NovelToon NovelToon
Penunggu Pohon Jambu

Penunggu Pohon Jambu

Status: tamat
Genre:Kutukan / Persahabatan / Cintapertama / Mengubah Takdir / Horor / Tamat
Popularitas:54.3k
Nilai: 5
Nama Author: 🌹Ossy😘

Kematian Arin yang tidak disangka malah menimbulkan petaka. Padahal keluarga dan semua teman sahabat tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba mereka mendapatkan teror dari makhluk yang mengaku roh dari Arin. Ikuti kisahnya . Banyak rahasia tersembunyi di balik apa yang terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 🌹Ossy😘, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episide 24

Hari ini hari minggu. Semua orang ada di rumah. Ran libur bekerja. Rama libur sekolah, Nia juga ada di rumah. Pagi sekali bunda dan Nia sudah pergi ke pasar . Mereka akan berbelanja segala keperluan rumah yang habis. Kulkas sudah kosong. Dan harus segera dipenuhi lagi. Demi kesejahteraan perut mereka.

Sedangkan Ran dan Rama mendapat tugas untuk membersihkan dan merapikan rumah. Agar terlihat bersih dan juga nyaman. Mereka memang selalu berbagi tugas. Agar pekerjaan cepat selesai.

Mereka berdua telah selesai dengan tugas mereka. Rumah sudah bersih, halaman juga. Dan sekarang mereka berdua sedang istirahat di teras sambil berbincang. Walaupun seringnya mereka hanya diam dengan pikiran masing-masing.

Ya kejadian yang terjadi belakangan ini yang membuat mereka lebih sering terbengong dan melamun. Memikirkan semua hal yang belakangan ini mengganggu kehidupan mereka.

Setelah beberapa kejadian mistis di rumah ini, banyak warga yang menganggap bahwa kematian Arin adalah tidak wajar. Banyak warga yang beranggapan bahwa Arin sengaja di bunuh untuk tumbal pesugihan. Ada juga yang menganggap jenazah Arin di manfaatkan untuk hal yang tidak baik.

Berita simpang siur itu mulai terdengar saat makan Arin ketahuan dibongkar. Ada yang bilang tali pocongnya hilang, dicuri orang untuk pesugihan. Ada yang bilang lagi kalau mayat Arin dipakai sebagai sarana membalas dendam.

Ayah dan bunda sangat sedih. Mendengar semua berita tentang Putri kesayangannya itu. Ada tetangga yang bersimpati dan ada juga yang menghujat. Entah siapa yang pertama kali menyebarkan berita tersebut.

Tidak hanya ayah dan bunda, teman-teman deket Arin juga merasa sangat kesal. Apalagi Rama, Ran, Fian dan Bara, tentu mereka sangat merasa geram mendengar semuanya. Ingin sekali rasanya menyumpal mulut-mulut tak bertanggung jawab yang menyebarkan berita tersebut.

Siang itu, saat Ran dan Rama sedang duduk di teras rumah, tiba-tiba datang seorang warga dengan tergopoh-gopoh.

"Ram.. Rama.."

Rama yang baru saja duduk tentu saja terkejut dengan kedatangan tetangga tersebut.

"Ada apa mas Paijo,.. "

Paijo yang terlihat terengah-engah, seperti habis berlari jauh, sejenak mengambil nafas sebelum menjawab pertanyaannya Rama.

"Itu Ram, .. Semalam kata Mbah Wiryo yang rumahnya di pinggir kuburan. Melihat sosok kakakmu..." Paijo menjawab dengan terbata-bata. Dia bercerita sambil melihat ke kanan dan ke kiri.

"Maksudnya bagaimana mas, Kakak ku kan sudah meninggal. Kok bisa sosok Kak Arin muncul. Ada-ada saja kamu mas..." Rama menyangkal ucapan Paijo . Dia tidak rela orang berkata kalau Arin jadi arwah penasaran.

