NovelToon NovelToon
The Young Master'S Favorite Little Girl

The Young Master'S Favorite Little Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / CEO / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:187.3k
Nilai: 5
Nama Author: selenophile

Selama bertahun-tahun kehidupan gadis kecil berusia 16 tahun itu sangat buruk. Selain dikurung di sebuah loteng sempit, dia juga dijadikan bank darah oleh keluarganya. Tidak sampai di sana, Alleta juga dijebak oleh keluarganya untuk melayani lelaki tua hanya demi keuntungan perusahaan ayahnya.


Hingga pada malam itu, dia berhasil melarikan diri dari tragedi yang akan menghancurkan hidupnya dan bertemu dengan pria dingin yang mengubah kehidupannya yang suram.



Akankah Alleta bisa hidup bahagia setelah mengikuti pria itu dan lepas dari keluarganya?

Dan apa yang terjadi jika Alleta tahu kalau orang yang selalu dia anggap keluarga ternyata bukan.


Bisakah dia menemukan keluarga aslinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selenophile, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

"Alleta!" 

Mendengar panggilan akrab dari belakang gadis dengan tas kelinci itu berbalik, di gerbang sekolah Anna berlari kecil ke arahnya. 

"Al syukurlah kamu udah sembuh, maaf ya disaat kamu sakit aku bahkan gak pernah jenguk kamu,"sesal Anna. Dia merasa gagal menjadi teman Alleta, teman macam apa yang tidak menjenguk temannya sendiri padahal Alleta adalah teman pertamanya. 

"Gak papa, kamu kan gak tahu alamat rumahku di mana jadi gak usah dipikirin. Aku aja gak mempermasalahkan itu kok, yuk ke kelas,"ajak Alleta sambil menggandeng tangan Anna. 

Valerie yang memperhatikan dari kejauhan sangat iri melihat persahabatan mereka. Andai dia memiliki teman tulus seperti itu mungkin hidupnya tidak akan sekesepian ini. Setiap teman yang mendekatinya pasti selalu bermuka dua, sering memanfaatkannya seperti dua gadis sialan itu. 

"Apa nih lo iri ya lihat mereka?"celetuk Sela tiba-tiba. 

"Ckckck kasihan gak punya temen,"sindir Mila menatap sinis Valerie. 

Valerie memutar kedua bola matanya malas, hari ini benar-benar hari yang sial karena harus bertemu dengan dua manusia menyebalkan ini. Yah meskipun di kelas sering bertemu dan selalu mengganggunya,  dia masih mentolerinya karena dia terlalu malas untuk meladeninya. Selama ini dia sudah sangat sabar untuk tidak segera menghajar mereka, tapi sekarang kesabarannya sudah habis. 

Dia akan membalaskan dendamnya dan karena mereka mengirim dirinya ke sini bagaimana mana mungkin dia melepaskannya semudah itu. 

"Nah karena kalian sendiri yang mencari kematian, gak mungkinkan gue sia-siain,"ujarnya tersenyum licik. 

"Tu-tunggu lo mau ngapain!" Mila dan Sela mundur ke belakang, mereka menatap ngeri wanita gila di depannya. 

"Apalagi, tentu saja… membalaskan dendamku." 

Bugh!

Bugh! 

Bugh! 

Bugh! 

"Arghh dasar wanita gila!"jerit mereka kesakitan. Tak ada seorang pun yang mau membantu mereka. 

Semua para siswa yang berada di sekitaran gerbang hanya menonton pertunjukan seru itu. Orang bodoh mana yang mau memprovokasi Valerie, selain anak dari pembunuh dia juga hampir membunuh salah satu teman sekelasnya waktu di SMP. 

Ditambah kedua orang yang sedang dihajar 

itu juga sering membully anak-anak lemah, jadi mereka terlalu malas untuk membantunya.

Bugh! 

Dengan satu pukulan terakhir Valerie menghentikan perbuatannya. Dia tersenyum puas melihat hasil maha karyanya di wajah mereka yang sudah babak belur. 

