NovelToon NovelToon
Di Bawah Langit Jingga

Di Bawah Langit Jingga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:98.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lailatus Sakinah

Untuk pertama kalinya merasakan cinta pada lawan jenis dan menjatuhkan hati sejatuh jatuhnya, hingga membuatnya memiliki ekspektasi yang tinggi akan segera memiliki kekasih halal di usianya yang cukup matang.

Kehadiran seseorang yang memperlakukannya dengan baik menumbuhkan rasa tak biasa di hatinya Namun realita membuatnya sadar, jika dia harus bersaing untuk mewujudkan ekspektasinya. Sayangnya saingannya berat selain masa lalu juga ambisi orang yang berhasil membuatnya jatuh hati.

Memilih pergi untuk menghindar dari cinta yang tak terbalas, menjaga hati agar tidak semakin sakit. Berharap kehidupan baru membawanya dari belenggu masa lalu.

Akankah Liani menghapus rasa yang sudah terlanjur tumbuh? atau semakin terperosok pada lubang cinta dalam hati semakin dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lailatus Sakinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kita Buktikan!

"Di sini saja Kak!" seru Liani saat motor listrik yang dikendarai Ahsan sudah sampai di gerbang alun-alun Garut.

Hanya sekitar setengah jam, Liani mengajak Ahsan kembali ke alun-alun. Mengelilingi pengkolan bersama laki-laki itu membuat jantung Liani tidak baik-baik saja. Apalagi selama perjalanan tadi Ahsan bersikap layaknya mereka memiliki hubungan spesial sampai ada yang mengira mereka adalah pasangan pengantin baru.

"Kenapa?" tanya Ahsan, namun tak urung menghentikan juga laju motornya.

"Kak...."

"Oke, aku faham" Ahsan pun meminggirkan motornya, dia turun lalu membiarkan Liani mengambil alih.

"Itu karena kamu masih mencintaiku" Ahsan berkata santai,

"Kak, jangan ge er!" balas Liani dengan penuh penekanan,

"Tapi iya kan?" Ahsan malah semakin menggodanha,

"Tidak penting" ketus Liani,

"Sangat penting" balas Ahsan tak mau kalah"

"Terserah"

"Berarti benar kan?" tanya Ahsan lagi,

"Enggak!" sentak Liani,

"Serius?" Ahsan memastikan dengan senyuman terkulum,

"Ya!" tegas Liani,

"Kita buktikan?" tantang Ahsan.

"Tidak penting, terima kasih sudah mengantar, Assalamu'alaikum" tanpa menunggu jawaban Ahsan, Liani langsung melajukan motor listriknya menuju tengah alun-alun.

"Ckk....wa'alaikumsalam" Ahsan berdecak, namun diapun tidak bisa berbuat banyak dan akhirnya memilih berjalan dengan langkah gontai namun di bibirnya kembali terukir senyuman saat bayangan kebersamaannya beberapa menit yang lalu dengan Liani kembali terlintas di benaknya.

"Teteh, Alhamdulillah akhirnya sudah kembali. Aku khawatir lho teh..." Naura menjadi orang pertama yang bersuara saat melihat kedatangan Liani.

Beberapa dosen sedang duduk melingkar di teras tiang bendera, setelah menyerahkan motor listrik yang disewanya Liani pun berjalan ke arah mereka.

"Alhamdulillah" gumam Fajar namun terdengar jelas oleh orang yang disampingnya.

"Pa Warek sepertinya lega sekali" salah satu dosen yang tepat duduk di samping Fajar menggoda dengan senyum jahil mendengar nada lega dari ucapan Fajar dan seketika membuat Fajar menoleh. Saat ini Fajar memang didapuk menjadi salah satu wakil rektor di UNIBAR

"Hehe....khawatir Pak" jelas Fajar singkat namun kembali disambut senyum penuh curiga oleh rekannya itu.

"Cepat ikat, keburu ditikung orang" bisik rekan Fajar di dekat telinganya sambil terkekeh dan hanya ditanggapi Fajar dengan senyuman penuh arti.

"Teteh bawa apa?" Naura antusias menatap tentengan kantong plastik yang dibawa Liani,

"Ini kerupuk dorokdok" Liani pun menyerahkannya pada Naura, dan langsung dieksekusi semua yang ada di sana dengan bergembira.

Mereka pun berbincang-bincang tentang semua keasikan mereka berpetualang di alun-alun Garut sambil menikmati kerupuk kulit khas Garut.

Sesekali Fajar mencuri pandang ke arah Liani yang duduk tepat di samping Halimah dna Naura. Obrolan mereka pun beralih pada topik tentang rencana hari esok, semua orang pun bergabung dalam obrolan itu termasuk Ahsan yang memilih duduk di samping DR. Hana, rekan dosen Liani yang bertugas di kecamatan yang sama.

