⚠️Ngapak Alert⚠️
Novel ini terdapat beberapa part percakapan bahasa derah, terlebih di part-part awal🙏jadi mohon bersabar bacanya ya😊kalau pusing, bagian itu silakan di skip aja👉
💐selamat membaca💐
Ayu Anindita, seorang gadis desa, yatim piatu, yang dibesarkan oleh sang Nenek. Mencoba mandiri demi bertahan hidup hingga rela kehilangan masa kecil dan remajanya. Hingga suatu hari, Ayu memutuskan merantau ke kota demi sang Nenek. Namun sayang, Ayu justru kehilangan saat-saat terakhirnya bersama neneknya.
"Kamu harus bahagia, Yu!" pesan Nenek.
"Selamat jalan, Mbah! Tenang di sana ya. Ayu di sini akan baik-baik saja," batin Yudi.
"Aku janji akan selalu melindungimu. Walaupun, kita sama-sama tahu, tidak ada cinta di antar kita," ucap Elang.
Akankah Ayu bahagia? Siapakah yang akan mewujudkan permintaan Nenek?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan_Neen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Shopping
Seminggu setelah acara makan malam,
Sambungan telepon On,
“Assalamualaikum ... Iya Nek, ada apa?” sapa Ayu.
“Waalaikumsalam ... , Yu. Kamu lagi sibuk ya?” tanya Nenek Hera.
“Biasa, Nek. lagi masak dulu sebelum pulang. Kenapa, Nek?” tanya Ayu.
“Nenek kangen! Pengin jalan-jalan sama kamu lagi. Udah lama kita nggak keluar bareng 'kan.” Kata Nenek hera.
“Nunggu lamaan nggak papa, Nek?” tanya Ayu.
“Kamu mau? Nggak capek?” tanya Nenek Hera balik.
“Iya, Nek. Ayu mau. Lagian kerjaan Ayu disini ringan kok, Nek. Jadi nggak capek,” Jawab Ayu.
“Ya udah, Nenek jemput kamu sekarang ya?! Nenek tunggu kamu di restoran bawah,” Kata Nenek Hera.
“Iya udah, Nek. Aku lanjutin dulu bentar. Assalamualaikum ... ,” Kata Ayu.
“Waalaikumsalam ... ,” jawab Nenek Hera.
Sambungan Off,
“Wan, kita jalan ke apartemen sekarang!” perintah nenek Hera kepada supir pribadinya.
“Baik, Bu,” Jawab Ridwan.
“Ra, kamu hari ini jadi temenin nenek, kan? Nenek tunggu di restoran X yang ada di mall A ya,” Pesan dikirim.
Nenek Hera berencana ingin mengakrabkan Clara dan juga Ayu. Nenek yakin, Clara bisa menjadi tameng untuk Ayu ketika rencana Nenek Hera berjalan nanti. Rencana menjodohkannya dengan Elang.
Nenek Hera sudah sampai di Apartemen Green Field. Dia menunggu Ayu selesai bekerja di restoran di area itu. Sekitar dua puluh menit menunggu, Ayu pun tampak dari kejauhan.
Penampilan Ayu tampak begitu sederhana setiap harinya. Rambut hitam lurusnya selalu diikat ke atas, poninya dia jepit ke belakang dan hanya menyisakan anak rambut yang terjuntai alami.
Saat kerja di tempat Elang, Ayu hampir selalu memakai kemeja lengan panjang yang ia gulung sampai siku. Celana bahan hitam dan sepatu flat karet tak ketinggalan menjadi seragam wajibnya.
Ditambah tas selempang butut dari jaman bekerja dengan Bu Siska dulu yang selalu ia bawa ke mana-mana.
Nenek Hera melihat beberapa kali penampilan Ayu yang seperti itu, muncul niatan untuk merubah sedikit penampilan Ayu.
Awalnya nenek mencoba memberikan gaun kepada Ayu pada waktu acara makan malam tempo hari, namun tampaknya, Ayu tidak nyaman mengenakan pakaian yang seperti itu.
