NovelToon NovelToon
Married With Ketos

Married With Ketos

Status: tamat
Genre:Ketos / Nikahmuda / Romansa / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: Rsawty

Bagaimana jadinya jika dijodohkan dengan ketua osis yang selalu menghukum mu disekolah? Konyol? Yah tentu saja!

Itulah yang terjadi dengan gadis bernama Bianca Dealova Christabel. Dijodohkan dengan ketos yang minim ekspresi. Hemat dalam mengeluarkan kalimat. Agam Ezekiel Arbyshaka, the king disekolah SMA Garuda.

Namun, siapa sangka dibalik cover kalem, dingin nan bijaksana, tersimpan sebuah sisi liar yang baru diketahui oleh Bianca setelah menikah dengannya.

"Dasar ketos nyebelin!"

"Shit! I'm addicted to that girl's lips."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rsawty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Di pagi yang terik dengan langit biru ditemani awas yang putih. Seluruh SMA Garuda berbaris rapih ditengah lapangan tak terkecuali juga para guru-guru. Saat ini mereka sedang melangsungkan upacara bendera yang sudah seperti tradisi setiap senin.

Suara pembawa tata upacara begitu menggema dilapangan saat membacakan instruksi seusai yang tertera di teks. "AMANAT PEMBINA UPACARA, BARISAN DIISTIRAHATKAN."

Barisan-barisan para siswa berjejer rapi, tapi tidak bagi orang-orangnya. Seluruhnya bergerak tak tenang seperti cacing kepanasan. Tentu anak-anak sekolah akan tahu bagaimana rasanya saat pelaksanaan upacara bendera. Panas, gerah, juga keram lantaran kelamaan berdiri. Bahkan kebanyakan tak memperhatikan amanat yang disampaikan oleh pak Honda selaku pembina upacara saat ini yang berada didepan.

Sudah tiga puluh menit guru itu mengoceh panjang lebar seperti menyampaikan hadits-hadits.

Bianca mengipasi wajahnya yang terasa gerah. "Lama banget sih!" gerutunya jengah.

"Sebelum saya akhiri, saya ingin menyampaikan, untuk siswa yang bernama Bianca, setelah upacara selesai, dimohon untuk menetap dilapangan."

Bianca termangu saat namanya disebut. Otaknya mendadak berpikir keras tentang kesalahan apa yang di perbuatnya. Dia hanya berharap semoga saja bukan hukuman.

Tasya yang kebetulan berbaris disamping Bianca menyikut lengan gadis itu. "Buat ulah lagi lo?" tanyanya berbisik mendapat gelengan dari sang empu.

Memang Bianca merasa dia tak membuat kesalahan kali ini.

"MENYANYIKAN LAGU NASIONAL OLEH SELURUH PESERTA UP--."

Bacaan itu terhenti saat seluruh para murid perempuan beralih berkerumun di barisan X MIPA 1. "Sher! Sherly!"

"Kenapa tuh?" tanya Tasya penasaran.

Bianca sedikit melirik kesana kemudian mengedikkan bahu acuh. "Orang pingsan kali."

Samuel berjalan dengan gagahnya membela kerumunan. "Minggir!" kemudian keluar kembali membela kerumunan dengan gadis berada di gendongannya.

Melihat itu, Bianca memutar bola matanya sewot. "Pahlawan ke maleman!" Tasya menoyor kepalanya. "Ini masih pagi tolol!"

"Iya juga ya." Bianca cengengesan tak jelas.

Setelah orang yang diduga pingsan tersebut dilarikan ke UKS, upacara kembali dilanjutkan dengan hikmat.

Selang sepuluh menit upacara Bendera pun telah usai. Berbeda dengan para murid yang sudah berhamburan bubar menuju kelas, Bianca masih menetap dilapangan sesuai perintah dari pak Honda.

Bianca mengadahkan pandangannya saat guru itu menghampirinya.

"Kamu tetap berdiri disini sampai jam pelajaran pertama selesai."

Dahi Bianca berkerut bingung. "Emang salah saya apa pak? kok dihukum sih?"

