NovelToon NovelToon
Take Me To Your Heart

Take Me To Your Heart

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Angst / Ibu Tiri / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa / Cintapertama / Tamat
Popularitas:566.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yoyota

"Aku sudah menyesal dan menyadari kesalahanku. Aku bahkan sudah meminta maaf dan mencoba menebus kesalahanku. Tapi, kenapa seolah-olah karma ini masih terus saja terjadi? Apa memang kesalahanku tidak bisa dimaafkan?"

Renatta meratapi nasibnya yang kini berbanding terbalik dengan kehidupannya yang dulu bergelimang harta. Ia harus bekerja mati-matian untuk menghidupi kehidupan keluarganya.

Papanya yang dituduh korupsi, mamanya yang koma di rumah sakit, serta kakaknya yang memiliki kondisi fisik yang lemah. Satu-satunya yang bisa diharapkan hanyalah dirinya yang masih sehat.

Suatu hari, ia bertemu lagi dengan orang yang selalu ia bully di jaman SMA. Wanita itu tampak masih takut padanya meski Renatta sudah berulang kali meminta maaf.

Tak hanya itu, Renatta juga bertemu lagi dengan cinta pertamanya yaitu Regan di tempat kerjanya. Laki-laki itu masih membencinya karena dirinya adalah penyebab utama cita-cita laki-laki itu hancur.

Bagaimanakah kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoyota, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 - Dasar Polos!

Salah satu teman Regan melerai pertengkaran itu.

"Sudah, Re, sudah. Dia sudah babak belur olehmu."

Regan pun berhenti memukul dan menatap ke arah Renatta yang mulai bicara ngawur sambil memegangi kepalanya.

"Sampai hal ini terjadi lagi! Aku tidak akan tinggal diam! Dia sudah hampir melakukan pelecehan terhadap sekretarisku! Ingat itu!" ucap Regan kemudian memapah Renatta untuk keluar dari club.

"Bapak, tadi saya minum air putih. Kenapa kepala saya jadi pusing ya?"

"Bodoh! Mana ada air putih di club malam. Itu minuman beralkohol."

"Benarkah? Bapak bohong ya? Tapi bening gitu airnya," kekeh Renatta yang masih menganggap air keras itu air putih.

"Terserah mu lah. Minum berapa gelas tadi?"

"Cuma segelas, itu pun nggak habis," jawabnya.

"Dasar! Jadi, apa yang kamu ceritakan saat perjalanan tadi benar. Kukira suhu ternyata masih pemula. Ke depannya aku tidak akan mengajakmu ke tempat seperti ini lagi," ucap Regan kemudian memasukkan Renatta ke dalam mobil dan memasangkan sabuk pengaman.

Di saat itu, Renatta meracau sambil meneteskan air matanya.

"Papa, Natta udah berubah, tapi kenapa orang-orang masih menganggap Natta orang jahat. Apa Natta tidak pantas mendapatkan kesempatan kedua untuk jadi orang baik? Natta cape Pa. Natta selalu dijauhi orang-orang. Cuma Devan sama Grace yang mau berteman sama Natta. Sayangnya Devan mau menikah Pa. Pastinya setelah itu, Devan tak mungkin lagi jadi pelindung Natta. Natta juga harus menerima kenyataan kalau cinta Natta harus bertepuk tangan lagi. Sementara Grace, dia tinggal nggak sekota dengan Natta. Natta tidak punya teman lagi sekarang. Cuma Kak Nesha yang Natta punya."

Setelahnya, Renatta tertidur. Regan yang sedari tadi masih dalam posisi yang sama mendengarkan dengan jelas curahan hati Renatta.

Tanpa sadar, tangan Regan terulur untuk menghapus air mata yang mengalir ke pipi Renatta. Hatinya begitu terenyuh mendengar curahan hati Renatta. Kemudian ia menutup pintu mobil di sebelah Renatta dan masuk ke pintu mobil kemudinya. Ia menjalankan mobil ke hotel dengan kecepatan sedang.

Sesampainya di hotel, Regan lagi-lagi memapah Renatta sampai masuk ke dalam kamar Renatta. Kemudian menjatuhkan tubuh Renatta ke atas kasur. Regan melepaskan sepatu hak tinggi Renatta supaya tidur dengan nyaman. Kemudian ia pun menarik selimut untuk menutupi tubuh Renatta. Selesai semuanya, Regan lalu keluar dari kamar Renatta.