"Ingat kembalikan uang yang udah kalian pinjem ke gue kalau gak rasakan akibatnya." Setelah mengancam mereka Valerie mengambil tasnya yang terjatuh, menyampirkan di bahu dan berjalan menuju kelas menghiraukan berbagai tatapan aneh yang mengarah padanya. 

"Sialan!"

Salah seorang siswa yang baik hati membantu kedua orang itu ke UKS. 

°°°°

Kring… kring… kring… 

Bel istirahat berbunyi semua siswa berbondong-bondong pergi ke kantin termasuk Alleta dan Anna. Dalam perjalanan mereka sering membahas tentang pelajaran  yang dibahas tadi. 

"Kamu cari tempat duduk aku yang pesen makanan, kamu mau makan apa?"tanya Alleta. 

"Bakso sama jus jeruk aja."

"Oke."

Setelah Alleta pergi Anna segera mencari tempat duduk kosong, setelah mencari begitu lama akhirnya dia mendapatkan tempat kosong yang berada di pojok kantin tanpa menunggu lama dia langsung berjalan ke sana. 

Tak butuh waktu lama Alleta datang sambil membawa nampan pesanan mereka. 

"Nih pesananmu,"ucap Alleta menyerahkan pesanan Anna. 

"Terima kasih."

"Ngomong-ngomong sebentar lagi kan ujian gimana kalau kita belajar bareng. Masih ada beberapa pelajaran yang belum aku ngerti kamu kan sering jadi juara kelas bantu aku ya,"pinta Alleta dengan wajah memelas. 

Anna tersenyum malu mendengar Alleta memuji dirinya, " Tidak masalah, kapan kita akan memulainya?"

"Bagaimana kalau pulang sekolah?"

"Oke."

Di tengah-tengah makan mereka seseorang datang sambil membawa nampan. 

"Sorry, gue boleh duduk di sini? Meja yang lain udah penuh."

Alleta tidak segera menjawab melainkan melirik Anna, dia sebenarnya tidak masalah Valerie duduk bersamanya tapi Anna? 

"Silahkan,"ucap Anna tanpa memandang Valerie. Dia tidak bisa terus menghindarinya bagaimanapun selama Alleta tidak sekolah Valerie sering membantunya dari para perundung. 

"Terima kasih." Valerie merasa senang sepertinya Anna mulai membuka hati untuknya. Pendekatan yang selama ini dia lakukan ternyata tidak sia-sia setidaknya Anna tidak lagi menghindarinya. 

"Oh ya belajarnya mau di mana?"tanya Alleta. 

"Di rumah kamu aja gimana?"

"Em… Oke." Alleta mengangguk setuju setidaknya Anna bisa dipercaya, dia tidak mungkin membeberkan identitasnya. 

Valerie hanya menyimak pembicaraan mereka tanpa menyela. Lagi pula dia tidak ada hak untuk menyela. 

"Kamu mau ikut belajar?"tanya Alleta tiba-tiba pada Valerie. 

"Hah? Gue?" Valerie menunjuk dirinya dengan ekspresi kebingungan. 

Alleta mengangguk, " Iya, katanya kamu jago bahasa Inggris jadi aku butuh bantuanmu untuk mengajariku, kamu mau, kan?"

"Dengan begitu aku memiliki dua tutor gratis untuk membantuku belajar. Hahaha tak ku sangka aku begitu pintar." Pikir Alleta tersenyum dalam hati. 

"O-oke,"jawab Valerie tanpa disadari telinganya diam-diam memerah. 

°°°°

"Tuan anda tidak akan menemui nona Alleta?"tanya sopir, tuanya hanya menonton nona Alleta dari mobil tanpa ada niatan untuk menghampirinya. 

"Tidak,"jawab Axel singkat. Dia masih belum berani menampakkan dirinya di hadapan Alleta. Wajah cantik yang penuh ketakutan itu masih terngiang di benaknya. 

Dia takut jika kejadian yang lalu terulang kembali, Axel masih belum bisa mengontrol emosinya. Semakin lama rasa cinta dan obsesinya semakin bertambah dan dia masih belum bisa mengendalikan rasa posesif dan cemburu dalam dirinya. Axel takut hal itu akan menakuti gadis kecilnya dan berujung menjauhinya. 

