NovelToon NovelToon
Menggapai Rembulan

Menggapai Rembulan

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:81.1k
Nilai: 5
Nama Author: UQies

Kematian calon istrinya akibat kecelakaan, membuat Nizam mengalami patah hati. Hingga sebuah fakta membuat pria itu akhirnya masuk ke dalam kelompok geng motor agar bisa menghukum dalang kecelakaan calon istrinya dengan cara yang adil.

Di tengah usahanya itu, ia justru dipertemukan dengan seorang gadis bernama Bulan yang membuatnya merasa simpati karena sering mendapat kekerasan, tapi siapa sangka rasa simpati itu justru berubah menjadi rasa yang lebih dalam.

Meski begitu, Nizam menganggap Bulan adalah wanita yang tak mampu ia gapai karena sudah menjadi istri dari bos geng motornya. Pria kejam yang menjadi target utama Nizam.

Namun, tak ada yang mampu menerka apa yang teriadi di masa depan, termasuk perihal jodoh dan kematian, semua telah tercatat di Lauhul Mahfuz.

Inilah kisah Nizam, anak dari seorang mantan Bad Boy yang masuk ke dalam geng motor demi mencari kebenaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UQies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Tidak perlu, Sayang. Jika memang mereka berjodoh, pasti mereka akan bertemu," tolak Khaira sedikit ragu. "Lagi pula, lebih baik kita mencarikan yang pasti-pasti saja di sini. Dengan kondisi Bulan yang pernah gagal dalam pernikahan, aku khawatir dia akan sulit menerima pria baru dalam hidupnya, dan aku takut itu akan kembali menyakiti Nizam," sambung wanita itu seraya tertunduk lesu.

"Kamu benar, Sayang. Aku harap Nizam segera menemukan wanita yang jauh lebih baik dari Aura ataupun Bulan," ucap Boy.

Beberapa saat mereka saling terdiam dalam pikiran masing-masing, hingga keduanya tersadar akan sesuatu, tepatnya saat mereka melihat dua mobil tiba di depan halaman rumah mereka.

"Sayang, kamu udah kabarin Nizam, 'kan kalau hari ini Nizwa akan dilamar?" tanya Boy kemudian.

"Loh, bukannya kamu yang mau kabarin Nizam?" tanya Khaira balik.

Lagi-lagi sepasang suami istri itu saling bertatapan dalam kebingungan, di detik berikutnya mereka mulai kelabakan.

"Astaghfirullah, Sayang, tolong hubungi Nizam, aku akan menyambut kedatangan mereka di bawah."

☘☘☘

"Terima kasih, Pak Nizam. Semoga kerja sama kita bisa saling menguntungkan," ucap seorang wanita berhijab sambil mengulurkan tangannya ke arah Nizam.

Nizam hanya tersenyum tipis sambil menangkup kedua tangannya. "Terima kasih kembali, Bu Hana, aamiiin," balasnya membuat wanita itu menarik kembali tangannya lalu segera pamit.

Nizam hanya diam di tempatnya sambil menatap kepergian wanita bernama Hana hingga hilang di balik pintu. Pria itu membuang napas kasar lalu kembali duduk di kursi kebesarannya.

"Ini tidak akan berhasil," gumamnya pelan lalu mengambil ponselnya yang tergeletak begitu saja di atas meja kerjanya.

Bersamaan dengan itu, tiba-tiba panggilan dari sang ibu membuat Nizam langsung menggeser ikon hijau di layar ponselnya.

"Assalamu 'alaikum, Bunda," ucap Nizam mengawali pembicaraan.

"Wa'alaikum salam. Gimana, Zam? Udah bertemu Hana? Orangnya cantik, 'kan?" tanya Khaira dari seberang telepon.

"Cantik bukan tolak ukur, jika nyatanya hati Nizam tidak menerima, ya nggak bisa dipaksain, Bunda," balas Nizam tak bersemangat.

"Ya Allah, bahasamu ituloh, Zam ... Zam. Udah kayak orang yang patah hati beribu-ribu kali saja."

Nizam tersenyum tipis mendengar perkataan sang ibu. "Yaa mau gimana lagi, belum menemukan yang pas."

Terdengar suara decakan beberapa kali di seberang telepon. "Padahal bunda ingin kamu bisa segera menikah loh, Zam.... Oh iya, kamu pulang ke rumah sekarang, yah. Nizwa mau di lamar sore ini."

Nizam seketika tersedak oleh salivanya sendiri mendengar kabar yang cukup mengejutkan dan mendadak tentu saja. "Kok tiba-tiba? Kenapa Nizam nggak tahu? Perasaan tadi pagi bahas nikah, deh." Kini rentetan pertanyaan dilayangkan oleh pria itu hanya dalam satu tarikan napas.

"Maaf, bunda juga baru dikabari sama Nizwa saat dia sudah pergi kerja. Kamu pulang sekarang yah, lihat calon adik ipar kamu, oke? Assalamu 'alaikum."

