NovelToon NovelToon
Cinta Syana Untuk Ketua Geng Motor

Cinta Syana Untuk Ketua Geng Motor

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:198.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: Deyulia

Hai! Kali ini, Novel saya menceritakan tentang seorang gadis Muslimah yang bertemu dengan seorang ketua geng motor yang hampir menabraknya. Bagaimana kisah manis mereka bisa terjalin? Yuk simak kisahnya di sini ya. Jangan lupa kasih dukungan kalian ya. Terimakasih....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Tidak Menyukainya, Tapi Menikmatinya

"Aku merindukan kamu Sya," sendu suara Syahdan sembari menghujani Syana dengan sebuah ciuman yang membangkitkan hasratnya semakin melambung di udara. Syahdan seperti orang kesetanan tidak bisa lagi mengendalikan tangannya untuk tidak melucuti apa yang melekat di tubuh Syana, istrinya.

Walaupun berontak ingin lepas dan menghindar dari bau amer yang menguasai mulut Syahdan, kakuatan Syana yang terbatas tidak bisa menahan bringasnya hasrat Syahdan.

Dalam dekapan sang raja malam, Syana masih berusaha melepaskan cengkraman tangan Syahdan yang melingkari pinggangnya kuat. Beberapa saat, Syana terheran melihat sekujur tubuh Syahdan yang penuh luka lebam. Bahkan di perut terdapat kasa yang terpasang panjang dengan sisa darah yang sudah mengering.

Syana semakin terkejut melihat pelipis dan sudut bibir Syahdan yang lebam membiru. Syana heran dari mana bibir dan pelipis Syahdan mendapat luka?

Syana kembali berontak, namun kekuatan Syahdan seolah semakin berlipat ganda. Sehingga pada akhirnya Syana pasrah dalam dekapan sang ketua geng motor Kalajengking yang kini benar-benar beraksi menguasai dirinya.

Lagi dan lagi tato kalajengking yang tepat berada di dada kiri Syahdan dilihatnya lekat turun naik. "Ahhhhh." Syana sedikit kesakitan saat berbagai serangan liar dan brutal menimpanya. Syahdan semakin tidak terkendali terlebih sebentar lagi dia mencapai puncaknya.

"Syanaaaaa, aku mencintaimuuuu." Sembari melepaskan kehangatan yang membara dengan nafas yang memburu naik turun.

"Kak Syahdan mencintaiku?"

**

Suara ayam jantan berkokok, meskipun ini di apartemen, namun pagi ini dia mampu memperdengarkan suaranya sampai lantai lima apartemen.

Geliat dua nyawa dalam satu selimut bersahutan. Syana bangkit dan masih terduduk di atas ranjang, memindai ke seluruh ruangan. Dekapan tangan kekar cowok yang semalam berhasil menguasai dirinya masih melingkar erat.

Syana berusaha melepaskan cengkraman tangan kekar Syahdan perlahan, dan dia berhasil. Syana bangkit lalu menuruni ranjang dengan tubuh dibalut bajunya semalam yang sudah berhamburan kesana kemari.

Syana keluar kamar mengendap, di luar kamar ternyata suasananya sudah seperti kapal pecah. Sisa asap rokok semalam yang masih menyisakan baunya, juga pecahan kaca yang berserakan di mana-mana membuat langkah Syana harus hati-hati. Syana geleng-geleng kepala, apa sebenarnya yang dilakukan Syahdan semalam?

Syana segera menuju kamar mandi. Tubuhnya sisa pelampiasan Syahdan semalam masih menyisakan linu dan sakit. Bahkan beberapa bagian tubuh lainnya mengalami lebam akibat serangan brutal Syahdan melampiaskan hasratnya.

Syana merasa dirinya sudah kotor dengan perlakuan brutal Syahdan semalam, bahkan ketika dia sadar bahwa dia juga sempat menikmati permainannya yang beringas, Syana benar-benar merasa dirinya kotor, padahal semua yang dilakukan Syahdan legal dan Syahdan berhak penuh atas dirinya.

"Aku merasa sudah kotor, kenapa tadi malam aku tidak terus berontak saja menolaknya? Tapi, dia sudah berhak sepenuhnya atas diriku, harusnya aku menerimanya lapang dada." Syana berkata dalam hatinya gelisah dan bahkan menyesal.