Sekilas Liani melihat keakraban mereka, apalagi Hana yang sangat mudah bergaul tampak begitu akrab saat mengobrol dengan Ahsan.

Melihat pemandangan yang ada tepat di hadapannya membuat Liani salah tingkah, ada rasa yang aneh yang seketika menyelinap dalam dada Liani, dia memilih menundukkan kepala menyibukkan diri dengan memandangi layar ponselnya.

"Mohon izin, karena saya bertugas di kecamatan yang paling jauh jadi saya izin untuk kembali sekarang. Bu Hana, masih mau di sini atau?" pertanyaan Liani menggantung, semua orang tengah menatapnya.

"Oh, ayo Bu kita bareng lagi dong" jawab Hana buru-buru, dia pun beranjak dari duduknya dan melakukan hal yang sama dengan Liani pamit pada semua orang yang ada di sana.

"Bu Liani, sebentar!" Fajar mengintruksi saat Liani dan rombongannya yang terdiri dari empat orang itu berjalan ke arah pendopo dimana mobil mereka diparkirkan.

"Ya"

"Bisa saya bicara sebentar dengan Bu Liani" Fajar yang setengah berlari menyusul mereka, meminta izin saat keempat orang itu berhenti bersamaan menunggunya.

"Oh tentu saja Pa Warek, silahkan!" rekan laki-laki Liani yang menjawab, mereka bertiga pun berlalu setelah mengucapkan salam dan membiarkan Fajar mengobrol dengan Liani.

"Mbak, baik-baik saja?" tanya Fajar membuka obrolan,

"Hah, aku? Aku baik-baik saja, kenapa memangnya?" tanya Liani heran,

"Aku hanya khawatir, saat di kumpulan tadi Mbak terlihat diam saja, wajah Mbak juga terlihat tidak baik-baik saja." jelas Fajar sejujurnya, selama obrolan di teras tiang bendera tadi Liani lebih banyak diam dan hanya fokus pada ponsel.

"Ouh, aku baik-baik saja, mungkin hanya lelah makanya sekarang mau istirahat biar besok lebih fit" jawab Liani mengonfirmasi kekhawatiran Fajar.

"Kalau begitu beristirahatlah, aku tidak mau Mbak sakit" wajah khawatir Fajar sangat terlihat jelas, Liani pun hanya menjawab dengan anggukan kepala dan senyum tipis. Dia pun pamit untuk menyusul teman-temannya.

"Mbak" Liani kembali menghentikan langkahnya dan kembali menoleh ke arah Fajar.

"Jaga diri baik-baik ya, aku mengkhawatirkan Mbak" ucap Fajar tulus dan lagi-lagi hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Liani.

Fajar pun melepas kepergian Liani dengan hati yang masih terganjal. Banyak hal yang ingin dia katakan pada wanita yang sudah menjadi kekasihnya itu, namun melihat Liani yang tampak lelah dan kurang bersemangat membuat Fajar pun mengurungkan niatnya untuk berbicara.

Dari kejauhan tiga pasang mata terus memantau pergerakan Liani dan Fajar,

"Nau, mungkin enggak wanita yang disukai Ustazd Fajar adalah Ustadzah Liani?" Halimah bertanya setengah berbisik tanpa mengalihkan pandangannya dari dua orang yang sedang berbincang di bawah temaram lampu penerapangan jalan, membuat Naura pun menoleh namun kembali dia mengarahkan pandangannya ke arah Fajar yang kini berjalan mendekati mereka.

"Enggak mungkin kayaknya, Teh Liani itu seusia kakak aku. Aku bahkan tidak merasa cemburu saat melihat Ustadz Fajar bersama Teh Liani. Dulu aku dan Ustadz Fajar yang pertama kali menyambut kedatangannya di yayasan. Ustadz Fajar bahkan meminta aku untuk menemani dan memerhatikan Teh Liani" Naura menjawab ringan, pandangannya masih anteng menatap Fajar yang berjalan ke arah mereka.

"Heummm.....sepertinya kamu lupa Siti Khodijah lebih senior usianya dari Baginda Nabi" ujar Halimah, namun sepertinya Naura tidak mendengar karena saat yang bersamaan Fajar menghampirinya dan mengajak mereka pulang ke basecamp tempat mereka bertugas.

"Aku duluan ya, Assalamu'alaikum" pamit Naura pada Halimah karena mereka memang tidak bertugas di tempat yang sama.

