Sequel dari PELABUHAN HATI SI PLAYBOY KARATAN.
Seorang pemuda bernama Alvarez Einstein Tomlinson adalah seorang Prince Mafia yang paling disegani baik didunia bawah maupun didunia bisnis. Dia adalah putra sulung dari Queen Mafia bernama Zahiya Z Malik, Alvarez adalah pemuda yang terkenal sangat ganas.
Berawal dari pertemuan yang tidak disengaja dan terjadi hubungan one night stand saat Alvarez mabuk berat dan memaksa seorang gadis untuk melayani nafsu bejadnya, sehingga Aluna hamil dan melahirkan seorang putra yang mirip dengan Alvarez.
Akankah mereka berdua bisa bersatu dalam ikatan pernikahan?
Atau malah sebaliknya?
Yuk baca dan ramaikan disetiap babnya dengan komentar2 kalian semua... Jangan lupa rat⭐️5nya ya... Thanks and happy reading 😊🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atikah syarif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Tak terduga
Aluna diam cukup lama, membuat Alvarez merasa jika Aluna tidak bisa memaafkan dirinya. Apa lagi saat Varez tahu jika selama ini Aluna menjalani hidupnya dengan penuh penderitaan dan air mata, juga hinaan dan cibiran dari semua orang.
Karena dia harus hamil diluar nikah dan menjadi Ibu tunggal untuk membesarkan benih yang sekarang sudah tumbuh menjadi seorang anak yang begitu tampan dan sangat mirip dengan Ayahnya.
Ya... Fikri memang benar-benar seorang anak yang dihasilkan dari hubungan terlarangnya dengan seorang ketua Mafia. Dari segi manapun mereka sangat mirip dan, jika Aluna menyangkalnya pun akan sia-sia saja. Karena hanya dengan memandangnya saja semua bisa menebaknya tanpa melakukan serangkaian tes atau apapun untuk membuktikan segalanya.
"Al, apa kamu akan terus diam dan tidak mau mengatakan apa-apa padaku? Setidaknya kamu mengatakan apapun, supaya aku bisa faham" tanya Varez yang mana masih menatap dan menggenggam tangan Aluna.
"Apa yang harus aku katakan Tuan? Saya tidak memiliki hak untuk mengatakan nya pada anda" Aluna malah mengatakan kata-kata yang begitu sangat menohok dan sangat menyakiti perasaan Varez dan, dirinya sendiri.
Varez hanya diam membeku akan apa yang dikatakan oleh Aluna padanya. Ternyata semua penjelasan nya pada Aluna tidak bisa diterima dengan mudah atau malah mungkin tidak akan diterimanya.
"Baiklah, jika kamu memang menganggap jika semua yang aku ucapkan padamu itu hanya bualan atau apapun. Tapi aku sudah menjelaskan nya padamu" ucap Varez dengan berat mengatakan nya.
Dia terdengar menghembuskan nafasnya panjang untuk mengontrol rasa yang begitu sulit untuk dia jelaskan dan hanya satu yang ingin dia katakan pada Aluna tentang Fikri. Dan keinginan nya supaya bisa dekat dengan Fikri.
Tapi muncul ide gila yang membuat Varez yakin jika Aluna menurutinya dan tidak akan bisa membantah lagi.
"Sekarang aku akan pergi dan... Dan jangan salahkan aku jika aku akan membawa putraku pergi darimu dan kau tidak akan pernah bisa menemuinya lagi. Ingat baik-baik dan camkan itu didalam fikiran anda Nona Aluna" ucap Varez penuh dengan penekanan dan senyuman sinis juga merendahkan Aluna yang tidak akan bisa berbuat apa-apa.
PLAK!!!
Tanpa diduga, Aluna justru melayangkan tangan nya pada pipi Varez. Varez yang merasa terkejut saat menerima tamparan tersebut hanya diam dan memberikan senyuman dan lidahnya menyentuh pipi bagian dalamnya yang terasa perih.
"Apa kau tidak malu Tuan Alvarez Einstein Tomlinson!! Apa kau tidak menyadari jika apa yang sudah anda kayaknya itu sungguh sangat membuatku bisa saja melakukan hal yang lebih dari ini jika kau mengusik putraku!!" teriak Aluna dengan menunjuk wajah Varez dengan tatapan yang sudah sangat marah.
"Saya tidak perduli dengan semua kekuatan dan kekuasaan mu itu. Karena saat saya masih bisa bernafas dan berdiri diatas kaki saya sendiri. Tidak ada seorangpun yang berhak menjauhkan, apa lagi mengambil putraku. Tidak akan pernah bisa, walau nyawa saya taruhan nya" lanjut Aluna dengan suara bergetar dan dia sungguh sangat berani menantang seorang Alvarez Einstein Tomlinson.
