NovelToon NovelToon
Dicintai Makhluk Halus

Dicintai Makhluk Halus

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Misteri / Reinkarnasi / Romansa Fantasi-Non-Human / Cinta antar ras / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:66.1k
Nilai: 5
Nama Author: Pena_Viraa

WARNING!!

Cerita ini akan ada season 3 nya ya, yang sudah baca selesai season 2 yuk balik lagi baca season ke 3 nya. Semoga suka.

Ayu, gadis manis berkulit kuning Langsat, hidup sebatangkara di sebuah desa. Setiap harinya dia selalu berusaha untuk bisa bertahan hidup.

Hingga hal tak terduga tak pernah di bayangkan oleh Ayu sebelumnya, dia bertemu dan mencintai seorang pria yang ternyata berasal dari sebangsa jin.

Lalu, bagaimana kelanjutan kisahnya?

ikuti terus ceritanya ya😊

Jangan lupa follow akun penulis, beri vote serta like nya ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Viraa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24: Season 2

Karena hari ini bukanlah waktu Layla untuk mengajar, setelah sarapan dan melakukan tugas rumah, Layla duduk santai di bawah pohon mangga. Risma sang ibu, setiap hari ikut Fajar ke kebun. Kebetulan, bulan ini adalah dimana waktunya untuk panen.

Setengah jam nanti, Layla berniat ingin berbelanja di pasar. Desa Sepuh memiliki pasar yang hanya ada dua Minggu sekali, jika hari pasar tiba, maka penduduk desa akan berbondong-bondong untuk datang. Karena, tidak sedikit juga para penjual yang datang dari kota juga.

Mengganti jilbabnya, mengunci pintu rumahnya dan mendayung sepedanya dengan perlahan menuju pasar. Hal yang ditunggu-tunggu oleh Layla, karena dia jarang bisa melihat keramaian yang ada di pasar.

Setelah sampai, Layla memarkirkan sepedanya di bawah sebuah pohon, lalu berjalan sedikit untuk masuk ke area pasar. Layla menoleh kekiri dan kekanan, mencari bahan pokok dan stok bahan pokok lainnya hingga hari pasar berikutnya. Tak sengaja, mata Layla melihat sosok tak asing, yaitu Arjun yang sedang menjajakan hasil panen tebunya.

Desa Sepuh memiliki sistem bagi hasil, untuk yang mau bekerja menjaga kebun dan mengurusnya, seperti Arjun tentunya. Dua hari yang lalu, Arjun lebih dulu memanen kebun tebu yang di urusnya, lalu menjualnya di hari pasar. Setelah mendapat hasilnya, barulah mereka membaginya dengan sama rata. Meski Arjun bukanlah manusia, namun dia juga bisa memakan makanan manusia dan tentu memerlukan uang juga. Meski dia bisa mendapatkan apa saja dari sekali jentikkan jari, namun Arjun lebih memilih untuk mencoba mendapatkannya dengan cara lain.

"Arjun, kamu disini?" sapa Layla, wajah Layla berseri-seri setiap dia bertemu dengan Arjun.

"Oh, ya. Kamu juga sedang berbelanja? Maaf, kita tak bisa banyak bicara sekarang, karena aku harus menjaga geraiku." ucap Arjun.

Layla paham, dia mengangguk dan tersenyum, kemudian berlalu kembali mencari tujuan awalnya.

.

.

Satu jam kemudian, setelah semua yang di butuhkan telah dapat, Layla pun berniat pulang. Saat dalam jalan keluar dari pasar, Layla melihat gerai Arjun yang sudah kosong, itu tandanya Arjun sudah pulang lebih dulu. Layla sedikit menghela nafasnya, lalu mendayung sepedanya perlahan.

Di pertengahan jalan, Layla berhenti tiba-tiba. Matanya tak sengaja melihat Arjun yang duduk di pinggir jalan, lebih tepatnya terlihat sedang melamun. Layla kembali mendayung sepedanya, hingga tibalah dia pada tempat di mana posisi Arjun berada.

"Sedang apa disini?" tanya Layla.

Arjun yang ternyata tidak menyadari bahwa Layla sudah berada di dekatnya, merasa sedikit terkejut. Arjun berusaha untuk mengangkat sudut bibirnya, dan berdiri.

"Sudah akan pulang?" bukannya menjawab, Arjun juga melontarkan pertanyaan pada Layla.

Layla mengangguk dan juga tersenyum, Arjun mendekat.

"Naiklah, biar aku yang mendorong sepedanya sampai rumahmu." ucap Arjun.

Layla kembali tersenyum, dan naik diatas sepeda itu. Sementara Arjun, memegang stang sepeda itu dan mulai perlahan mendorong nya.

"Mengapa kamu tidak naik juga dan menjalankannya dengan mendayung?" ucap Layla.