Berbeda dengan Naura dan Halimah yang sudah selesai mengamati dan membicarakan perihal Fajar dan Liani karena harus berpisah. Ahsan masih berdiri di tempatnya, kebersamaan Liani dan Fajar sampai mereka berpisah ada dalam pantauannya. Bahkan saat ini pandangannya masih menatap ke arah mobil yang dinaiki Liani yang masih berada di area parkiran.

"Belum pergi?" Ahsan yang akan masuk ke dalam mobilnya batal dan memilih berbelok ke arah mobil yang ditumpangi Liani.

"Eh Pak Ahsan, belum Pak masih nunggu Pak Rasyid lagi ke toilet" Hana yang menjawab, sementara Liani hanya menatapnya sekilas dan memilih memainkan ponselnya.

Ahsan tidak menyia-nyiakan kesempatan, respon Hana kembali digunakannya untuk menguji perasaan Liani.

"Bu Hana, kita belum belum bertukar nomor telepon" Ahsan menyodorkan ponselnya ke arah jendela mobil dimana Hana berada,

"Oiya ya....saking asiknya ngobrol jadi lupa mau bertukar nomor ponsel. Aku pindai ya Pak" Hana tampak antusias memindai barcode aplikasi di ponsel Ahsan, sementara tatapan Ahsan justru sedang memindai reaksi wajah Liani atas apa yang dilakukannya.

"Aku yakin rasa di hatimu untukku masih utuh" Ahsan membatin,

"Kita buktikan!" seru Ahsan dalam hatinya,

Dan......fiks....Liani menoleh ke arah Ahsan dengan tatapan mendelik saat Hana sedang memindai ponsel Ahsan.

Senyum mengembang di bibir Ahsan, hatinya kembali berbunga. Rasa bahagia membuncah memenuhi dadanya, dia yakin Liani masih mencintainya.

1
falea sezi
ada pembelajaran di part ini MasyaAllah
C I W I
mana nih Thor koq lama bgt absennya gada lanjutan lg ceritanya?
Yhanie Shalue
jeng jeng jeng kira2 apa yg akan terjadi diantara mereka ya,, smg ahsan tdk marah dan mempermasalahkan masa lalu liani
Sri Wahyuni Abuzar
sabar yaa mas ahsan...eehh syaalaaah...sabar nunggu up berikut nya yaa para reader lillah 😍😍
Reza Esfan
wah, ada aja benih2 masalah yg mbuat Ahsan akan cemburu. Masak Liani mbiarkan masih saja ada hal yg terkait dgn. masa lalu nya, pdhal Ahsan sangat pencemburu ? Mmg nya Ndak di cek 1 per 1 ? aneh azza
Yayuk Bunda Idza
bukan MP tapi SP, SP nya bukan surat istimewa tapi Siang istimewa, SAMAWA selama nya Liani Ahsan
Yhanie Shalue
Alhamdulillah akhirnya belah duren pak ahsan😍semoga liani segera diberi kesembuhan pd kakinya bisa beraktivitas normal lagi dan segera diberi momongan,, Aamiin
semangat up kak Laila😘
Sri Wahyuni Abuzar
weeew abis sholat zuhur berjamaah langsung unboxing...semoga cepat kembali pulih Liani 🥰
Yhanie Shalue
cie cie kak ahsan cemburu nie😄
Sri Wahyuni Abuzar
aroma cembokur mulai merebak 😃😃
Yhanie Shalue
mau jg dong kak rujak cingurnya🤤Ssabar ya Li,, tetep semangat utk berobat yakinlah kamu pasti. sembuh karena banyak yg suport dan sayang sama kamu, apalagi suami mu tercinta 🥰
Yhanie Shalue
sabar kak ahsan ga jd cetak goolll😅
Yayuk Bunda Idza
badadari mosok jadi imam Thor?
Yhanie Shalue
uluh uluh kak ahsan so sweet 😍
Yhanie Shalue
awal baca aku juga ikut terharu tapi berakhir jiga ikut berbahagia,, sekali lagi selamat ya liani dan ahsan smg kedepannya bisa menjalani segala ujian dan berakhir dg kebahagiaan 🤲🏼🥰
Yayuk Bunda Idza
Alhamdulillah SAH!!
Yhanie Shalue
Aku juga ikut bilang SAH😄Alhamdulillah,, selamat ya liani dan Ahsan sudah halal,, semoga sakinah, mawaddah, warrahmah🤲🏼🥰
Sri Wahyuni Abuzar
barakallah 🤲
Yhanie Shalue
Alhamdulillah langsung tak kasih vote kak Laila😍saking bahagianya aku baca dipart ini,, semoga dilancarkan acaranya ya liani dan Ahsan🤲🏼
Reza Esfan
Jadi rumit ya ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!