'Ternyata tidak mudah untuk meluluhkan kerasnya hati Aluna. Dengan cara baik-baik saja dia sulit, apa lagi dengan cara keras seperti ini? Sial, Sial!!' maki Varez dalam hati saat dia sendiri kehabisan akal menghadapi wanitanya.
'Baiklah, kita lihat. Sampai dimana dia bisa mempertahankan egonya itu' lanjutnya dengan senyuman licik dibibirnya.
"Baiklah jika itu maumu, aku akan membawanya pergi dengan atau tanpa persetujuan darimu. Karena menurutku, akulah yang paling berhak dan paling bisa mengurusnya dengan baik. Memangnya apa yang sudah kamu berikan untuknya? Bahkan aku hanya memberikan penderitaan saja pada putraku. So, jangan salahkan aku yang bisa melakukan apapun yang aku inginkan. Termasuk dirimu sekalipun" ucap Varez penuh penghinaan dan dia tahu, jika dia sudah mengatakan soal itu Aluna tidak akan bisa membantah lagi akan ada yang dia katakan.
Varez melangkahkan kakinya menjauh dari Aluna dan mendekati anak laki-laki yang berdiri tidak jauh dari mereka berdua.
"Oke boy, kau akan ikut dengan Daddy dan kau tidak perlu menanyakan Daddy ada dimana. Karena Daddy ada disini sekarang, berada didepan mu saat ini" ucap Varez yang sudah mensejajarkan tubuhnya dengan Fikri.
Aluna hanya bisa meneteskan air matanya dan dia menatap dengan dalam buah hatinya saat menatap dirinya bergantian dengan Varez. Sebenarnya Aluna bisa saja mencegah Fikri agar menolak ajakan Varez. Tapi dia sangat sadar dengan apa yang dikatakan oleh Varez padanya sangat benar.
Karena selama ini Aluna belum bisa membahagiakan putranya dan hanya bisa memberikan penderitaan juga air mata saja. Sekarang dia bisa tenang, karena Varez tidak meragukan sedikitpun akan Fikri.
'Maafkan Bunda sayang. Bunda terpaksa melakukan ini, Bunda sebenarnya tidak rela jika baj*ngan itu membawamu. Tapi masadepan mu akan terjamin jika bersama dengan Ayah kamu, tidak seperti Bunda yang tidak bisa memberikan apapun padamu. Maafkan Bunda... Maaf' lirih hati Aluna yang menunduk dan membalikkan pandangan nya dari tatapan Fikri.
Aluna sungguh merasa sangat sedih juga terluka harus melepaskan harta satu-satunya yang dia miliki. Tapi dia tidak punya pilihan lain lagi, karena ada yang Varez katakan sebelumnya adalah kebenaran yang menamparnya dengan keadaan.
"Boy, kenapa kau hanya diam saja? Apa kau masih meragukan ucapan Daddy, hmm?" tanya Varez saat Fikri hanya diam mematung menatap kearah Aluna.
"Baiklah, Daddy tidak akan memaksamu untuk percaya apa lagi harus menentukan pilihan antara Mommy atau Daddy..." ucap Varez yang menjeda ucapan nya pada Fikri yang sekarang menatap kearahnya.
"Daddy akan selalu ada untuk kamu dan Mommy kamu. Mungkin Daddy sayang di waktu yang kurang tepat. Maafkan Daddy yang baru bisa datang dan tahu adanya kalian" lanjut Varez yang membelai rambut lalu ke pipi Fikri dan memberikan isyarat menggunakan mata dan kepalanya pada Fikri untuk menghampiri Aluna yang masih menangis.
Fikri mengangguk dan tersenyum kearah Varez. Dia tadinya merasa bingung juga harus memilih salah satu dari kedua orang tuanya. Tapi dengan ucapan Varez, dia tahu jika semua yang dia dengar tadi tidak semuanya benar. Nyatanya Varez malah meminta maaf dan meminta Fikri agar mendekat pada Aluna, bukan padanya.
Varez meninggalkan tempat itu dengan langkah yang perlahan. Walau dia merasa sangat terluka dengan semua kata-kata dan perlakuan Aluna padanya. Tapi dia sadar, jika apa yang Aluna lakukan adalah bentuk dari protesnya yang selama bertahun-tahun tidak mendapatkan kepastian darinya. Jadi dia lebih memilih untuk bersabar saja menghadapi wanitanya yang keras kepala itu.
pasti Varez mempunyai car agar hatimu hangat kembali untuk Varez
jangan lah keras kepala dengan memisahkan ayah & anak y, bagaimanapun iki butuh seorang ayah , iki ingin seperti teman2 y mempunyai ortu yg lengkap