NovelToon NovelToon
Ketika Takdir Kembali Memilih

Ketika Takdir Kembali Memilih

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Nikahmuda / Single Mom / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:9.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rosee_

Novel Ketiga

Berdasarkan survei, sedia tisu sebelum membaca😌

--------
Mencintai, lalu melepaskan. Terkadang cinta itu menyakiti, namun membawa kebahagiaan lain di satu sisi. Takdir membawa Diandra Selena melalui semuanya. Merelakan, kemudian meninggalkan.

Namun, senyum menyakitkan selalu berusaha disembunyikan ketika gadis kecil yang menjadi kekuatannya bertahan bertanya," Mama ... apa papa mencintaiku?"

"Tentu saja, tapi papa sudah bahagia."

Diandra terpaksa membawa kedua anaknya demi kebahagiaan lainnya, memisahkan mereka dari sosok papa yang bahkan tidak mengetahui keberadaan mereka.

Ketika keegoisan dan ego ikut andil di dalamnya, melibatkan kedua makhluk kecil tak berdosa. Mampukah takdir memilih kembali dan menyatukan apa yang telah terpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosee_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sifat Asli yang Tersembunyi

"Cepat cepat! Kembali ke tempat."

"Dia datang mendadak lagi."

"Memangnya kapan dia memberi kabar!"

"Rapikan meja kalian. Jangan sampai dia melihat!"

"Astaga, aku baru saja membuka bekal ku."

Suara kepanikan orang-orang terdengar gaduh. Para karyawan berlarian masuk ke tempat mereka ketika melihat mobil yang paling mereka kenal berhenti di depan pintu masuk perusahaan. Dengan cekatan serta cepat semua orang membersihkan tempat dimana mereka berhenti.

Seorang wanita dengan kacamata hitam keluar dari mobil. Suara hentakan heels menggema di lantai ruang yang kini hening. Beberapa dari mereka berdiri disertai senyum terpaksa setiap kali wanita itu melewati mereka.

Siapapun tahu dia wanita berwajah malaikat tanpa kehangatan di matanya. Karakternya dinilai buruk bagi sebagian orang yang melihatnya. Tapi tak dapat dibantah jika dia adalah pemimpin kedua di perusahaan tersebut.

Brakk!

Suara pintu yang ditutup kasar itu membuat orang-orang didalamnya tersentak. Seorang wanita paruh baya yang memimpin jalannya rapat hanya memejamkan matanya sabar. Sedangkan, wanita yang membuat masalah duduk santai di tempatnya tanpa dosa.

Orang-orang itu mengelus dadanya ikut menahan sabar. Sekali lagi wanita cantik itu berbuat sesukanya, tapi tak berani menegur atau sekedar bersuara. Wanita ini bukan orang yang bisa disinggung.

"Kenapa diam? Lanjutkan, aku akan mendengar," ucapnya. Duduk menyandar dengan bertumpukan tangan di pegangan kursi diikuti kaki menyilang arogan.

Rea berdiam diri lebih dulu menatap wanita yang berstatus putrinya itu. Ia sebagai ibunya pun tidak mampu mengubah sikap wanita ini. Anggaplah putrinya ini memang dilahirkan seperti itu. Setelah beberapa saat Rea menghela nafas pelan dan berdiri sopan.

"Dian, beberapa hari ini kita telah sepakat untuk menjalin kerja sama dengan keluarga Abraham. Jadi ku perkenalkan padamu, dia Tuan Nicolas Abraham, Ceo NCS Company."

Dian yang hanya memasang telinga tanpa menatap ibunya itu seketika membeku. Ekspresi wajahnya berubah. Ia mengangkat wajahnya perlahan dan menoleh pada seseorang yang ditunjuk Rea.

Saat itu pandangan keduanya bertemu. Nico ternyata sudah sejak awal berada disana dan menyaksikan sikap baru Dian yang tidak pernah ia lihat. Wanita itu berubah banyak, seperti orang berbeda.

"Tuan Nico, ini putriku Diandra Selena Hanasta. Kedepannya mungkin kalian akan sering bertemu."

-

-

-

"Kau sengaja!" Dian menahan tangannya untuk tidak melempar sesuatu. Ia berdiri dibelakang ibunya yang berdiri menghadap dinding kaca.

"Tidak ada hubungannya denganmu. Ini murni kerja sama bisnis."

