NovelToon NovelToon
CLESIA

CLESIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fanfic / Teen School/College / Tamat
Popularitas:28.8k
Nilai: 5
Nama Author: PUSHI_BIRARA

Gadis pengidap Skizofrenia yang berusaha menemukan seseorang yang ada dalam mimpinya.

Clesia, selalu mengada-ada hal yang tidak nyata. Ia ingin mencari seseorang yang ada dalam mimpinya karena itu membuatnya bahagia.

Ayah nya semakin khawatir dengan kondisi anaknya, karena kian hari makin memburuk. Keputusan Ayah nya akan melakukan terapi ECT (Elektrokonvulsif) menjadi jalan satu-satunya demi kesehatan mental Clesia.

Akankah Clesia bisa menemukan seseorang tersebut? Atau keinginannya justru terbantahkan karena terapi ECT tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PUSHI_BIRARA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKU DAN DIRIKU

Hai, sudah siap untuk bab ini ? heheh ..

***

Tinggalkan jejak yaa ..

***

Enjoy And Happy Reading !!

♡♡♡

Saat itu Clesia sedang menikmati udara segar, dengan duduk santai di kursi Taman sambil ditemani oleh ikan-ikan disana. Clesia memperhatikan satu persatu ikan hias tersebut, ia bahkan sempat memberinya mereka nama yang lucu.

Ikan dengan corak hitam dan putih bernama Miku, ikan dengan corak orange dan putih bernama Miko, lalu ikan dengan warna orange penuh bernama Kumi. Hanya 3 ikan yang paling menonjol bagi Clesia, mereka teman di kala sendiri. Ya lebih tepatnya, dikala Aksa belum terbangun dari tidurnya.

Kondisi Aksa seiring waktu semakin membaik karena insiden lalu lintas itu. Aksa juga sudah mulai melepas perban sejak dua hari yang lalu. Aksa selalu mengunjungi kamar Clesia, ia sangat rutin. Heran padahal sebenarnya Aksa sudah boleh pulang, tapi kenapa dia sangat betah di Rumah Sakit?

Clesia tersenyum, alisnya terangkat memancarkan aura percaya diri karena Aksa mungkin saja betah karena dirinya. Aksa benar-benar mengubahnya, ia bisa diandalkan, sangat bertanggung jawab meskipun sikapnya memang dingin dan menyebalkan.

Untung saja dia memiliki wajah yang tampan, kaki yang panjang, dan rahang yang tegas.

Bagaimana mungkin tidak ada wanita yang tak mencintainya?

“Aku sangat beruntung” ucap Clesia dengan tersenyum sambil membayangkan.

“Habis menang undian?”

Tiba-tiba saja Aksa menghampirinya dan langsung duduk di sampingnya. Clesia pun terkejut, ia pun langsung salah tingkah dan membenarkan posisi duduknya dengan sedikit tegak. “Hai .. “ sapa Clesia dengan canggung.

Aksa semakin mendekat, bergeser untuk mendekati Clesia. Aksa menatap Clesia dari samping. Clesia tak ingin kembali menatapnya, sungguh ia tak mau menatap Aksa lagi.

“Ke atap yuk” ajak Aksa.

Clesia menengok “Hah? Tapi, aku masih belum kuat untuk naik ke tangga”

Aksa tersenyum. Lalu, ia berjongkok di depan Clesia yang masih duduk dan setengah terkejut. Aksa menyuruhnya untuk naik ke atas punggungnya. Artinya, Aksa akan menggendongnya.

“Emang kamu udah sembuh? Kamu kuat?” tanya Clesia dengan ragu.

Aksa hanya mengangguk dengan posisi yang sudah siap untuk menggendong tubuh Clesia. Akhirnya, Clesia pun perlahan menaiki punggung Aksa. Rasanya, sangat canggung dan kenapa jantung ini berdetak semakin cepat?