"Benar Ram, seluruh kampung sudah tahu semua. Katanya pada saat tepat jam dua belas malam terdengar suara orang minta tolong. Suara itu mirip dengan suara kakak kamu..."

Rama sungguh sangat kesal. Dia ingin sekali menyumpal mulut Paijo.

" Pasti yang di datengin arwah kak Arin yang dulu suka jahat sama kakak. .." Rama semakin membuat Paijo ketakutan. Pasalnya dulu Paijo juga sering ikut menggunjing dan memfitnah Arin.

" Bukan begitu, bisa jadi arwah kakakmu buat tumbal pesugihan ayah kamu yang tiba-tiba kaya.." Paijo semakin menyulut api kemarahan di dada Rama.

" Anjing,... Kalau ngomong itu dijaga. Pulang sana. Kalau tidak tahu yang sebenarnya tidak usah banyak bacot.." Rama sudah sangat murka. Dia sudah tidak memikirkan sopan santun. Dia sangat marah mendengar orang tuanya difitnah sedemikian rupa.

"Ram sabar Ram.. jangan terbawa emosi." Ran berusaha memadamkan emosi di hati Rama. Walaupun sebenarnya dia juga sangat marah. Bagaimana tidak, dia tahu keluarga Yanto itu bagaimana yang sebenarnya.

" Pulang saja mas, kalau cuma mau memfitnah. Inget lho mas , pembalasan nya lebih kejam nanti.." Ucap Ran penuh penekanan.

Rama semakin emosi. Mukanya memerah. Dia sangat marah dan juga kesal. Ada yang tega pada kakak dan juga keluarganya. Sengaja menyebar fitnah yang sangat keji.

" Ram, ... Sudah tidak usah dipikirkan. Kita harus bersikap sabar menghadapi semua ini. Jangan sampai bunda mendengar.."

" Tidak mungkin tidak mendengar, pasti lambat lain berita ini akan tersebar ke seluruh kampung. "

" Biarkan saja yang penting semua itu tidak benar..."

" Iya kak,.. Hah.... sabar.. Sabar. Semoga fitnah ini segera hilang."

"Aamiin..."

Sementara Paijo pergi begitu saja. Ada senyum sinis di bibirnya. Dia pulang dengan tersenyum puas. Dia telah berhasil membuat Rama marah. Itulah tujuannya.

" Jo,... Jo.. sini."

Di depan sebuah gang Paijo bertemu seseorang. Dia menoleh ke kanan dan kiri penuh waspada.

"Eh Kang Maman kok di sini. Apa tidak bahaya menemui saya di sini.." Paijo masih waspada. Dia tidak ingin ada yang melihat dia bertemu dengan kang maman.

" Tidak perlu khawatir tempat ini sepi dan lagi untuk apa mereka curiga. Paling orang-orang hanya menganggap aku ini teman kamu."

" Iya juga ya Kang.."

" Ini jo buat kamu.Ingat sebarkan fitnah tentang arwahnya sesadis mungkin. Ini baru uang muka. Selanjutnya kalau kamu berhasil. Akan aku beri lebih banyak lagi. " Maman menyerahkan sebuah amplop yang berisi uang. Terlihat cukup tebal. Pasti banyak isinya.

" Terima kasih kang. Tapi kalau buat fitnah sampai ke seluruh desa, saya mau ditambahin ongkosnya. Segini dapat apa. Kan kang Maman tahu, sekarang semua harga naik.." Ucap Paijo dengan semangat. Paijo melihat isi amplop tersebut. Ternyata isinya lumayan banyak. Dia sungguh senang mendapatkan uang sebanyak itu.

" Sudah Jo, itu mah gampang urusannya. Yang penting kerjakan dulu tugasmu. Nanti kalau sudah beres pasti ditambahi.." Maman Berusaha meyakinkan paijo. Maman terus membujuk Paijo agar mau menyebar berita yang mengerikan tentang arwah Arin.