"Wa'alaikum salam. Yah, udah dimatiin aja, baru juga mau tanya siapa," gerutu Nizam sejenak, lalu segera beranjak dan pergi meninggalkan ruang kerjanya.

Setelah beberapa menit berlalu, Nizam kini tiba di halaman rumah. Dahi pria itu berkerut saat melihat salah satu mobil yang tidak asing di matanya. Tak ingin larut dalam deretan praduga, pria itu berjalan cepat memasuki rumah.

Langkah Nizam terhenti tiba-tiba saat melihat sang asisten sekaligus sahabatnya sedang duduk di antara beberapa orang di ruang tamu.

"Akhirnya kamu datang juga, Nak. Kemarilah," ajak Khaira lalu membawa Nizam duduk di sampingnya.

"Kenapa kamu ada di sini, Fan?" tanya Nizam menyelidik.

"Anu, Zam. Aku ...." Arfan berbicara sedikit gugup. Entah kenapa situasi saat ini membuat lidahnya terasa kelu, padahal biasanya ia sangat lancar jika berbicara dengan Nizam.

"Bukan kamu, 'kan yang ingin melamar adikku?"

Semua orang tampak begitu terkejut mendengar pertanyaan Nizam. Ditambah tatapannya yang serius, jelas itu bukanlah pertanyaan yang bisa dianggap sebuah candaan.

"Zam, aku ...."

"Bisa kita bicara?" Lagi-lagi Nizam memotong perkataan Arfan.

"Nizam ...." Panggil Boy pelan.

"Maaf, Ayah dan semuanya, Nizam ingin bicara dulu dengan Arfan." Pria itu kini berjalan keluar rumah menuju halaman belakang rumahnya, diikuti Arfan yang mau tidak mau harus meluruskan masalah yang tiba-tiba muncul di antara mereka.

"Zam, maafkan aku, aku ...."

Bugh

Belum sempat Arfan menyelesaikan perkataannya, sebuah pukulan langsung dilayangkan Nizam ke arah wajahnya hingga ia terhuyung ke belakang.

"Zam! Apa yang kau lakukan?"

"Apa susahnya bilang padaku? Hah? Selama ini kita bekerja bersama, tapi kau sama sekali tidak mengatakan apapun padaku. Apa kau takut aku menghalangimu bersama adikku? Ingat, Arfan, dia adikku!" cecar Nizam dengan tatapan tajam.

Arfan memperbaiki posisi berdirinya, berjalan mendekat ke arah sang sahabat sambil tertunduk. "Maaf, maafkan aku. Bukannya aku tak ingin memberitahukannya padamu, hanya saja aku ... aku tidak percaya diri mengatakannya padamu."

"Alasan saja kau, Fan. Sepertinya kau terlalu percaya diri, hingga menganggap persetujuanku tidaklah penting, aku bisa saja meminta Nizwa menolak lamaranmu jika aku mau." Nizam menghentikan perkataannya sejenak untuk mengatur napasnya yang kian memburu.

"Tidak, Zam. Jangan, aku sangat mencintai Nizwa, jangan patahkan impian kami."

Nizam tertawa nanar mendengar perkataan Arfan lalu menatap ke langit sejenak. Pria itu memejamkan matanya sambil menghela napas beberapa kali agar lebih tenang.

"Sejak kapan?" tanya Nizam kemudian.

"Apa?"

"Sejak kapan kamu dan Nizwa memiliki hubungan?"

"Aku dan Nizwa tak memiliki hubungan apapun sebelumnya, Zam, tapi aku sudah mencintainya sejak dia masih duduk di bangku SMA kelas 3, saat pertama kali kau mengajakku ke rumah ini. Aku baru berani mengakui perasaanku pada Nizwa saat kau berhasil menyelesaikan misimu," jawab Arfan.

"Apa? Jangan bohong kau, Fan!"

"Aku tidak berbohong, Zam. Dia ... dia cinta pertamaku," kata Arfan jujur lalu tertunduk.

Nizam terdiam menatap Arfan di depannya. Ia menyugar rambutnya ke belakang seraya membuang napas kasar. "Meskipun begitu, harusnya kau mengatakannya padaku, tentang niat baikmu itu. Nizwa juga tidak pernah mengatakan apa pun padaku, aku merasa seolah bukan apa-apa di antara kalian berdua." Tatapan Nizam kini berubah sendu.

"Zam, maafkan aku, sungguh aku tidak bermakud seperti itu." Arfan mendekat lalu memeluk sahabatnya sejenak.

"Kak Nizam. Maafkan Nizwa."

Kedua pria itu kini menoleh ke arah sumber suara, di mana Nizwa sudah berdiri di belakang mereka. Gadis itu berjalan perlahan mendekati Nizam, lalu memeluk erat sang kakak dan menangis di sana.