Di dalam kamar, Regan belum bisa memejamkan matanya. Ingatannya terbayang-bayang terus dengan kata-kata yang diucapkan oleh Renatta tadi. Sejujurnya, ia pun sudah tak terlalu membenci Renatta seperti dulu. Hanya saja ia masih belum percaya sepenuhnya ke Renatta.

"Huh! Ngapain juga mikirin kata-kata dia. Mending tidur, besok aku harus ngisi seminar. Kalau sampai telat kan bahaya."

Regan pun akhirnya bisa tidur pulas dengan menyalakan musik santai di dalam kamar.

*

*

"Eughh!"

Renatta terbangun dari tidurnya sambil memegang kepalanya yang terasa pusing. Ia malah menjadi terheran-heran ketika dirinya sudah berada di kamar hotelnya.

"Seingat ku semalam aku ada di club malam. Kenapa bisa ada di kamar sekarang? Apa Regan yang membawaku?"

Renatta bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Namun, ia dikejutkan dengan suara ponselnya yang berdering mendapatkan telepon dari Regan.

"Cepat keluar! Aku sudah menunggumu di depan pintu!"

"Tapi, saya baru bangun Pak. Kepala saya juga masih agak pusing."

"Nggak mau tahu. Pokonya kamu harus keluar. Aku tunggu 5 menit."

"Astaga Pak! Lima menit sih cukup untuk apa? Sabunan doang itu mah, terus saya masa nggak pake baju pas keluarnya."

"Iya nggak usah, setelah itu pasti kamu akan disangka orang tidak waras. Cepat siap-siap."

"Iya Pak iya."

Renatta pun bangun dari kasurnya dan berlari ke kamar mandi. Benar saja, Renatta hanya sabunan dan berkumur-kumur saja. Kemudian ia memakai pakaian casual dan keluar tanpa mengenakan riasan sama sekali.

"Telat, 4 menit!" ucap Regan.

"Ya ampun Pak, tadi saya juga udah buru-buru. Saya bahkan nggak pakai riasan wajah sekarang."

"Hm."

Regan berjalan lebih dulu, dan Renatta mengikuti di belakangnya. Rupanya Regan mengajak Renatta untuk sarapan dan memberikan air madu untuk meredakan mabuk Renatta.

"Minum sampai habis! Aku nggak mau nanti kamu malah mengacaukan acara seminarku kalau masih mabuk dan kepalamu masih pusing."

"Terima kasih Pak. Saya mau berterima kasih juga karena bapak sudah membawa saya pulang. Saya pikir bapak akan meninggalkan saya sendirian."

"Aku tidak sejahat itu!"

"Iya, saya tahu Pak. Tapi kan Bapak masih membenci saya. Rasa benci itu bisa membuat orang melakukan apapun yang dia mau. Dulu kan saya pernah melakukan itu ke Amanda," jujur Renatta.

"Jujur deh, kenapa kamu begitu membenci Amanda?"

"Saya nggak mau jawab Pak."

"Oke."

Renatta tak mau menjawabnya karena salah satu alasannya karena dulu ia mencintai Regan. Ia tak mau rahasia itu sampai ketahuan. Bisa saja Regan jadi tambah membenci dirinya.

Ketika Regan menyuapkan makanan ke mulutnya, Renatta menatap tangan Regan yang sedikit berdarah.

"Pak, itu tangannya kenapa?" tanya Renatta.

"Kamu tidak ingat? Aku menolong mu dari temanku yang hampir saja melecehkan mu!"

Renatta pun teringat akan kejadian semalam. Ia menunduk dan merasakan perasaan bersalah. Karena dirinya yang bodoh dan begitu polos.

"Maaf ya Pak. Sekaligus saya mau ucapin terima kasih."

"Sudahlah, jangan dipikirkan. Ini tidak seberapa. Dibandingkan kamu yang jika pelecehan semalam benar-benar terjadi."

Renatta mengangguk.

"Lain kali jangan asal minum sesuatu jika berada di tengah-tengah orang yang tidak kamu kenali."

Renatta mengangguk lagi.

Dasar polos!

"Cepat habiskan makanannya. Setelah ini kamu harus membantuku, menyusun semua materinya dan memandikannya dalam satu file."

