuan. Saya sudah tidak sanggup lagi untuk menidurkan ular cobra Tuan," ucap wanita penghibur itu menyerah karena sudah lama melayani si Roni pengki tapi ular cobra si Roni pengki tak kunjung tidur juga.
"Ah, kamu payah sekali. Carikan temanmu yang cantik untuk melayani aku!" pinta si Roni pengki.
"Baik, Tuan. Em..gomong-ngomong, ada anak baru. Tidak terlalu cantik, tapi masih original. Apa Tuan mau?" tanya wanita penghibur itu mulai promosi.
"Masih original? Yakin masih original?" tanya Roni pengki nampak tertarik.
"Yakin tuan. Ini daun muda. Umurnya baru enam belas tahun. Bos bilang, klo tidak sesuai dengan yang dipromosikan, tuan tidak perlu bayar, alias gratis," ujar wanita itu meyakinkan.
"Okey. Aku akan bayar sesuai yang kalian tawarkan, asal benar-benar masih original," sahut Roni pengki setuju.
Mengingat malam panasnya dengan Vivi yang masih original saat di sentuhnya, si Roni pengki menjadi semakin bergairah. Kenapa hanya Vivi yang diingat si Roni pengki? Karena Sarah sudah tidak lagi original saat pertama kali melakukan hubungan intim dengan dirinya.
Wanita penghibur itu pun pergi setelah memakai pakaiannya dan menerima bayarannya dari si Ron pengki.
"Masih original? Memakai yang original sensasinya benar-benar berbeda. Dan yang lebih muda pasti lebih rapet dan menjepit," gumam Roni pengki yang nampaknya otak mesumnya sudah traveling kemana-mana. Hanya karena mendengar, bahw yang akan ditidurinya masih muda dan original.
Roni pengki tidak menyadari, jika ular kobra-nya terlalu lama berdiri, maka akan menimbulkan masalah yang sangat serius pada dirinya.
Tak lama kemudian, seorang gadis belia yang tidak terlalu cantik di bawa masuk ke dalam kamar yang di sewa oleh si Roni pengki oleh dua orang wanita. Walaupun tidak terlalu cantik, tapi body gadis yang di pakaikan pakan kurang bahan itu benar-benar sangat menggoda.
Ternyata gadis itu mabuk dan sepertinya juga dari mengkonsumsi obat penambah gairaah. Tanpa menunggu lama, si Roni pengki pun segera membuktikan, gadis itu masih original atau tidak. Dan setelah di coba, ternyata benar-benar masih original. Bahkan si Roni pengki cukup kesulitan untuk membuka segel gadis itu.
Mendapatkan barang original, si Roni pengki pun sangat bersemangat. Bahkan setelah istirahat beberapa jam, si Roni pengki kembali meminum obat kuat untuk menggarap ladang yang baru dirinya lah yang menggarapnya itu. Bahkan gadis itu sampai mengalami pendarahan karena si Roni pengki yang terlalu brutal menidurinya.
*
Hari sudah agak siang saat si Roni pengki pulang. Ular kobranya masih berdiri tegak karena efek obat yang diminumnya. Pria itu sudah melakukan apapun untuk menidurkan cobra-nya. Tapi tidak ada hasilnya. Sakit kepala atas bawah, itulah yang dirasakan oleh si Roni pengki. Semua itu karena dirinya meminum obat kuat dan juga obat penambah stamina yang over dosis.
Akhirnya, si Roni pengki memilih mengkonsumsi beberapa butir obat tidur. Berharap saat tidur nanti ular cobra-nya juga ikut tidur. Namun, saat Roni pengki terbangun, ular kobranya masih tetap berdiri. Pria itu hanya makan minum dan kembali mengkonsumsi obat tidur, masih berharap cobra-nya mau tidur.
Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam saat Roni terbangun. Namun ular kobra si Roni pengki tetap berdiri bagaikan tiang. Semaki lama si Roni pengki malah merasakan ular kobranya semakin sakit. Entah kemana Sarah, istrinya itu tidak terlihat samasekali.
"Dia tidak mau tidur juga. Ini terasa semakin sakit. Aku tidak bisa menahannya lagi," gumam Roni pengki menahan rasa sakitnya.
Sudah dari pagi si Roni pengki bergelut dengan nyeri yang tidak tertahankan pada ular cobra-nya. Pria itu akhirnya menyerah juga dan menahan rasa malunya meminta pertolongan medis.
Roni pengki merasa tidak akan bisa berkonsentrasi mengemudi karena keadaannya saat ini. Selain itu, si Roni pengki berharap mendapatkan perawatan medis di ambulance, sebelum tiba di rumah sakit. Sebab ular kobranya semakin terasa sakit.
Malu? Tentu saja si Roni pengki merasa sangat malu karena harus menaiki ambulans menuju rumah sakit. Sebab sakitnya adalah karena kobra-nya yang tidak mau tidur dan menyiksa dirinya. Karena malu itulah, dari tadi pagi si Roni pengki tidak pergi ke rumah sakit.