"Maafkan Nizwa, Kak. Semuanya salah Nizwa, Nizwa yang minta Bang Arfan untuk tidak bercerita kepada Kakak, Nizwa cuma ingin buat surprise untuk Kakak," kata gadis itu sambil terisak.

"Kalian tega, hiks."

"Maaf, Kak."

"Kalian tega langkahin aku."

Nizwa seketika menghentikan tangisnya dan melepas pelukan dari sang kakak. Gadis itu menoleh ke arah Arfan meminta penjelasan lanjutan akan perkataan Nizam yang menurutnya sedikit ambigu. Namun, Arfan justru menjawabnya dengan mengedikkan kedua bahu seraya menahan senyum.

☘☘☘

Di kota B, seorang wanita cantik berhijab tampak berjalan keluar dari bandara bersama beberapa orang lainnya. Kedua tangannya mendorong sebuah stroller berisi bayi perempuan yang belum genap berusia satu tahun.

"Mi ... mi, Mi ... mi."

-Bersambung-

1
Shee_👚
ternyata di umpetin sama si aur auran
anak g beda jauh jatohnya dari pohon, dulu ibunya terobsesi sam ayahnya nizam sekarang anaknya sama juga😪😪😪
LENY
BULAN JANDA RASA PERAWAN KAYAKNYA MARCEL IMPOTEN MAKANYA MENYIKSA BULAN TERUS.
LENY
YA AURA KETERLALUAN SADARLAH CINTA GAK BISA DIPAKSAKAN NIZAM SDH MENEMUKAN CINTA YG LAIN ISTRINYA.
LENY
DUH AURA TAHU TEMPAT NIZAM TERNYATA DIA YG MERAWAT KOK GAK BILSNG KEL NIZAM YA KETERLALUAN KASIHAN KHAIRA BOY DAN BULAN 😡
LENY
BIKIN MASALAH AJA NIH BULAN PAKE KELUAR RUMAH LAGI SDH TAHU AURA HILANG DICULIK. MASALAH DICARI
LENY
YA MUSUH MSH ADA ROBERT OKNUM YG LBH BERBAHAYA LAGI. SMG BISA DITINDAK ROBERT INI
LENY
AURA PASTI YG DATANG
LENY
AURA LG BERNIAT TDK BAIK SEPERTINYA.
LENY
KASIHAN NIZAM DPT ISTRI BULAN GAK MENGHARGAI PERASAAN NIZAM YG MAKSUDNYA BAIK. DUH KAPAN NIZAM BAHAGIA YA
LENY
NIZAM SDH CUKUP LAMA TERPURUK AURA BAHKAN PELSKU KEJAHATAN AJA NIZAM YG BERHASIL MENEMUKANNYA. DUH JGN SAMPE AURA JD JAHAT DAN PUNYA RENCANA LICIK SAMA BULAN. KSSIHAN BULAN
LENY
YA HRS NYA JUJUR AJA SEMUA DARI MULAI SILVI BOY KHAIRA JGN SAMPE SALAH PAHAM AURA NYA. KASIHAN BULAN JUGA😥
LENY
SIAPA LAGI INI DUH ADA AJA GANGGUAN KASIHAN NIZAM BLM JG DPT HAK UTUH SBG SUAMI NASIBMU NIZAM🙏
LENY
JADI SEBEL NIH GREGETAN LAMA BANGET BULAN SAMA NIZAM KETEMU DAN GAK SALAH PAHAM LG. JGN SAMPE DEH NIZAM SAMA SYIFA MENDING SAMA BULAN. MEREKA BER 2 SDH SALING SUKA CUMA GAK TERUS TERANG AJA.
LENY
KOK JD BEGINI ANEH
LENY
AH SALAH PAHAM LAGI BUKANNYA DITANYA PUTRI SIAPA NNT MENYESAL SETELAH TAHU BUKAN ANAK BULAN. JD GAK SEMANGAT NIH LIHAT NIZAM MALAH MAU DIJODOHIN LAGI DUH😥
LENY
SEDIH NYA NIZAM 😥
LENY
WAH BOSS YG PALING ATAS KAYAKNYA OKNUM POLISI NIH BLM TERTSNGKAP
LENY
WAH KIPIKIR TADI BINTANG ITU LAKI2 THOR TERNYATA PEREMPUAN DAN KEMBAR YA SAMA BULAN. DUH BARU TAHU 😅
LENY
WAH ANTON SDH SADAR SYUKURLAH. OH TERNYATA MARCEL ADALAH IFAN MANTAN TEMAN BOY DI GENG MOTOR YG TDK SETIA CUMA MANFAATIN UANG BOY AJA.
SDH BACA THOR CERITA SEBELUMNYA😊🙏
LENY
NIZAM TERLALU CEROBOH TANPA PERHITUNGAN KE KANDANG SINGA😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!