Sebenarnya waktu pertama kali dihasut untuk melakukan itu Paijo menolak, namun setelah diiming-imingi uang yang banyak tentu saja Paijo bersedia. Paijo yang seorang pengangguran merasa senang karena bisa mendapatkan uang dengan begitu mudahnya. Dia tidak berpikir apa akibat buat dirinya kelak dan juga akibat buat keluarga Suparyanto juga.

" Ya sudah kang, saya pulang dulu. Lapar mau makan.."

" Iya Jo, kamu hati-hati dan ingat. Tugasmu harus dilaksanakan secepatnya. Biar uang kamu semakin bertambah banyak. "

"Siap kang..."

" Sudah Sono pergi, nanti ada orang yang curiga.." Kang Maman melihat ke kanan dan ke kiri penuh waspada. Mereka takut ada yang curiga pada mereka.

Setelah Paijo pulang, Maman pun pergi dengan mengendarai motornya. Dengan senyum merekah dia melakukan motornya menuju suatu tempat. Dia sangat senang tidak harus bekerja berat sudah bisa mendapatkan uang banyak. Dia akan pergi menemui seseorang yang menyuruh nya melakukan itu semua. Dia ingin melaporkan semua yang telah terjadi.

Namun mereka tidak menyadari bahwa tidak jauh dari mereka ada seseorang yang memperhatikan apa yang mereka lakukan.

Orang yang sedang duduk di atas motor dengan menggunakan helm itu terlihat sedang sibuk bermain ponsel. Padahal pendengaran dan penglihatannya sejatinya sedang memperhatikan gerak-gerik mereka berdua.

" Oh begitu rupanya, kita lihat saja nanti.."

Setelah Paijo dan Mamat pergi, barulah pengendara motor itu melajukan motornya pergi meninggalkan tempat tersebut. Dia sebenarnya mau ke rumah Arin, sudah lama dia tidak berkunjung. Bara melanjutkan perjalanan ke rumah Arin. Ternyata yang menyaksikan semua itu adalah Bara. Inilah titik awal penyelidikannya. Dia harus mendapatkan semua informasi. Termasuk motif orang tersebut melakukan fitnah pada keluarga Yanto. Dia tadi sudah mengambil gambar kedua orang tersebut. Walaupun Maman memakai masker dan kacamata dan juga helm, itu tidak sulit untuk menyelidiki siapa dia sebenarnya.

Bara membelokkan motornya ke rumah Arin. Dia melihat Rama yang sedang bersungut-sungut. Wajahnya yang merah dan penuh emosi itu membuat Bara ingin tahu apa yang terjadi . Bara segera turun dari motor dan mendekati Rama. Melepas helm dan berjalan menuju teras rumah di mana Ran dan Rama berada.

" Assalamu'alaikum..."

" Wa'alaikumsalam..Eh bang.." Jawab Rama pendek.

" Apa kabar Ram, Eh kamu kenapa Ram.. Muka kamu merah begitu.." Bara menatap Rama.

Rama hanya mendengus kesal. Emosinya naik lagi. Dia kembali teringat perkataan Paijo barusan.

" Itu bang..." Rama menggaruk kepalanya. Dia malah merasa bingung mau menjelaskan kepada Bara.

" Itu apa...Yang jelas kalau ngomong.." Bara menjadi penasaran dengan ucapan Rama.

" Kak Ran , kakak saja yang menjawab. Gue bingung menjelaskannya.."

"Duduk dulu bang, Ran bikin minum dulu. Biar lebih santai ceritanya. Banyak yang ingin Ran tanyakan juga sama Aa...." Ran berjalan masuk rumah. Dia akan membuat es teh saja. pagi menjelang siang kali ini terasa sangat panas. Entah itu cuacanya atau suasananya.

Ran menyuguhkan es teh manis dan pisang goreng, sisa tadi pagi. Lumayan masih ada, jadi tidak usah menggoreng lagi. Ran membawanya ke teras rumah. Namun Ran tidak menemukan Rama dan Bara.

