Menjadi seorang pembunuh bayaran yang sangat tersembunyi dan terkenal kejam karena tak ada pilihan lagi??
Yuuri, seorang gadis biasa tak sengaja mengetahui identitas rahasianya. Dia sengaja mendekati Seijuro Shin untuk membantunya terlepas dari titik hitam itu.
Namun cinta malah hadir diantara mereka.
Bisakah Yuuri membantu Seijuro Shin terlepas dari titik hitam ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Introgasi Seina
Seina masih saja belum mendapatkan jawaban yang membuatnya puas, karena Seina tidak menjawab seluruh pertanyaannya dengan baik. Hingga dia terus saja memberikan pertanyaan lagi dan lagi.
"Jadi intinya Seijuro Shin adalah pahlawanmu saat malam itu? Pria yang menyelamatkanmu dari para perampok itu? Bahkan dia yang juga menyelamatkanmu dari para penculik saat itu? Dan kini dia juga menyelamatkanmu saat kamu terjatuh dari Rainbow Bridge? Dia bahkan terjatuh bersama denganmu dan malah melindungimu hingga dia terluka?"
Ucap Seina menyimpulkan setelah Yuuri bercerita sedikit tentang Seijuro Shin. Yuuri mengangguk pelan menandakan jika semua itu adalah benar. Namun sebenarnya Yuuri belum mengetahui jika Seijuro Shin adalah Korudokira.
Dan Seina juga belum menyadari jika Seijuro Shin adalah salah satu pelanggannya yang pernah membeli bunga baby breath dan bunga krisan untuk di bawa ke pemakaman saat itu.
"Wah. Bukankah hal ini lebih terlihat seakan takdir sedang menginginkan kalian untuk bersatu dan bersama? Kalian selalu bertemu dengan cara yang unik. Manis sekali ..." ucap Seina memicingkan sepasang matanya menatap Yuuri dengan senyum tipis.
"Hhm ... bagaimana perasaanmu saat kamu bertemu dengannya? Apakah kamu berdebar saat bertemu dengannya?" selidik Seina menatap Yuuri semakin lekat.
Yuuri mengangguk samar mengiyakan pertanyaan Seina.
Ya, aku selalu berdebar saat bertemu dengannya. Bayangan pembunuhan di villa saat itu, sebenarnya masih cukup melekat padaku dan membuatku merasa takut kepada Seijuro Shin hingga sampai saat ini. Namun entah mengapa aku juga merasa sangat yakin jika sebenarnya juga memiliki sisi lain yang tak pernah dia perlihatkan kepada semua orang. Dia juga baik dan berhati lembut.
Batin Yuuri masih menatap sahabatnya yang berusaha untuk mengintrogasinya. Dan kini Seina membulatkan sepasang matanya setelah mendengarkan jawaban dari Yuuri. Ada raut keterkejutan dan dia mulai terlihat lebih antusias untuk kembali memberikan pertanyaan untuk Yuuri.
"Apakah kamu sering teringat dengannya saat kalian sedang berjauhan?" tanya Seina lagi semakin membulatkan matanya.
Lagi-lagi Yuuri menganggukkan kepalanya samar.
Ya. Aku selalu teringat olehnya. Dia sering diberitakan di media. Bagaimana mungkin hal itu tidak membuatku kembali teringat olehnya.
Batin Yuuri masih memperlihatkan wajah datar dan polos nya.
Seina semakin membulatkan sepasang matanya dan kembali memberikan pertanyaan, "Apa kamu pernah bermimpi tentang dia?"
Yuuri kembali mengangguk.
Semenjak pembunuhan yang dilakukan olehnya di villa, aku sering bermimpi buruk. Dan hampir setiap hari aku memimpikannya saat itu.
Batin Yuuri mengerutkan kedua alis indahnya.
Dan lagi-lagi anggukan dari Yuuri membuat Seina semakin bersemangat dan terlihat berbinar.
"Apa kalian pernah berpegangan tangan? Dan berpelukan?" tanya Seina semakin berbinar dan penasaran.
Yuuri terdiam beberapa saat dan berusaha untuk mengingatnya. Lalu dia mulai mengangguk pelan lagi.
Senja itu dia menarik tanganku dengan sangat kasar. Namun dia juga memelukku disaat kita terjatuh bersama. Padahal dia hanya ingin melindungiku dari hantaman air laut.
Batin Yuuri kembali mengingat kejadian saat itu.
"Whoaa ... tidak aku sangka ternyata hubungan kalian sudah sangat dekat seperti ini! Mengapa kamu tidak pernah menceritakannya padaku, Yuuri?! Hufftt ..." sahut Seina mengerucutkan bibir merah mudanya beberapa senti ke depan.
"Lalu bagaimana dengan senior Akaba? Bukankah selama ini kamu selalu mengaguminya? Dia juga terang-terangan mengatakannya, jika kamu sangat berarti untuknya? Lalu ... bagaimana ini?" tanya Seina yang seketika menjadi pusing sendiri menghadapi perasaan Yuuri.
"Seina ... sebenarnya aku ..."
CEKLEKK ...
