kisah ini menceritakan empat remaja cowok yang dipertemukan dalam sebuah sekolahan bergengsi yang kemudian pertemuan mereka membuat mata batin mereka terbuka dan dapat melihat mahluk tak kasat mata, mereka sebenarnya adalah sekelompok anak yang terpisah selama belasan tahun lamanya namun mereka tak saling mengenal hinga pada akhirnya kejadian pada perkemahan membawa mereka kepada sosok leluhurnya yang kemudian mencari tau jati diri mereka.
kisah ini diambil dari kisah nyata namun diberikan sedikit unsur fantasinya agar terkesan menarik.
dapat kah keempat remaja tersebut mengetahui jati diri mereka sebenarnya? dapat kah mereka mengunakan kekuatan Yang dimikinya dengan baik? dan siapa sebenarnya mereka? temukan jawabnya dengan membaca novel ini jika membaca jangan lupa berikan jejak ya kasih vote dan dukungan buat author biar bisa lanjutkan terus ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Doni Doni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
misteri gudang sekolah bagian 4
" doni bangun kita kesiangan "
kak perki berteriak sambil beralari kekamar mandi, aku masih malas untuk bangun namun tak sengaja mata ku melihat jam dalam dinding kamar.
" hah jam 06 : 53 " aku kaget dan bergegas menuju kamar mandi namun kak perki masih mandi aku panik dan mulai gelisah kami akan terlambat sekolah.
" kak cepatan aku belum mandi ini!!!" teriak ku
" sebentar don, kak baru mandi " jawab kak perki
" cwo kok lama amat mandi nya, cepatan" aku berteriak sambil terus mengedor pintu.
hingga Tampa aku ketahui kak perki membuka pintu kamar mandi saking paniknya aku tidak menyadarinya, hingga badan ku oleng dan jatuh tersungkur didepan kak perki yang membuka mulutnya menatap ku yang tersungkur didepanya, kak perki masih berdiri disamping pintu dan tidak bergerak sama sekali hingga suara tawa seseorang memecahkan keheningan tersebut.
" haaaaaaa woy kalian kok kesiangan " teriak kak dewa sambil memigang perutnya tertawa melihat adegan kami.
lain halnya kak toloi yang sudah berguling menahan tawanya yang pecah saaat melihat kami, muka kak toloi tampak memerah sambil tertawa keras melihat kami.
aku seietika tersadar dan bagun kak perki pun secepat kilat berlari menuju lemari pakaian dan memakai seragam, lain halnya dengan ku.
setelah cukup lama kami pun Siap berangkat keksekolah kami buru buru naik Mobil hingga lupa sarapan, sesampainya didepan sekolah kami melihat gerbang sudah tertutup kami sudah berusaha memanggil pak satpam namun tak ada yang mendengar.
kami kemudian memutuskan naik pagar belakang sekolah, kami dengan bergantian naik hingga kak perki yang terakhir naik,
setelah berhasil masuk kami kemudian menyelinap masuk kelas namun tiba tiba.
" sedang apa kalian???"
kami mendengar suara yang familiar tentu itu adalah suara pak Anton si kepala sekolah, secara serempak kami membalik kan badan.
" eh bapak, anu pak kami anu " aku nampak kebingungan menjawab.
" itu pak kami tadi habis Dari WC biasa lah pak kebelet" jawab kak toloi
" kenapa bisa berempat,kalian kan beda kelas" pak Anton curiga pada kami
" mungkin hanya kebetulan Kali pak, biasa lah kan WC arahnya sama " jawab kak dewa
" ia pak mungkin hanya kebetulan " timpal kak perki
" mereka berbohong pak " tiba tiba ada suara yang tak asing lagi ditelinga kami siapa lagi kalo bukan pak yesaya.
" mereka terlmbat pak, tadi saya melihat mereka loncat Dari pagar belakang sekolah "
" kalian terlambat, ikut bapa " pak Anton kemudian berjalan Tampa melihat kami.
kami kemudian saling tatap dan kemudian berjalan mengikuti pak anton, sesampainya ditaman sekolah khususnya ditempat lapangan upacara kami disuruh menghadap tiang bendera dan memberi hormat.
" karena kalian sudah terlambat dan juga sudah berbohong maka bapa harap kalian mengerti akan kesalahan kalian dan kalian pasti sudah tau hukuman ini jadi sekarang lakukan tampa bapa printah lagi, kalian jangan masuk kelas sampai jam pelajaran pertama berakhir " pak anton kemudian berjalan meninggalkan kami yang masih menundukan kepala.
" kenapa masih diam lakukan perintah bapa, menyesali apa yang sudah kalian buat tidak ada gunanya jadi jalani saja yang sudah ada " teriak pak anton Dari kejauhan sambil berjalan meninggalkan lapangan.
secara reflek kami mengakat kepala dan memberi hormat pada tiang bendera hingga ada beberapa siswa yang melihat kami dan sesekali berbisik.
cukup lama kami berdiri menghadap bendera kami lalu melihat empat siswi perempuan berjalan menuju kearah kami, tentu saja kami mengenal mereka.......
..........
..........
***jangan lupa berikan kan like dan comen yah jangan pelit pelit kasih like yah, makasih buat yang sudah baca karya saya dan maaf jika karya saya tak sebagus dengan karya yang lainua,,,,,,,,,,
...........
........
salam hanggat Dari author 🙏🙏😘❤***
god bless you too...
top ceritanya thor... i like it.../Good//Good//Good/
maaf, untuk yang ini agak membingungkan...