NovelToon NovelToon
SEMUA SALAH IBU

SEMUA SALAH IBU

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:393k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kayenna

"Aku berselingkuh dengan Mas Bram karena dia memberiku banyak uang. Aku lelah harus hidup sederhana dan mengurus kalian" Bentak Amora.

Apakah pantas seorang ibu mengatakan hal demikian dihadapan anak-anaknya? Bukan nya merasa malu akan hal itu, Dia malah membuka aib nya sendiri dihadapan anak-anaknya.

"Aku akan meninggalkan kalian semua serta ayah kalian yang sudah miskin itu. Kau akan merasakan bagaimana susahnya hidup tanpa ibu. Dan aku, akan hidup mewah bersama Mas Bram. Dan jangan sampai kalian datang kerumahku kelak untuk meminta sumbangan." Ucap sang ibu kepada semua anaknya.

Hidup mewah? Minta sumbangan? Rumahku? Apakah semua itu sudah terjamin?

Ikuti cerita mereka ya...
Dan untuk yang memiliki kesan pertama kurang baik untuk cerita ini, kalian harus baca yaa. Karena penilaian pertama kalian itu salah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kayenna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Sara mengeluarkan emosinya dengan menampar pembunuh itu. Semua orang yang melihat hal itu pun menatap tak percaya pada Sara. Namun tak ada satu pun yang akan menghalangi Sara. Karena semua orang pun akan merasa sangat marah jika keluarganya dibunuh.

"Mengapa kau tega membunuh adikku Hah!? Kau adalah seorang wanita! Kau tahu bagaimana rasanya saat kau mengandung dan melahirkan! Dengan susah payah ibuku melahirkan adikku, tapi kau membunuhnya dengan dua kali tembakan?! Apa kau sudah gila hah!?" Ucap Sara dengan emosi.

"Siapa kau?! Dan aku tanya kepadamu, apa salah adikku padamu!? Apakah kau tak punya anak? Sehingga kau tega membunuh anak tak bersalah itu?!" Tanya Sara sambil mencengkeram rahang wanita itu.

Wanita itu pun berusaha melepaskan cengkeraman tangan Sara pada rahangnya. Namun dia tak bisa, karena Sara mencengkeramnya dengan sangat kuat.

"Aku benci kepada keluargamu! Ibumu telah merebut suamiku dariku. Kau tahu? Semenjak suamiku gagal menikah dengan ibumu, dia hanya terpaksa menikahiku! Awalnya aku senang karena dengan adanya anak sial** itu, Mas Bram gagal menikahi ibumu. Tapi, lihatlah sekarang. Mereka pergi berdua dan meninggalkan ku." Ucap wanita itu, yang ternyata istri dari Bram dengan berteriak.

"Aku akan menghancurkan keluargamu. Satu persatu, anak dari jalan* itu akan mati ditanganku. Aku puas karena telah membunuh anak tak berguna itu. Dengan mudahnya dia percaya padaku. Hahahaha... jika ibunya saja jalan* pasti anaknya juga jalan* bukan? Percuma saja kau menutupi kepalamu dengan kain itu." Ucap wanita itu tanpa rasa bersalah.

"Bisa dilihat dari muka kalian, cihh...muka-muka jalan* murahan. Aku yakin pasti jalan* itu juga mengajarkan kalian bagaimana cara memikat hati laki-laki beristri. Sungguh aku muak melihat muka menjijikan kalian." Kata wanita itu sambil menatap tajam Sara.

Sara yang mendengar perkataan wanita itu pun darahnya mendidih. Sara melepaskan cengkeramannya dengan sangat kasar. Lalu Sara menamparnya sekali lagi.

"Apa kau bilang? Kau bilang, kau puas bukan?! Kau puas setelah membunuh anak yang tak bersalah?! Demi Allah, tidak akan pernah kau diampuni oleh-Nya. Kau mengambil nyawa seseorang, itu berarti kau mendahului takdir-Nya." Ucap Sara dengan dada yang naik turun.

"Dan soal aku jalan* atau bukan, kau tak perlu ikut campur. Muka ku menjijikan bukan? Lalu bagaimana dengan muka mu hah?! Apakah kau tak punya kaca dirumah? Kau boleh menghinaku tapi tidak dengan kakak dan adik-adikku. Dasar wanita biada*!" Ucap Sara dengan emosi yang tak tertahankan.

Saat akan mejambak rambut dari wanita itu, dipikiran Sara terlintas wajah sang Ayah dan Reza. Seketika emosi Sara pun mereda.

