NovelToon NovelToon
Zia Dan Zion

Zia Dan Zion

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Horor / Cinta Beda Dunia / Hantu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: cilamici

Zia dan Zion, yang memiliki keterikatan sejak kecil, terpisah cukup lama lalu bertemu lagi saat salah satunya menjadi hantu. Bersama mereka menghadapi dan mengungkap peristiwa-peristiwa ganjil yang terjadi di sekitar mereka. Akankah akhirnya mereka bisa bersama menyelesaikan semua misteri yang mewarnai hidup mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Hari H

Zia akhirnya menggunakan long dres berwarna putih mutiara dengan hiasan payet-payet kecil. Dres tanpa lengan itu terbuat dari bahan yang begitu lembut.

Rambut Zia yang panjang diikat kebelakang dengan ikat rambut berwarna senada dengan rambutnya.

Si tukang make up yang sengaja didatangkan dari salah satu salon kenamaan itu memberikan sentuhan di wajah Zia hingga tampak cantik tapi tidak terkesan menor.

Zia diberi aksesoris anting panjang berwarna putih berkilauan, dan gelang mungil yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

"Pakai ini untuk menyimpan hp, jangan di tenteng."

Kata si tukang make up yang seorang laki-laki tapi agak ngondek cyiiiin...

Zia mengambil tas clutch berwarna putih itu dari tangan si tukang make up.

"Sudah cyin, cantik kan booo..."

Katanya seraya mendorong Zia agar berdiri di depan cermin besar yang ada di lemari pakaian.

Zia menatap pantulan dirinya.

"Benarkah itu dirinya?"

Batinnya tak percaya.

"Eh say, itu kalungnya Eike taroh di atas meja, kalo-kalo ye nanti nyari."

"Ooh..."

Zia meraba lehernya, ia lupa tadi si tukang make up menyuruhnya melepas kalungnya karena dirasa tidak cocok dengan dress yang akan ia kenakan.

Kalung yang ia pakai sejak masih anak-anak itu tampak tergeletak di atas meja. Zia merasa itu akan aman saja.

Zia kemudian diajak keluar dari kamar oleh si tukang make up, menemui Ziyan yang menunggu di sofa di sudut ruangan.

Ziyan sudah tampak rapih dengan setelan jas hitamnya, ia tampak semakin tampan malam ini.

Zia melangkah menuju tuan mudanya, yang begitu melihat Zia tanpa sadar langsung berdiri.

Takjub karena Zia begitu berbeda. Ia begitu cantik dan bahkan Ziyan hampir tak bisa mengenalinya.

Zia menunduk malu karena Ziyan menatapnya seolah tanpa berkedip, entah kenapa pula jantungnya begitu berdebar sekarang.

"Eh cyin... ini di pakai."

Tiba-tiba si tukang make up menyusul dengan sepasang sepatu berwarna mutiara. Zia menatap ngeri karena melihat highhells yang harus ia pakai.

"Aku harus pakai itu?"

Tanya Zia.

"Yaiyalaaah, masa mau pakai sepatu bola."

Sahut si tukang make up.

"Kalau aku jatuh gimana..."

Gumam Zia.

"Udah pakai saja,"

Ujar Ziyan sambil berdiri di samping Zia, lalu menawarkan lengan kirinya.

Zia menatap Ziyan sejenak,

"Bener, kamu kan nanti bisa pegangan lengan pak bos, susah amat sih cyiiin, apa harus ekye saja yang gantiin kamyu..."

Kata si tukang make up lagi.

Ish... Zia mendesis. Ia akhirnya menurut memakai sepatunya. Lalu menggamit lengan Ziyan.

"Jalan pelan-pelan aja, yang anggun, jangan kayak mau ngejar tukang cilok."

Kata Ziyan lagi.

Ish... Zia mendesis.

Melihat Zia begitu, membuat Ziyan ingin tertawa. Tanpa terasa ia tersenyum sendiri, senyum yang sekilas bisa dilihat Zia dari tempatnya. Senyum yang begitu indah di wajah tampan Ziyan.

Keduanya kemudian menuju ke lift untuk turun ke lantai bawah.

Mbak Wati yang melihat Zia dan Tuan mudanya sampai menganga tak percaya.

"Kenapa mereka begitu serasi."

Kata Mbak Wati tersenyum.

Seorang supir pribadi membukakan pintu mobil untuk Zia. Lalu Ziyan mengantar Zia berjalan hingga masuk ke dalam mobil. Setelah memastikan Zia duduk, baru supir itu menutup pintu mobilnya.

Zia menatap Ziyan yang berjalan memutar untuk masuk ke dalam mobil lewat pintu satunya lagi.

Cowok itu sebetulnya cukup hangat, tapi kenapa Zion selalu mengatakan ia adalah setan berwujud manusia.

**-----**

Zion mondar mandir di sekitar jembatan di mana dulu tubuhnya dibawa Salim entah ke mana. Ini adalah yang kesekian kalinya ia meminta Melan mengantarnya ke sana.

Zion masih berusaha mengingat, atau mencoba menemukan petunjuk, atau mencoba menemukan apapun yang bisa membuatnya mendapat gambaran ke mana Salim membawanya.

Di badan jembatan masih ada jejak bekas benturan yang cukup jelas dilihat.

"Apa ngga bosan bolak-balik lihat itu?"

Kata hantu butik yang namanya Melan. Dia seorang model di salah satu majalah pria dewasa. Melan juga salah satu pelanggan setia Arsyila Butiq yang menjadi salah satu tempat terlaris di mall yang di kelola Zion.

"Ke mana kira-kira Salim membawa tubuhku."

Gumam Zion.

Melan melayang lalu duduk di atas jembatan. Ia menatap langit malam itu yang sedikit mendung.

