NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Aktris (Balas Dendam)

Kembalinya Sang Aktris (Balas Dendam)

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:144.2k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Nilam Sari

Demi mencari tahu penyebab kematian sang adik yang sangat janggal. Shasa seorang agen rahasia harus menyamar menjadi seorang aktris.

Memasuki dunia yang bertolak belakang dengan identitas nya,membuat Shasa harus berhadapan dengan berbagai rahasia gelap dibalik kemerlapan dunia entertainment itu.

Mampukah Shasa membalas dendam atas kematian adiknya ketika Shasa harus berurusan dengan para mafia kelas kakap.

Apakah ia akan berhasil?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bergerak

Kendaraan masih terlihat berlalu lalang di jalanan besar itu. Tampak sebuah mobil telah terparkir dan siap di lajukan.

"Ready?"

"Sejak tadi." Ujar wanita dengan pakaian yang sesuai dengan kegiatan mereka kali ini.

"Komunikasi kita tidak boleh terputus!"

"Ya, aku tau." Pria itu segera masuk diikuti oleh sang wanita ke dalam mobil dan mobil langsung melaju membelah jalanan indah itu.

Kecepatan tinggi jangan diragukan lagi, keduanya tampak tidak menampakkan ekspresi apapun selain menatap jalanan dan kedua tangan yang sibuk mengotak ngatik persenjataan.

"Lakukan saja seperti yang seharusnya." Mobil mereka berhenti tak jauh dari sebuah hotel besar dengan acara di dalamnya.

"Jangan bicara lagi, aku tidak tuli." 

"Kita bertemu dua jam lagi." Wanita itu mengangguk dan keduanya berpisah melaksanakan tugasnya masing-masing.

🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

Dengan menyingkirkan pelayan yang asli, wanita itu langsung berkamuflase menjadi pelayan dan mendorong troli makanan itu.

"Bawakan minuman ini ke private room." Ujar seorang pria dengan jas hitam mengkilap nya.

"Baik." Wanita itu kembali mendorong troli makanan itu menuju ruangan yang diarahkan.

"Pelayan bos." Pintu terbuka, dan pelayan itu langsung melangkah memasuki ruangan yang dipenuhi oleh orang-orang besar itu.

"Akhirnya, sajikan!" Tangan sang pelayan langsung menyajikan minuman kepada semuanya. Tapi diantara beberapa pria itu memandanginya dengan lain.

"Lepaskan Tuan." Ujar pelayan itu dengan kaget.

"Kau cantik, aku suka. Ayo! Ikut aku!" Melihat keadaan yang tidak berpihak padanya, membuat pelayan itu langsung diseret begitu saja ke kamar lain.

"Dia mulai lagi." Ujar pria lainnya.

"Biarkan saja, setelah puas dia akan kembali." Ujar pria lainnya sambil menyesap minuman mewah itu.

"Ngomong-ngomong kapan pertemuan nya?"

"Sebentar lagi, setidaknya beberapa ronde permainan Rudolf." 

🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

"Aghh." Pria itu langsung melemparkan pelayan itu ke ranjang besarnya.

"Ayo, aku sudah tidak sabar." 

"Apa tuan tidak ingin membersihkan diri dulu? Maksudnya... Saya mau membersihkan diri dulu." Ujar pelayan itu dengan menunduk.

"Bagus juga, kita mandi bersama! Cepat! Lepaskan pakaian mu!" Pelayan itu hanya mengangguk dan mendengarkan langkah pria itu menuju kamar mandi.

Ketakutan yang tadinya merajalela di wajah itu berubah seketika. Dirinya melangkah menuju kamar mandi, dimana terlihat pria itu telah bersandar di bathtub. 

"Cepatlah! Atau kau ingin bermain kasar?" Sebelum pria itu mengalihkan wajahnya, cipratan darah langsung mengucur membasahi beberapa dinding dan yang lainnya.

"Rudolf, sebaiknya hentikan permainan gila mu sebentar. Mobilnya sudah sampai, kita akan segera berangkat, cepat!" Senyuman langsung tercetak di wajah cantik itu ketika mendengar panggilan yang ia jawab.

"Tentu saja."

"Kau dimana?" Panggilan dari telinganya langsung menyala kembali.

"Aku akan keluar!" Satu buktinya di tangan ku, mereka akan pergi menggunakan mobil....