Dian terkekeh. "Bisnis ya? Benar juga. Aku lupa kau bisa melakukan apa saja demi bisnis."

"Dian, Mama tidak ingin bertengkar."

"Jika kami bersama lagi, bukankah akan sangat menguntungkan? NCS Company adalah perusahaan terbesar di Indonesia. Siapa yang mau menolak mereka?" Dian bicara lagi. Wanita ini sepertinya memang gemar mencari masalah.

"Tidak ada hubungannya dengan hal pribadi," jawab Rea membantah.

"Selalu saja. Pertahanan dirimu sangat kuat!" Dian menekan ucapannya. Ia meraih tasnya kasar, berniat pergi.

"Kakekmu ingin kau dan Sera datang. Kondisinya menurun. Dia ingin melihat kalian semua." Dian menghentikan langkahnya sesaat. Tanpa menoleh atau menjawab, wanita itu pergi begitu saja.

Rea menatap kepergian Dian dengan sedikit genangan di matanya. Tangannya mengepal kuat sebelum akhirnya ia kembali menghela nafas pelan.

Tes!

Lelehan itu akhirnya jatuh. Dian dibesarkan dengan ambisi dan ego keluarga. Wanita itu tak pernah mengenal kehangatan di rumahnya sendiri. Terlahir menjadi perempuan, ia di didik keras oleh keluarganya bagaikan boneka.

Serena Hanasta merupakan anak pertama mereka lebih memilih pergi dengan kekasihnya yang hanya orang biasa. Bahkan namanya sudah di cabut dari bagian keluarga. Tinggal lah Dian yang harus ikut menanggung beban sang kakak.

Rea menyesal. Bukan hanya dia, tapi suami beserta ayah mertuanya. Di masa tua mereka, tidak ada kebahagiaan yang terasa. Didikan keras yang mereka tanam menjadi boomerang, anak mereka tumbuh dengan hati baja tanpa bisa di lunakkan.

**

Buk!

Dian menendang ban mobilnya kesal ketika sampai di basement. Hatinya tertutup jika menyangkut keluarganya. Dian berpikir jika keluarga Hanasta sebenarnya hanya menginginkan cucu-cucu mereka untuk meneruskan bisnis keluarga.

"Sial!" Membanting tas mahalnya di kap mobil.

Wanita itu belum pergi. Ia ingin menenangkan diri sebentar. Tapi keadaan sepertinya tidak bisa membuatnya tenang. Telinganya tiba-tiba menangkap suara tak mengenakkan.

"Bukankah nona Dian terlalu sombong? Dia tidak menghormati nyonya Rea sama sekali."

"Kau tidur selama bekerja? Semua orang seharusnya sudah tahu."

"Hubungan mereka memang tidak baik."

"Kudengar nona Dian sudah memiliki anak. Aku tak dapat mempercayainya."

"Sifatnya yang keras seperti itu bagaimana bisa? Jangan berpikir macam-macam."

"Benar juga. Dia tak terlihat seperti mempunyai anak."

"Lagipula dia belum menikah!"

"Sstt ... jangan berbicara terus. Bagaimana jika ada yang mendengar?"

Tiga orang wanita yang baru akan pergi itu tidak menyadari jika bukan hanya mereka disana.

"Kalian di gaji untuk bergosip?"

Suara yang sangat mereka kenal itu membuat ketiganya memutar badan cepat. Dian sudah bersedekap di salah satu kap mobil tanpa menatap mereka.

"No– nona." Astaga, ini buruk!

Dian menaikkan kacamata nya hingga matanya yang tajam itu terlihat, lalu berjalan pelan mendekati ketiganya. Para wanita itu menunduk sambil meremas tangan mereka yang berkeringat.

"Ma– maafkan kami, Nona." Meski tahu minta maaf tak ada gunanya. Berbicara dengan Dian sama seperti bicara dengan batu. Tertangkap basah olehnya seperti petaka.

Dian hanya tersenyum tipis. Ia merengkuh salah satu wanita yang berada di pinggir.

"Apa yang kulakukan tidak merugikan kalian sama sekali. Apa sikapku menunda pendapatan kalian? Tentu saja tidak. Jadi ... bekerja saja dengan baik." Nada bicara Dian terdengar lembut namun seperti mencekik.

