NovelToon NovelToon
Biarkan Aku Pergi

Biarkan Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Pengganti / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:76.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rijal Nisa

Semua orang pasti menginginkan kebahagiaan, begitu pula yang dirasakan Amira. Dia adalah korban keegoisan kedua orang tuanya. Apalagi setelah ibunya menikah lagi, dia semakin kehilangan kasih sayang ibunya.

Dapatkah dia bertahan dalam menghadapi kerasnya hidup, atau pergi dan mengakhiri semuanya?

Tahap Revisi 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rijal Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bicara Tentang Masa Depan

"Masih di sini aja, Ra. Nggak gabung bareng yang lain?"

"Lagi pengen sendiri aja," jawab Amira, dia menatap Rangga dengan tatapan lembut, malam ini kekasihnya itu tampak sangat tampan, dia bahkan sampai pangling melihatnya.

"Biasa aja lagi ngelihatnya, kayak nggak pernah lihat cowok tampan saja," ucap Rangga dengan senyum khasnya.

       

"Kepedean kamu," balas Amira seraya menyenggol siku Rangga yang duduk di sebelahnya.

"Memang benar kan seperti yang aku katakan."

"Iya, iya kamu memang tampan," puji Amira.

"Aku tenang berada di sini, jauh dari keramaian, yang pasti hanya ada kita berdua," ucap Mira kemudian, gadis itu menutup matanya dan merasakan hembusan angin malam yang begitu sejuk.

Malam ini Amira terlihat begitu tenang, tapi Rangga sudah dapat menebak kalau saat itu Amira pasti sedang memikirkan sesuatu.

"Apa yang sedang kamu pikirkan saat ini?" tanya Rangga penasaran dengan apa yang dipikirkan Amira.

"Kak Dimas sebentar lagi akan menikah, mereka sudah mendapat restu dari orang tua, lalu bagaimana dengan kita nantinya?"

"Memangnya siapa yang berani tidak merestui hubungan kita?" tanya Rangga dengan gaya sombongnya.

"Siapa lagi kalau bukan mama kamu."

"Kamu tidak tahu ya, mamaku itu orangnya pemilih. Saat itu mama memang tidak menyukai kamu karena mama tidak tahu kalau kamu itu anak dari pengusaha ternama. Nah, kalau sudah tahu status keluarga kamu, mama pasti dengan mudah bakalan nerima kamu," ucap Rangga terus terang.

"Kamu barusan mengatakan kalau mama kamu itu materialistis," ucap Amira tersenyum simpul.

"Masa sih? Memang aku mengatakan seperti itu tadi?" Rangga tidak menyadarinya sama sekali.

"Ah, kamu bikin aku susah ngejelasinnya," ucap Amira, mereka kembali terdiam kehabisan kata-kata, tapi di dalam hati masing-masing masih banyak yang ingin ditanyakan, hanya saja terhalang oleh sesuatu yang entah apa.

"Amira, jika suatu saat entah itu kapan, aku pun tidak tahu," ucap Rangga, membuat Amira mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti dengan omongan Rangga.

"Kamu tadi itu ngomong apaan sih? Aku nggak ngerti sama sekali, kamu masih waras kan?"

"Makanya jangan dipotong dulu, aku cuma mau nanya, kalau suatu saat kamu menemukan seseorang yang lebih baik dari aku, apa kamu akan pergi ninggalin aku?"

 "Tidak, kalau kamu bisa menerima aku dan segala kekuranganku, berarti aku juga harus bisa menerima kamu apa adanya, aku tidak akan pergi meski ada yang lebih baik daripada kamu, kecuali kalau kamu mengkhianati aku," jawab Amira jujur.

 "Aku tidak akan mengkhianati kamu, aku janji," ucap Rangga meyakinkan.

 "Jangan pernah berjanji, karna kamu belum tentu bisa menepatinya. Rangga, manusia itu memiliki sifat yang dapat berubah-ubah kapan saja, bisa jadi suatu saat kamu akan meninggalkan aku karena menemukan yang lebih baik daripada aku," tutur Amira.

"Bukankah dalam sebuah hubungan itu, yang paling penting adalah kepercayaan?" tanya Rangga.

"Iya, dalam sebuah hubungan yang paling penting adalah sebuah kepercayaan."

"Berarti kamu harus percaya kalau aku memang benar-benar mencintai kamu," ucap Rangga.

"Saat ini aku percaya kamu memang mencintai aku, tapi tidak tahu ke depannya gimana," jawab Amira seraya mengangkat bahunya.

"Dengan ketampanan yang aku miliki, aku sendiri pun tidak yakin kalau hubungan kita akan baik-baik saja nantinya," ucap Rangga bergurau.

"Kamu itu nggak bisa diajak serius sama sekali," ucap Amira dia jadi ngambek lagi deh.

"Aku kan ngomong apa adanya, Mira. Itu sebabnya tadi aku bilang kamu harus percaya sama aku, selama kita saling percaya dan tetap saling menjaga, dihantam ombak sekalipun kita akan tetap bersama, tidak akan terpisahkan seperti karang di bibir pantai, dia tetap berdiri kokoh di sana, aku ingin kita seperti itu kamu mengerti kan maksud aku?"

Amira langsung pergi begitu Rangga mulai berpuisi tidak jelas, enggak mau deh ketularan virusnya dia.

"Amira kamu di mana?" teriak Rangga saat menyadari bahwa Amira sudah pergi meninggalkannya sendiri di halaman belakang saat itu, Amira berlari menjauh sambil tertawa cekikikan melihat Rangga yang bicara sendiri.