"Mengapa kau ambil nyawa adikku? Apakah tidak cukup dengan Allah yang mengambil nyawa Ayahku, sehingga kau juga mengambil nyawa adikku? Apakah tidak pernah sedikitpun kau berpikir bahwa Ibuku yang bersalah, bukan adikku?" Ucap Sara dengan tangisnya. Badannya meluruh kelantai, Sara lelah dengan ujian hidupnya.

Bukannya merasa bersalah atau malu, wanita itu malah tertawa seperti orang gila.

"Menangislah, aku suka melihat anak dari jalan* itu menderita. Seharusnya aku juga membunuh kedua anak itu. Agar aku bisa melihat tangisanmu itu lebih lama. Hahahaha... kau sangat bodoh, Sila. Lihatlah muka nelangsanya." Ucap Sila seperti orang gila sambil menunjuk Khansa dan Aurora.

Asha yang mendengar perkataan dari wanita itu pun menangis. Dia yang berada diluar ruangan pun hanya bisa melihat pertengkaran antara adiknya dan Sila melalui kaca transparan itu.

Sara yang sudah merasakan bahwa orang tersebut semakin menjadi pun memilih untuk pergi. Sara berjalan keluar ruangan dan mendekati kedua adiknya yang sedang menangis. Ella tersenyum kepada Sara dan memeluknya.

"Bibi, apa salah Reza? Mengapa dia membunuh adikku. Baru sehari Sara ditinggalkan oleh Ayah, lalu sekarang Reza juga. Semua ini salah ibu, Bi." Ucap Sara sambil menangis dipelukan Ella.

Revan pun keluar dari ruangan dan mendekati keluarganya. Revan juga membawa sebuah kertas identitas Sila. Revan memberikan kertas itu kepada Sara untuk dibaca. Sara pun melepaskan pelukannya kepada Ella dan menerima kertas dari Revan.

Ella pun berjalan mendekati sang suami yang sedang memeluk Aurora. Asha pun mendekati Ella dan memeluknya. Ella hanya mendekap Asha penuh kasih sayang, dia pun tak bisa berkata apa-apa. Khansa pun hanya menangis dalam diamnya. Tatapan Khansa menerawang menembus kaca transparan itu. Menatap pembunuh sang adik.

Sara pun kaget, karena ternyata Sila adalah ibu dari Bella. Ya, Bellla kekasih Ethan. Namun dalam hal itu, Sara masih belum tahu bahwa Ethan adalah kekasih Bella.

Sara yang tahu bagaimana sifat dan karakter Bella pun menjadi was-was. Pasalnya Bella adalah seorang wanita yang egois, sombong, pemarah, dan apa yang dia inginkan harus dia dapat.

Alden yang melihat raut wajah Sara berubah pun mendekati Sara. Lalu Alden pun bertanya, apa yang membuat Sara risau.

"Ngapain, Sar? Muka Lo jadi khawatir gitu." Ucap Alden sambil melipat tangannya didepan dada. Sara yang mendengar suara Alden pun menoleh kearah Alden.

"Ternyata perempuan gila itu, Ibunya Bella. Bukan gimana-gimana, Lo tau sendiri kan gimana sifat nya Bella? Gimana kalo dia tau bahwa Ibunya akan dipenjara gara-gara keluarga Gue?" Ucap Sara sambil membuka lembar-lembar berikutnya.

"Udah lah, Sar. Kalo dia marah karena kejahatan ibunya kebongkar, berarti dia juga ikutan gila. Ya kali seorang pembunuh dibebasin gitu aja. Mati nanti semua orang." Ucap Alden menenagkan Sara.

Mau bagaimana pun, Alden juga pernah menjadi kekasih dari Bella. Alden tahu bahwa Bella adalah wanita arogan serta ambisius dalam mencapai keinginannya.

Tak mau berpikir terlalu jauh, Sara pun menghilangkan pikiran negatifnya. Benar yang dikatakan oleh Alden, memang ibu dari Bella bersalah. Disaat Sara sedang membaca identitas lanjutan dari Sila, tiba-tiba Sila berteriak dari dalam.

"Biarkan aku membunuh semua anak dari jalan* itu dulu. Setelah itu, terserah kalian ingin melakukan apa padaku. Dasar anak jalan* tak tahu diri!" Teriak Sila dari dalam ruang introgasi.

Sara hanya menatap tajam Sila yang sedang berteriak didalam sana. Ella yang mendengar perkataan Sila pun memutuskan untuk mengajak semua orang pulang saja. Rendi pun menyetujui permintaan dari Ella, dan berlalu keluar kantor polisi.