Ran melihat ke sekeliling. Ternyata mereka berdua ada di bawah pohon jambu. Bahkan Rama sedang bersiap untuk memanjat pohon untuk memetik jambu yang sudah matang. Bara juga sudah menyiapkan kantong plastik besar.

Buah jambu terlihat merah, menggoda untuk dipetik. Di buat rujak siang-siang begini pasti segar.

Ran berjalan ke arah halaman. Meletakkan nampan berisi cemilan di bangku dan kemudian duduk di bangku kayu yang ada di bawah pohon.

" Aa apa kabar. Seminggu ini tidak kelihatan.."

Bara menoleh ke arah Ran sebentar. Dia hanya tersenyum, dan tidak menjawab pertanyaan Ran. Dia sedang fokus memandang ke atas, melihat ke arah jambu-jambu yang berwarna merah menggoda. Dia kembali memandang jambu-jambu itu lagi. Mungkin jambu itu lebih menarik dari pertanyaan Ran tadi.

Ran diam, pertanyaannya tidak dijawab. Dia bangun dan melangkah menjauh, kembali ke rumah. Namun sejurus kemudian.

" Mau kemana.. " Bara melihat ke arah Ran. Dia merasa bersalah karena tidak menjawab pertanyaan Ran.

" Mau kembali ke rumah. Ada apa..." Jawab Ran.

" Maaf.."

" Untuk apa..?"

" Tadi saya tidak menjawab pertanyaan kamu.."

" Tidak apa-apa.."

Ran melanjutkan langkahnya. Dia tidak menoleh lagi. Entah kenapa hatinya terluka hanya karena pertanyaan tidak dijawab oleh Bara.

" Ran ... Tunggu.." Bara memanggil Ran yang semakin menjauh.

" Ada apa..ada yang bisa Ran bantu..."

" Bang... Tolong. Kantongnya sudah penuh. Gue tidak kuat menurunkan sendiri. Berat.."

Suara Rama terdengar dari atas pohon. Memang benar kantong plastik telah penuh dengan jambu yang berwarna merah. Pasti susah untuk menurunkan sendiri.

Namun tiba-tiba Ran terkejut. Di pucuk pohon terlihat sesuatu yang aneh. Dedaunan terlihat bergerak-gerak seperti ada orang yang ada disana. Sedangkan Rama ada di dahan sebelah bawah. Tidak mungkin bisa membuat dahan yang di atas bergerak sedemikian rupa.

" Ran.. Ran ada apa. Kenapa diam..." Bara mendekati Ran, Bara melihat keanehan pada Ran. Tangan Bara melambai di muka Ran. Bara merasa heran melihat Ran yang tiba-tiba terdiam dan terlihat melongo seperti melihat sesuatu yang tidak wajar.

" Eh.. Tidak ada apa-apa.." Jawab Ran terkejut. Dia melihat ke arah Bara sebentar dan kemudian kembali memandang ke atas pohon.

Tidak ada keanehan itu lagi. Sekarang pohon jambu terlihat seperti pohon sewajarnya yang tertiup angin.

" Kamu melihat apa kak,.." Rama sepertinya juga memperhatikan Ran. Rama juga melihat keanehan pada Ran.

" Rama.. Sini dulu kantong plastiknya.."

Bara sudah naik di atas bangku, Bara akan menyambut kantong plastik yang disodorkan Rama.

Rama sudah turun. Mereka bertiga duduk di bangku yang ada di bawah pohon jambu. Menikmati es teh manis dan juga pisang goreng. Sedangkan jambu-jambu yang sudah dipetik masih ada di dalam kantong plastik.

" Ram.. tadi pertanyaan saya belum dijawab.." Bara membuka percakapan. Karena semenjak tadi mereka hanya diam menikmati suguhan yang ada. Terasa sunyi dan canggung.

" Pertanyaan yang mana..." Rama pura-pura tidak mengerti. Dia hanya tidak ingin membahas kejadian tadi. Emosi aja kembali meledak jika ingat hal itu.

" Weeh... kumpul-kumpul gue ga diajak.."

