Gimana jadinya kalau seorang agen Intelijen bertemu dengan Bos mafia??
Jni di alami Seorang agen intelijen yang sangat cantik dan juga ahli dalam berbagai hal. Dari menembak , bela diri. Dia hidup sendiri dengan Ayahnya dan kekasihnya yang dulu adalah kakak angkat yaang siring berjalannya waktu akhirnya jadi seorang kekasih juga. Ibunya sudah meninggal saat dia masih sangat kecil. Dan kini dia tinggal di rumah sederhana yang nampak sangat kecil dan sempit.namun di balik rumah kecil tersimpan teknologi yang sangat caanggih di bandingkan dengan rumah besar di luaran sana. Tak hanya cantik dia juga cerdik dan ramah pada semua orang.Kecerdikannya dalam misi membuat dia di tunjuk untuk mencuri sebuah dokumen yang sangat penting di sebuah perusahaan YIN GROUP. Ini kisah awal dia mulai terjerumus dalam dunia yang tak di inginkan.
Tidak jadi mencuri sebuah dokumen. Kini dia semakin terjerumus dalam kehidupan seorang Pemilik Perusahaan yang terkenal sangat sadis. Tapi dia Tak menyakiti gadis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imas Gustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tembakan
Lian yin hanya tersenyum beranjak mendekati Yiwen di sampingnya.
"Bukannya kamu yang menciumku kamu terlihat sangat ganas sekali ternyata" bisik lian yin tepat di telinga kiri Yiwen.
Yiwen terdiam ia tidak percaya jika dia berani melakukan itu pada Lian yin.
"Mana buktinya jika memang aku mencium mu" ucap Yiwen menarik tangan Lian yin. Pandangan mata Yiwen tertuju di mata tajam Lian yin yang kini berubah berbinar binar dengan aroma kebahagiaan terpancar dari mata bulatnya yang terkenal dengan tatapan dinginnya.
Lian yin menunjukan dadanya yang begitu sispek namun penuh dengan bekas ciuman keabuan di dada dan lehernya. "Mana mungkin aku bisa mencium dadaku sendiri" ungkap Lian yin bergegas berdiri meraih kemeja di dekat ranjang dengan segera ia memakai kemeja itu perlahan mengancing kemejanya dengan senyum semringah pada Yiwen.
"Apa aku sudah gila, ini tidak mungkin." Yiwen menundukkan kepalanya memukul berkalai kali pipinya ia mengira ini semua adalah mimpi buruknya. Namun, dia hanya mendapatkan kenyataan yang terasa sakit di pipinya. Ternyata bukan mimpi, aku tidak mungkin menciumnya apa lagi seperti itu sangat menjijikkan gumam Yiwen terus menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang terjadi.
Lian yin menghentikan gerakan kepala yiwen yang membuat ia pusing menatapnya.
"Cepat mandi dan turun aku menunggumu untuk bersenang senang hari ini sayangku" Lian yin mencubit pipi Yiwen yang sudah memerah malu akibat perbuatannya.
Ia hanya terdiam menggukan kepala tak bisa menolak. Seolah berat untuk menolak semua ajakan Lian yin sekarang tubuh yang dulu sangat ia jaga dan tak pernah tersentuh sama sekali kini ia harus memberikan kesuciannya pada seorang lelaki bengis seperti dia.
Feng yin pasti akan membenciku sangat membenciku jika tau aku tidur dengan lelaki lain. Meskipun aku masih marah dengannya namun perasaan cinta itu masih ada dalam hatinya meskipun hanya sebatas sisa serpihan luka gumam Yiwen.
Yiwen bergegas berdiri menuju ke kamar mandi membersihkan bekas tubuh lian yin yang terasa masih menempel lekat di tubuhnya. Aroma wangi parfum Lian yin masih tertinggal jelas dibtubuh putihnya. Ia menatap sekujur tubuhnya di kaca melihat beberapa bekas ciuman di leher dan dadanya. Bibir yang semula berwarna pink alami berubah keabuan akibat gigitan lian yin.
"Lian yin sialan.. kenapa aku harus tidur bersamanya. Kesucianku yang selama ini aku jaga di renggut dengannya. Dasar lian yin otak mesum" teriak Yiwen berkali kali memukul kaca di depannya.
Tak mau terus frustasi ia segera membersihkan diri berendam di bathup yang sudah di penuhi dengan air. Selesai Mandi dia segera memakai gaun seperti biasa yang dia pakai.