♡♡♡

Aksa menggendongnya meniti tangga menuju atap. Clesia hanya bisa tersenyum melihat Aksa yang sudah kembali sembuh. Tapi, Clesia masih bingung dengan dirinya tentang kapan dia akan sembuh?

Sesampainya di atap, Aksa mendekat pada tepian dan menurunkan Clesia disana. Mereka memandang suasana perkotaan dari atas gedung Rumah Sakit. Terlihat macet memang, yah mungkin ini adalah jam sibuk. Ayah Clesia juga pasti terjebak macet.

Mereka hanya berdiri memandangi suasana di bawah sana, tanpa ada yang memulai untuk berbicara dahulu. Akhirnya, dengan sangat berat hati Clesia mengalah untuk memulai pembicaraan. “Em .. Aksa”

Aksa langsung menengok dan menyahut sapaan dari Clesia dengan nada yang sedikit manja dan menyebalkan “Iya sayang ..”

“Nggak jadi deh, Aksa nyebelin !” ucap Clesia dengan nada agak sedikit kesal.

“Hahaha .. iya iya, apa?”

Clesia tetap tak menghiraukannya, biar saja sekali-kali menjahili Aksa.

Lalu, Aksa menghadapkan tubuhnya ke arahnya agar bisa menatap Clesia dari samping. “Bicara atau kucium!” dengan nada peringatan.

*glek ..

Godaan apalagi ini ya Tuhan?? Aksa itu kenapa sih selalu bisa membuat jantungnya berdetak semakin cepat dan salah tingkah. Sekali saja bisa menjahili Aksa, sekali saja bisa menang darinya.

Akhirnya, Clesia mengalah daripada ia dibuat salah tingkah dan terus-terusan jadi bahan jahilan Aksa. “Oke, iya aku ngalah”

Aksa terkikih sukses akan kemenangan yang ke sekian kalinya.

“Aksa, ini serius yaa .. jangan bercanda!”

“Menurutmu, kenapa sih kita di pertemukan kembali?” tanya Clesia dengan wajah yang serius campur tulus.

Aksa kembali berbalik membenarkan posisi awalnya. Kemudian, ia mencoba menatap ke langit. Lalu, Aksa menghembuskan nafas panjang.

“Pertemuan kita ini adalah jawaban untuk saling menguatkan”

“Kita simbiosis mutualisme, butuh satu sama lain. Aku butuh dirimu, dan kamu butuh diriku”

Jawaban Aksa yang sukses membuat mata Clesia berkaca-kaca. Entah karena terharu atau memang tak percaya seorang Aksa yang dingin bisa membuat kalimat yang sekejap saja menghangatkan suasana di pagi hari yang cukup dingin untuk Clesia.

Lalu, Aksa menengok dan tersenyum padanya. Ia kemudian melemparkan tangannya di kepala Clesia dan mengusapnya dengan lembut.

Clesia menatap Aksa dengan mata yang sudah siap untuk menerjunkan airnya. Saat Clesia ingin memeluknya, justru Aksa menghindarinya dengan merunduk untuk menjahili Clesia lagi. “Eits .. “

Mereka tertawa bersama, lalu Aksa pun kembali berdiri dan segera memeluknya.

Terlihat sangat bahagia, seperti sudah menemukan seseorang yang pas untuk hidupnya.

♡♡♡

Mentari mulai menyoroti bumi, yah memang sudah agak siang juga.

Akhirnya, Aksa dan Clesia memilih untuk turun dari atap. Seperti pada adegan awal, Clesia akan di gendong oleh Aksa.

Clesia memeluk leher Aksa seerat mungkin, pelukan kasih sayang, pelukan bahagia, pelukan yang sangat tulus, dan pelukan rasa terima kasih.

Aksa menuruni tangga dengan hati-hati.

Karena jika ia terjatuh rasa romantisnya terganti menjadi rasa malu. Berat badan Clesia menurun belakangan ini, itulah sebabnya Aksa kuat untuk menggendongnya.

“Kamu itu nafsu makannya ditambah, enteng banget ini” ucap Aksa padanya.

