Ading Karja merupakan anak pertama dari keluarga yang cukup terpandang. Tapi walaupun begitu, ading karja selalu hidup sederhana.
Dan karna kesederhanaan itu, ading selalu menerima dan berusaha menerima juga mengikhlaskan apapun yang terjadi terjadi.
Karna baginya, segala sesuatu itu akan terjadi jika tuhan sudah berkehendak. Apapun itu, segala sesuatu yang ada di bumi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iis dahlia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 24 bingung
adi yang masih berpikir tentang ucapnya bunda alda sambil jalan masuk toko, tiba tiba langsung kagum dengan gaun gaun pengantin yang terpajang di toko.
bagai mana tidak, adi yang udah menantikan bisa memakai gaun pengantin dan bersanding dengan pacarnya. dan sekarang adi di tempat yang di inginkan, bisa melihat secara langsung gaun pengantin yang indah.
" waw. seindah inikah gaun pengantin. aku bahkan ngga bisa memilih satu dari yang ada di sini, semuanya bagus. rasanya aku ingin memakai semuanya " uacp suara hati adi
adi yang masih berdiri dan mata yang sedang melihat lihat gaun pengantin, membuat bunda alda senang dan menghampiri nya.
" adi kamu mau? " ucap bunda alda sambil memegang pundaknya adi
yang sontak bikin adi kaget.
" oh ngga tante, hanya melihat aja " ucap adi dengan nada suara rendah sambil tersenyum
" ngga papah kalau mau, akan tente kasih buat kamu yang kamu pilih " ucap bunda alda
" serius, aku boleh pilih yang aku mau? " ucap suara hati adi sambil tersenyum
" bun, kakak mana? kok belum datang? " ucap alexsandra sambil menghampiri bunda alda
" oh iya ya. kakak kok belum datang ya, padahal cuman mau beli bunga? tapi kenapa lama ya ? " ucap bunda alda sambil melihat jam di tanganya
" ayo bun sini duduk, kita mau mulai pembicaranya " ucap pak karja yang dari tadi udah duduk di sopa
mendengar ucapan pak karja, bunda alda dan alexsandra juga adi pun menghampiri pak karja dan duduk di sopa.
adi yang grogi dan juga canggung yang ngga tau harus berbicara apa, dan harus berbuat apa? cuman diam sambil aga menunduk kepalanya.
selain karna calon mertua yang ada di hadapanya, tapi juga? ada atasan di tempatnya kerja. yang membuatnya bingung.
" ini ayahnya adi kok ngga ikut? " ucap pak karja dengan santai
" papahnya adi udah meninggal, dah udah cukup lama " ucap ibu sinta dengan suara rendah
" inanilahiwainanilahiroziun "
" kami ikut berduka cita ya san " ucap bunda alda dengan suara rendah
" iya al. ngga papah kok, saya udah ikhlas. " ucap ibu santi yang masih dengan suara rendah
" alhamdulilah. ibu santi sabar ya. sebagai makhluk yang hidup, pasti akan mengalami kematian. makanya kita harus ikhlas jika pada akhirnya orang yang di sekeliling kita akan pergi " ucap pak karja dengan suara rendah yang mencoba santai supaya luka yang di alami ibu sinta dan keluarga tidak kembali terasa .
