NovelToon NovelToon
Suamiku Ternyata Bos Mafia Yang Disegani Dunia

Suamiku Ternyata Bos Mafia Yang Disegani Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Romansa Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Liora dipaksa menikah dengan Arkan demi menyelamatkan perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut. Ia mengira Arkan hanyalah pengusaha kaya biasa yang dingin dan tertutup. Kehidupan baru Liora dimulai di kediaman megah namun penuh ketatapan. Pelan tapi pasti, Liora mulai melihat keanehan-keanehan: pengawal yang selalu berjaga, orang-orang yang menunduk takut saat melihat Arkan, dokumen rahasia, hingga pembicaraan tentang organisasi bernama Bayangan Hitam.

Liora perlahan mengetahui kenyataan pahit: suaminya bukan sekadar pengusaha, melainkan pemimpin mafia paling berkuasa yang menguasai jalur perdagangan gelap, ekonomi bawah tanah, dan memiliki koneksi hingga ke pejabat tinggi negara. Dunia Liora berantakan, rasa takut bercampur kagum. Di sisi lain, Arkan yang awalnya menganggap Liora hanya kewajiban kontrak, mulai tertarik pada ketulusan dan keberanian gadis itu yang tidak pernah lari meski sudah tahu siapa dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 : Mata di Balik Bayangan

Hari itu, Damar menjalankan tugas rutinnya sebagai kepala keamanan utama Arkan Group.

Seharian penuh ia berkeliling memeriksa setiap pintu masuk, sistem pengawasan, pos penjagaan, dan identitas setiap orang yang masuk ke gedung utama.

Ia selalu teliti, waspada, dan tidak membiarkan satu pun celah keamanan yang terlewatkan.

Bagi Damar, keselamatan Arkan dan Liora adalah nyawanya sendiri, dan ia tidak akan membiarkan apa pun membahayakan mereka.

Saat sore menjelang malam, Damar berhenti sejenak di lantai utama gedung pusat. Ia berdiri di dekat jendela kaca besar yang menghadap ke halaman depan, mengamati semua aktivitas yang terjadi di sekitarnya.

Semua petugas keamanan yang ia latih sendiri sedang bertugas dengan baik, wajah mereka penuh kewaspadaan dan disiplin yang tinggi.

Namun tiba-tiba, mata tajam Damar menangkap sesuatu yang aneh.

Di sudut paling gelap dari lorong sisi timur gedung tempat yang jarang dilalui orang, di mana cahaya lampu hanya redup dan tertutup oleh bayangan dinding dan rak-rak penyimpanan Damar melihat sosok-sosok berdiri tegak tanpa bergerak sedikit pun.

Mereka bukan petugas keamanan yang dikenalnya.

Mereka mengenakan pakaian serba gelap yang pas di badan, membuat tubuh mereka menyatu sempurna dengan kegelapan sekitar.

Wajah mereka tertutup sebagian oleh penutup wajah tipis yang hanya menyisakan mata mata yang tajam, dingin, dan memancarkan ketajaman yang tidak dimiliki oleh orang biasa.

Mereka berdiri tegak seperti patung, tanpa bersuara, tanpa bergerak, seolah menjadi bagian dari dinding dan bayangan itu sendiri.

Jumlah mereka ada delapan orang, tersebar merata menjaga seluruh jalur rahasia, pintu darurat, dan ruang kontrol utama.

Mereka tidak memegang senjata yang terlihat jelas, tapi Damar tahu persis:

di balik pakaian itu, mereka menyimpan senjata terbaik, kemampuan bela diri tingkat tinggi, dan keahlian bertahan hidup yang luar biasa.

Damar menahan napas, keningnya berkerut penuh keheranan dan rasa penasaran yang kuat.

Ia berjalan pelan mendekat, melakukannya dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara. Saat ia semakin dekat, ia mengamati mereka lebih teliti.

Gerakan mereka sangat presisi, posisi mereka dipilih dengan strategi sempurna, dan aura yang mereka pancarkan sama sekali tidak mirip dengan anggota pasukan yang pernah ia latih atau lihat sebelumnya.

 Ini adalah disiplin militer yang sangat tinggi, gaya bertarung yang halus namun mematikan, dan kepercayaan diri yang hanya dimiliki oleh mereka yang sudah dilatih sejak kecil untuk menjadi tentara elit.

"Siapa mereka?" gumam Damar dalam hati. "Dari mana mereka datang? Dan siapa yang menyuruh mereka menjaga di sini?"

Ia tahu semua anggota keamanan Arkan Group satu per satu. Ia tahu siapa yang masuk, siapa yang keluar, dan siapa yang memiliki kemampuan seperti apa.

Tapi orang-orang di depannya ini sama sekali tidak ia kenal. Mereka bukan karyawan baru, mereka bukan pengawal yang direkrut belakangan ini.

Mereka muncul begitu saja, seolah tumbuh dari tanah dan berdiri menjaga tempat paling berharga itu tanpa siapa pun yang menyadari kedatangan mereka—kecuali dirinya sendiri yang memiliki mata yang tajam.

Damar berdiri di balik tiang besar, mengamati mereka berjam-jam sampai matahari mulai terbenam dan ruangan itu semakin gelap.

Ia melihat bagaimana mereka saling bertukar pandang sekilas hanya satu detik, cukup untuk menyampaikan pesan tanpa suara sebelum kembali diam seperti patung penjaga.

