Hay Besty ini novel kedua ku🤗
Terima kasih sudah mendukung selama ini🙏🥰
Novel yang ke dua ini bercerita tentang seorang gadis yang tidak sengaja berkenalan dengan seorang pria lewat Dunia Maya.
Kisah cinta yang bermula dengan kebahagiaan, hingga sampai ke jenjang pernikahan. Namum akibat sebuah musibah yang menimpa suami membuat suami menjadi arogan menyalah kan sang istri Akibatnya sering terjadi pertengkaran bahkan penyiksaan terhadap istrinya.
Selamat membaca semoga suka dengan cerita ini🤗☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristina dinata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Janji Bagas.
Bagas berharap Lasmi akan menemui nya ia berkali-kali memanggil Lasmi tapi Lasmi belum membuka pintu untuk nya. Bagas menelpon nomor Lasmi juga tidak diaktifkan. lama Bagas menunggu Lasmi di luar. Langit tampak hitam seperti nya akan turun hujan, tapi Bagas masih enggan untuk pulang ia masih ngotot ingin bertemu Lasmi.
Tidak lama kemudian hujan pun turun, ia membiarkan dirinya basah kuyup. Lasmi mengintip dari gorden melihat Bagas sudah basah terkena hujan.
"Aku tak akan pulang sampai kamu temui aku disini Lasmi...," ucap Bagas sudah mulai menggigil kedinginan.
Lasmi yang dari tadi mengintip dari gorden tidak tega melihat Bagas sudah kedinginan. Akhirnya ia pun menemui Bagas. "Kenapa kamu begitu keras kepala sampai harus hujan-hujanan begitu kalau kamu sampai sakit gimana? pulang saja sana...! jangan temui aku lagi," pinta Lasmi.
"Tidak! kamu harus dengar penjelasan ku dulu, Apa salah ku padamu Lasmi bukan kah aku sudah bilang kalau aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Santi. Sekarang aku akan jujur padamu. Kakak ku memang pernah berencana akan menjodohkan aku dengan nya, tapi aku tidak mau aku memilih kamu Lasmi, gadis yang aku cintai aku tidak sama sekali mencintai dia kamu harus percaya pada ku Lasmi tolong dengar kata-kata ku," ucap Bagas menyakinkan Lasmi.
"Iya, aku percaya padamu. Sebaiknya kamu masuk di mobil sekarang hujan nya makin lebat," saran Lasmi.
"Aku mau disini saja Sayang, sampai kamu percaya padaku kalau aku memang tidak ada hubungan apa-apa dengan Santi," Bagas berisi keras tidak peduli pada hujan yang terus mengguyur nya.
"Tapi Santi mengancam ku Mas, kalau aku dekat dengan mu lagi ia akan mencelakai ku," sahut Lasmi memberitahu tahu.
"Kamu jangan takut ancaman nya, ia tidak akan berani melakukan apapun kepada mu. Ada aku yang akan melindungi mu Sayang," ujar Bagas penuh percaya diri.
"Tunggu Mas, aku masuk kedalam dulu," ujar Lasmi.
Lasmi mengambil payung di dalam rumah nya. menemui Bagas yang masih berada di halaman rumah nya.
"Ayo masuk ke dalam, kamu bisa sakit kalau terus berada di luar," ucap Lasmi merasa kasian.
"Apa kamu udah percaya sama aku?" ucap Bagas menatap Lasmi.
"Iya aku percaya padamu, tapi aku masih kuatir Santi akan membuktikan ancaman nya pada ku," ucap Lasmi merasa takut.
"Masalah itu kamu jangan kuatir aku udah bilang ke kamu kalau aku akan selalu melindungi mu dari siapapun itu yang berniat jahat pada mu," ucap Bagas menyakinkan Lasmi.
"Termasuk keluarga mu Mas?" tanya nya.
"Iya siapa pun itu, keluargaku sekali pun aku akan menentang nya jika ia berniat jahat padamu," sahut Bagas.
"Makasih Mas, aku pegang ucapan mu itu!" sambung Lasmi.
"Yah sudahlah, sekarang kamu ganti baju dulu aku ada pakaian bekas almarhum Ayah di lemari belum sama sekali di pakai nya, apa kamu mau pake?" tawar Lasmi.
"Yah terpaksa deh aku pakai dari pada aku kedinginan begini aku bisa sakit," gerutunya Bagas.
"Iya mau, aku udah gak mampu dingin banget." Bagas terlihat mulai menggigil.
"Kamu si kurang kerjaan aja, ngapain hujan-hujanan," omel Lasmi.
(Aching... aching... ) Bagas bersing-bersing.
"Tuh kan kena flu," ucap Lasmi kesal melihat Bagas.
Secepat nya Lasmi mengambil baju ganti dan handuk untuk Bagas setelah itu membuatkan Bagas teh panas.
Lasmi memberikan baju dan handuk untuk Bagas
Mereka mengobrol sebentar di ruang tamu sambil m menunggu hujan reda.