Pak Honda berdecih jengkel. "Masih pura-pura gak tahu."

"Gimana saya bisa tahu kalo bapaknya aja gak sebutin kesalahan saya."

"Kamu gak ngerjain tugas yang saya berikan ke kamu! padahal sudah diberi kesempatan. Sekarang, kamu nikmatin hukuman kamu ini.

Lagian kamu udah biasa kan dihukum kaya gini. Jadi, nikmatin aja."

Setelah mengatakan itu, guru itu segera berlalu dari lapangan.

Tinggal lah Bianca sendiri disini. Dia memukul-mukul kecil kepala bagian sampingnya. "Bodo lo Bia! kok bisa sampe kelupaan!"

Masih ingat dengan tugas teks laporan yang diberikan Pak Honda? Itulah yang dimaksud guru tadi.

***

Terik matahari sangat menyengat, bulir keringat mengaliri pelipis Bianca. Dia berdiri dihadapan bendera merah putih yang berkibar dengan tangan menghormat. Matanya menyipit saat mendongak menatap langit yang biru terang, sangat menyilaukan. Kepalanya seakan mau pecah saking panasnya.

"Panas banget sih!" Walaupun pakai topi, tetapi itu seakan tembus oleh panasnya matahari yang membara. Dia mengipasi wajahnya menggunakan kerak baju.

"Matahari hari ini kok panas banget sih!" gerutunya lelah.

Bianca mengadahkan pandangannya saat merasa dirinya tak lagi terpapar sinar matahari. Seperti mendung menyapa.

Dan ternyata itu tangan Agam, lelaki itu sengaja menutupi kepala Bianca dengan telapak tangannya yang besar dan kekar.

"Kakak ngapain disini sih?" Bianca memutar bola matanya kesal dan detik berikutnya menghempas tangan Agam. Melihat muka ketos ini bikin moodnya tambah anjlok.

"Tadi baru dari toilet."

"Terus kakak ngapain disini?" Tangan Bianca berayun-ayun di udara.

Lelaki itu tak menjawab pertanyaan dari Bianca, ia kembali mengangkat tangannya menutupi kepala Bianca. "Gue gak mau nanti punya istri burik."

"Yaudah biarin aja gue kepanasan! biar gue jadi burik, terus kita gak jadi nikah! gampang kan!" omel Bianca merasa jengkel.

"Kenapa sih? marah-marah mulu perasaan dari tadi sebelum berangkat sekolah."

"Emang Kakak pikir gue marah-marah gak jelas gara-gara siapa?!"

"Gara-gara lo emang galak dari sananya."

Bianca mendorong kencang dada lelaki itu sehingga termundur beberapa langkah. "Pergi sana! tambah puyeng gue kalo ada lo!"

Lelaki itu mengangkat bahunya tak peduli kemudian berlalu dari sana.

Wajah Bianca memerah meredam amarah yang berkoar-koar didalam jiwanya. "Kok beneran pergi sihh!"

***

Ketukan di pintu kelas membuat atensi para murid juga guru yang melakukan belajar mengajar berpusat padanya.

Agam.

Kedatangannya mengundang pekikan histeris para murid perempuan didalam kelas X MIPA 7 itu, dirinya sudah seperti idol.

Guru yang sedang mengajar saat ini merapikan helaian rambutnya yang sedikit berantakan, dia tersenyum ramah menyambut Agam. "Ada apa Agam?"

"Boleh Bianca dibebasin dari hukuman Buk?" tanya Agam datar tanpa ekspresi.

Guru itu mengetuk-ngetukkan tangannya diatas meja. "Hmm kalo itu Ibu gak tahu, soalnya bukan Ibu yang ngasih hukuman itu ke Bianca." kemudian beralih menatap seluruh siswa. "Ada yang tahu siapa guru yang menghukum Bianca saat ini?"

"Pak Honda Buk" jawab salah satu murid.

Bisik-bisik mulai terdengar disebagian murid yang kerjanya menggosip ketika mendengar bahwa kedatangan Agam dikelas ini untuk permintaan membebaskan Bianca.

"Kalo kamu mau Bianca di bebas-- eh udah gak disini toh."