"Kali ini, aku ingin sedikit lebih lama denganmu. Jika aku juga naik dan mendayungnya, itu akan membuat mu cepat sampai dirumah." jawab Arjun.

Layla bukan lagi tersenyum, namun dia kali ini tertawa kecil mendengar ucapan Arjun tersebut.

"Hari ini dan besok, aku tidak mengajar. Jadi, besok kita masih bisa bersama. Aku akan mengajakmu jalan-jalan ke kota jika kamu mau." ucap Layla.

"Ke kota? Ide yang bagus, aku belum pernah menginjakkan kaki ke kota." jawab Arjun.

"Baiklah jika begitu, besok aku akan meminjam motor temanku."

"Tak perlu, apa kamu lupa siapa kekasihmu ini? Tak perlu meminjam ataupun membeli, aku bisa mendatangkannya dalam satu kedipan mata."

"Lalu, jika begitu mengapa kamu belum memilikinya?" tanya Layla.

"Karena aku, tak perlu memilikinya." jawab Arjun.

"Aku baru tahu, bahwa makhluk halus bisa mengendarai kendaraan manusia." ucap Layla.

"Ayolah sayang, jangan lupakan siapa kekasihmu ini lagi." ucap Arjun menghentikan dorongannya, kemudian menatap kearah Layla dengan wajah yang memelas.

"Arjun, apa aku boleh bertanya." tanya Layla dengan nada serius.

"Tentu saja, ratuku."

"Apa kamu masih memangsa bayi yang baru lahir?"

Pertanyaan Layla membuat Arjun sedikit terkejut.

"Tidak lagi, setelah aku bertemu denganmu dua puluh tahun lalu." jawab Arjun apa ada nya.

"Lalu, selama itu apa yang menjadi makananmu untuk mengganti itu?"

"Aku ... makan daging hewan apa saja yang aku lihat, tapi aku lebih banyak makan makanan manusia."

"Begitu, apa di kehidupan dahulu kamu juga sudah biasa makan makanan manusia?"

"Tidak, di kehidupan dahulu aku tak makan apapun."

Layla diam dan mengangguk, suasana kembali hening karena jarak rumah Layla sudah tak terlalu jauh lagi. Saat sudah dekat, secara kebetulan Fajar sedang duduk di bawah pohon mangga memperhatikan mereka berdua.

"Lho, ada apa dengan sepedanya? Mengapa hanya di dorong saja?" tanya Fajar.

Arjun tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang mungkin tak gatal.

"Tak apa pak, tak ada masalah dengan sepedanya. Hanya saja, kami ingin berjalan-jalan sedikit lebih lama." ucap Arjun terang-terangan.

Fajar juga tersenyum mendengar jawaban dari Arjun.

"Baiklah, ayo masuk dulu." tawar Fajar.

"Oh, tak usah pak Fajar. Saya harus kembali ke kebun, karena masih ada beberapa hasil panen yang belum diambil, saya khawatir nanti ada binatang yang mencurinya." tolak halus Arjun.

"Oh begitu, ya sudah, tapi setelah ini saya harap kamu tidak menolak tawaran saya untuk mengobrol lebih dekat dengan kami." ucap Fajar.

Arjun tersenyum dan mengangguk, menoleh sejenak kearah Layla, lalu pergi.

Layla masuk kedalam rumah, dengan kedua tangan yang penuh dengan barang belanjaan.

"Lengkap semua?" tanya Risma, yang berada di dapur.

"Iya Bu, lengkap semua alhamdulilah." jawab Layla.

"Ibu dengar tadi ada nak Arjun juga, kenapa tidak disuruh masuk?"

"Katanya dia harus kembali kekebun, untuk mengambil hasil panen yang belum di ambil."

Risma mengangguk tanda paham.

Keesokkan harinya, Layla sudah rapi dengan pakaian terbaiknya. Layla tak sadar, Risma sang ibu sedang memperhatikan dirinya yang sedang mematut diri dicermin.

"Mau kemana?"

Layla terkejut, dan tiba-tiba tersipu malu menyadari bahwa ibunya itu sudah lama memperhatikan nya.

"Emm, itu. Aku mau jalan-jalan ke kota Bu, izin ya?" jawab Layla.

"Boleh, terserah kamu. Asalkan pulang, tepat waktu." ucap Risma.

Setelah siap, Layla lalu keluar dan duduk di bawah pohon mangga.

Tak lama, Arjun dan dengan sebuah motor yang cukup bagus. Bisa di bilang begitu karena tak ada kendaraan roda dua seperti itu di desa Sepuh, Layla sedikit tertegun namun tak lama tersadar karena hampir lupa lagi dengan sosok pria yang sedang berada di atas kendaraan itu.

"Siap?" ucap Arjun.

Layla mengangguk, lalu naik. Risma memperhatikan dari dalam rumah, sambil tersenyum.

