NovelToon NovelToon
I’M Not A Virgin

I’M Not A Virgin

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / Cintapertama / CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:12.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

Delavar sudah lama memendam rasa pada seorang wanita bernama Amartha. Tapi, Amartha selalu menolaknya karena alasan dia sudah hamil tanpa tahu siapa ayah bayi yang sedang dikandung.

Delavar yang mengetahui hal tersebut pun meminta Amartha untuk bercinta dengannya. Sebagai imbalan, Delavar akan mengakui bayi dalam kandungan Amartha sebagai anaknya.

Apakah Amartha bersedia menerima tawaran tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 24

“Sesuai kesepakatan, kau meminta sepuluh juta euro sebagai bayaran menjawab semua pertanyaanku.” Delavar melemparkan tas berisi uang hingga terjatuh tepat di depan kaki Papa Max.

Papa Max langsung menyeringai saat tiga ikat uang sampai keluar dari tas karena ritsleting tak ditutup oleh Delavar saat dilempar ke arahnya. “Aku kaya mendadak,” ujarnya sangat gembira.

“Kau memilih uang dibandingkan kebebasan. Maka nikmati sepuluh juta euro itu sepuasmu tanpa bisa kau sentuh,” pungkas Delavar. Bibirnya menyeringai sinis merutuki kebodohan pria yang lebih mementingkan harta itu.

Anak ketiga keluarga Dominique tersebut menepuk pundak kembarannya untuk mengajak Dariush keluar dari gudang. “Kita tinggalkan pak tua itu di dalam sini, biarkan dia merasakan hidup memiliki uang tanpa sebuah kebebasan.”

Dariush menertawakan Papa Max. “Orang serakah memang tak pernah sadar jika ketamakannya bisa membawa ke dalam sebuah petaka,” ungkapnya.

Delavar dan Dariush bersamaan berbalik badan dan mengayunkan kaki menuju pintu. Tak lupa keduanya mengambil ponsel yang digunakan sebagai penerangan dan membiarkan Papa Max di dalam ruangan gelap bahkan dengan pakaian yang basah kuyup.

“Keparat kalian! Lepaskan aku!” Papa Max meronta dengan menggoyangkan badan. Dia tak mengira jika setelah menjawab dengan jujur semua pertanyaan Delavar tetap tak akan dibebaskan.

Delavar dan Dariush tak peduli dengan raungan pak tua itu. Justru menutup pintu dengan kencang dan mengunci dari luar agar tak ada satu orang pun yang bisa masuk ke dalam gudang tak terpakai tersebut.

“Apa kau hanya menghukumnya dengan menyekap di dalam gudang saja?” tanya Dariush saat dia dan kembarannya berjalan menuju bangunan utama mansion.

“Tidak, aku sudah memikirkan balasan lain. Tapi tidak malam ini, karena itu tak mungkin dilakukan hari ini juga,” ungkap Delavar.

“Jangan lupa mengajak aku untuk mengeksekusinya,” pinta Dariush.

“Bisa diatur.” Delavar menepuk pundak Dariush. “Aku langsung ke kamarku.” Ia berpamitan dengan kembarannya saat sampai di lantai dua di mana kamar keduanya berada.

Dengan hati-hati Delavar memasuki kamarnya, dia tak ingin mengganggu tidur Amartha yang terlihat sangat nyaman. Tak lupa mengganti pakaiannya yang tadi sempat terkena air sabun bercampur bekas bangkai tikus.

Delavar duduk di sofa dan mengamati wanitanya dari jarak dua setengah meter. “Sekarang aku tahu kenapa kau sangat dingin dengan aku,” ucapnya. Rasanya sangat ingin tidur di samping Amartha dan memeluk dari belakang. Memberikan ketenangan serta kenyamanan. Tapi kenapa sisi baiknya lebih dominan dibandingkan kelancangannya.

Tubuh terbalut kaus berwarna putih dengan celana kolor hitam tak bermotif itu mulai tidur di sofa dengan posisi miring. Dia terus memandang wajah Amartha. “Bagaimana caranya membuatmu bahagia dan tak perlu merisaukan kehidupan kelammu?” Dia terus berpikir mencari jalan keluar untuk menghangatkan hati seseorang yang beku.

Hampir tak pernah Delavar berurusan dengan wanita seperti Amartha. Tapi entah kenapa ketegaran mantan kekasih sepupunya itu membuatnya tertarik. Walaupun Amartha sudah banyak disakiti oleh banyak orang termasuk orang tua sendiri. Namun di mata Delavar, Amartha adalah sosok wanita yang tetap mencoba terus berdiri meskipun dunia tak berpihak padanya.

Tanpa sadar, Delavar pun perlahan terbang ke alam mimpi setelah puas menatap rakus wanitanya.

Jam digital di atas nakas milik Delavar pun berbunyi. Itu adalah alarm untuk membangunkan Delavar agar tak terlambat untuk bersiap ke kantor. Bukan pemilik kamar tersebut yang terbangun lebih dahulu, tapi Amartha.

1
Mochimolala
kaciannn jomblo sendirian 🤣
mars
woow bisa beli pulau klu di I do
mars
gelo
mars
puas bgt aq bacanya ka'g takut t7h makin dendam dia
mars
org kaya mah beda buang2 uang kerjanya🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Uun Hayatun01
Luar biasa
Nur Syamsi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 knapa masih mau libur
Nur Syamsi
sprtinya Amartha mengerti akan penjelasan Mommy Diora Krn Amartha mau nginap di rumah utama pa lagi dikamar Calsu,
Nur Syamsi
jgn lgsung ambil keputusan sepihak Amartha sblum tau yg sebenarnya....
Nur Syamsi
mudah" Amartha Tdk terhasut dgn Crush,
Nur Syamsi
klaw dipelajari alasan Cristy menghamili Amartha, Tdk ada hubungannya dg Delavar, Crisx aja yg dendam Krn adeknya Tdk bisa dicintai oleh Delavar, hweee Crish cinta itu tak bisa dipaksakan....Lo Krn it persoalan hati.,.
Nur Syamsi
sebaiknya kasih tau Delavar Amartha Krn kau tau sendiri kan Cristy itu orangnya licik....jgn smpe terjadi hal ...yg tak diinginkan
Nur Syamsi
sembarangan ni si kembar
Nur Syamsi
dasar bucin modus muluh
Nur Syamsi
ya segerah halalin drpda buang" benih muluh
Nur Syamsi
betul Amarta, status tetap ayah kandung ttpi perbuatannya iblis ...
Nur Syamsi
tidak semudah hidup sortinyg dialami Amarta, siapapun yg mengalami sprti itu pasti berbuat hal sprti Amarta, mudah"an Tdk ada dikehidupan nyata sprti Amarta ya thor 😭😭 yg dijual oleh bapak kandungnya sendiri 😭😭😭
Nur Syamsi
dikurek aj Amarta
Nur Syamsi
itulah bakasannya laki" keji Tdk berfikir sebelum merenggut dan melukai seorang wanita....sudah kau harta yg sangat berharga dr seorang wanita kau siksa lagi
Nur Syamsi
kamu yg tak punya hati Max menjual anak gadis, walaupun sebenarnya bukan anak kandungmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!