Tiga puluh menit kemudian, ambulans pun tiba di rumah si Roni pengki. Dengan menahan rasa sakit si Roni pengki keluar dari rumahnya.
Teknisi medis gawat darurat ( Paramedis ) yang melihat si Roni pengki kesakitan pun langsung membawa si Roni pengki ke dalam ambulans.
Memberikan pertolongan pertama saat terjadi suatu keadaan kritis pasien dan membantu pasien dalam situasi darurat, yang biasanya mencakup penanganan perawatan dalam perjalanan ke rumah sakit adalah tugas paramedis.
"Apa keluhannya Tuan?" tanya paramedis wanita itu serius.
"Ular kobra saya tidak mau tidur sejak saya mengkonsumsi obat kuat kemarin malam," sahut si Roni pengki menahan malu.
Dan benar saja, paramedis yang menangani si Roni pengki di dalam ambulans itu nampak menahan tawa mendengar keluhan si Roni pengki.
Bagaimana tidak malu jika sudah begini? Dirinya harus di larikan ke rumah sakit menggunakan ambulans karena cobra-nya tidak mau tidur dari kemarin malam. Sungguh hal yang sangat memalukan dan konyol bukan?
Entah apa yang akan terjadi esok hari. Tapi si Roni pengki merasa yakin sembilan puluh sembilan koma sembilan puluh sembilan persen, kalau berita tentang ular kobranya yang tidak mau tidur dari kemarin ini akan muncul di sosial media, media cetak dan juga media elektronik esok hari.
"Shitt! Aku tidak pernah membayangkan akan mengalami hal menyakitkan dan memalukan seperti ini sepanjang hidupku," umpat si Roni pengki yang merasa harga dirinya benar-benar jatuh karena kasus ular cobra-nya ini.
Setengah jam kemudian Si Roni pengki nampak terbaring di ranjang pasien di unit gawat darurat.
Roni ditangani di UGD dan sialnya, lagi-lagi yang menanganinya adalah seorang wanita.
Saat ereksii mulai bisa dikendalikan, dokter yang menangani si Roni pengki malah menghela napas berat.
"Ada apa, dok?.Ular kobra saya baik-baik saja, 'kan?" tanya si Roni pengki yang mempunyai firasat buruk setelah dokter memeriksa ular kobra Roni pengki lebih detail.
"Biar saya jelaskan. Salah satu risiko penggunaan obat kuat sembarangan adalah priapismus. Ini merupakan kondisi ketika ular kobra anda berdiri terus-menerus lebih dari empat jam, bahkan tanpa adanya rangsangann s3ksuall. Priapismus terjadi ketika aliran darah menuju ular kobra anda malah terlalu deras usai anda meminum obat kuat. Hal ini menyebabkan darah mengendap dan terjebak di dalam ular kobra anda,"
"Apabila tidak segera ditangani, priapismus bisa berujung pada cacat fisik pada ular kobra anda. Misalnya ular cobra anda menjadi bengkok atau bahkan patah," jelas dokter itu.
"Jadi, apa yang terjadi pada ular cobra saya, dok?" tanya si Roni pengki jadi khawatir setelah mendengar penjelasan dari dokter itu.
"Ular kobra anda bengkak dan berangsur menghitam. Perubahan warna ini mengindikasikan gangrene atau kematian jaringan. Kondisi anda ini termasuk parah. Saya tidak memiliki opsi lain selain mengamputasi bagian yang mengalami kematian jaringan sebelum kondisinya makin buruk," jelas dokter yang menangani Roni pengki kembali menghela napas berat.
"Maksud dokter?" tanya Roni pengki yang berharap dirinya salah memahami penjelasan dari dokter itu.
"Ular cobra anda harus segera di amputasi. Jika tidak, itu akan membahayakan anda sendiri," jelas dokter yang seketika membuat Roni pengki seolah di sambar petir di siang bolong.
"Tidak! Mana mungkin saya harus merelakan ular kobra saya di amputasi, dok? Bagaimana dengan aktivitas ranjang saya? Tolong cari cara lain, dok! Saya tidak mau ular kobra saya di amputasi," ucap Roni pengki nampak frustasi.
"Maaf, tapi anda tidak memiliki opsi lain," sahut dokter itu membuat dunia si Roni pengki runtuh.
Seorang pria yang masih muda, tapi harus kehilangan benda yang menjadi kebanggaannya. Tentu saja ini pukulan terberat bagi si Roni pengki. Namun, itu mungkin karma karena suka celap-celup sana sini. Karma karena menodai seorang gadis, menipu, dan tidak mau bertanggung jawab. Bahkan sempat meminta Vivi untuk menggugurkan kandungannya.
Orang bilang "Kamu bisa bermain dengan dramamu, tapi kamu tidak bisa lari dari karmamu" mungkin itu yang sedang menimpa si Roni pengki saat ini.
... 🌸❤️🌸...
.
To be continued
roni dpt vivi itu anugrah, tp roni punya bini c aline sptnya musibah
org macam kmu hrs ditampar keadaan dulu baru sadar diri