NovelToon NovelToon
Belum Cukup Umur (Sweet Seventeen)

Belum Cukup Umur (Sweet Seventeen)

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:60.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kiki Amalia

Livia Renata harus menelan pil pahit saat mengetahui dirinya hamil, setelah kejadian naas yang menimpanya beberapa minggu yang lalu.

Salah satu mantan kekasihnya yang masih menaruh hati pada Livia, menyerang dan memperkosa gadis itu.

Livia yang baru berusia 17 tahun di paksa harus meninggalkan sekolah dan kepopulerannya.

Orang tuanya yang merasa malu dan pilu kemudian menerima lamaran Deni, kekasih Livia yang polos. Namun, tidak lama kemudian laki-laki yang menghamili Livia datang dan mengatakan dirinya akan bertanggung jawab.

Bagaimana kelanjutannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiki Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 24 : 50 Ribu

Episode sebelumnya...

Benar saja Livia masih berada di depan gerbang sekolah, sepertinya sedang menunggu seseorang untuk menjemputnya.

###

HAPPY READING AND ENJOY.

"Kemana pacar gadis itu?. " Lirih Deni. Ia merasa bingung karena tadi Livia dan Andra berjalan bersama-sama, namun sekarang gadis itu duduk sendirian di Halte depan gerbang sekolah.

Deni kemudian berjalan menghampiri gadis itu lalu ikut duduk di halte tersebut padahal sebenarnya Deni membawa kendaraan pribadi.

Deni melakukan itu untuk menemani Livia menunggu jemputan nya, meskipun tanpa gadis itu sadari.

"Lama banget sih. " Keluh Livia, sudah berkali-kali gadis itu melihat ke arah jam tangannya.

5 menit berlalu. Jemputan gadis itu belum datang juga.

Deni melirik sebentar ke arah Livia. Gadis itu sudah sibuk menggeledah tasnya mencari-cari sesuatu.

"Aduh mampus deh aku, dompetku kayaknya ketinggalan di tasnya Andra deh tadi. " Lirih Livia.

Deni yang mendengar itu tersenyum kecil. Tidak lama kemudian sebuah mobil berhenti tepat di depan halte.

Livia terlihat sedikit panik melihat ke arah kira dan kanan. Kemudian pengendara mobil itu memanggil ke arah Livia.

"Mbak Livia yah?. " Teriak pengendara mobil tersebut, sepertinya mobil itu di pesan secara online.

"Ah eh i-iya pak tu-tunggu bentar yah. " Ujar Livia gugup, gadis itu kemudian menekan-nekan ponselnya menelpon seseorang namun semenit kemudian orang yang di telponnya tidak kunjung mengangkat panggilan gadis itu.

"aduh gimana nih. " lirih Livia.

"Hei, eh Hai aku boleh minta tolong nggak?. " Ujar Livia berbicara kepada Deni.

Deni yang mendengar itu sedikit terkejut, karena Livia mengajaknya berbicara.

"Ah, Hai? Boleh. " Balas Deni.

"Aku boleh pinjam uangmu 50 ribu gak, soalnya dompet aku ketinggalan di tasnya cowokku, besok pasti bakalan aku ganti kok. " Ujar Livia.

Deni mengernyitkan dahinya, di antara beberapa orang yang duduk di Halte tersebut, Livia memilih dirinya untuk dimintai bantuan.

"Eh kalau nggak boleh ya udah aku minta tolong sama orang lain aja. " Ujar Livia kemudian setelah melihat ekspresi Deni.

"Boleh kok. " Ujar Deni.

"Beneran? Terima kasih banget, kalau gitu mana uangnya?. " Livia menyodorkan tangannya.

Pip.. Pip...

Klakson mobil taksi online yang Livia pesan kembali berbunyi memberikan kode.

"TUNGGU YAH PAK, BENTAR. " Teriak Livia ke arah supir mobil.

Deni segera mengambil dompetnya dan mengambil pecaham 50 ribu.

"Nih." Deni memberikan satu lembar uang pecahan 50 ribu tersebut kepada Livia.

"Makasih yah, besok pasti bakalan aku ganti, ok. " Tutur Livia.

"Gak usah, ambil aja. " Balas Deni.

"Hah?. " Livia sedikit terkejut namun karena taksi pesanannya sudah memberikan kode berkali-kali Livia tidak terlalu menghiraukan ucapan Deni.

Gadis itu berlalu pergi dengan cepat masuk ke dalam mobil taksi pesanannya nya tersebut.

Deni tersenyum kecil, memperhatikan Livia yang berada di atas mobil, ia menunggu sampai mobil itu benar-benar hilang dari pandangannya, lalu bergegas kembali masuk ke dalam sekolah untuk mengambil kendaraannya sendiri.

Keesokan harinya.

Setelah pembelajaran sekaligus perkenalan pertama di kelas Deni, Laki-laki itu terlihat mencoba berbaur dengan teman-teman sekelasnya.

Hingga suara seseorang mengalihkan perhatian orang-orang yang ada di kelas Deni.

"Permisi...." Teriak seseorang itu dari balik pintu kelas.

Semua mata kemudian tertuju ke arah pintu.

Disana berdiri seorang gadis cantik berambut Blonde sambil memperlihatkan senyum manisnya.

Teman sekelas Deni tamoak teroukau melihat gadis itu.

"Wuah Livia... " Teriah salah satu teman kelas Deni.

"Widih, ngapain nih cewek bule ke kelas kita. " Timpal yang lain.

Para cowok-cowok di kelas tersebut jadi heboh, kecuali Deni.

"Hai.. Aku boleh masuk gak?. " Tanya Livia yang masih berdiri di depan pintu.

"Boleh lah, masuk aja. " Ujar teman sekelas Deni.

