NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Hot Bodyguard

Terjerat Cinta Hot Bodyguard

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:56.9k
Nilai: 5
Nama Author: GrendysS_08

Geofanny Guwencia Gabriel, seorang sosialita sekaligus putri sulung seorang taipan bisnis, merasa dunianya dijungkirbalikkan. Kebebasannya yang ia agung-agungkan direnggut paksa setelah serangkaian ancaman serius ditujukan kepadanya. Sang ayah pun menyewa seorang pengawal pribadi untuk melindunginya setiap saat.
​Masuklah Eric Abram. Seorang pria yang lebih mirip patung Yunani daripada manusia: tinggi, tegap, dengan wajah dingin dan tatapan setajam elang. Bagi Geofanny, Eric adalah pengganggu nomor satu, seorang "babysitter berotot" yang mengikuti setiap geraknya dan merusak semua rencananya. Geofanny bertekad untuk membuat pria itu tidak betah dan berhenti dari pekerjaannya.
​Namun, semua usahanya sia-sia. Eric adalah seorang profesional sejati yang tak tergoyahkan. Di balik sikapnya yang kaku, Geofanny tanpa sengaja melihat kilasan kerapuhan dan masa lalu kelam yang membentuk pria itu menjadi pelindung yang tangguh.
​Ketika ancaman itu bukan lagi sekadar gertakan dan sebuah serangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GrendysS_08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 | Pengakuan Fany

...~Happy Reading~...

"Sejak kapan kamu menyukainya? " Anggi menatap wajah Fany lekat, ia memusatkan pandangannya pada Fany, tak lagi ia perhatikan presentasi di depan, ia bersemangat akan mendengarkan cerita Fany.

Fany melirik Eric sekilas, kemudian kembali menatap Anggi, ia menundukkan kepala, dan menggeleng. "Aku tidak tahu, aku hanya merasa begitu nyaman di dekatnya, sama seperti saat aku berada di dekat Ayah." Fany masih menunduk, membuat rambut panjangnya menutupi wajah cantiknya.

"Apa saat kamu berhubungan dengan Arnold sebelumnya, kamu juga merasakan kenyamanan, seperti berada di dekat Ayahmu? " pertanyaan Anggi, membuat Fany langsung mengangkat kepalanya, dan kembali saling menatap dengan Anggi.

Mata Fany melihat ke atas, satu jari telunjuknya memegang dagu, ia sedang mengingat-ingat kembali, perasaannya saat bersama Arnold sebelumnya. Fany menggelengkan kepala, sesaat setelah cukup berfikir, dan sudah kembali memastikannya dalam ingatannya.

Anggi mengusap lembut bahu sang sahabat, ia tersenyum, dan yakin jika Fany memang sudah tertarik pada Eric, terlihat dari mata Fany, yang tak ada keraguan, saat bercerita padanya.

"Apa maksudmu, aku...? " Fany menatap Anggi, dengan alis saling bertaut. "Iya, kamu mencintainya Fan. " Anggi mengangguk tersenyum, menjawab kebingungan Fany. "Cinta ya? " balas Fany lirih, yang mendapat anggukan dari Anggi.

Eric beranjak berdiri, dan bergerak mendekati tempat duduk Fany dan Anggi. Kedua perempuan itu menoleh pada Eric. "Maaf Nona, Anda tak ingin pulang? " Fany mengerutkan kening, hingga akhirnya tersadar bahwa suasana ruangan tersebut sudah sepi. Akhirnya mereka bertiga kembali ke kampus, dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.

"Anda ingin langsung pulang, atau hendak mampir terlebih dahulu? " Eric bertanya pada Fany yang duduk di sebelahnya, ia melajukan mobil dengan kecepatan pelan, sambil menunggu jawaban dari Fany.

"Rumah makan, tempat biasa." ucap Fany, sambil melihat sekilas Eric yang duduk di kursi kemudi. "Baik Nona." Eric segera melajukan mobil menuju rumah makan, yang sudah beberapa kali, tempat mereka makan, sepulang Fany berkuliah.

Eric dan Fany memakan makanan yang sudah mereka pesan, Fany sesekali mencuri pandang pada Eric, tanpa sadar, sebuah senyum samar terukir di bibirnya.