Ucapan guru itu terhenti karena Agam sudah tak berada disini, Lelaki itu menghilang seperti magic.

Samuel melempar bongkahan kertas kearah Tasya dan mengenai di bahu gadis itu.

Tasya menolehkan kepalanya pada Samuel dengan alis terangkat seakan bertanya 'Kenapa?'

"Bianca ada hubungan apa sama Agam?" Samuel bertanya dengan gerakan mulut.

"Apa?"

"Bianca ada hubungan apa sama Agam?" ulangnya masih dengan gerakan mulut?

"Apa sih! gue gak tahu apa yang lo bilang!"

Samuel berdecak kecil, dia beranjak dari duduknya, kemudian menarik kursi Bianca sehingga berderit, dirinya berpindah duduk di kursi Bianca yang masih kosong.

"Bianca ada hubungan apa sama Agam?" bisik Samuel penasaran.

"Kenal lo sama Agam?"

"Tinggal jawab aja apa susahnya sih!" jengkel Samuel.

Tasya mengangkat bahu tak tahu. "Meneketehe."

***

Pak Honda berjalan dengan langkah lebarnya menuju lapangan. Ditatapnya Bianca dengan tatapan yang sulit Bianca artikan.

"Bianca, kamu udah aku bebasin, anggap aja kamu sudah menyelesaikan hukuman kamu. Ke kelas sana. Lain kali kalo di kasih tugas itu di kerjain." titah Pak Honda kemudian berlalu.

Dahi Bianca berkerut bingung, mengapa Guru itu tiba-tiba berbaik hati?

Ah udahlah, ia tak ingin mengambil pusing. Toh dia juga sudah sangat lelah dan kepanasan berdiri disini. Didetik berikutnya gadis itu segera beranjak dari lapangan, dia akan ketoilet terlebih dahulu sebelum kekelasnya.

***

Bel istirahat berkumandang. Para murid-murid berhamburan keluar dari kelas saat guru mengakhiri pembelajaran. Berbeda dengan siswa lain yang mana jika di jam istirahat seperti ini akan ketoilet, ke kantin, perpustakaan juga ada yang hanya nangkring di koridor.

Agam, lelaki itu masih menyalin materi dipapan untuk mengejar keterlambatannya karena persoalan hukuman Bianca tadi.

Tangannya begitu gesitnya menulis huruf-huruf abjad di lembaran bukunya.

"Udah belum Gam?" tanya Nathan, dia sedikit melirik Agam yang saat ini tengah fokus mencatat kemudian menghela napas. Sekarang dikelas ini hanya ada mereka berdua.

"Emang lo kemana sih tadi? katanya ke toilet tapi kok sampe seabad. Ngapain aja?"

"Ngurusin anak bandel." sahut Agam tanpa menolehkan kepala.

Nathan mencebik acuh dengan kedua tangan bersidekap dada. "Bucin."

Agam menutup kasar bukunya dan detik berikutnya dia memasukkan buku itu kedalam tas.

Meong meong.

Nathan menajamkan pendengaran saat Indra pendengarannya menangkap suara kucing. "Gam lo denger suara meong gak?"

"Gak penting." sahut Agam cuek, menurutnya itu tak penting sama sekali.

Tatapan Nathan memindai kebawah bangku-bangku yang berjejer, mencari-cari keberadaan kucing yang bersuara tadi.

Matanya berbinar kagum saat melihat hewan imut berbulu warna putih bersih juga perpanduan warna mata yang berbeda dibawah disalah satu bangku. "Imut njirr." Nathan berjalan dan merangkak dibawah bangku itu kemudian mengambil kucing imut tersebut.

"Gam liat nih! imut banget sumpah! mirip Mella ih!" Lelaki itu mengelus kepala anak kucing itu gemas.

Agam tak menanggapinya, dia beranjak dari duduknya kemudian berjalan keluar kelas.

"Kamu sama papa yah-- eh Agam tungguin gue!" dengan grusa-grusu Nathan mengikuti Agam dengan membawa kucing digendongannya.