"Ya, menemui Fredrick! Bergegaslah!" Shasa, ya.... Dia segera keluar dari kamar itu dan merubah penampilannya selama melewati balkon serta anak tangga yang tersedia.

Kakinya mendarat di salah satu lorong yang ie jebol melalui ventilasi dengan orang-orang yang tidak ada. Dan dengan penampilan lainnya, dia keluar dari hotel itu.

"Mereka pergi?"

"Cepat!" Diantara mereka ada yang pergi dan juga tidak. Tampaknya menuju korban mu, apa yang kau dapatkan?"

"Ini, dan juga ini!"

"Denah?"

"Beberapa lokasi markas besar. Sir, akan sangat senang."

"Ya, tangkapan besar kita baru dimulai. Siap?"

"Sangat!"

🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

Dengan tangan yang cepat, Shasa serta rekannya langsung menuju kediaman Fredrick yang tak jauh dari sana, dengan melumpuhkan beberapa orang untuk mereka gantikan. Mereka berhasil memasuki mansion Fredrick.

"Kita punya waktu tiga jam hingga transaksi mereka selesai atau pria itu menyadari tindakan kita."

"Ya."

"Aku ke sana, dan kau ke atas!" Shasa dan rekannya langsung berpisah untuk mengeledah kediaman itu.

"Bru?" Satu pria sudah tumbang dengan satu putaran di lehernya yang dilakukan oleh shasa.

🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

"Tunggu!" Dua orang pria menghadang mereka.

"Kami adalah tamu tuan Fredrick."

"Ya, dan kami ditugaskan untuk memeriksa segala sesuatu yang masuk." Mereka melakukan pemeriksaan dan tidak menemukan apapun, hingga bersiap dengan Shasa dan rekannya.

"Mereka bagian dari kami."

"Suruh masuk! Aku tidak suka menunggu!" Dari alat komunikasi terdengar dan membuat dua pria itu berhenti melakukan pemeriksaan pada tamu yang datang.

"Silakan masuk!"

🌟🌟🌟🌟🌟

"Kenapa berkurang? Bukannya kalian bertiga?"

"Ya, tapi ada masalah pada salah satu rekan kami. Bisa kita mulai saja? Waktu sangat berharga bukan?" Senyum di wajah Fredrick terbit mendengar penuturan pria dihadapannya.

"Tentu! Waktuku juga sangat berharga." 

"Apa yang aku dapatkan?"

"Lima kapal kargo dengan barang-barang yang telah lengkap. Kami hanya membutuhkan bantuan untuk masuk tanpa ketahuan oleh aparat."

"Hmmm, tapi rasanya kurang. Kalian tau, aku mau sesuatu yang berbeda. Dan sepadan dengan bantuan yang kalian terima." 

"Lalu apa yang tuan inginkan?"

"Dua puluh persen hasil tambang. Itu tidak apa-apa nya bukan? Kalau aku tidak membantu kalian menyelundupkan para pekerja ilegal serta paksa itu, kalian tidak akan mendapatkan apapun. Bagaimana?"

"Baik, setuju!" 

"Bagus! Kabari saja keberangkatannya, anak buah ku akan mengurusnya." 

"Baik, terimakasih." Sang tamunya segera pergi, tapi tak berapa lama terlihat anak buahnya datang mengabari sesuatu.

"Ada apa?" Tanya Fredrick

"Boss, ada masalah. Beberapa penjaga diserang dan ruangan rahasia di mansion  terbuka boss!" 

"Apa?" 

🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

"Segera keluar, mereka sudah tau!" Di mansion Fredrick, tampak Shasa dan rekannya bersiap keluar setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan.

"Iya, aku....."

"Cepat!" Shasa mengikuti rekannya keluar dari tempat itu, tapi langkah Shasa terhenti ketika melewati ruangan kecil dimana dia menemukan yang lain.

"Aku masih punya waktu!" Sebuah ruangan kecil dimana terdapat hiasan beberapa gir di dinding nya. Shasa memutar gir itu untuk membuka dinding yang menyembunyikan bukti yang ia yakini adalah bukti kuat untuk menjerumuskan Fredrick.

Gir itu langsung berputar dan membuka ruangan yang tersembunyi dibaliknya. 

"Ini dia!" 

"Kau dimana? Cepat keluar!" Ujar temannya ketika menyadari Shasa tidak bersamanya.