" iya . kami udah iklahs dan udah menjalani hidup seperti biasanya " ucap ibu sinta dengan suara rendah dan bersikap santai
" alhamdulillah "
" jadi begini ibu sinta. seperti yang udah kemarin kita bicarakan, saya dari awal udah setuju sama perjodohan ini. apalagi setelah saya tau kalau calon anak saya itu adi, saya makin setuju dan anak kami juga udah setuju menerima perjodohan ini " ucap pak karja dengan serius ke arah ibu sinta
" alhamdulillah. saya senang, dan adi anak saya juga udah menerima perjodohan ini " ucap ibu sinta
" alhamdulillah "
" makasih ya adi " ucap bunda alda sambil tersenyum ke adi
" iya tante " ucap adi sambil tersenyum yang aga sedikit malu
" semoga allah melancarakn segala sesuatunya dan menjadi berkah buat kita semau " ucap pak karja
" aamiin "
" kamu kenapa adi? kenapa hanya diam " ucap bunda alda dengan suara rendah
" biasa al, adi malu. karna biasanya ngga gini " ucap ibu sinta
" kakak tenang aja, ayah dan bunda ngga seseram itu kok. jadi kakak ngga akan takut sama ayah bunda " ucap alexsandra dengan nada bercanda
" hahahaa "
" ade nih , kalau bercanda pasti bikin ayah bunda tertawa " ucap pak karja dengan sedikit tertawa
" iya adi, adi tenang aja. tante dan om juga pernah ngalamin merasa malu dan minder saat ketemu calon mertua. jadi kami ngerti perasaan adi saat ini " ucap bunda alda sambil tersenyum
adi hanya membalas senyumnya bunda alda tanpa berkata apa apa.
" iya kakak. ayah bunda itu baik banget, apalagi kakak? udah ngga bisa di jelasin deh, saking baiknya " ucap alexsandra dengan ekspresi wajah yang sanati tapi serius
" alhamdulillah. " ucap ibu sinta
" iya san. anak saya di jamin ngga akan bikin kesalahan yang di sengaja " ucap bunda alda
" iya kan yah? " lanjut ucap bunda alda sambil melihat ke arah pak karja
" iya. saya kenal dan tau seperti apa anak saya " ucap pak karja
" saya percaya, dan sangat percaya " ucap ibu sinta
" bagaimana ibu bisa percaya sama menantu yang belum tau seperti apa? sedangkan Rio yang udah lama pacaran sama aku, masih belum percaya dan bahkan tidak mau merestui hubungan aku dengan dia " ucap suara hati adi
" alhamdulillah. kalau gitu, kita bisa merencanakan bulan dan tangal lamaran nya? " ucap pak karja dengan santai
" lamaran? kalau lamaran dulu, habis itu nikah? pasti butuh waktu aga lama. dan pastinya aku juga akan aga lama dapat restu dari ibu " ucap suara hati adi
" bisa " ucap ibu sinta dengan ekspresi semangat
" apa " ucap adi
" apa sebaiknya langsung nikah aja ya " lanjut ucap adi
yang sontak bikin ibu sinta melihat ke wajah adi yang merasa aneh dan heran.
" serius kakak " ucap ibu sinta yang tampak bingung sama adi dengan ucapnya itu
" serius bu. bukannya niat baik itu, harusnya di segerakan ya? " ucap adi yang mencoba santai untuk meyakinkan atas ucapanya itu
" tante dan om justru senang,. iya ngga yah " ucap bunda alda
" iya " ucap pak karja
" sepertinya kita akan dapat anak yang solehhah bun " ucap pak karja sambil tersenyum
" iya ayah. bunda udah ngga sabar melihat adi di rumah kita " ucap bunda alda dengan semangat
" yes. ade punya kakak cewe " ucap alexsandra dengan semangat dan kelihatan bahagia
ibu sinta yang masih bingung dengan adi, tapi juga senang karna adi akan punya keluarga yang akan menyayangi ya.
semanta adi, yang tampak biasa aja setelah mendengar tanggapan dari calon mertua dan adik iparnya itu.
tapi di sisi lain, adi juga bahagia karna akan secepatnya menjalankan rencananya untuk membuat calon suaminya bersikap buruk padanya. supaya bisa berpisah dengan calon suaminya, dan dapat restu dari ibunya untuk bersama Rio pacarnya itu.