Bola mata Fany melihat wajah Eric dengan sembunyi-sembunyi, ia kembali teringat dengan yang di katakan oleh Anggi tadi. "Apa benar, aku menyukainya, dan jatuh cinta padanya? " monolog Fany lirih, dan sekilas, Eric mendengar ucapan Fany, membuat Eric mengejutkan kening, sekaligus kebingungan, sebab Fany mengatakan prihal itu, dalam keadaan bola matanya sedang mengarah ke arahnya, membuat Eric berpikiran aneh.

Eric yang merasa mendengar ucapan Fany, ia memberanikan diri untuk langsung menanyakannya. "Maaf Nona, Anda mengatakan sesuatu? " mata Fany membulat mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Eric, sebab ia tadi berpikir, bahwa sedang bergumam dan tidak akan di dengar oleh Eric, membuat Fany salah tingkah.

...Keras di luar, lembut di dalam......

...Fany memang pernah memimpin sebuah organisasi besar mafia, membuatnya di takuti oleh musuh-musuhnya, sebab kekejaman Fany, tak sebanding dengan paras cantiknya. Walau bagaimanapun, Fany tetaplah wanita biasa, yang akan merasa malu, dan salah tingkah, jika sedang berada dalam keadaan seperti saat ini....

"Ti–" Fany menggantungkan ucapannya, Tiba-tiba ia kembali teringat dengan ucapan Anggi tadi. "Cobalah untuk mengungkapkan perasaanmu padanya Fan." ucap Anggi tadi. Fany mengatur nafasnya, dan hendak mulai membuka suaranya.

"Aku menyukaimu! " Fany mengatakan hal itu dengan susah payah menahan rasa malunya. Eric mengerutkan kening mendengar ucapan Fany, ia masih belum mengerti dengan apa yang di katakan oleh Fany, Eric berfikir jika Fany mungkin saja sedang bercanda.

"Maaf, apa Anda sedang bercanda? " tanya Eric, Fany tanpa sadar langsung menggelengkan kepalanya. "Aku tidak sedang bercanda." balas Fany, terdapat sebuah kejujuran dari sorot matanya, dan Eric dapat melihat hal itu.

"Baiklah, mulai sekarang, kita sepasang kekasih! " balas Eric tegas, mata Fany membulat mendengar ucapan Eric. "Kenapa? " tanya Eric, memperhatikan mata Fany yang masih membulat melihatnya. "Bukankah, Anda menyukaiku dan jatuh cinta padaku? aku sendiri, dan Anda juga sendiri, kenapa tidak kita mencoba berkomitmen satu sama lain? " Eric berbicara panjang, terukir senyum tipis di bibir Eric.

Eric dan Fany kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah utama keluarga Gabriel. di sepanjang perjalanan, senyum tak pernah pudar dari bibir keduanya, Eric tak menduga jika ia dapat menarik perhatian Nona nya, dan membuat perempuan itu jatuh cinta padanya. Ia memang sempat menaruh hati pada Fany, namun ia segera tersadar dengan posisi mereka, dan membuat Eric perlahan mengubur jauh-jauh perasaannya.

"Terima kasih." Fany tersenyum manis, setelah turun dari dalam mobil, ia berjalan masuk ke rumah utama, hatinya merasa berbunga-bunga, ia tak menyangka akan menjalin hubungan dengan bodyguard pribadinya.

Begitu pula dengan Eric, ia yang sudah mengubur jauh-jauh perasaannya, namun justru kini Fany yang mengungkapkan perasaannya. Eric tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu, ia berjanji akan lebih menjaga Fany, sebagai seorang bodyguard, dan juga sebagai seorang kekasih.

...~To be continue......

...Untuk hari ini, cukup dulu....

...Up nya kemalaman, maaf ya.😁✌...

...Oiya, tulis di komen ya. Lebih seneng baca bab yang panjang sampai 100 lebih kata, atau pendek hanya 500 kata, seperti ini?...

...Tulis di komentar ya! 🙂...

1
🍒WINA🍒
Bagus eric memberitahukan kpd pemilik kost menolong seorang gadis dijln....
Yati Suryati
ceritanya tersusun menarik
🍒WINA🍒
eric menolong gadis dibawa kekostnya...
🍒WINA🍒
mampir thor kayaknya bagus cerita ini.......tetep semangaf kak
arfan
up bos
Benediktus Grendys Sukresna
Semangat membaca!
vall
mampir ya kakak ... :)
Penelop3
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!