60 menit kemudian Yiwen turun menemui Lian yin yang sudah duduk di lobi hotel. Entah kemana Lian yin akan membawanya pergi.
"Kenapa kamu lama sekali, hari ini aku akan ajak kamu makan kamu pasti sangat lapar dari semalam kamu belum juga makan" ucap Lian yin
"Kenapa dia bisa berubah gitu dalam waktu semalam, memangnya tadi malam ia berbuwat apa saja denganku.apa dia membuatkankan ku anak.?? Ahh.... ini gak mungkin.. gak mungkin.. aku tidak mau pinya anak dari pria mesum seperti dia" Yiwen masih berdiam diri menggelengkan kepalanya.
"Apa yang kamu lakukan, ayo cepat pergi"
teriak Lian yin berjalan masuk dalam mobil.
Yiwen terdiam menatap Lian yin ia terpaksa mengikuti Lian yin pergi. Sebelum ia tahu kenyataan hamil atau tidak nanti. Semoga saja tidak gumam Yiwen.
Berhari hari ia jalan makan bersama menikmati makanan di restauran yang menyajikan maskan paris di ibu kota. Lian yin memeperlakukan yiwen dengan sangat lemah lembut tak seperti lian yin yang sebelunya terkenal kejam, bengis dan mesum. Kini ia seakan berubah 90° dari Lian yin yang sebelumnya.
Ia memberikan menuntun Yiwen seolah Yiwen hamil besar, memanjakan Yiwen seperti wanita hamil yang lagi ngidam. Semua permintaan Yiwen di turuti oleh Lian yin. Dalam waktu semalam Yiwen mampu merubah Lian yin menjadi penurut dengannya.
Namun pikiran Yiwen merasa senang karena ia bida dengan mudah memperalat Lian yin untuk menyerahkan dokumen itu secepatnya tanpa harus susah payah mengambil sendiri.
Hingga satu jam mereka berdiam di restauran kini Lian yin membawanya ke sebuah pantai dengan pemandangan matahari terbenam yang begitu cantik nan indah.
Bersenang senang di sore hari dengan menatap matahari terbenam yang snagat indah Yiwen tak mau ketinggalan momen itu ia ingin mengabadikan foto pemandangan itu di ponsel kesanyangannya.
"Kamu terlihat senang" Lian yin tiba-tiba datang berdiri di sampingnya.
"Entah kenapa aku merasa ini duniaku, dunia baruku aku nyaman dengan semua ini dan menghilangkan sejenak beban tugas yang membuatku tertekan" Yiwen menutup mulutnya. Ia terlanjur keceplosan dalam berbicara. Sifatnya yang ceplas-ceplos membuat ia dalam masalah hari ini.
"Oppsss.. maaf maksudku beban tugas tigal di rumah"
"Ou.. " Lian yin menggenggam tangan Yiwen berjalan menelusuri desiran ombak yang membasahi kakinya. Suara gemuruh ombak itu terdengar jelas. Suara gemuruh itu berubah seketika menjadi suara tembakan yang membuat Yiwen menjingkat dari tepat ia berdiri.
Entah apa permasalahn yang terjadi tembakan itu terdengar di debuah acar pesta yang di selenggarakan lian yin. Kesan romantis nya mulai berubah dramatis suara tembakan membuat rasa senangnya hilang.
"Kamu di sini dulu, jangan kemana mana aku akan selesaikan semua" ucap Lian yin terlihat sangat panik. Langkahnya sangat cepat menuju ke arah tembakan.
Tak ingin berdiam diri Yiwen berjalan menuju ke arah tembakan memastikan siapa yang mengawali tembakan itu. Ia takut jika Feng yin dalang dari semuanya. Yiwen berjalan tanpa rasa takut telintas di benaknya. Ia sudah biasa dari kecil hidup di tengah kerusuhan.
---0o0----
Tembakan bertubi-tubi muncul di tengah kerumunan para tamu membuat semua menghindar dan berlarian hingga saling dorong dan terjatuh pergi. Para wanita berlari terbirit-birit melihat kejadian itu. Ia mencari tempat untuk berlindung sejenak. Ada beberapa korban yang sudah tergeletak dengan beberapa luka tembakan di dada dan perutnya. Sangat mengenaskan darah bersimbahan merubah warna coklat pasir menjadi pasir merah. Ada yang berlindung di bawah meja. Ada juga yang berlari masuk ke dalam hotel.