"Pergi," perintah Dian datar. Tanpa pikir panjang ketiganya langsung berlari pergi.

"Ck! Kenapa ada manusia yang seperti itu," cibirnya.

**

"Tiap berurusan dengan wanita ini, akhirnya selalu buruk. Kebanyakan dari mereka memilih menghindar," jelas seorang pria di samping kedua pria lainnya.

"Dia selalu begitu?" tanya pria lainnya.

"Tergantung situasi sekitar. Jika dia terganggu, lidahnya akan lebih tajam dari pisau."

Nico, pria itu sudah mengawasi Dian sejak awal. Dari pertemuan rapat hingga pembicaraan Dian dan Rea tak luput dari pengawasan Nico. Wanita itu benar-benar sudah berubah. Dari segi fisik hingga sikap, seolah mereka memang orang berbeda.

Mata Nico tak berpaling dari Dian. Sekarang ia tak ingin ceroboh. Wanita itu mungkin sulit di dekati. Apalagi Dian tak selembut dulu atau inilah sifat asli Dian yang selama ini disembunyikan.

Melihat tuannya hanya diam. Roby mengucapkan terima kasih pada manajer yang mengantar mereka sekaligus memberi penjelasan. Nico tanpa berkata langsung pergi dari tempatnya setelah manajer itu menjauh.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
mimief
🥹🥹🥹🥹
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹
mimief
jujur ini mah masih sesuai umur Thor
ada yg udah jago jadi hacker
ok...atau mungkin jadi mafia🤣🤣
serah lah
ini kan dunia novel bukan?🤣🤣🫣
mimief
othoooor
ini baru bab awal loh
kok nyesek bgt si
hafiz
selalu menyalahkan ibunya padahal Nico pun ikut andil dlm menyakiti yah walaupun tak sakit secara fisik tapi sakit secara batin, bukankah ibunya Mita tak pernah memaksa Nico menikahi Melly kan dari awal Nico sendiri yg bilang jgn berharap PD pernikahn ini krna dia sudah punya kekasih bahkan tetap akn menikahi kekasihnya tnpa menceraikan Dian,, JD Nico juga salah coba aja Melly gak selingkuh dan hamil dgn lki2 lain mungkin udh lupa dengan Dian
mimief: setujuu si
ibunya emang salah
tapi dia juga salah karena emang dr awal niatnya ga Baek
lah ga ada baru nyesel 😒
total 1 replies
Fitri Ernimalina
bagus banget
Deistya Nur
bagus ka, seman̈gat terus yaa, ditunggu karya terbarunya 👍💪😍
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Vitriani
👍
Siti Aisyah
pantes agak pusing klo alur cerita nya maju mundur...🤔
Siti Aisyah
kok bisa yaa...dian membiarkan lili pergi sendiri..
Siti Aisyah
aku kasih vote yaa thor...soal nya cerita nya bgs banget...👍😍
Siti Aisyah
meskipun baru baca bbrp bab tp isi cerita nya sdh mengaduk.ngaduk emosi ku...jengkel,kesel apalagi kesedihan nya bener.bener..auto menangis sendiri..sakit nya menembus batas..😭👍❤️
Siti Aisyah
pagi.pagi sdh menguras air mata aja..emosi ku sdh di jungkir balik sampai menembus hp ...😭😭
Siti Aisyah
si nico egois jg...meskipun sdh ada perjanjian dan tdk mencintai nya tharusnya dia menyaring omongannya..jgn sampai menyakiti perasaan istrinya..wanita mana yg bisa tahan dgn kelakuannya ditambah mertua nya yg sok ketinggian..
Siti Aisyah
kejam nya mertua tidak lbh dari kejam nya seorang ibu tiri...
Siti Aisyah
itu lah perbuatan apapun pasti akan kembali pd diri nya..krn kekayaan tdk menjamin kebahagian sepenuh nya bila kita merendahkan orang lain..
Siti Aisyah
kebiasaan....ada di sakiti ...sdh pergi diratapi...
Suyati
bingung bcnya nih cerita
Putri Ami
ini cerita kebanyakan fleksibel ya kena gak ceritanya dari wala saja udah ceritan maju mundur gak paham dan sedikit gak nyambung atau mbarantak ceritanya mungkarena cerita gak dari awal
Mazree Gati
uda cerai, mau aja di ENTOT
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!