"Aku tidak boleh terbuai olehnya, terlebih setelah dia menyatakan cintanya padaku semalam, semua itu hanya pengaruh amer yang diminumnya. Aku harus tetap pada misiku, membuat dia menjadi lebih baik, hidup normal dengan meninggalkan kehidupan geng motor dan balapan liarnya, serta mengembalikannya pada orang tuanya," tekad Syana bulat. Segera dia menyudahi aktifitas mandinya kemudian masuk kamar yang satunya lagi.

Setelah sholat Subuh tadi, Syana sejenak berbaring di kamar sebelah. Tubuhnya merasakan linu yang sakit. Apa yang dilakukan Syahdan malam tadi hingga hampir dini hari sangat menyiksanya. Ada luka, ada perih, ada bahagia, tapi Syana harus mengubur semua itu dalam-dalam. Kewajibannya kini hanya sebatas istri yang tercatat secara legal dan dia harus menjalankan itu, dan tidak boleh ada cinta.

"*Tidak boleh ada cinta dalam hatiku untuk dia, meskipun sebegitu menariknya dan tampannya dia. Sebagaimana yang pernah Kakaknya bilang, bahwa jika aku mampu mengembalikan Kak Syahdan pada kehidupan normal dan bisa mengubahnya lebih baik, maka ada harga tinggi yang bisa aku dapatkan, yaitu uang. Sepicik itu pemikiran orang itu, memangnya semua bisa dinilai dengan uang? Apakah sekaya itu mereka, sehingga begitu sombong akan membayarku dengan nilai yang tinggi*?"

"*Lantas siapakah Syahdan Syaehdar? Dan ada hubungan apa antara mereka dengan keluarga Syaidar*?"

Syana bangkit dari baringnya. Keadaan apartemen yang berantakan seperti kapal pecah membuat dia gatal dan ingin segera menyapu bersih, atau kalau bisa sapu bersih bersama orangnya yang bandel dan menyebalkan. Siapa lagi kalau bukan Syahdan.

Syana mengambil sapu lidi dan ijuk serta kamoceng. Lalu mulai menyapu. Pecahan beling yang berserakan dikumpulkan dan ditadah di atas pengki. Lantai yang berserakan tadi kini mulai bersih, kini tinggal ngepel dan melap meja yang kena tumpahan amer dan air mineral yang tumpah.

"*Sangat disayangkan hidupmu, Kak. Sia-sia. Hanya karena protes pada orang tua yang otoriter, Kakak jadi terlibat geng motor dan perkelahian serta balapan liar. Kakak disegani dan ditakuti sesama kawan geng motor, tapi di dalam masyarakat hanya jadi sampahnya. Lantas bagaimana caraku supaya bisa mengembalikan Kak Syahdan seperti apa yang diinginkan Kakaknya Kak Syahdan*?"

Syana menjadi bingung, bagaimana cara dia mengembalikan Syahdan pada kehidupan normal dan meninggalkan geng motor serta balapan liarnya?

Setengah jam sudah nyapu dan ngepel ruang tengah. Kini Syana meraih gelas-gelas bekas Syahdan minum selama dua hari ditinggalkannya di atas lemari kaca yang disimpannya sembarangan. Tanpa sengaja Syana menemukan sisa minuman yang masih setengah botol lagi berwarna hitam kemerahan.

Syana meraihnya kemudian dia amati. Syana pikir itu adalah sirop biasa. Tanpa curiga dan mencoba menciumnya, Syana membawanya ke dapur bersama gelas-gelas bekas tadi, kemudian dia letakkan di dalam kulkas. Namun belum juga masuk kulkas, tiba-tiba sebuah tangan menyambarnya dan langsung meneguknya sampai tandas.

"Kakak, kaget tahu," ucapnya melotot karena benar-benar kaget. Syahdan hanya menatapnya sendu dan seperti ingin menerkam Syana seperti tadi malam.

"Kenapa Kakak tidak ke kamar mandi dulu dan gosok gigi, udah urakan jorok lagi," umpatnya kesal seraya berbalik menghadap wastafel dan memulai mencuci gelas. Secepat kilat tangan Syahdan memeluk Syana dari belakang dan mencium pipi Syana bertubi-tubi.