"Boleh masuk aja, cewek cantik kayak kamu mah gak perlu minta izin lagi. " Timpal yang lain.

Livia tersenyum manis mendengar pujian itu, gadis itupun masuk ke dalam kelas Deni sambil celingak celinguk mencari-cari seseorang.

Semua mata tertuju kepada gadis itu. Kecuali Deni yang memalingkan wajahnya ke arah lain, karena gugup. Pirasatnya mengatakan jika gadis itu datang untuk mencarinya.

Dan benar saja.

"Hei, yang disana. " Teriak Livia ke arah Deni.

Gadis itu kemudian berjalan ke arah kursi tempat belajar Deni.

"Hai.. " Sapa Livia.

Deni mengangkat kepalanya mentap wajah Livia.

"Cantik sekali. " Batin Deni.

"Hai, aku Livia yang kemarin pinjam uangmu. " Ujar Livia lagi.

Deni tertegun untuk sesaat.

"Eh? Uang, oh yang kemarin? Gak usah di balikin juga gapapa kok. " Ujar Deni.

Livia tersenyum mendengar jawaban Deni, gadis itu kemudian mengeluarkan ponselnya.

"Mana Hpmu?. " Tanya Livia.

Deni yang mendengar itu sedikit bingung namun dengan segera ia mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan memberikannya kepada Livia.

"Buka passwordnya dong, eh btw nama kamu siapa? . " Livia menunjukkan layar ponsel Deni yang terkunci.

"Deni." balas Deni.

Meskipun sedikit kebingungan, Deni tetap mengikuti ucapan Livia u tuk membuka kunci ponselnya.

Livia kemudian mengetikkan sesuatu ke dalam ponsel Deni, sedetik kemudian menggunakan ponsel tersebut untuk berselfie.

Deni yang melihat itu semakin kebingungan, tidak mengerti dengan tingkah gadis yang berada di hadapannya.

"Oke Deni, ini nomor whatsapp aku dan udah aku atur poto kontaknya pake poto aku sendiri, anggap aja ini sebagai gantinya uang kamu kemarin plus kamu bonus poto dari aku, gak usah berterima kasih. " Ujar Livia sambil mengembalikan ponsel Deni dan kembali berlalu pergi dari hadapan Deni.

Gadis itu berjalan cepat keluar dari kelas Deni. Sementara Deni masih melongo melihat kontak yang tertera di layar ponselnya.

"Livia Cantik? . " Lirih Deni.

Semua teman kelas Deni sontak riuh dan menggoda Deni.

"Wuidih, Deni kamu pake pelet apa bisa di kasih kontaknya Livia? Di kasih langsung lagi tanpa perantara? Kenalin aku juga dong sama dikunci. " Ujar Tomas teman sebangku Deni.

Teman-teman sekelasnya Deni yang mayoritas laki-laki kemudian langsung mengerumuni tempat duduk Deni, ada yang menggoda laki-laki itu, ada juga yang iseng ingin meminta nomor Livia juga.

(Flash back Off)

Dari situlah awal Deni dan Livia saling mengenal meskipun butuh hampir dua tahun untuk Deni benar-benar berani mengajak gadis itu berkencan.

Bersambung...

1
Qaisaa Nazarudin
Perlakuan peran Livia di sini terlalu sombong dan Kasar menurut ku, Sekarang tambah jadi isteri durhaka lagi,Walau gimana pun Radit udah SAH jadi SUAMI nya..Aku semakin eneg dengan sikap sombong Livia..
Qaisaa Nazarudin
NGEBACTIKIR itu apa thor?? Banyak ayat kata2 mu yg aku gak paham,Padahal cerita mu bagus lho..
Qaisaa Nazarudin
CINTA bisa bikin orang cerdas jadi BODOH, CINTA bisa bikin orang WARAS jadi GILA,Jangan karna CINTA kita rela kayak Jadi PENGEMIS di mata orang yg tak bisa MENGANGGAP dan MENGHARGAIN kita..
Qaisaa Nazarudin
Udah di perkokos kek gini masih aja sombong,Ini jahat kan kalo aku bilang ini KARMA buat Livia..
Qaisaa Nazarudin
Apa Livia gak punya sahabat ya..Biasanya cewek Cantik n tajir pasti punya geng lho..
Qaisaa Nazarudin
GILA si Radit..Ini mah bukan CINTA tapi OBSESI,kalo orang udah gak suka ya udah,maksa banget,Cewek tuh bukan Livia doang,Cewek Matre kek gitu di rebutin...
Qaisaa Nazarudin
Kecil' aja udah matre,Gimana saat udah gede..
Qaisaa Nazarudin
Kasian juga Deni,Tapi harusnyandia tau diri juga kalo gak modal jangan berani2 dekatin nih cewek,udaj tau dia cewek cantik,pasti gayanya selangit,Kalo gak punya modal,lupain aja..Biasanya yg berani deketin cewek cantik yah paling juga cowok2 tajir,Jadi gak masalah hanya beli boneka dgn es krim doang,Tapi di sini terlihat kan kesungguhan Deni..👍👍

Mampir thor...🙋🙋
Aurora
Ceritanya bagus... 👍
Mampir juga ya kak..
Anonim
Lanjutannnnnnn
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
cerita yang sangat menarik, alurnya juga oke
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
aduh kalian ini yaa, gosip and ngomongin orang aka kerjaannya, belajar heh
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
alasannya dong liv, kasian deni
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
pasti enak banget ya Livia
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
kak habis tanda tanya tak perlu ada titik. Dan setelah tanda petik itu huruf kecil kalau berupa dialog tag🤗
lanjutkan
masokk
lanjutkan
bgaus
🥑⃟Bejo
lanjutt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!