🐣WARNING🐣
AREA DEWASA
JOMBLO DILARANG BACA!!!
Dapat menyebabkan baper berkepanjangan yang bisa membuat batin tersiksa.
Ini bukanlah cerita tentang Pernikahan CEO-CEO seperti di cerita lainnya, bukan pula cerita
perjodohan yang menyakitkan di awal pernikahan dan berakhir dengan manis.
Tapi ini adalah sebuah cerita
tentang hati yang salah memilih cinta, tentang
sebuah perjuangan, penantian, dan kesetiaan.
"Gue akan nantangin takdir! Kita liat siapa diantara kita yang akan menang." Kaisar
Hepi reading gengs... 🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wejangan ibu mertua
Walaupun tahu Kaisar dan Lovie pernah tertangkap berciuman di video yang terekam di rumahnya, tetapi untuk melihat kejadiannya secara langsung Rani masih sangat tidak percaya. Rani yang duduk satu tingkat di atas Kaisar, harus melihat pemandangan yang menyesakkan dada. Bukan dada Rani tapi dada Otor.
Kaisar mencium mesra Lovie beberapa detik setelah lampu dimatikan dan seperti yang Rani lihat Lovie pun menyambut ciuman sang pria ber tshirt mahal tersebut.
Kaisar menatap manik mata Lovie oleh pantulan sisa cahaya yang ada di ruangan itu dan mengenggam erat jemarinya, " Tenang Lop, ada gue! Believe me!"
Terlihat kepala gadis itu sedikit mengangguk. "Pegang tangan aku sampe film mulai diputar, supaya aku gak ngerasa sendiri!" Dengan suara sedikit bergetar Lovie menggenggam jemari kekar tangan Kaisar.
Ketegangan Lovie seketika lenyap saat bibir lembut Kaisar kembali mendarat di bibirnya. Perasaan ketakutan Lovie yang selalu datang saat dalam gelap seketika menguap, berubah menjadi perasaan nyaman dan hangat yang menjalar di sekujur tubuhnya.
Ternyata bukan hanya Rani, tapi Zaki yang ternyata duduk satu deretan dengan Rani melihat pemandangan yang membuat salah satu anggota tubuhnya menegang. Jangan tanya namanya siapa! Otor belum kenalan sama Dedek emeshnya Zaki.
Zaki yang terkejut langsung mengirim pesan kepada wanita yang kini tengah sibuk mengobrol dengan kekasihnya tanpa memperdulikan keadaan yang memanas di sampingnya.
"Si Sengklek ciuman sama Kakak lu!"
Sebuah pesan yang membuat Qiran langsung menoleh ke arah Kakaknya. Tanpa babibu Qiran langsung menjambak rambut pria yang sedang menikmati bibir sahabatnya.
"Sakit b*go!" Keluh Kaisar setengah berbisik, walaupun dia juga terkejut kelakuan mesumnya kepergok oleh adiknya sendiri.
"Jangan nyari kesempatan dalam kegelapan ya Kak! Gue laporin ke Mommy loh." Ancam Qiran.
Qiran yang cerdas memang telah mengetahui perasaan cinta yang tulus dari Kakaknya terhadap Lovie. Bahkan dia tahu Lovie memiliki tempat yang lebih spesial dibandingkan para mantannya bahkan Adele sekalipun.
Sepanjang film di putar tak seorangpun dari mereka yang fokus pada film yang sedang diputar. Jika melihat gerak-gerik Kakaknya hendak mencium Lovie, Qiran langsung menarik lengan baju Kakaknya. Ya walaupun tetap saja Si Profesional tetap bisa memanfaatkan momen itu secara baik.
"Kasih si Lope!" Qiran menyerahkan cup berisi soda kepada Kakaknya. "Pasti aus dia." Ucapnya mengejek seraya mencibir.
*****
Kaisar mentraktir para sahabat adiknya untuk makan di restoran pizza yang berada satu gedung dengan bioskop. Dan lagi dia memilih duduk dekat dengan Lovie yang saat itu sedang menerima panggilan telepon dari Om nya.
"Kakak emang kagak mau pergi gitu? Aku malu tau jalan sama Om-om kayak Kakak?" Sindir Qiran.
Begitu pun Rani, dia yang juga masih sangat kesal dengan ulah sepupunya di dalam gedung bioskop terus menyindir Kaisar.
"Katanya kita ini member cabe-cabean? Tapi kok Kakak malah betah deket sama kita?"
"Malah naksir kayaknya sama salah satu member kita." Lanjut Qiran.
"Mana yang paling sengklek lagi yang ditaksirnya!" Celetuk Zaki.
"Mang lu liat juga?" Tanya Qiran.
"Liat lah, ampe 7 kali gue itungin."
"Sumpah lu? Kok ngitungnya cuma tiga kali?"
"Kalian kurang kerjaan banget sih, kalian nonton film apa nonton mereka?" Timpal Bobi.
