Mendapat beasiswa di sekolah populer yang isinya anak-anak orang kaya membuat Kika menyembunyikan identitas aslinya.
Tapi Kika tidak menyangka kebohongannya justru membuat dirinya terjerat dengan 2 cowok terpopuler di sekolah barunya.
Siapa kira-kira mereka? Dan siapa yang Kika pilih menjadi Perfect Boyfriend-nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mata-Mataly
Red yang berada di parkiran mansion mendapat pesan dari Ed jika sepupunya itu, pagi ini menjemput Kika.
“Ck, ternyata Ed curi start duluan!“ decak Red kesal.
Pemuda itu segera mengambil motornya tapi saat Red hendak memutar gas tiba-tiba dia merasakan ada tangan yang melingkar di perutnya pertanda bahwa ada yang naik di jok belakang.
“Kak, nebeng ya!“ ucap Black sambil menyenderkan wajahnya di punggung Red. “Aku males nyetir, Kak. Masih ngantuk!“
“Turun gak?“ bentak Red yang merasa geli mendapat pelukan dari anak mommy itu. “Nebeng sama Pink dan Green sana!“
“Ish, mereka menyebalkan! Aku tidak suka!“ sahut Black semakin mengeratkan pelukannya. “Nanti aku jadi mata-mata si Kika itu deh!“
“Janji, ya?“
“Iya janji!“
Akhirnya keduanya pergi ke sekolah bersama disusul kedua saudara perempuan mereka. Sebelum masuk mobil, Pink dan Green melambaikan tangan mereka pada mommy Blue.
“Anak-anak manusiaku!“ gumam Blue dengan senyuman haru.
*****
Kika sudah sampai di sekolah, gadis itu berjalan dengan melamun karena pernyataan cinta Ed padanya. Setelah kejadian jantung berdendang sebelumnya, Ed mengutarakan cinta padanya dan sialnya dia berjanji akan memberikan jawaban setelah pensi selesai.
“Astaga Kika, bagaimana kau bisa berjanji pada Red dan Ed sekaligus!“ gerutu Kika pada dirinya sendiri.
Nada yang melihat Kika masuk kelas sendirian tampak keheranan. “Di mana Bebebmu? Biasanya gandengan berdua!“
“Tau ah!“ Kika malas menjawab.
“Kalian sedang marahan?“ tanya Nada kepo.
Kika menopang dagunya sambil menatap Nada yang duduk di depannya. “Kau pernah jatuh cinta tidak?“
“Sering, dulu pas SD banyak cinta monyetku!“ jawab Nada antusias. “Kenapa bertanya seperti itu?“
“Lupakan! Nanti pulang sekolah ikut aku ke aula, ya! Ada rapat panitia pensi, aku malu kalau sendirian!“ pinta Kika memelas.
Nada tampak berpikir sejenak sebelum menjawab. “Oke deh, sepertinya hari ini aku tidak ada bimbel!“
“Oh iya, kau bimbel di mana, Kika?“
“Um, aku bimbel....“ jawaban Kika menggantung karena bell masuk berbunyi.
Bersamaan dengan itu, Red masuk ke kelas bersama anak-anak yang lainnya. Kika pikir pemuda itu akan marah seperti biasa tapi kali ini aneh, Red hanya diam dan enggan menatap Kika yang mana membuat gadis itu merasa takut akan sikap Red padanya.
“Apa Red kerasukan salah satu tuyulnya?“ batin Kika menerka.
Sampai jam istirahat dan pulang pun, Red masih bersikap seperti itu. Akhirnya Kika mengalah saat jam pulang sekolah untuk berbicara pada pemuda itu.
“Red!“ panggil Kika menghampiri Red di bangkunya.
“Hm,“ jawab Red tanpa mau memandang wajah pacarnya.
“Kau marah padaku?“
“Tidak!“
“Ya sudah kalau begitu, aku mau ke aula!“ pamit Kika.
Red tidak menjawab tapi pemuda itu berlalu begitu saja meninggalkan Kika di kelas. Kika meremas ujung roknya, dia sudah terbiasa dengan sikap Red yang tengil jadi saat dia diam begitu membuat Kika tidak nyaman.
“Sadarlah, Kika!“ gumam Kika menghela nafasnya beberapa kali lalu gadis itu keluar kelas untuk mencari Nada.
Nada sedang menemui supirnya untuk memberitahu jika dirinya pulang telat, setelah urusan dengan supirnya selesai gadis itu mendapat pesan jika Kika menunggunya di aula.
Saat gadis itu menuju aula, dia berpapasan dengan Black yang tampak kebingungan. Nada menepuk pundak Black yang tampak celingak celinguk tidak jelas.
“Dor!“
Black kaget, refleks dia memegang dadanya. “Anjirly kagetly akuly!“
“Kau kenapaly?“ Nada mengikuti gaya bahasa Black yang kaget.
“Jadi mata-mataly!“
walopun tetap dengan gaya khas kocaknya, tapi feel ceritanya tetap ada dan lebih terasa..
suka banget bacanya, nagih..
walopun sempat greget karena udah baca sampai bab 74 bahkan sampai termehek-mehek, eh g taunya malah kena prank klo itu cuma mimpinya blue.. 😱😱😱
blue emang beda tapi tetap keren..
justru karena keunikannya lah, karakter Blue jadi berbeda..
semoga sehat selalu ya kak..
tetap semangat berkarya walau apapun yg terjadi.. 😘😍🤩🥰