Raya Adha gadis manis berambut panjang dan hidup sebatang kara karena orang tua dan adiknya meninggal karena kecelakaan. Raya kemudian terusir dari rumahnya sendiri oleh adik tiri ayahnya.
Tak ingin terpuruk raya memilih pergi ke Jakarta menyusul temannya untuk melanjutkan hidup dan bekerja.Namun karena sebuah kejadian raya harus terikat sebuah pernikahan dengan laki-laki yang tidak ia cintai bahkan tidak di kenalnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24.Menjadi Ayah
Hari masih sangat pagi bahkan matahari pun masih malu-malu menampakan sinar nya, Raya sudah bolak balik ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perut nya, tubuh nya sangat lemas perut nya sangat mual.
Rendy yang merasa tidur nya terganggu segera beranjak bangun, di lihat nya ke samping ia tidak menemukan Raya dan hanya mendengar suara dari dalam kamar mandi merasa penasaran Rendy masuk ke kamar mandi dan mendapati Raya yang duduk terkulai lemas.
"Sayang kamu kenapa?" Teriak Rendy yang melihat keadaan Raya.
"Aku tidak tahu mas." Jawab Raya lemas.
Dengan cepat Rendy menggendong istri nya keluar dari kamar mandi.
"Wajah mu sangat pucat.." Ucap Rendy yang mulai panik. " Aku akan menghubungi dokter Rizal kamu yang sabar ya." Mengelus rambut Raya.
Rendy kemudian turun ke bawah ia segera meminta bi Yati untuk membuat bubur dan jahe hangat.
Seletah menunggu dua puluh menit dokter Rizal pun akhir nya datang dan langsung memeriksa keadaan Raya.
"Bagaimana Zal keadaan istri gue?" Tanya Rendy gelisah.
"Panik amat biasa aja kali." Jawab Rizal bercanda.
"Sialan lo di tanya malah gitu jawab nya." Ucap Rendy kesal.
"Selamat broo...istri lo hamil tapi untuk mengetahui usia kandungan nya sebaik nya lo ajak Raya ke rumah sakit." Ucap Rizal sambil menyalami sahabat nya itu.
Rendy yang mendengar ucapan Rizal hanya bisa terdiam mata nya mulai berkaca-kaca sedangkan Raya yang mengetahui diri nya hamil ia sangat bahagia bahkan air mata nya tak bisa ia bendung lagi.
" Terimakasih sayang akhir nya aku akan menjadi seorang ayah." Ucap Rendy sambil memeluk Raya.
"Ehemmm...bisa gak sih kalau mau mesra-mesra an jangan di depan jomblo seperti gue." Celetuk Rizal.
"Breng*ek lo pergi sana." Usir Rendy.
"Sialan lo giliran bahagia aja ngusir gue."
Rizal akhir nya pulang sedangkan Rendy saking bahagia nya ia terus mencium perut Raya yang masih datar.
"Sayang ...tunggu sebentar aku akan memberi tahu papah kabar bahagia ini."
"Iya mas.
Rendy kembali turun kebawah ia mencari pak Artha ke setiap sudut ruangan, dengan senyum mengembang Rendy melihat papah nya sedang menikmati teh pagi nya di taman belalang. Dengan semangat Rendy langsung memeluk papah nya dan pak Artha tentu saja bingung dengan sikap Rendy sekarang.
"Kamu kesambet jin mana?" Tanya pak Artha.
Rendy melepaskan pelukan nya.
"Papah tahu gak sebentar lagi rumah ini akan ramai." Ucap Rendy sambil senyum-senyum.
"Bicara yang jelas Rend."
"Papah akan menjadi seorang kakek..Raya hamil pah." Ucap Rendy kegirangan
"Kamu yang benar Rend?" Tanya pak Artha tidak percaya.
"Apa papah gak lihat Rizal datang kesini tadi?"
"Tidak..papah sejak tadi duduk disini."
"Sudahlah pah Rendy sangat bahagia dan sekarang Rendy mau siap-siap ngajak Raya ke rumah saki."
"Wah..jadi beneran Raya hamil?" Tanya pak Artha kembali " Berarti papah akan jadi kakek dong.''
"Iya...iya...pah..kalu gitu Rendy pergi dulu."
Rendy kembali ke kamar meninggalkan papah nya yang masih berdiri kegirangan.
Sepasang suami istri itu sedang berada di rumah sakit saking bahagia nya mereka datang sangat pagi dan menjadi urutan pertama untuk berkonsultasi.
Seorang dokter wanita mulai memeriksa kondisi kehamilan Raya dengan melakukan USG terlihat janin yang masih sangat kecil sekali.Rendy masih menggenggam tangan Raya saat dokter Wina menjelaskan kondisi janin Raya yang memasuki minggu ke lima.
Dan terjadilah sesi pertanyaan yang membuat Raya sedikit malu namun biasa bagi seorang dokter.
"Dok...apakah kami masih bisa berhubungan suami istri?" Tanya Rendy dan langsung mendapatkan cubitan dari Raya.
"Bisa tapi lakukan dengan hati-hati dan lembut jangan membuat tekanan terhadap perut itu akan membahayakan janin." Jelas dokter Wina.
Rendy yang mendengar penuturan dokter Wina langsung tersenyum sumringah.
Setelah selesai pasangan suami istri itu kemudian keluar Raya yang masih kesal dengan pertanyaan Rendy merasa kesal karena menurut nya itu sangat memalukan.
"Mas..apaan sih bikin malu aja." Ucap Raya
"Apa nya yang bikin malu?" Tanya Rendy tidak mengerti.
"Pertanyaan kamu tadi bikin malu aku aja."
"Itu kan biasa sayang lagian aku tidak ingin kelaparan menunggu mu selama sembilan bulan." Ucap Rendy terkekeh.
Raya hanya memanyun kan bibir nya mendengar ucapan Rendy bahkan sesekali Rendy menggoda istri nya dan jelas membuat Raya nampak kesal.