"Yang pasti, di suatu tempat yang aman,"

Kata Melan seperti pada angin saja.

Zion lalu melayang dan ikut duduk di sebelah Melan.

"Siapa pacar bajinganmu?"

Tanya Zion.

"Angga Prawira."

Kata Melan tanpa mengalihkan pandangannya dari langit.

"Angga Prawira."

Zion menggumamkan nama itu.

"Dia fotografer yang selalu mengambil gambarku untuk majalah itu."

Kata Melan lagi.

Zion tersenyum tipis.

"Kenapa perempuan mau saja membiarkan tubuhnya dinikmati laki-laki jalang hanya untuk uang?"

Sinis Zion.

"Apa maksudmu?"

Melan tersinggung.

"Cinta dan uang, kenapa harus mau menukarnya dengan harga diri. Terlalu murah."

Kata Zion.

Melan yang mendengar menjadi naik pitam, wajahnya yang semua cantik menjadi berubah seram.

Ia menjerit, suaranya melengking memenuhi sudut-sudut malam.

Tapi Zion tak peduli, ia melayang pergi begitu saja. Ia kesal melihat perempuan seperti Melan yang begitu mudah mengorbankan diri sendiri.

Entahlah...

Zion seperti ada rasa trauma dengan itu. Meski ia tidak tau apa alasannya, tapi tetap saja ia benar-benar membenci perempuan semacam itu.

Tapi...

Zion tiba-tiba tersadar.

Bagaimanapun Melan membantunya menemukan satu lagi kepingan puzzle yang hilang.

Zion akhirnya kembali ke tempat semula. Melan menangis di sana. Menangis yang terdengar seperti rintihan.

"Sudahlah, ngga usah menangis, jadi manusia cengeng, jadi hantu pun cengeng."

Zion memang mulutnya tidak ada saringan.

Melan menatap Zion masih dengan tatapan kesal.

Zion akhirnya mengulurkan tangannya,

"Ayo... aku lelah."

Kata Zion mengajak Melan pulang.

Melan masih malas. Apalagi hari ini ia tahu Zia pergi ke pesta.

"Kenapa kita ngga nyusul Zia ke pesta saja, kita akan dapat banyak makanan di sana."

Kata Melan akhirnya.

Zion terdiam sejenak.

Malas rasanya membayangkan sosok mirip dirinya itu nanti di perlakukan baik oleh banyak orang, sementara sebetulnya ia yang mencoba membunuh Zion.

"Ayolah, siapa tau aku juga bisa bertemu Angga."

Zion melirik sinis.

"Laki-laki tak tau diri saja dicintai sebegitunya."

Kesal Zion.

"Biar saja, aku tetap ingin melihatnya, setidaknya sebelum aku menghilang."

Kata Melan.

"Menghilang ke mana?"

Tanya Zion tak mengerti.

"Setelah kita tau kematian kita, dan tak ada lagi beban yang mengganjal, kita akan hilang. Itu sebabnya aku ingin melihat Angga sekali lagi."

Lirih Melan.

Zion terpaku.

"Itu berarti, aku juga bisa menghilang?"

Tanya Zion.

Melan mengangguk.

"Jika kamu sudah mati, dan kamu sudah ngga punya beban apa-apa lagi, kamu juga akan menghilang. Hilang seperti buih."

Melan tersenyum, lalu melayang-layang. Gaunnya yang putih panjang berkibar tertiup angin, senada dengan rambutnya yang tergerai panjang.

Ia melayang mengikuti hembusan angin, seraya bersenandung dengan suara lirih.

Sementara itu, tanpa mereka sadari, dua orang begal yang semula akan menghadang pengguna kendaraan yang melintas di sekitar jembatan yang sepi, lari tunggang langgang karena melihat Melan melayang-layang.

Hihihi...

((makanya jangan jadi begal, cari uang yang halal aja...))

**-------**

1
Antoni Indri
napa sik karakter2 nye lebay semua di semua judul novel.
yang over penakut lah . yang ga suka adventure lah . dsni lagi ...anak kek zizi dibilang nakal n bikin darting . padahal itu biasa banget. bukan anak bandel sama sekali. just normal act of a child.
padahal cerita mayan ok. tapi krn karakter2ny dibuat lebay jadi sering skip pen cpt2 lanjut krn cm pen liat alur cerita .
Satri Eka Yandri
Luar biasa
Atoen Bumz Bums
berarti yg zizi knak macet itu krna kevin yg meninggal
Atoen Bumz Bums
benda2 keramat yg dibilang dr langit nyatanya dr langit INdonesia tecampak keluar negri😅☺hebat y leluhur indonesia
momi
ngakak teruss tiap babnya,,
momi
Luar biasa
Jeissi
🤣🤣🤣🤣🤣
D̶͔̭̪̻Hͥ̽ͣ̃̔A̷͙ͭͫ̕N̺̻̔̆ͅI̍̅̀̎̊
Luar biasa
Cahaya
Love U thor🫶aku baca ulang untuk yg ketiga kali
Cahaya
baca ulang nih
Cahaya
Luar biasa
Hana Rita ☘
duuhh 🤣🤣
latifa naharudin
Thor.. kalo novel ziyan udh ada blm
Asyifa86 Asyifa86
Luar biasa
Aulelie Aulelie
keren ceritanya kak is the besssssss👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾
Aulelie Aulelie
😁😁😆😆😆😆😆😅😅😅🤣🤣🤣🤣🤣🤣0💪💪💪💪💪💪
Jeissi
memberanikan diri baca cerita horor, lah kok malah ngakak 😆
Ayu Lee
bagus
Mearly Early Mey
seru thor.... lanjutkan novelnya kalau ada cerita hantu lagi...
Mearly Early Mey
🤣🤣🤣🤣 seru ceritanya 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!