"Aku akan segera keluar! Sebentar, ada satu bukti lagi untuk pengadilan internasional."

"Kita bisa kembali, bantuan terhambat untuk datang! Cepat keluar!" Kepala Shasa tengah berpikir sekarang untuk membuka brangkas kecil itu.

"Apa kata sandinya? Apa?" 

"S9 cepat keluar!" Shasa tidak mengindahkan peringatan itu, dia ingat sesuatu dan memulai menekan angkanya.

"Terbuka...." Ujar shasa dengan tidak percaya.

"S9?"

"Aku segera kesana!" Jawab shasa dengan membawa chips hitam itu bersamanya.

Ketika hampir menuju balkon, Shasa justru langsung tumbang seketika. 

"Halo? Halo! Kau baik-baik saja?" Tampak sebuah tangan mengambil alat komunikasi itu dan menghancurkan nya.

"Kita bertemu lagi, cantik!" 

🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

Shasa membuka matanya dan langsung membola melihat sosok di depannya.

"Sudah bangun? Bagaimana tidurnya? Nyenyak?"

"Tidak bisa bergerak? Aku harus mengikat singa betina bukan? Katakan apa hubungan mu dengan Shella, agen?"

"Masih belum menjawab? Aku tau kau bukan aktris, kau hanya menjadikan itu sebagai batu loncatan saja. Katakan!"

"Kau hanya berani dengan lawan yang tidak berdaya, apa itu kebiasaan mu?" Frederik tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada Shasa.

"Agen S9, Shasa.... Aku benar kan? Sebelum aku memanggilmu dengan nama lengkap mu, ternyata kau ada saudari Ella."

"Jangan menyebut nama adikku dengan mulut kotor mu itu, pembunuh!Kau sudah melakukan banyak kejahatan, bahkan menghabisi nyawa yang tidak bersalah!"

"Oh, apa adikmu bercerita? Aku rasa tidak, dia tidak sempat. Kau ingin tau kenapa aku lakukan itu? Bagusnya begitu, sebelum kita bermain ke permainan utama karena kau telah menghabisi anak buah ku serta mengacaukan mansion ku." Frederik tau kekuatan sahssa, karena itu ia mengikat nya dengan rantai besi.

1
Erna Masliana
tamat happy ending..suka
Erna Masliana
ya ngomong..gak ngomong gak paham...ditolak atau tidak yang penting ngomong dulu.. terus usaha kalo masih ditolak ya terima nasib.. belum berjuang udah melempem payah
Erna Masliana
agen tapi tidak waspada dan antisipasi.. hanya mengamati tanpa tindakan akan kalah dengan yang punya rencana
Erna Masliana
jadi keriting kribo agak gosong dg sedikit asap🤣
Atoen Bumz Bums
menegangkan tp keren
Tinta Emas: terimakasih kakak
total 1 replies
Humairah
semangat berkarya
Tinta Emas: terimakasih kakak
total 1 replies
diara
karya mu sungguh menarik kak
Tinta Emas: terimakasih kakak
total 1 replies
hersita maharani
mantap 👍👍👍
makasih author 🙏🙏🙏❤️❤️❤️❤️
Tinta Emas: sama-sama kaka
total 1 replies
kurnia rahayu
/Heart//Heart//Heart//Good//Good//Good/
kurnia rahayu
Luar biasa
Tinta Emas: terimakasih kakak
total 1 replies
💖 sweet love 🌺
gembong mungkin maksudnya thor
Serenarara: ubur-ubur minum selasih
coba baca novelku berjudul Poppen kak, terimakasih.
total 1 replies
💖 sweet love 🌺
ternyata mengerikan dunia entertain itu ya
💖 sweet love 🌺
rasakan!!!.. sakit kan..??
gitu juga orang yg kamu aniaya, juga terasa sakit..
nobita
berarti Frederick pacar nya Shella... dan pada waktu meningal nya.. Shella hamil??
Tinta Emas: iya kakka
total 1 replies
nobita
seruuu semakin menegangkan... kusuka kusuka
nobita
dengan menggunakan umpan .. musuh masuk perangkap
nobita
membunuh tanpa meninggalkan jejak... wow.. mantap
nobita
wah wah engkau sangat hebat Sasha
nobita
kapok kamu Angel.. sombong sekali jadi artis
nobita
ku suka sikapnya Sasha... tegas jadi wanita.. tidak lembek
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!