"Baik Pak."

"Untung saja acara seminarnya siang. Kalau pagi, mungkin aku bisa terlambat karena mu."

"Iya saya tahu Pak."

Regan pun menyuapkan makanan terakhir ke mulutnya. Lalu meminum teh hangat.

"Bapak sudah selesai makannya? Nggak mau nambah lagi?" tanya Renatta.

"Tidak."

"Sebentar ya Pak. Saya akan habiskan dulu makannya. Setelah itu kita mulai bekerja."

Regan mengangguk.

*

*

Waktu berlalu begitu cepat, kini Regan sedang mengisi seminar di perguruan tinggi ternama. Materinya seputar bisnis dan berbagai macam cara untuk jadi sukses.

Selesai mengisi seminar, Regan mengobrol dengan rektor dari perguruan tinggi tersebut. Sementara dirinya menunggu di luar sambil melihat-lihat di sekitar.

Karena ia tak pernah kuliah, ia jadi merasa senang bisa pergi ke tempat perkuliahan meski bukan jadi mahasiswa. Tanpa sengaja ia melihat Devan ada disana.

"Lah? Kok bisa?"

Di tengah keterkejutannya itu, Devan malah menghampiri Renatta.

"Sedang apa disini Nat?" tanya Devan.

"Oh, aku habis menemani Regan seminar. Kamu sedang apa disini?" tanya Renatta balik.

"Aku juga akan mengisi seminar sebentar lagi. Aku senang akhirnya kita bertemu lagi setelah terakhir bertemu ketika di hari ulang tahunmu."

Renatta mengangguk.

"Oh iya, Nat. Aku akan menikah sebentar lagi. Kamu datang ya. Kumohon!"

"Baiklah, aku akan datang."

Devan tersenyum.

"Nanti aku kasih tahu tanggalnya lewat undangan. Sampai bertemu lagi Nat. Aku mau ke tempat seminar dulu."

Renatta mengangguk lagi kemudian menatap kepergian Devan yang semakin jauh.

"Ya Tuhan gimana ini? Apa iya aku sanggup melihat orang yang aku cintai bersama orang lain di pelaminan?"

Tak lama Regan pun datang dengan tatapan mata yang tajam.

"Sudah aku bilang, tunggu aku di luar. Kenapa keras kepala sekali sih? Aku kan jadi harus berkeliling mencari mu. Terus apaan itu tadi? Devan ada disini?"

"Maaf Pak. Saya salah. Devan ada disini karena mengisi seminar juga."

"Oh, ya sudah ayo kembali ke hotel!" ajak Regan.

"Apa tidak bisa berjalan-jalan sebentar disini Pak? Lagian kalau di hotel, paling cuma rebahan doang."

"Baiklah, karena kamu sudah bekerja dengan baik tadi. Aku turuti keinginanmu."

"Wah, terima kasih banyak Pak."

Senyum Renatta begitu mengembang saking senangnya. Regan pun jadi ikut tersenyum walau sangat tipis.

*

*

TBC

1
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪👍
Vitriani
👍
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
sweater bukan sweeter
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
O ibu tiri to
Dewa Nara
memangnya kakaknya kenapa kok harus dijaga terus
@Al**
/Good/
viemah
emangnya Regan pernah benar2 memikirkn perasaan dn jga keselamatan kmu sprti Amanda..
Alissia
Kecewa
Alissia
Buruk
Relino
Luar biasa
Jue Vee
lah giliran ngomong sma amanda sja baik banget seolah x bisa marh sedangkn amanda melakukn bnyk kesalahn ..sma devan renata ditengking2
Cc
Luar biasa
Nurhasanah Ibrahim
👍
Sakinah Amalia
Luar biasa
Mrs. Ketawang
so sweet😍😍
Mrs. Ketawang
akhirnya masalah 1 per 1 selesai
Mrs. Ketawang
masalah Natta gak ada habis"nya...nih jg si Nessa,napa jg buat masalah baru... makanya kalo pacaran jgn sampe keblabasan😠
Mrs. Ketawang
😍😍😍
Mrs. Ketawang
Halalin bang Regan😍
Mrs. Ketawang
Renattaaa aq padamu👍🏻👍🏻 Wanita kuat & hebat💪🏻💪🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!