“Enteng apa berat?” tanya Clesia mengintimidasi.

“Ya agak berat sih .. “

Clesia langsung menjewer kupingnya.

“A .. ahhh ..”

Sedang asiknya bercanda, mereka berpapasan dengan Yudhis di lorong.

Lalu, Clesia menyuruh Aksa untuk menurunkannya. “Hai, apa kabar?” sapa Clesia pada Yudhis.

Yudhis mengangguk sembari tersenyum.

“Maaf, baru bisa menjengukmu sekarang”

“Tidak usah repot-repot, kudengar kamu sudah tidak di RS lagi?” tanya Clesia.

Yudhis mengangguk dan memberikannya bingkisan isi makanan dan sekotak kecil hadiah dalam tottebag.

“Ahh, makasih .. “

“Matanya nggak usah berbinar gitu” celetuk Aksa.

Clesia menengok pada Aksa dengan tatapan sinis. “Ih apa sih?”

“Kalian sudah pacaran?” tanya Yudhis.

Sontak Aksa pun langsung menjawabnya dengan cepat sembari merangkul Clesia.

“Kelihatannya?”

“Aksaa ... ihh, maaf Yudhis dia emang gini”

“Ah tidak apa-apa kok, kalian cocok, yaudah aku permisi dulu ya”

“Nggak mau ngobrol-ngobrol dulu?” tanya Clesia.

Yudhis menggeleng dan mengatakan “Tidak perlu, saya ada janji konsultasi dengan Dokter Ady, permisi”

Yudhis pun meninggalkan mereka. Clesia masih menatap bingkisan dari Yudhis karena terlihat sangat lucu tottebagnya.

“Masih mau di gendong apa mau kutinggal?” tanya Aksa dengan kesal.

Yah, Aksa meskipun dingin tapi dia masih bisa cemburu jika tentang hal seperti ini. Terlalu dekat dengan Dokter Ady saja dia merasakan cemburu, apalagi ini.

“Iya iyaa .. yaudah turunin dong badan kamunya”

Aksa berjongkok dan siap untuk menggendong Clesia lagi. Setelah Clesia sudah menaikinya, lalu ia berdiri dan berlari yang membuat Clesia terkejut setengah mati. Spontan Clesia langsung menjambak rambutnya, tapi tetap saja Aksa masih berlari mencoba untuk mempertahankan larinya hingga depan kamar Clesia.

Setelah sampai depan pintu, Aksa langsung menurunkannya dan mengusap-usap rambutnya yang kesakitan karena jambakan dari Clesia yang super pedas.

“Kamu sering berantem yaa? Sakit banget nariknya!” lontar Aksa yang masih mengusap rambutnya sembari mengatur nafasnya karena merasa cape saat berlari tadi.

“Lagian, ngapain lari hah?”

“Ya pengen bercandaan aja, main-main gitu” jawab Aksa dengan polos.

Clesia tak menghiraukannya, ia hanya puas kesenangan karena sudah menarik rambut Aksa. Tapi, kasihan juga sih .. hahaha

♡♡♡

Aksa memasuki kamar mandi yang ada di kamar Clesia. “Numpang mandi, Cel”

Belum ada persetujuan dari Clesia, ia langsung masuk dan mandi disana. Memang Aksa sangatlah menyebalkan, kenapa mesti mandi disini? Emang di kamarnya tidak ada kamar mandi?

~

Beberapa menit kemudian, Aksa keluar dengan rambut yang masih basah.

Saat Clesia menengoknya “Aksaaa .. pake dulu bajunya kali” teriak Clesia sambil menutupi wajahnya dengan telapak tangan.

Lalu, Aksa pun memakai kaos putih yang di pakainya tadi pagi. Kaos putih dengan model V-neck, dan celana berwarna krem yang hanya setinggi lutut.

Aksa berjalan dengan santai sembari mengusap dengan handuk yang sudah di siapkan oleh masing-masing kamar Rumah Sakit. Untungnya, di berikan handuk tiap kamar dua buah.