"Aku baru ingat, jika kamu bisa melakukan apa saja dalam jentikkan jari, mengapa kita harus menggunakan kendaraan untuk menuju kota?" ucap Layla, setelah Arjun menjalankan motor itu.

"Sepertinya, aku harus selalu membuatmu tak melupakan apapun. Gunanya menaiki kendaraan ini, agar perjalanan kita sedikit lambat, dan kita akan sedikit lama bersama."

Terdengar oleh Arjun, Layla tertawa cekikikan di belakangnya. Arjun pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, menyadari tingkah kekasihnya itu.

Setelah memasuki kawasan perkotaan, Arjun sedikit terpana. Tentu saja, karena pemandangan dan suasana di perdesaan tentu berbeda dengan perkotaan. Hingga membuat Arjun tak sadar, kalau dia berperilaku aneh yaitu melepaskan stang motornya dan menoleh ke kiri dan kekanan dengan mudah.

"Ku mohon, sadarlah. Kamu membuat orang akan menyadarinya nanti." ucap Layla, sambil menepuk cukup kuat bahu Arjun.

Arjun terperanjat, lalu kembali memegang stang motor itu dan melajukannya dengan normal.

"Maafkan aku, di dua kehidupan ini aku belum pernah melihat suasana seperti ini." jawab Arjun. "Lalu, setelah ini kita kemana?" tanya Arjun.

"Aku akan membawamu kesebuah tempat di mana akan lebih banyak orang lagi." jawab Layla.

Arjun hanya mengangguk, mengikuti petunjuk jalan yang di arahkan oleh Layla.

Setelah beberapa menit, mereka berhenti di sebuah gedung berlantai tiga. Ya, Layla membawa Arjun kesebuah pusat perbelanjaan yang biasa di sebut mall.

Meski Layla hidup dan tinggal di sebuah desa, namun tentu Layla pernah ke kota. Dia juga tau dunia luar, karena zaman yang semakin canggih juga layar dan benda pipih yang dimilikinya yang biasa di sebut ponsel itu. Warga desa Sepuh juga tak kalah dengan orang perkotaan, hanya perbedaan tempat tinggal saja. Dan juga, jarak dari desa ke kota tak begitu jauh, jadi masih sangat mudah di tuju.

Arjun kembali terpana, melihat gedung yang tinggi menjulang itu. Lagi-lagi, Layla menepuk pundak Arjun yang membuat Arjun kembali tersadar. Bukannya malu melihat tingkah Arjun seperti itu, Layla malah berusaha menahan tawa.

"Ayo kita masuk, masih banyak yang harus kamu lihat di dalam." ucap Layla.

Setelah memarkirkan motor itu, Layla langsung menarik tangan Arjun untuk memasuki area mall tersebut. Baru saja kakinya tiba di depan pintu masuk yang terbuat dari kaca, langkah Arjun kembali terhenti ketika melihat pintu itu terbuka dengan sendirinya.

Layla tertawa, kembali menarik tangan kekasihnya itu hingga benar-benar berada di dalam mall.

"Suasana disini lebih sejuk dari pada di desa Sepuh." gumam Arjun.

Layla hanya menoleh, lalu tersenyum.

Mereka duduk di salah tau tempat duduk yang di sediakan, lalu Layla mengeluarkan ponselnya.

"Sedang apa kamu?" tanya Arjun.

"Aku ingin memiliki satu foto bersamamu." jawab Layla.

Karena tak tau apa yang sedang di bicarakan Layla, Arjun diam. Layla menghidupkan kamera di ponselnya, lalu mengangkatnya tepat berada di depan wajah mereka.

Layla sedikit terkejut, karena di dalam kamera itu hanya ada dirinya dan Arjun tak terlihat. Arjun yang baru memahami apa yang sedang di lakukan Layla, tersenyum melihat ekspresi wajah Layla yang terlihat kebingungan.

"Apa kamu masih ingat? Mengapa di kehidupan dulu, di istanaku tak ada satu pun cermin atau kaca di dalamnya? Itu karena sebangsaku tidak bisa di lihat dari itu, dan aku rasa kamu tau alasannya mengapa aku juga tak terlihat di dalam benda pipih aneh mu itu." ucap Arjun.

Layla menggaruk kepalanya yang tak gatal, dia kembali lupa akan siapa kekasihnya itu.

"Lalu, apa kita harus duduk disini sepanjang hari?" ucap Arjun kembali.

Layla menarik tangan Arjun tanpa menjawab pertanyaan Arjun, saat mereka tengah berjalan, Layla tiba-tiba berhenti di depan etalase yang memamerkan sebuah manekin dengan stelan khusus muslimah yang mampu membuat Layla terkagum. Arjun yang sedikit heran, menatap wajah Layla, lalu tanpa sengaja dia mendengar suara hati Layla.