"Wah kebiasaan ni dia, suka kali ngusilin aku, awas aja aku balas nanti," ucap Rangga, dia juga pergi dari sana karena Amira pun sudah tidak ada.

  ****

"Kalian ke mana aja, pesta sudah habis baru nongol," ucap Siska pada calon adik iparnya itu.

"Kita tadi di halaman belakang, Kak," jawab Amira.

 "Ngapain kalian di sana?" tanya Dimas dengan tatapan curiga.

"Kita nggak ngapa-ngapain kok, Dim. Kamu bawaannya curiga mulu," ujar Rangga.

"Ya, namanya anak muda yang sedang dimab..."

"Kita nggak ngapa-ngapain cuma ngomongin soal masa depan aja," potong Amira, itu kebiasaan dia, memutuskan pembicaraan orang lain, apalagi omongan yang dia sendiri tidak suka mendengarnya.

"Bagus deh," ucap Dimas.

"Kamu jadi pulang nggak, biar aku anterin sekalian?" tanya Rangga pada Amira.

"Nggak usah, Amira biar pulang sama aku aja," cegah Dimas, dia seperti tidak ingin memberikan terlalu banyak kebebasan untuk adiknya itu.

"Aku biar pulang sama Rangga aja, Kak."

"Kamu pulang sama kakak!" tegas Dimas, dia tidak setuju, ada apa dengan dia malam ini, cowok itu terlihat sangat waspada sama Rangga.

"Bukannya kamu pulang sama mama dan papa kamu, Dim?" tanya Siska kemudian.

"Iya, kak Aura juga pulang bareng Kak Dimas kan, jadi kalau begitu biar aku pulang sama Rangga."

Akhirnya Amira menemukan alasan yang tepat untuk bisa pulang dengan Rangga.

Dimas menatap Rangga dengan pandangan aneh, Rangga risih, ditatap seperti itu dia pun berkata. "Kamu jangan takut, aku nggak bakal melakukan hal yang buruk terhadap Amira," ujar Rangga meyakinkan.

"Dimas, kamu terlalu berlebihan deh, ini nih yang namanya korban sinetron," ledek Siska, mereka kemudian sama-sama menertawakan Dimas.

"Nggak lucu!" ucap Dimas kesal dan berlalu pergi, dia masuk ke dalam untuk menemui kedua orangtuanya dan Aura yang masih ngobrol sama keluarga Siska.

"Yach .... Dimas malah pergi."

"Susul sana!" suruh Amira,

"Ya sudah, aku masuk dulu ya. Kalian nggak apa-apa aku tinggalin di sini?" tanya Siska sebelum berlalu pergi dari sana.

"Nggak apa-apa." Rangga dan Amira menjawab serempak, kini hanya tinggal mereka berdua di sana, karena semua tamu undangan sudah pada pulang.

"Jadi besok rencanannya kamu mau ke mana?"

"Kamu kan kerja, nanti ganggu lagi," jawab Amira, dia sangat pengertian dengan kesibukan kekasihnya, dan karena itulah membuat Rangga semakin mencintai dirinya, dia itu orangnya pengertian, tidak banyak menuntut dan yang pasti setia.

"Tenang aja, besok bisa libur sehari. Soal cafe sudah ada Dimas. Nah, kalau urusan kantor ada Devan."

Jawabannya terdengar santai, sepertinya cowok itu tidak terlalu ambil pusing dengan pekerjaannya.

"Bagaimana kalau ke rumah mama kamu?" usul Amira.

"Kamu yakin?"

"Kenapa nggak, lagian aku sudah punya bodyguard sendiri," jawab Amira sambil senyum-senyum sendiri.

"Bodyguard?" Rangga kelihatan bingung.

"Kamu lupa sama Cici, kayaknya untuk ketemu sama mama kamu besok, aku bisa jadiin Cici sebagai teman deh," ucap Amira bersemangat.

"Terserah kamu aja, Mir, yang penting kamu senang."

1
Anifa Anifa
novel nggak bermutu
Murdiyanti Dian
😭😭😭😭
Murdiyanti Dian
g percaya aku sama Lidia
Murdiyanti Dian
jangan bersikap seperti itu Amira takutnya Rangga pergi darimu karena sikapmu
Murdiyanti Dian
😭😭😭😭😭
Murdiyanti Dian
kenapa aku mengeluarkan airmata terus.... kasihan Amira
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: Bacanya terlalu menghayati, Mbak. makasih udh mampir 🥺🤭💖
total 1 replies
Sang
lanjut dedek/Ok/
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: Iya kk😉🤭
total 1 replies
Jade Meamoure
😭😭😭
kagome
kaya tapi sederhana thor itu keren
Fay
Luar biasa
ngintip masa lalu/CoolGuy/
Nayla arafah
ya ampunn

itu sakit banget Amira, Rangga kok gitu sih
Nayla arafah
hmmm kasian Mira kak 🥺
Nayla arafah
satu iklan buat Amira 😁😁
Cristin
sungguh sangat menyedihkan
meihan
sedih woy nyampe nangis, tapi kenapa kurang peminatnya ya padahal bagus ceritanya
ORC
mampir thor 🐼Salam kenal dari Ry 🙏🏻
ORC
Setangkai bunga mawar buat mu Thor
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: Makasih, sudah mampir/Smile/
total 1 replies
Yem
semangat ya Amira.. Jadi ikut sedih..
Yem
Kasihan Mira
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: hehe... nanti juga bahagia dianya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!