NovelToon NovelToon
Cintaku Buat Om Papa (CBOP)

Cintaku Buat Om Papa (CBOP)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Unchi

Anabella Poetry Nhoel namanya. Nhoel adalah nama marga dari keluarganya. Anak itu hidup piatu tanpa ibunya. Di masa kecil, ia tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.

Hanya Ayah, ayahnya Leonardo Nhoel yang berperan sebagai Ayah sekaligus ibu. Jangan lupakan pengasuhnya. Anabella diasuh oleh seorang bibi.

Hingga suatu ketika, ada kejadian yang tak terduga. Banyak lika-liku kehidupannya hingga mempertemukannya dengan seseorang yang dipanggilnya dengan sebutan Om Papa.

"Om Papa, kalau aku dewasa nanti, aku ingin punya pasangan seperti om papa yang romantis."

"Aamiin, semoga Tuhan mempertemukan mu dengan pasangan seperti om papa mu ini."


Benih cinta tumbuh tatkala ciuman pertamanya. Ciuman yang sebenarnya hanya latihan, tapi merubah segala dunia Anabella. Padahal, Om Papa sudah mempunyai istri.




Apa yang terjadi selanjutnya?

Silahkan baca ya... Ini novel request dari pembaca yang saya coba untuk dikembangkan.

Happy reading...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Unchi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

Arkan turun dari mobilnya. Kini dirinya sudah berada tepat di rumah mertuanya. Baru juga mau mengetuk pintu. Tapi pintunya sudah terbuka, menampilkan wajah Bu Sania yang seperti menahan marah.

"Bagus! Baru sadar istrimu gak pulang, hemm!" ujar Bu Sania sambil menyilangkan tangannya di dada.

Arkan berusaha sabar. Ia tak ingin membangkang mertuanya. Didikan dari orang tuanya agar dia selalu berbakti pada orang yang lebih dewasa darinya. Jadi mana berani Arkan melawan Bu Sania.

"Maaf Ma, Arkan baru pulang!".

Jelas Bu Sania tak percaya. Sebab bi Ijah sudah melaporkannya lebih dulu.

"Gak usah bohong. Mama tahu semua jadwalmu. Lagian, siap-siap aja kamu. Surat cerai akan dikirim besok!" ujar Bu Sania dengan sengit.

DEG

Arkan terkejut. Lagi-lagi selalu ancaman perceraian. "Kenapa lagi Ma? Apa salah Arkan?" protes Arkan tak terima. Ia hanya merasa meninggalkan istrinya dipernikahan. Tapi kenapa dampaknya sampai minta cerai?

"Kalian sudah tak ada kecocokan lagi. Ibumu juga, masa sama menantu sendiri gak ada mau belain. Dan asal kamu tahu, anakku gak mandul. Tapi kamu yang mandul!"

Arkan tak menghiraukan perkataan Bu Sania. Ia segera menerobos dan masuk mencari sang istri. Dibukanya pintu kamar yang ia ketahui itu adalah kamar Venesa dan dirinya dulu saat pengantin baru.

Saat berhasil membuka, hati Arkan makin tersayat melihat Venesa yang tengah meneteskan air matanya.

"Sayang," panggil Arkan dengan pelan.

"Kita cerai Mas," balas Venesa.

Mana mungkin Arkan semudah itu menceraikan Venesa. Sudah hampir 14 tahun lamanya mereka membina rumah tangga. Dan sekarang berakhir dalam perceraian tanpa kesalahannya. Arkan tidak mau.

"Kamu kenapa ngomong begitu? Soalnya anak? Kamu tahu sendiri aku gak mempermasalahkannya. Kita udah punya Anabella, jadi ku mohon, jangan bicara seperti itu lagi." Pinta Arkan sambil duduk berjongkok di depan Venesa yang tengah duduk di pinggir springbad nya.

"Kali ini aku serius Mas. Rumah kita gak bisa dipertahankan lagi. Aku capek, capek tahu gak? Semua orang ngatain aku mandul. Terus ibu? Ibu gak ada sama sekali belain aku. Aku kayak bukan menantunya. Aku gak bisa hidup bareng kamu lagi. Sekarang pergi dari sini Mas, pergi!" usir Venesa pada Arkan. Namun Arkan tetap bertahan.

"Kamu mau apa? Biar kita tetap bersama-sama." Arkan masih bersikukuh membujuk Venesa. Siapa tahu, Venesa ingin berlibur kembali.

"Kembalikan Anabella ke panti asuhan," suruh Venesa.

Mata Arkan membulat sempurna. "Enggak bisa Sayang, aku yang meminta dia agar jadi anak kita, dan kau pun setuju itu. Apa kita gak akan malu?"

"Terserah kamu Mas, pikirkan baik-baik. Kamu pilih aku atau anak itu?"

"Astaga Sayang, Anabella anak kecil."