Tidak ada perintah yang diucapkan, tidak ada gerakan yang berlebihan, semuanya berjalan dengan ritme yang sempurna dan teratur.

Saat Liora selesai bertemu dengan para manajer dan berjalan menuju lift menuju ruang kerjanya di lantai atas, Damar melihat salah satu dari sosok gelap itu bergerak sedikit.

Hanya sekali gerakan cepat dan senyap, cukup untuk memastikan bahwa jalan yang akan dilalui Nyonya Liora aman seratus persen.

Setelah Liora masuk ke dalam lift dan pintu tertutup rapat, sosok itu kembali berdiri diam seolah tidak pernah bergerak sama sekali.

Mata Damar melebar sedikit. Rasa hormat yang tak terjelaskan mulai tumbuh di dalam hatinya.

Ia menyadari bahwa ada kekuatan jauh lebih besar, jauh lebih rahasia, dan jauh lebih mematikan yang bekerja diam-diam di belakang organisasi mereka kekuatan yang bahkan ia sendiri tidak tahu keberadaannya.

Saat malam tiba dan seluruh gedung menjadi sunyi, Damar memutuskan untuk mencari tahu kebenaran.

Ia berjalan perlahan menuju ruang komando kecil yang khusus disiapkan untuknya, lalu mengirim pesan rahasia yang hanya bisa dibaca oleh orang-orang tertentu.

"Terdapat pasukan tak dikenal yang menjaga gedung utama. Mereka berpakaian gelap, memiliki disiplin militer tingkat atas, dan tidak terdaftar dalam daftar keamanan."

"Apakah ada perintah khusus yang saya tidak ketahui?"

Hanya butuh waktu sepuluh menit, dan balasan datang kembali singkat, jelas, dan penuh rasa hormat.

"Biarkan mereka bertugas. Jangan mengganggu mereka. Mereka di bawah perintah langsung Komandan Liora."

"Mereka adalah pelindung paling setia dan paling kuat yang kita miliki. Biarkan mereka melakukan tugas mereka, dan percayalah, tidak ada satu pun bahaya yang akan mendekat selagi mereka ada di sini."

Membaca pesan itu, tubuh Damar seketika menjadi kaku, dan semua teka-teki yang ada di pikirannya tiba-tiba terjawab.

"Komandan Liora!"

Nama itu bergema di kepala Damar dengan kekuatan yang luar biasa. Ia ingat legenda yang pernah ia dengar dari ayahnya, tentang Unit Falcon pasukan elit paling legendaris dan paling ditakuti di seluruh dunia, yang pemimpinnya adalah seorang wanita dengan kekuatan dan kecerdasan yang tak tertandingi.

Selama ini Damar hanya mengira itu hanyalah cerita kuno, mitos yang terdengar mengagumkan tapi tidak nyata.

Tapi sekarang, di hadapannya, ia melihat bukti nyata dari legenda itu. Orang yang selama ini ia hormati sebagai istri pemimpin, wanita yang lembut dan bijaksana, adalah sesungguhnya pemimpin dari pasukan paling mematikan di dunia.

Damar menarik napas panjang, lalu menunduk sedikit dengan rasa hormat yang jauh lebih dalam daripada sebelumnya.

Ia tidak lagi merasa heran mengapa tidak ada satu pun ancaman yang mampu menyentuh Arkan Group. Ia tidak lagi bertanya-tanya mengapa keamanan mereka sempurna tanpa celah.

Segala sesuatu menjadi jelas sekarang. Semua perlindungan, semua kemenangan, semua kedamaian yang mereka nikmati bukan hanya karena kebijaksanaan Arkan atau kerja keras para anggota keamanan biasa.

Semuanya ada di bawah pengawasan Sayap Elang yang dipimpin langsung oleh Liora.

Malam itu, Damar kembali berkeliling gedung dengan perasaan yang berbeda. Ia tidak lagi melihat sekelompok pengawal biasa yang menjaga tempat itu.

Ia melihat pasukan bayangan yang luar biasa, yang berdiri diam dan tegar, menjaga Arkan dan Liora dari kegelapan yang tidak terlihat.

Ia berjalan melewati mereka sekali lagi, dan kali ini, saat mata mereka bertemu sejenak, Damar tidak merasa seperti orang asing.

Ia merasa ada ikatan yang tersembunyi di antara mereka ikatan yang sama, tugas yang sama, dan tujuan yang sama: melindungi keluarga Arkan dan Liora dengan nyawa mereka sendiri.

Saat kembali ke pos terdepan, Damar memandang ke arah kamar utama di lantai atas, di mana Arkan dan Liora sedang beristirahat dengan damai.

Ia tersenyum pelan, lalu menguatkan pegangan pada senjatanya.

"Tidak perlu khawatir, Tuan Arkan, Nyonya Liora," bisik Damar dalam hati.

"Kalian aman sepenuhnya. Selama ada kami, selama ada mereka, tidak ada yang akan pernah berani menyentuh sedikit pun kebahagiaan kalian."

Dan di sudut gelap itu, para anggota Unit Falcon tetap berdiri tegak, menjaga, mengawasi, dan memastikan bahwa kerajaan mereka akan tetap aman, kuat, dan abadi selamanya.

1
Dhatu Lukita
aku kasih ⭐ 5 y biar semangat
Tri Wahyuni: Terimakasih
total 1 replies
Dhatu Lukita
halo thor, ceritanya menarik yaa😍.
jangan lupa mampir ya thor 💗, tinggalin jejak oke 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!