Syana berontak karena dia merasa geli lalu memutar tubuhnya. Beruntung bagi Syahdan, Syana memutar tubuhnya sendiri sehingga dia dengan mudah bisa menangkap pinggang Syana dan mengangkatnya lalu dibawa ke atas meja makan. Posisi keduanya berhadapan dengan kaki Syana yang dipaksa mengapit tubuh Syahdan.

"Kakak lepaskan aku, aku mau turun. Kakak cepatlah ke kamar mandi, bersihkan diri dan pakailah baju," teriak Syana sembari menutup mata.

Tapi Syahdan malah semakin mendekat dan meraih tengkuk Syana, lalu mencium bibir Syana dalam. Syana kehabisan nafas dan menarik paksa bibirnya dari Syahdan.

"Menjauhlah Kak, aku tidak kuat dengan bau minuman Kakak yang semalam. Aku mual," tukas Syana menjauhkan wajahnya dari Syahdan.

"Semalam bukankah kamu menyukainya dan sampai keluar \*\*\*\*\*\*\* yang merisaukan," bongkar Syahdan membuat Syana seketika malu.

"Tidak, aku tidak menyukainya. Aku hanya terpaksa karena Kakak yang memaksa," ujar Syana bohong. Padahal hatinya mengatakan suka.

Syahdan menatap dalam wajah Syana sampai tidak berkedip, dia nampak kecewa mendengar Syana tidak menyukainya. Padahal semalam walaupun Syana berontak, namun dia memeluk tubuh Syahdan begitu erat sampai menyakiti luka goresan di perutnya.

Syana kalah dan terpojok oleh tatapan Syahdan yang tajam. Syahdan tidak membuang peluang, pagi itu dia berhasil membuat bibir Syana basah dan menikmati ciumannya, sepertinya Syana menyukainya namun tidak mau mengakuinya.

1
Vivo Blue
Luar biasa
Vivo Blue
Lumayan
Atip Suryana
syaaa apakamu tega mau meninggalkan syahdan
Ma Malikha
pada Syala....
Ma Malikha
nah kan belibet namanya..
sya sya semua siih...
typo kan tuuu..
harusnya Syila sama Sailendra..
Ma Malikha
cocok ama karakter/Drool//Drool//Drool/
Lina Zascia Amandia: Lanjut ya Kak...
total 1 replies
Ma Malikha
cantik/Drool//Drool//Drool/
Lina Zascia Amandia: Makasih Kak...
total 1 replies
Ma Malikha
ikutan baca ya kakaaaaaak...
lucu kayaknya...
Syana, shaina, syalala syahdu
Lina Zascia Amandia: Iya Kak, silahkan. Semoga sampai tamat.
total 1 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ha klinik syalala?
Lina Zascia Amandia: Iya Kak... heehehhe
total 1 replies
HarryJu
Semakin seru...
Faris Setyawan Fais
Author, saya cuman memberi masukan sedikit, Kasih tanda jika waktu sudah terlewat, contohnya saat syana dan syadhan ngobrol syana masuk kamar lalu tiba sudah waktunya syahna berangkat kerja seharus ada tanda jedah waktu thor supaya pembaca tau kalau sudah masuk hari berikutnya
Lina Zascia Amandia: Kak mampir dan dukung karya saya yang lainnya ya.....sepi nih Kakk....
total 2 replies
Faris Setyawan Fais
sangat bagus, Bacaannya Ringan, penulisannya juga sangat bagus
Lina Zascia Amandia: Mksh byk Kak...
total 1 replies
Faris Setyawan Fais
sepertinya mereka tinggal di negara Indonesya, kebanyakan menggunakan Makhraj Syin 😂
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkkwkwkwkwk..... bnr bgt.....
total 1 replies
Faris Setyawan Fais
anaknya nanti syasyah 😂
Lina Zascia Amandia: Hehheeh.... ide bagus tuh Kak..
total 1 replies
Faris Setyawan Fais
Aktornya semua berawalan sya
Faris Setyawan Fais: siap Author, Tetap semangat buat karyanya
total 2 replies
Neng Shy
Lanjut Thor
semangat
Lina Zascia Amandia: Mksh Kak...
total 1 replies
Nasir
Semangat Kak saling dukung...
Lina Zascia Amandia
Up
Citra Merdeka
Alhamdhulillaah...terima kasih Thor....selamat malam
Citra Merdeka: in syaa Allah siaaap
total 2 replies
Citra Merdeka
ya ampun...apa yang terjadi selanjutnya 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!