"Iya, tapi sampai sekarang aku belum juga hamil Mas," sahut Venesa tajam.

"Kita harus bersabar," balas Arkan.

"Sampai kapan? Kamu gak tahu rasanya dikatain orang mandul, yang inilah itulah. Kamu gak ngerti!"

Venesa kembali menangis. Kini Bu Sania ikut campur. Dia makin benci dengan Anabella. 'Ternyata anak itu sudah meracuni otak menantuku,' batin Bu Sania.

"Kau selalu buat anakku menangis Arkan. Lebih baik kamu pulang, tunggu saja surat cerai dari Venesa," ujar Bu Sania lagi.

"Sayang, ku mohon jangan ceraikan aku. Aku gak bisa hidup tanpamu," mohon Arkan sambil menggenggam erat kedua jemari tangan Venesa. Matanya berkaca-kaca sambil menatap lekat ke arah sang istri.

Venesa segera memalingkan wajahnya. Ia tak kuasa dan lemah jika ditatap Arkan seperti itu. Demi menghindari kelemahannya, Venesa segera menarik tangan-tangannya.

"Maafkan aku," ujarnya.

Karena terus diusir oleh Bu Sania. Akhirnya Arkan mengalah, ia pulang dalam keadaan kosong. Linglung seperti orang kehilangan setengah raganya.

***

Pagi hari ini tak seperti biasanya. Anabella heran saat melihat om papanya belum keluar dari kamarnya. Anabella juga tidak melihat tantenya. Pun anak seumuran Anabella juga akan tahu, pasti hubungan keduanya sedang tak baik-baik saja.

Sebelum berangkat sekolah, Anabella berniat ingin menghindari om papanya. Dihibur dengan kelucuannya mungkin. Maka Anabella putuskan untuk mendatangi kamar om papanya. Dengan riang dan hati senang Anabella menaiki tangga.

Anabella tak tahu, kalau di rumah itu ada bi Ijah yang terus mengintainya. Bahkan bi Ijah mengambil video atau foto kegiatan Anabella secara diam-diam, tanpa sepengetahuan Anabella dan lainnya. Kemudian setelah mendapatkan foto itu, bi Ijah langsung melaporkannya ke Bu Sania.

***

"Pagi, Om papa," sapa Anabella setelah membuka pintu kamar Arkan.

Di dalam kamar itu, Arkan duduk bersandar di kepala ranjang. Sepertinya dia baru bangun tidur. Wajah yang kusut, dan mata sedikit bengkak. Mungkin tadi malam Arkan tengah menangisi sang istri.

Anabella langsung mendekat saat Arkan membukakan sebelah tangannya untuk Anabella.

Anabella berada di samping Arkan dan memeluknya. "Om papa, Anabella punya cerita lucu," ujar Anabella.

Arkan mengangguk saja dan memeluk punggung putri angkatnya. Mulut Arkan sangat sulit untuk berkata-kata. Kehilangan Venesa seperti kehilangan separuh raganya.

"Om papa mau denger gak?" tanya Anabella lagi. Anabella cuma tak ingin pikiran Arkan jadi kosong.

Dan pancingan Anabella berhasil. Arkan mau menjawabnya. "Mau," jawab Arkan lemah.

Hati Anabella sedikit sakit mendengar suara yang berbeda dari om papanya. Ini seperti bukan om papa yang Anabella denger.

"Papa tahu, kemarin itu temen Anabel ngasih tebakan lho. Pertanyaannya, burung apa yang selalu disangkarin? Pas Anabel jawab burung perkutut, katanya salah. Papa tahu gak dia jawab apa?"

"Emang jawabannya apa?" tanya Arkan mencoba merespon cerita dari anak angkatnya.

"Kata temen Anabel jorok Om papa. Masa jawabannya buruh papanya." Cerita Anabella yang memang tak mengada-ada. Hanya saja, cara penyampaiannya sedikit dibikin lucu oleh Anabella.

"Oh, astaga. Hahaha, anak itu bisa saja," balas Arkan yang tiba-tiba otaknya berpikir yang aneh tentang kata 'Burung Papanya'. Padahal yang dimaksud burung papanya itu adalah, papa temannya Anabella punya peliharaan burung yang memang selalu berada dalam sangkar. Tak pernah sekalipun dikeluarkan dari kandangnya.

Anabella tersenyum senang melihat respon Arkan. Anabella semakin mengeratkan pelukannya. "Om papa, jangan sedih-sedih lagi ya?" ucap Anabella seraya berbisik. Arkan mengangguk dan mengecup puncak kepala Anabella.

Ternyata sedari tadi, bi Ijah merekam interaksi keduanya. Setelah mendapatkan semua video itu, bi Ijah segera pergi. Rencananya, dia akan menunjukkan video itu pada Bu Sania. Soalnya Bu Sania maupun Venesa, dengar-dengar tak mau kembali kalau Arkan belum menyerahkan Anabella ke panti lagi.