Mereka bertiga terkejut. Tiba-tiba terdengar suara yang sangat mereka kenali sudah berdiri di depan mereka. Saking asyiknya dengan pikiran mereka masing-masing, mereka bertiga sampai tidak sadar ada suara motor yang berhenti di depan rumah.

Siapa yang datang dan mengejutkan mereka bertiga...

Bersambung

Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir. Love pokoknya ❤️❤️❤️

1
estycatwoman
very nice 👍💯👋
𝐀⃝🥀Ossy: terima kasih 🙏🏾🙏🏾
total 1 replies
🗣️🏡s⃝ᴿ GueJoe🦅
Bagus ceritanya mbak Ossy, kalo ada waktu senggang aku ikutan baca ya 😊
𝐀⃝🥀Ossy: terima kasih
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛ αηтιє
iya udah langsung tamat aja ka ossy
𝐀⃝🥀Ossy: iya ..
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
penasaran baca nya lompat jauh 🤣🤣🤣
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻: Hooh penasaran sama Dokter Bara
total 2 replies
RAIN
menghibur ,
༄⃞⃟⚡⏤͟͟͞͞𝐀leaᵖʰᵉˢᵉᵏ🐾
siapa sih yg brani bermain" sm makamnya Arin😤tuk apapula bongkar" makam orang
bakalan cerita ga ni si Ran😵😵
༄⃞⃟⚡⏤͟͟͞͞𝐀leaᵖʰᵉˢᵉᵏ🐾
Katakan saja yg sbnrnya terjadi Ran ,ayah Yanto juga harus tau apa yg sbnrnya terjadi sm panti asuhan Pak Yusuf,,
eh eta penunggu pohon jambunya mulai nongolin diiri yaa 🙈🙈hiii ko seremm🏃‍♀🏃‍♀
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
aaa.. sapa tuh?
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
eelaaah somplak parah yusuf
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
dia pegang detonator?
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
aku lagi pke Uyul, gak bisa buka pintu 😅
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀💜⃞⃟𝓛JA⍣⃝✰zc❖ 🏡⃟ªʸ
ko udah tamat sih ossy ,,blum juga Arin dan RAN menikah.
terimakasih sudah menghadirkan cerita ini sukses terus oyys.
di tunggu novel berikutnya
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀💜⃞⃟𝓛JA⍣⃝✰zc❖ 🏡⃟ªʸ: ok siap
total 2 replies
FLA
dan kasus selesai dengan akhir yg bahagia, walau si Amel masih jadi penunggu pohon jambu yg mayan jail
FLA: haaa boleh lah
total 8 replies
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀💜⃞⃟𝓛JA⍣⃝✰zc❖ 🏡⃟ªʸ
semoga setelah ini gk ada lagi dendam dan untuk Arin dn RAN semoga bisa melewati semua ini
𝐀⃝🥀Ossy: Aamiin
total 1 replies
FLA
dan ternyata yg sikopet Rizal dan yg kena virus Yusuf ish ish, tapi lega selamat semua kecuali Amel yg jadi demyt
FLA: ya boleh lah
total 6 replies
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀💜⃞⃟𝓛JA⍣⃝✰zc❖ 🏡⃟ªʸ
karena dendam Rizal menggauli Nia yg ternyata anak kandungnya
𝐀⃝🥀Ossy: Semoga blm sampai ke situ
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀💜⃞⃟𝓛JA⍣⃝✰zc❖ 🏡⃟ªʸ
semoga mereka selamat dari reruntuhan rumah itu
𝐀⃝🥀Ossy: Aamiin.. selamatin ga ya 🤣🤣
total 1 replies
FLA
Rizal emang jahata parah, ahhh semoga masih selamat semua
FLA: syippp deh
total 16 replies
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
aayeekk bom... aku satee 😅
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅: bumbu rujak kek nay enak 😁
total 2 replies
FLA
uwahh makin seru ayo lanjuttt
FLA: yah sayang sekali
total 8 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!