"Abis ciuman mereka lebih hot dari para pemain film." Jawab Zaki yang saat itu menonton dengan adik kelas incarannya.
Kaisar seperti tidak peduli dengan apa yang para mahkluk alay itu katakan, dia terus memandang wajah cantik Lovie yang sedang melakukan panggilan telepon di luar restoran.
"Kalian lagi ngomongin apaan sih?" Tanya Lovie saat dia kembali bergabung dengan para sahabatnya.
"Lagi ngomongin ciuman kita yang lebih hot dari pemain film." Jawab Kaisar enteng dan sedikit bangga.
Tanpa hitungan detik wajah cantik Lovie langsung bersemu merah saat itu juga.
Kaisar benar-benar sedang menantang takdir, dan sepertinya kali ini bukan hanya Kaisar yang sedang menantang takdir tapi juga si cantik Lovie yang memang tak pernah bersahabat dengan takdir yang selalu bersikap jahat kepadanya selama setahun belakangan ini. Syukur luh takdir.
Entah apa yang akan mereka hadapi selanjutnya. Mungkinkah takdir akan bersikap baik kepada mereka berdua ataukah takdir akan mempersulit mereka untuk bersatu kelak? Tak ada yang mengetahuinya, kecuali Otor.
*****
"Mau ampe kapan beresnya sih? Udah malem tau. Emang tadi kurang puas apa?"Ucap Qiran yang pura-pura terlelap di kursi belakang.
Kaisar dan Lovie langsung melepaskan tautan mereka di kursi depan.
"Si Kampret, gue kira elu tidur."
"Kok gue berasa jadi pengharum mobil ya?Ada tapi gak dianggap." Lanjut Qiran lirih.
Lah elu mending masih jadi pengharum, kemaren si Rima malah berperan jadi obat nyamuk.
Ada banyak pertanyaan yang akan Qiran ajukan kepada Kakaknya. Ada ribuan ancaman yang akan dia tujukan kepada Sang Kakak agar dia tidak menyakiti hati sahabat yang selama ini ada dalam perlindungannya.
Qiran seperti seorang ibu yang sedang melindungi anak gadisnya dari pria jahat yang hanya memanfaatkan keluguan putrinya. Jadi mana bisa dia tidur jika anak gadisnya berada dalam bahaya karena pria yang duduk di samping putrinya.
"Kir, gue balik ya!" Lovie pamit.
"Hmmmm!" Jawab Qiran malas, dengan mata yang masih tertutup. "Pulang sonoh, gue masih kesel sama kalian berdua."
Kini Qiran sudah berpindah tempat dari kursi belakang ke kursi depan.
"Dari kapan?"
Tau maksud pertanyaan Qiran, Kaisar langsung menjawabnya, " Gue gak tau sejak kapan."
"Terus Kak Adele gimana?"
Lagi-lagi Adele yang menjadi pertanyaan mereka.
"Gue bakal akhiri hubungan gue sama dia setelah dia selesai wisuda. Gue gak mau ngeganggu skripsinya."
"Kalo gitu jauhi Lovie sampe saat itu tiba, atau akhiri hubungan Kakak sama Kak Adele secepatnya, kalo bisa sekarang juga! Gue gak mau si Lope jadi pelakor." Qiran menegaskan kepada Kakaknya.
"Ya gak semudah itu lah Dek. Elu ga mikirin perasaan Adele?"
"Elu juga gak mikirin perasaan Lovie gimana sakitnya di cap jadi pelakor? Masa iya dia masih perawan aja udah lu poligami?" Qiran balik bertanya.
"Kir, kok ucapan lu kayak emaknya si Lope sih? Gue berasa dapet wejangan dari calon ibu mertua tau. Hahaha..." Kaisar mengacak rambut si Bungsu sambil tertawa renyah.
"Iya gue sekarang berperan jadi emaknya si Lope! Mau apa lu? Makanya bae-bae lu mulai sekarang sama calon emak mertua lu!"
Waduh kok malah jadi belibet begini?
Kaisar: Tor masa iya calon mertua gue adek gue sendiri? Mending milih Mamah Dedeh yang jadi calon mertua gue Tor daripada punya mertua yang Alay kayak dia.
Author: Otor juga kagak tau Ay! Sabar aja sih Ay,, Cinih peyuk Otor!!!
Lovie : Jangan Ay,, Ay sama calon imam gue Tor!
Author: Ngapa si Lovie jadi mirip Jaelangkung sih? 😒😒😒
Datang tak dijemput pulang tak diantar...
haiiiiii Kaisar🩷
tapi kembali lagi jika cinta di paksakan tidak baik. memaksakan cinta juga tidak baik.
ibu nya mencoba membantu tapi sayang caranya salah.
akhirnya mereka akan saling menyakiti.
lovie gadis lugu yang terjebak cinta pria dewasa.
lovie hanya mengikuti alur hidup nya si mantan putri sultan yang jadi upik abu walaupun bukan babu ya 🤩🤩.
untuk mama adele entahlah??.