Hari ini Arkan sudah bisa tersenyum, meskipun dalam hatinya masih sedikit rapuh. Selama belum benar-benar cerai, Arkan merasa tengah berdosa karena sempat mengabaikan Anabella barang sejenak sekalipun. Saatnya Arkan melakukan apa yang ia rencanakan kemarin. Menyuruh seseorang untuk memasang CCTV di rumahnya.

Kebetulan sekali, saat bi Ijah sedang berpamitan berbelanja. Saat itulah tukang pasang CCTV datang. Arkan memasang CCTV karena ingin tahu, kegiatan apa saja yang dilakukan Anabella saat dia tak berada di rumah.

***

Pemasangannya-pun cepat. Ini CCTV mahal, yang lubangnya kecil. Jadi tak kasat mata kalau tak dilihat dengan jeli. Tak hanya 1 saja, Arkan memasangnya di 5 bagian. Dapur, kamar mandi, ruang tamu, ruang tengah, dan kamar atas. Ada 1 CCTV yang bisa menjangkau hampir semua ruangan. Yaitu yang diruangan tengah. Disitu, semua kegiatan orang rumah akan terlihat, bahkan CCTV-nya langsung terhubung di ponsel pintar milik Arkan.

Sementara itu, bi Ijah yang katanya sedang berbelanja. Ia malah nyeleweng pergi ke rumah Bu Sania. Untuk apa lagi? Tentu dia punya tujuan khusus, yaitu menunjukkan videonya tadi pagi.

Bu Sania langsung emosi. Ia marah dan ngamuk-ngamuk. Karena terlanjur licik, jadilah ia menyuruh bi Ijah melakukan sesuatu. Bi Ijah mau-mau saja, asalkan dibayar mahal.

Masalah uang, kecil bagi Bu Sania. Jadi berapapun yang bi ijah mau, akan Bu Sania bayar.

Bi Ijah kembali ke rumah Arkan. Dia belum sadar kalau di sana tengah terpasang beberapa CCTV. Bi Ijah masih bisa bersikap semaunya. Apalagi saat ia melihat Anabella yang sudah pulang ke rumah. Disuruhnya Anabella agar mengepel tangga.

Arkan yang tengah sibuk, belum sempat mengecek HP-nya.

Bersambung.

Apa yang terjadi jika Arkan tahu, kalau Anabella disuruh-suruh layaknya pembantu oleh ART-nya sendiri?

1
Sri Sulistiawati
terlalu bertele-tele kelamaan
Anita Anita Yuliana
Luar biasa
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
💞Nia Kurnaen💞
Aaahhhhkkk...Akhirnya ketemu jg,sdh bolak balik bc ini tp g bosenin,cuma waktu itu blm bisa ikutan komen...🤭🤭🤭
💜Balqish H😻
sad banget kisah anabel
🎯™ꨄ​᭄⃟™Suci Anatasya❀⃟⃟✵🅠🅛
di real memang ada, Ibu sambung yang baik itu cuma asyanti doang 🥺
🎯™ꨄ​᭄⃟™Suci Anatasya❀⃟⃟✵🅠🅛
siapa yang narok banyak bawang di sini 🤧
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
ternyata bi ijah juga jahat ya
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
luar biasa
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
haish sabar lah belum dikasih aja mungkin
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
Tolong lah Rehan kau liat kelakuan istrimu yg kejam itu, jangan lah kau jadi suami takut istri,
kasihan annabell , 🥺🥺🥺
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
Dasar Lauren si ular betina... pande bersandiwara kau bibi yg kejam.. aku menunggu karma mu. 🤧🤧🤧
fia
emang orang berhati iblis
fia
4 tahun sudah bisa nyuci baju? Gw umur segitu bisa apa ya🤔
ᑌηCђÏ Cђαη🍎: Agak gak masuk akal😁
total 1 replies
.
alhamdulillah seneng aku klu km cerai, terus nikahi anabel aja ar
.
jahat sekali km bu san.... emang malang nasibmu...
🍇🐊⃝⃟🍒EndahCђαη🍁❣️🕊️⃝ᥴͨᏼ🍂
bukanya mendidik malah meracuni otak anaknya
🍇🐊⃝⃟🍒EndahCђαη🍁❣️🕊️⃝ᥴͨᏼ🍂
betul itu untung ketemu sama orang baik dan dikenal pula kalo nggak gimana jadinya nasib annabel
🍇🐊⃝⃟🍒EndahCђαη🍁❣️🕊️⃝ᥴͨᏼ🍂
dasar munafik
🍇🐊⃝⃟🍒EndahCђαη🍁❣️🕊️⃝ᥴͨᏼ🍂
gitu dong jadi laki yg tegas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!