Ternyata Layla sangat menginginkan pakaian itu, namun karena ia hanya sebuah guru honorer yang mendapat gaji jauh dari kata cukup, membuatnya hanya bisa memandang saja. Layla yang sederhana dan tidak memaksakan keinginannya, menarik kembali tangan Arjun untuk mengajaknya ke tempat lain.

"Kamu ingin itu?" tanya Arjun, menahan kembali langkah mereka.

"Tadinya iya, namun aku tidak begitu menginginkannya." jawab Layla berbohong.

Arjun tersenyum, dia tau kekasihnya itu sedang berbohong.

"Apa kamu ingin melihat sesuatu yang luar biasa?" ucap Arjun.

"Apa?"

Arjun menoleh ke kiri dan ke kanan, memastikan orang-orang di sekitar tidak memperhatikan mereka. Dan ketika sudah aman, Arjun menjentikkan jarinya, dan dalam sekejab segepok uang kertas berwarna merah telah berada di tangan Arjun.

Layla menutup mulut tanda tak percaya, sekaligus takjub. Sedangkan Arjun, menyunggingkan senyum bangga nya.

"Uang? Kamu juga bisa mendatangkan uang dengan mudah? Lalu mengapa kamu harus mengurus kebun, dan berjualan di pasar? Kamu bisa memiliki uang dengan mudah." ucap Layla pelan.

"Apa artinya kekayaan untukku? Sudahlah, ambil ini dan belilah apa yang kamu mau. Setelah semua keinginanmu telah dapat, kita harus secepatnya keluar dari tempat ini, karena aku sudah hampir menggigil kedinginan."

Jawaban Arjun itu membuat Layla tertawa, sekaligus terharu. Arjun dengan mudahnya memberikannya uang yang sangat banyak, dan dengan ragu Layla menggenggam uang yang di berikan paksa oleh Arjun itu.

🌷🌷🌷🌷

1
Dhoe Aquarius
kok nangis ya bacanya
Bariahasnawisahari
kl Q jd ayu udh ngk bsa tdur deh, ichhhh serem
Rasti Rasti
jangan buat Layla jadi jahat Thor dengan mengabaikan Rayhan. kan Ng lucu seorang istri Sholeha Ng taat sama suami
Rasti Rasti
Masya Allah, dari novel ini aku bisa belajar banyak, meskipun hany sebuah imajinasi tapi cukup membuat saya memetik banyak pelajaran, bahwa syukur harus tetap di tanamkan, sedikit banyaknya sebab diluar sana banyak yang ingin seperti saya tapi mereka tidak bisa.


Dedi Thor dengan kisah nya ayu
Lovely Shihab
lanjut dong say, bagus ceritanya
Musrina
kok lama ngk up, lagi dong seru nih
Herwy Kurniati
kog lama ngk up kk....
Uyun N
mbak layla ,kasian dong sama suami nya
reyhan jadi terabaikan
Avv Versonn
kk autor harus happy ending ya🤭
Euis Nina
makasih 🙏kak udah up lagi , , wah sekarang layla udah tau kalo itu memang Arjun reinkarnasi ny raja, , , smoga setelah ini mereka bisa bersatu yahh😌😌
Euis Nina
kak autor visual nya dong😍 buat ayu, Arjun sama braspatih , mas Reyhan dn Tasya , , jd penasaran sana ke gantengnya Arjun seperti apa☺☺
Euis Nina: siap👌👌 kakak di tunggu ☺☺
total 2 replies
Euis Nina
dobel up kak 🙏☺aku jadi makin penasaran sama pesta 🥳🎉🎈nya Arjun dan Tasya, , , kira" gimna perasaan nya layla nanti yach🤔
Euis Nina: iya kakak ditunggu up. selanjutnya 🙏☺
total 2 replies
Euis Nina
untung aja Arjun cepat sadar, kalo engga takut kejadian ngadon sama Tasya lagi trus yg di bayangin Arjun ayu lagi😌😌
Avv Versonn
next thor, nanti klo udh tamat harus happy ending ya,layla sma Arjun harus bersatu lgi!
Author Viraa: jangan lupa follow akun author ya
total 1 replies
Kim Rahma💜
Untung yg disebut Ayu, bukan Layla
Euis Nina
emmhhh baru aja layla mau ngobrol sama Arjun eh malah di tarik braspatih😪
Euis Nina
kapan Arjun sama layla bersatu nya🤷‍♀️🤷‍♀️
Herwy Kurniati
lanjuttttgt
Herwy Kurniati
derita cinta tiada akhir.......
Euis Nina
oo pantesan aja Tasya gk kenapa" setelah menikah 5 thn dgn Arjun, , ternyata belum di apa-apain lho🤔 , , v aneh ya kok bisa kuat bertahan Tasya sama Arjun sampai sekarang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!