Akhirnya, Nenek Hera pun berpikir untuk menyesuaikan gaya berpakaian Ayu dengan sedikit sentuhan barang-barang branded. Agar penampilan Ayu, tidak terkesan terlalu kampungan.
“Assalamualaikum ... lama ya Nek nunggunya?” sapa Ayu sambil menyalami Nenek Hera.
“Waalaikumsalam ... nggak kok. Nenek juga baru beberapa menit lalu sampai,” Jawab Nenek Hera tersenyum.
“Kita langsung pergi aja Yuk!”ajak Nenek Hera.
“Kemana Nek?” tanya Ayu.
“Udah ikut aja, ya! Atau kamu mau minum dulu?” kata Nenek Hera.
“Ehm ... nggak usah, Nek. Kalau gitu, kita langsung pergi aja,” Jawab Ayu dengan senyumnya.
“Ya udah, Yuk!” ajak Nenek Hera.
Ayu dan nenek Hera pun pergi ke tempat janjian dengan Clara.
Sesampainya mereka di mall A, Nenek Hera membawa Ayu ke sebuah butik langganannya.
“Selamat malam, Bu!” sapa salah seorang Pramuniaga di butik itu.
“Malam! Ada tas keluaran terbaru?” tanya Nenek Hera.
“Baik, silahkan Ibu tunggu sebentar,” Kata Pramuniaga itu.
Nenek Hera mengajak Ayu untuk duduk di ruang tunggu VIP yang ada di butik itu. Dan tak berselang lama, ada sekitar lima orang pramuniaga datang dengan lima jenis tas yang berbeda.
“Mohon maaf, sudah menunggu lama. Ini ada beberapa tas keluaran terbaru koleksi dari butik kami. Dan dua di antaranya limited edition,” Kata salah seorang Pramuniaga itu.
“Coba saya lihat yang limited edition!” kata Nenek Hera.
Dan dua orang Pramuniaga secara bergantian maju untuk memberikan tas-tas itu.
Ayu yang tidak begitu tertarik dengan hal-hal seperti itu, hanya melihat sekilas-sekilas tas-tas yang ada di hadapannya itu.
“Kamu mau, Yu?” tanya Nenek Hera yang melihat Ayu terlihat tidak meminati tas-tas branded itu.
“Nggak, Nek. Mau dipakai kapan Ayu tas-tas cantik begitu. Lagian, Ayu risi pakai tas model begitu ... hehehe,” jawab Ayu.
“Lho, memang kenapa? Tasnya bagus-bagus lho. Buat kamu jalan-jalan kan bisa. Kalau mau, ambil satu aja yang mana,” Kata Nenek Hera.
“Nggak usah, Nek. Kebagusan tasnya buat Ayu. Ayu lebih suka tas selempang kaya gini,” Jawab Ayu.
“Oh! Kamu sukanya yang kaya gitu! Mba, tas yang kasual untuk wanita usia dua puluh tahunan, tolong bawakan ke sini!” Perintah Nenek Hera kepada Pramuniaga itu.
“Lho, kok gitu, Nek. Mau buat siapa?” tanya Ayu bingung.
“Buat kamu! Masa Nenek beli tas sendirian. Kamu harus temani beli ya,” Pinta Nenek Hera.
“Tapi Nek ... ,” kata-kata Ayu terpotong dengan kedatangan tiga orang Pramuniaga yang membawa tas pesanan terakhir.
“Pilih aja, Yu!” kata Nenek Hera yang masih menimbang-nimbang tas limited edition-nya.
“Duh! Pasti mahal nih. Gimana bayarnya?” batin Ayu.
“Kenapa, Yu? Nggak dipilih? Nggak ada yang suka ya?” tanya Nenek Hera.
“Ehm ... bukan gitu, Nek. Bagus kok,” Kata Ayu dengan senyum masamnya.