" tapi saya mau minta maap, kepada sinta dan adi " ucap bunda alda dengan suara rendah
" kenapa? ada apa al? " ucap ibu sinta yang khawatir akan mengatakan sesuatu yang buruk
" anak saya meminta saya untuk melangsungkan pernikahan di masjid di dekat rumah kamu sin? dan nanti acara pesta pernikahannya akan di adakan setelah anak saya udah menerima pemberian dari suami saya " ucap pak bunda alda dengan rendah yang merasa seperti bersalah
" oh ngga papah al, kita senang kok. jika pesta di adakan setelah kita jadi keluarga? bukanya itu baik, jadi kita bisa merencanakan ya bersama " ucap ibu sinta dengan santai yang tak khawatir lagi
" alhamdulillah " ucap bunda alda
" apa? dia mau acara pernikahan di masjid yang sederhana. ini bagus ga ya? " ucap suara hati adi yang tampak bingung
" tapi ini bagus sih, lagian juga siapa yang mau nikah sama dia. pokoknya habis nikah, aku akan secepatnya buat dia ngga nyaman di sisi aku biar cepat pisah. aku ngga mau lama lama ngabisin waktu di pernikahan yang ngga aku inginkan. " lanjut ucap suara hati adi
" aahh. andai aja, ada cara lain supaya aku dapat restu hubungan aku sama Rio, mungkin aku akan pake cara lain. " lanjut ucap suara hati adi yang merasa lemas karan memikirkan hubungannya sama Rio
bunda alda yang melihat adi hanya diam, merasa ngga enak. yang merasa mungkin adi ngga akan mau. itu yang di pikirkan bunda alda
" apa adi keberatan? " ucap bunda alda dengan suara rendah
" ngga kok tante? justru adi merasa senang, karan adi juga inginya seperti itu " ucap adi dengan santai
ibu sinta yang mendengar ucapanya adi merasa kaget dan makin heran. karna adi ngga mempermasalahkan apapun yang di katakan dari calon mertua nya.
sementara bunda alda dan pak karja tampak merasa senang dengan ucapnya adi.
" ibu sinta. karna anak anak kita udah menerima perjodohan ini, dan udah setuju sama acara pernikahan nya. saya mengajukan buat besok aja acara nikahnya? " ucap bunda alda yang tampak serius
" apa " ucap serentak adi dan alexsandra yang kaget mendengar ucapanya bunda alda
" bunda serius " ucap alexsandra yang yang kaget sambil berpikir
" tente serius? " ucap adi yang sambil melihat ke arah bunda alda
" ade kenapa? kenapa ade kaget? " ucap bunda alda yang heran melihat alexsandra yang kaget
" gimana ini, jika besok acaranya? gue ngga ada kesempatan buat ngasih tau ke teman teman. ngga mungkin gue ngasih tau ke meraka lewat telepon. mereka pasti akan salah paham jika ngga gue jelasin. " ucap suara hati alexsandra dengan ekspresi wajah yang bingung
" ayah ngga masalah sih, yang penting adi nya siap? " ucap pak karja dengan santai
sementara adi hanya diam, dan memikirkan sesuatu.
" sepertinya aku harus bicara sama Rio sekarang, kalau besok acara pernikhanya " ucap suara hati adi
" tante om. apa di sini ada toiletnya? " ucap adi yang tampak bingung
" ada . jalan aja lurus ke arah sana, belok kiri! nah di sana " ucap bunda alda
" makasih tente " ucap adi sambil beranjak dari sopa dan jalan ke arah yang di tunjukkan bunda alda
" gimana san? " ucap bunda alda sambil melihat ke arah ibu sinta
ibu sinta yang bingung karna ngga menyangka akan secepatnya ini.
belum lagi, ibu sinta belum jelasin terkait setatus tentang ina dan aji yang ngga tau apa harus berkata jujur atau ngga.
dan memikirkan apa aji akan siap jika besok menjadi wali di pernikahan adi yang masih sekolah kelas dua SMP, di karnakan ayah adi yang sudah meninggal.
di tengah kebingunganya ibu sinta yang diam memikirkan semau itu, bunda alda merasa aneh. karna semuanya tampak lagi memikirkan sesuatu.
alexsandra yang dari tadi diam, ibu sinta yang juga hanya diam, dan adi yang tiba tiba pergi ke toilet.
........
jgn lpa mampir d karyaku jg