Sekarang yang bisa dia lakukan hanya memantaunya dari jarak jauh seperti ini karena hanya dengan ini dia bisa melepas rasa rindunya. 

Di saat Axel sedang memperhatikan Alleta bersama temannya masuk ke dalam bis dering ponsel miliknya menyala Axel langsung mengangkat panggilan dari asistennya. 

"Ada apa?"

"Tuan, Nyonya Sally menyuruh anda untuk pergi ke rumahnya, membujuk putrinya yang akan melakukan rencana bunuh diri karena Tuan membatalkan pernikahan secara sepihak."

"Lalu? Apa urusannya dengan saya terserah dia mau melakukan apa karena itu tidak akan mengubah niat saya untuk membatalkan pernikahan ini,"jawab Axel acuh tak acuh. Axel bahkan tidak peduli dengan nyawa seseorang yang akan melayang karena dirinya. 

Axel menerima perjodohan ini karena paksaan ibunya sebelum meninggal, tapi sekarang ibunya sudah tiada tidak ada yang bisa memaksanya lagi. Raga, jiwa, dan kehidupannya adalah miliknya sendiri dan tak bisa dikendalikan orang lain. 

"Ta-tapi Tuan…." 

"Saya sibuk kau bisa mengurusnya." Axel langsung mematikan telepon secara sepihak. 

"Ayo pergi,"perintahnya dingin. 

"Baik Tuan."

Mobil hitam yang tak mencolok itu segera meninggalkan pekarangan sekolah.

1
Jue
Menjadi kekasih itu tidak berhak untuk mengatur pasangan kita ketika dia masih di dalam batas wajar dan tidak melencong ke arah keburukan , Saat hidup berumahtangga pula haruslah bertimbang rasa , Axel terlalu mengongkong hingga menyebabkan pasangan rasa terkekang sepatutnya Axel berdiri kokoh untuk menyokong setiap langkah kaki kekasih bukannya menghalang Alleta juga kepala angin tidak mahu berbincang baik-baik dengan Axel .
Binti Rofikoh
lanjut toooor
Alice_zeailin10
akhirnya nya kak aku ga jadi mati penasaran deh ☺️💔 udah lama banget aku nunggu up nya tpi ko ga nongol, lah akhirnya sekarang nongol juga nih semangat terus untuk author terbaik ku😄💪
Erna Fkpg
ah terima kasih akhirnya up kembali terus semangat y thor dan sehat selalu biar bisa up terus❤❤❤
Ira
ka', up nya jgn lama" dong udh keburu lupa sama jln ceritanya
Ira
kpn, up Lg ka'
perasaan udh 1bln lebih gk up'lg
Sumringah Jelita
keren, semangat terus Thor!!!
T o R a 21
maka'y ular bulu jangan kepedean../Chuckle/
T o R a 21
mau bundir..bundir aja sana ular bulu dasar.../Facepalm/
T o R a 21
Uda dpt nih greget'y mantap Thor ganbathe../Good/
Erna Fkpg
nah lo singa betina ngamuk tu kak alex gara2 dr sekolah badmood gara2 dijahuin sahabat2nya gara2 kak alex
YuniReno
kak ,masih lama gk sih updete ny🤔🤔🤫😒😒
Miftahudin Ajah
semangat thoor
Erna Fkpg
terimakasih udah update kembali semangat y thor semoga bisa setiap hari up-nya
Jue
Yang satu anak kandung yang satu lagi anak selingkuhan .
Narimah Ahmad
makasih thor 👍 tetap sihat dn semangat teruss,😍
Erna Fkpg
wah udah up lagi terimakasih thor udah up kembali setelah lama gk up tetep semangat sehat selalu thor biar bisa up tiap hari💪💪💪
Ni Luh Arminiasih
lanjut up kak
Narimah Ahmad
cari masaalah 😠 tak tau apa yg kau akan kau dpt huh mampus kau 😡😡😡
Anita Anita
dimana Axel,kasian alleta disiksa😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!