“Ya udah, pilih aja,” Kata Nenek.
“Ehm ... ,” Ayu nampak berfikir sambil menimang-nimang tas yang ada di depannya.
“Mba, ini harganya berapa yah?” Ayu memberanikan diri bertanya.
“Yang ini, tas keluaran terbaru dari Kremes, harganya tiga ratus dua puluh lima juta. Yang tas punggung dari Succi, harganya tiga ratus lima puluh juta. Dan yang model tas tangan ini dari Panel, harganya tiga ratus empat puluh lima juta,” Jelas Pramuniaga itu.
Mendengar harga-harga yang fantastis itu, Ayu hanya bisa melongo. Jika di gambarkan dengan kartun Spongebob, mungkin seperti ketika kabel di otaknya korselet.
“Ka ... kalau yang di pegang Nenek?” tanya Ayu tergagap.
“Kalau yang dipegang Ibu Hera itu dari Lilis Beton, harganya 1,5 M,” Jawab Pramuniaga itu.
“Astaghfirullahaladzim!!!” kata Ayu spontan sangkin kagetnya.
“Kenapa, Yu?” tanya Nenek Hera yang terkaget dengan istigfar Ayu.
“Nek, Ayu nggak usah beli aja lah ya!” pinta Ayu berbisik.
“Lho, kenapa? Ini yang tas punggung bagus lho buat kamu,” Kata Nenek Hera sambil mengambil tas yang di maksud.
“Tapi, mahal banget, Nek. Ayu nggak mampu belinya,” Kata Ayu polos.
“Oh ... hahahha ... Jadi, kamu dari tadi bingung bayarnya?” kata Nenek Hera tertawa mendengar penuturan Ayu.
“I ... Iya, Nek! Bahkan tabungan Ayu juga nggak seberapa. Manamungkin bisa kebeli,” Kata Ayu.
“Mba, saya pilih yang ini sama yang ini yah!” kata Nenek sambil menyerahkan kartu saktinya.
Tas yang Nenek pilih adalah tas jinjing warna gold dengan aksen kulit yang terlihat mewah. Dan tas pinggung yang di pilih Nenek untuk Ayu.
“Baik, Bu. Sebentar kami bungkuskan,” Kata Pramuniaga itu.
“Lho, Nek. Kok di beli, Nek?” tanya Ayu.
“Nggak papa 'kan sekali-kali,” Jawab Nenek Hera.
“Antara nggak enak sama seneng ini sih” batin Ayu.
“Ini, Bu. Silahkan!” kata Pramuniaga tadi.
“Trimakasih, Mba! Ayo, Yu.” Ajak Nenek.
“Mau kemana lahi, Nek?” tanya Ayu yang khawatir diajak ketempat ajaib berikutnya.
“Makan! Kamu nggak lapar?” kata Nenek sambil menyerahkan Shopping bag yang berisi tas untuk Ayu.
“Makasih, Nek,” Kata Ayu yang menerima Shopping bag tadi.
“Tapi, kita mau makan apa ya, Nek?” tanya Ayu khawatir diajak ke restoran aneh lagi.
“Ikut saja, Yu. Yang jelas, kali ini Nenek nggak ngajak kamu makan makanan aneh lagi Kok!” kata Nenek tersenyum.
“Mudah-mudahan beneran nggak aneh-aneh lagi!” batin Ayu.
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
**Hai readers...jangan lupa tinggalkan jejak kalian dibawah ya😊
terimakasih🙏**
lanjutin donk ceritanya,😘😘😘
adakah season 2 buat Adiba potrinya Elang dan Ayu.Dan klnjtan hub Yudi dn Bianca😀
Kutunggu deh thor💪
semoga kamu makin kreatif ya Thor.. ditungguin cerita lainya yg pasti sarat dgn pembelajaran hidup..😘😘🌹🌹❤️❤️
1 lg..jangan lupa ngopiiii....☕😁💪
lanjy Thor..💪😍