Namun tidak dengan Yiwen ia masih berdiri tegap dengan tatapan tak percaya melihat ke kanan dan kiri tanpa rasa takut. Ia tak percaya begitu banyak korban orang tak bersalah. Ini tidak bisa di maafkan gumam Yiwen.
Tanpa mengeluarkan senjata ia hanya diam menatap beberapa orang saling baku tembak. Salah satu peluru hampir meleset ke arah Yiwen. Seolah kakinya kaku tak bisa bergerak seuaranya sangat berat untuk berteriak. Ia hanya memejamkan mata bulatnya sungguh mengenaskan semoga tuhan menerimaku di surga guman Yiwen menutup rapat matanya.
Lian yin berlari melesat bagai angin tak terlihat mendorong tubuh yiwen hingga terjatuh ke pasir pantai.
"Apa aku sudah di surga, " Yiwen perlahan membuka matanya bau darah menyeruak menusuk ke hidungnya. Ia menatap jemari lentiknya penuh dengan darah.
"Aaaaaaaaa.... Apa aku benar mati" teriak Yiwen sontak membuat lian yin yang meringis kesakitan tertawa menatap tingkah konyol Yiwen.
"Tapi bentar tubuhku tidak ada yang luka" Yiwen meraba sekujur tubuhnya memastikan tidak ada luka di yubuh mungilnya. Ia melirik sejenak ke arah Lian yin yang sudah tersungkur ke bawah memegang lengannya penuh dengan darah.
"Lian yin kamu terluka, bentar aku akan mencari kain untuk menutup lukamu agar darah tidak terus keluar" Yiwen melirik.sekelilingnya, ia tidak melihat ada potongan kain di sana dengan segera, ia menobek gaun pendeknya menutupi luka tembakan Lian yin.
Tembakan itu mengenai tepat di lengan Lian yin semua tembakan berhenti seketika saat Lian yin terluka. Lie Wei dan Ley segera membereskan semuanya. Sebelumnya ia menembak kamera cctv yang berada di sekitar pantai hanya dengan menggunakan satu tangan yang tersembunyi di balik punggungnya. Mereka mulai beraksi terus membunuh membabi buta semua yang berani melukai Lian yin dan membuat rusuh di pestanya tanpa ampun sedikitpun.
"Kamu bawa pergi Lian yin masalah di sini biar aku yang atasi semua" ucap Lie Wei melirik sejenak ke arah Yiwen.
Dengan segera Yiwen memopang badan kekar Lian yin dengan punggung mungilnya. " kamu khawatir denganku" Lian yin mencubit hidung mungil Yiwen yang terlihat sangat lucu saat bernapas.
"Kamu jangan banyak bicara lihat darah kamu terus mengalir aku harus segera bawa kamu ke kamar memanggil dokter untuk menangani lukamu" napas Yiwen terasa sangat berat. Ia harus memopang badan Lian yin yang jauh lebih berat dari badan mungilnya.
Napasnya mulai ngos-ngosan tak beraturan. Rasa lelah mulai menyelimuti tubuhnya. Dengan langkah yang terasa sangat berat ia menaiki anak tangga yang menjulang tinggi di depan. Semua listrik di hotel mati seketika membuat ia terpaksa menaiki anak tangga yang menjulur panjang ke atas.
"Apa gak ada cara lain untuk pergi ke kamar kamu" keluh Yiwen. Keringatnya mulai becucuran membasahi wajah cantiknya.
Hingga suasana sudah nampak sepi suara tembakan mulai menghilang. Ley dan Lie Wei membuang pistol itu ke laut untuk menghilangkan jejak. Mereka bergegas pergi setelah membuat penyelidikan polisi nanti tertuju pada orang-orang yang baku tembak mati dengan sendirinya. Tanpa ada dugaan pembunuhan.
Kecerdikan mereka berhasil mengelabuhi polisi saat datang. Ley dan Lie Wei bergegas pergi tanpa rasa bersalah sedikitpun. Tak ada satupun saksi yang ada di sana semua mulai pergi berlari ketakutan.
Bersambung
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN BERI LIKE DAN COMENT YA ❤❤ DAN DUKUNG TERUS AUTOR😍😍
JIKA ADA KRITIKAN ATAU MASUKAN DARI KALIAN MOHON TULIS DI KOLOM KEMENTAR.
MASIH DALAM TAHAP REVISI NAMA TOTAL DARI BAB 1 SAMPAI BAB TERAKHIR.
TERIMA KASIH🙏🙏
chris wu
yang yang
my idol 😍😍😍
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/