Dan benar saja ketika mereka semua akan keluar, mereka berpapasan dengan Bella di pintu masuk. Bella menatap tajam pada Khansa yang berjalan persis disebelah Alden. Sara yang melihat hal itu pun menatap tajam pula ke Bella. Karena melihat tatapan Sara yang tajam padanya, Bella pun memindah pandangannya.

Segera mereka semua pergi meninggalkan kantor polisi dan pulang menuju rumah Asha. Namun ditengah perjalanan, mereka mendapat kabar bahwa jenazah Reza akan dimakamkan malam ini juga.

Jadi mereka pun berbalik arah menuju ke rumah sakit. Bukannya ikut, Sara malah memutuskan untuk berhenti ditengah jalan. Revan dan Asha pun bingung, mengapa Sara tidak ikut ke rumah sakit. Mau tak mau, Revan pun menepikan mobilnya.

Sara pun keluar dari mobil Revan dan berjalan menepi ke trotoar. Tadinya Asha tak mengizinkan Sara turun, karena waktu sudah malam dan Sara turun di jalan yang sepi. Namun Sara meyakinkan sang kakak bahwa dia akan baik-baik saja.

Setelah mobil Revan menjauh, Sara pun memesan ojek online untuk dirinya. Tak lama setelah itu datang ojek online pesanan Sara. Sara pun naik dan mengatakan tempat tujuannya. Sang driver pun mengangguk dan mulai perjalanan menuju tempat tujuan Sara.

Merhaba! Kakak kakak Kayenna tercinta❤. Jangan lupa Like, dan Komen untuk dukung Kayenna yaa. Terimakasih.

Iyi Gecerler! all❤.

1
Ifa Lai
suka sama ceritanya, terutama sama karakter sara🥰👍👍👍🥰🥰🥰
Riska Abudi
ceritanya seperti film india polisinya pda kemna🤭🤭🤣🤣🤣
Ningrum Tutut
visualny bella terlalu cantik thor,,,
Ningrum Tutut
ya anak laki" satu" ny dibikin mati thor aih
kiki
satu kluarga dapet kk adek, gak ada tokoh lain apa
kiki
ketua sekte😂😂
kiki
ibu dakjal, sama anak gt banget
kiki
hbis d cium trus d bilangin gt, ya auto nyesek
kiki
si alden laki tapi mulutnya rumpi banget😂😂
Hartuti Aries
terimakasih kak kayenna...
Karina Na: Saya yang harusnya berterimakasih Bu🙏❤
total 1 replies
Angelia Comel
😂😂😂😂😂
Adila Wan Hana
the best..Sya xdpt move on dri novel ni
Adila Wan Hana: TERIMA KASIH jga sdh menerbitkan novel yg bnyk pngjrn trsmbnyi bgi Sya..salam dari Sya from Malaysia
total 2 replies
Fa Rel
benci bella bhagia q jhat kn q 🙄😂
Fa Rel
aduh jodoh sara siip dripada ma ethan mnding mahen
Hilya Mafaza
aku gak puas dengan akhir nasib bela ih
mega keyna
salah sndri km sara,karna keras kepala mu dan ke egoisan km sndri mlh bikin org lain susah,dlm dunia nyata atau halu jg namanya pengngebekan itu hanya ada dr pihak ke polisian dan terkait,km memang super hero buat saudara km,tp km tdk sdr dgn apa yg km lakukan mlh menghambat kinerja para aparat dan mlh bikin mslh baru baik buat km sndri dan keluarga km,,,,
mega keyna
ya mmg shi,kl ngk di bicarakan dr awal ngk akan bisa bersama,karna soal ke yakinan masing2,dan mmg itu sptri ter halang dinding kaca yg tebel,jd ya mmg harus di bicara kan dr awal,kl mmg niat mereka membina rmh tangga yg hakiki apa pun kptsan mereka pasti slh 1nya harus bsa menghormati dan mengikutinya,,,,
Hasbi Asyidiqi
keren sudah ada novel yang selesai
Karina Na: Alhamdulillah kak
total 1 replies
Yuli Yanti
ni novel pertama yg aku baca konfliknya anak dan ibu kandung..dilapak lain konflik biasanya orng 3 ..tp yg ini beda rada gimn gitu...
Karina Na: Maaf ya Mam kalau kurang sreg, ini novel pertama Kayenna. Yang kedua ada Istri Bayaran CEO Dingin Mam
total 1 replies
Jumadi Bandot
nbbb blkng blog ll
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!