Belum sempurna Yuuri mengatakannya, tiba-tiba saja pintu ruangan rawatnya terbuka. Terlihat seorang pria paruh baya dengan pakaian formalnya yang rapi memasuki ruangan ini bersama seorang wanita paruh baya yang juga mengenakan pakaian formal.
"Selamat pagi, Paman, bibi ..." sapa Seina membungkukkan badannya menyambut pasangan paruh baya itu.
Wanita paruh baya itu hanya melempar senyum tipis untuk Seina, lalu dia segera mendekati Yuuri dengan tatapan penuh kekhawatiran.
"Yuuri sayang ..." wanita paruh baya itu segera mendatangi Yuuri dan memeluknya penuh kasih dan kehangatan. "Bagaimana keadaanmu, Sayang? Mama langsung mengajak papamu pulang setelah mendengarkan kabar dari kakakmu." imbuhnya dengan raut penuh kekhawatiran.
"Aku baik-baik saja, Ma." sahut Yuuri lirih.
"Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi? Mengapa tidak ada pengawal yang becus menjagamu?! Dan dimana pria itu sekarang?!" ucap Hyuga sengan suara yang menggelegar seisi ruangan.
"Maaf, Papa. Ini semua adalah salahku. Mereka semua hanya berusaha untuk menolongku, aku terpeleset saat itu dan terjatuh. Aku ceroboh. Maaf, Papa." ucap Yuuri sangat lirih dan tidak berani memandang wajah sang papa yang tentunya saat ini sedang sangat murka dan dipenuhi amarah.
Hyuga memijit keningnya karena merasa pusing. Putri bungsungya yang sangat dia sayangi dan selalu dia jaga, akhir-akhir ini malah sering mengalami hal yang cukup membahayakan hidupnya.
"Yuuri! Kamu akan dihukum! Kamu tidak diperbolehkan keluar rumah selama masa hukuman! Papa akan mendatangkan dosen dan lektor pribadi untuk mengajarimu di rumah!" tandas Hyuga segera meninggalkan ruangan rawat itu.
Mendengar keputusan dari sang papa tentunya membuat Yuuri sangat terkejut bukan main. Dia sungguh tidak menyangka sang papa akan memberikan hukuman dengan mengurungnya di rumah besarnya. Bahkan Seina yang masih berdiri di sebelah brankarnya juga terkejut.
"Yuuri sayang. Sudah tidak apa-apa. Lagipula kamu juga harus memulihkan diri di rumah dulu. Anggap saja kamu sedang mengalami masa pemulihan dan berlibur." ucap sang mama mengusap kepala Yuuri lembut.
"Tapi sampai kapan, Ma? Tidak mungkin aku selalu berada di rumah bukan, Ma? Aku pasti akan merasa bosan." ucap Yuuri memelas.
"Tenang saja, mama akan membujuk papamu. Yang terpenting saat ini kamu harus memulihkan diri terlebih dulu. Mama akan menemanimu, Sayang." ucap sang mama menghibur putrinya.
"Hhm. Bibi benar, Yuuri. Aku juga akan sering-sering untuk menjengukmu deh nanti." sela Seina berusaha untuk menghibur sahabatnya.
...🍁🍁🍁...
Hari demi hari berlalu dan Yuuri masih saja selalu menghabiskan kesehariannya di dalam kamarnya. Untuk mengusir rasa bosannya dia menonton film, membaca, bermain game, atau yang paling sering dia lakukan adalah berselancar di media sosial untuk melihat dunia luar maupun hanya sekedar melihat beberapa postingan dari teman-temannya.
"Tidak ada berita apapun tentang Korudokira, apakah itu artinya dia benar-benar mengalami luka yang sangat serius? Aku bahkan belum menjenguk ataupun mengucapkan terima kasih dengan benar kepadanya. Bagaimana ini?" gumam Yuuri mulai mencemaskan Seijuro Shin.
Tok ... tok ... tok ...
Sebuah ketukan dengan ritme teratur mulai terdengar dari pintu.
"Masuk ..." ucap Yuuri mempersilakan orang itu untuk masuk ke kamarnya.
CEKLEK ...
Yuuri tak terlalu menghiraukan tamu itu karena biasanya hanya ada asisten rumah tangga yang mengantarkan beberapa makanan untuknya. Selain itu paling hanya ada mama, papa, Yuki ataupun Seina dan Yuta saja yang mengunjunginya.
"Yuuri, apa kabar?"
Sebuah suara seorang pria yang tidak asing untuk Yuuri mulai terdengar dan membuat Yuuri aegera menengadahkan wajahnya menatap ke arah sang pemilik suara.
Seejiro shin pembunuh berdarah dingin yg menghindar dari cinta namun pada akhirnya terjerat oleh cinta dari putri kepala polisi.
nah loh.... gimana nih 😱😱😱
Akankah cinta shin tercapai atau kah penuh halang lintang.!!
Semoga saja cinta pun berpihak padanya 🤗🤗🤗
Semangat shin raih lah cinta yg hangat itu untuk meluluhkan hatimu yg dingin. 😉😉
akaba ini licik sangat 😈