Dan Aksa duduk di sofa. “Udah pake baju” memberitahu Clesia yang masih menutupi wajahnya.

Perlahan Clesia membuka tangannya dan apa yang dilihat?

AKSA SANGAT TAMPAN !!!

“Oh jadi gini rasanya punya pacar yang ganteng?” ucap Clesia sembari menatap Aksa.

Sontak Aksa pun langsung salah tingkah saat Clesia mengatakan itu. Ternyata, wajah Aksa lebih lucu jika sedang memerah.

“Berarti gak nyesel dong kamu nerima aku?” jawab Aksa dengan pede.

Begitulah, Aksa. Sangat percaya diri.

Baguslah, orang yang memiliki visual yang baik bebas untuk mengekspresikan diri.

“Kamu gak bilang aku cantik gitu?”

“Alasan aku nembak kamu itu karena kamu cantik” jawab Aksa sembari tersenyum.

♡♡♡

**Dia sangat membuatku makin jatuh cinta.

Aku bersyukur atas pertemuan kita

Yang katanya “pertemuan kita adalah jawaban untuk saling menguatkan”.

Kalimat yang sangat gemas sekali dari seorang pria yang dingin.

Terimakasih ya Tuhan ..

Kuharap, dia adalah tujuanku untuk hidup sekarang.

Dia adalah alasanku untuk hidup.

Kita memang saling membutuhkan**.

Dia, Aksa ~

Clesia menatap jendela malam, sesekali tersenyum melihat suasana malam yang cerah. Hari ini, tidak akan pernah lupa. Ia sangat mencintai dan menyayangi sosok bernama Aksa.

Aksa yang hanya kebetulan bertemu di kamar mandi pria, di pombensin sekaligus rest area saat itu. Jika di ingat-ingat kembali, pertemuan mereka sangatlah lucu dan tidak terduga.

Clesia hanya penasaran olehnya, mengejar tanpa henti. Dan kini? Aksa sudah menjadi kekasihnya. Clesia bernafas lega.

Bukan tentang dirinya saja, tapi ini juga diriku, tentangku, Clesia.

Ia harus fokus dengan dirinya sendiri, tapi itu membuatnya lupa bahwa hidupnya bukan dirinya saja.

Wajar saja, jika ia mudah sekali kehilangan dirinya. Tapi sekarang, tidak lagi. Ada dia, Aksa.

BERSAMBUNG ..

JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN KALIAN PADA CERITA INI DENGAN CARA :

● LIKE

● COMMENT

● SHARE

SEE U AND THANK YOU ❤

Bagaimana dengan Bab ini ??

1
Mila Nugroho
ceritanya keren kak sangat meng edukasi,.. tambah wawasan phisikis dan kejiwaan yang mudah di cerna karna penjelasanya ada alurnya. terimakasih kak
PUSHI BIRARA: Terimakasih kembali karena sudah mendukung cerita ini ❤😁
total 1 replies
nisafdlla
Ceritanya bagus banget kak, bacanya emosinya dapet banget, sedih,senang,kecewa, marah. semua lah.
juga ceritanya informatif😊
PUSHI BIRARA: Yeyyy terimakasih atas dukungannya ❤😁 stay tuned yaa untuk novel yang baru 😊
total 1 replies
La Nindy
thor visual nya bikin ilfil...
tapi serah deh...yg penting ceritanya seru.
La Nindy: love you thor
total 2 replies
Desvi Dwkrn
ceritanya bagus banget thor, banyak ilmunya. semangat terus buat author buat karya-karya selanjutnya😊😊
PUSHI BIRARA: Terimakasih ❤ 😁
total 2 replies
Rozita Tha
mantap thor

jgn lupa mampir di karyaku😊
PUSHI BIRARA: Oke 😁 drop dong karyanya
total 1 replies
Pratiwi Tiwi
sempat mengalami hal serupa..😔
PUSHI BIRARA: Tetap semangat yaaa ❤
total 1 replies
Boba
semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!