***

1
AL
mulai dari sini ya.. boleh manpir ke nove temanku dong kk di Aleta ya krya purwastuti
꧁☆ ⃟⃟Lybu•°Achaa♡ hiatus
persis banget kayak aku kalo lagi dandan atau gabut pasti karang lagu sendiri ngga ngurus nyambung apa ngga nya 😭
Tapi cuma itu yang bisa ngilangin rasa gabut kalo ngga pas lagi sendirian pasti gitu biar ngga terlalu bosen dan bingung mau ngapain jadi ya gitu 😂😭
꧁☆ ⃟⃟Lybu•°Achaa♡ hiatus
curiga endnya entar Bianca lagi melahirkan ngga lama setelah itu Agam kecelakaan terus meninggal.
E F
ga suka diakhir2
bagus awal akhir kok jd
Qaisaa Nazarudin
Padahal dari awal nya bagus alur cerita nya,Tapi makin kesini makin gak jelas, Terlalu BERTELE-TELE,,
1-BIANCA YG SUDAH BERSUAMI,TAPI MASIH BERHUBUNGAN DENGAN LELAKI LAIN, APAPUN ALASANNYA TETAP AJA GAK DIBENARKAN..
2-AGAM SEBAGAI SUAMI TAPI KAYAK PECUNDANG,DAN GAK TEGAS, BISA2 MEMBIARKAN ISTERI NYA DIDEKATIN LELAKI LAIN, DENGAN ALASAN TERLALU BUCIN KE BIA..Ckkk jadi kecewa deh,maaf ya thor..🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Samuel ini mmg udah Gila ya...
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Gak milih SAHABAT kamu aja??Kenapa harus Bia, Bia itu udah jadi isteri orang,Kamu Nikah aja dengan SAHABAT kamu..
Qaisaa Nazarudin
Setelah Bia menyerahkan dirinya ke Agam,Bermulalah Bia yg akan sakit hati dan tersakiti dengan poto Agam dengan cewek di Club itu..
Qaisaa Nazarudin
CINTA sih boleh, BODOH jangan, SAYANG boleh tapi pake OTAK..
Qaisaa Nazarudin
Mending Agam nyuruh Bia pulang kerumah ORTUNYA untuk koreksi dirinya,biar sadar nih CEWEK..
Qaisaa Nazarudin
Harusnya biarkan aja dia di PERKOSA sama Lucas,Biar dia tau Rasa..Jadi CEWEK bego banget,udah gitu ngaku dia yg salah,Kenapa gak ngomong,kalo Lucas itu lebih memilih Sahabat nya di banding kamu sih..hais kesel aku..🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Rasain tuh Bianca,kesel aku,Cewek Bodoh..
Qaisaa Nazarudin
BianTerlalu Banyak DRAMA... yang terlihat salah sekarang itu kamu,bukan dia..Kenapa gak ngomong jujur aja.haiss kesel aku.. Sekarang Lucas itu bukan nya CINTA,tapi OBSESI..
Qaisaa Nazarudin
Aku juga Greget sih sama Bia,kenapa sih plin plan banget,Kapan mau putusnya,Ingat lho Bia,kamu itu udah Berdosa nyelingkuhin Suami kamu,Jangan sampai Agam.hilang sabar sama kamu..
Qaisaa Nazarudin
Gak ngalah apanya?? Lo udah KALAH duluan, Sekarang beda statusnya,Bia bukan SELINGKUH tapi married lho..
Qaisaa Nazarudin
Itu ke itu aja alasannya Bia untuk mengangkat call dari Lucas,Ckk heran deh,Apa dia gak mikir gimana perasaan Agam..
Qaisaa Nazarudin
Gila Samuel,maniak..
Qaisaa Nazarudin
Samuel..Apakah Sam juga mau bertanggungjawab seperti Nathan?
Qaisaa Nazarudin
Jangan2 Sherly juga hamil lho..
Qaisaa Nazarudin
berarti Nathan sama Agam menikahi cewek yang sama2 mereka sukai dari lama,Cuman caranya mereka bersatu aja yg beda2,Satu lewat perjodohan,satunya lagi lewat obat perangsang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!