NovelToon NovelToon
Turun Ranjang

Turun Ranjang

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Tamat
Popularitas:11.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Takdir membawa ku dalam keadaan ini, setelah suami ku mas Arend meninggal dunia, aku menikah lagi dengan adik kembar mas Arend, yaitu Arick.

✍🏻 revisi typo dan pemberian judul bab 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 - Masalah Lila

Drt drt drt

Ponsel mas Arick yang berada di atas nakas terus saja bergetar. Hingga kami menyelesaikan shalat magrib berjamaah pun, ponsel itu belum juga berhenti bergetar.

Setelah selesai membaca doa dan mas Arick mencium keningku dan juga mencium Zayn, barulah mas Arick melihat ponselnya.

"Pak Hamid yang menelpon sayang, aku angkat dulu ya."

Aku mengangguk, aku kemudian mengangkat Zayn dan memindahkannya ke box bayi, selesai dengan Zayn aku melipat sajadah dan mukenah.

"Ada apa Mas?" Tanya ku saat mas Arick sudah mengakhiri panggilan telepon itu.

"Aku harus ke rumah sakit, sepertinya ada sesuatu yang terjadi dengan Lila, mungkin dia masih syok dengan keadaan kakinya."

Aku terdiam, entah kenapa mendadak hatiku merasa tidak nyaman jika mas Arick kembali kesana lagi. Jika sudah malam begini, tidak mungkin aku ikut.

"Aku akan mengajak papa Mardi dan ibu Sofia kesana, kamu di rumah saja ya? aku tidak akan lama."

Mas Arik menarik pinggangku dan didekapnya erat. Meski rasanya berat, aku pun akhirnya hanya bisa mengangguk.

Mas Arick mencium ku dan aku membalas tak kalah dalam ciuman itu. Napas kami terengah dengan detak jantung yang nyaris meledak.

"Tunggu aku pulang, aku akan menagih janjimu yang tadi."

Aku memukul dada mas Arick pelan, kenapa malah menggodaku disaat akan pergi.

Mas Arick kembali mencium bibirku sekilas sebagai penutup, sebelum akhirnya dia berpamitan ke rumah sakit.

Selepas kepergian mas Arick, aku membuka lemari baju. Kemarin mbak Aluna memberikan aku sebuah hadiah, gaun malam yang katanya harus ku gunakan saat ingin menyenangkan mas Arick.

Ya ampun, baju ini tipis sekali.

Berulang kali ku putar-putar baju ini, sebuah lingerie berwarna merah maroon. Tanpa keraguan sedikitpun, aku mencoba mengenakan lingerie ini.

Mungkin 1 jam lagi mas Arick akan pulang, aku akan bersiap-siap mulai dari sekarang. Merias sedikit wajahku, juga menggunakan sedikit wewangian.

Aku juga mengganti spray tempat tidur kami, juga mengganti pengharum ruangan dengan yang baru.

Malam ini aku yang akan mengambil alih kendali dan menjadikan malam ini malam yang tidak akan terlupakan bagi kami berdua.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

POV ARICK

Aku, papa dan ibu datang ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan Lila saat ini. Tadi pak Hamid menelpon dan memberi tahu jika Lila mengalami gangguan mental. Ia terus menangis dan marah-marah tanpa diketahui apa penyebabnya.

Pak Hamid dilanda kebingungan, terlebih lagi Lila juga terus menerus memanggil nama mas Arend.

20 menit dalam perjalanan akhirnya kami sampai di rumah sakit, ternyata pak Hamid sudah menunggu kami di pintu masuk.

Aku benar-benar tidak tega melihat wajah cemas sekaligus lelah yang tercetak jelas diraut wajah pak Hamid.

Aku pun membimbing langkahnya untuk kembali ke ruangan Lila.

"Kenapa Mas? Kenapa kamu pergi disaat seperti ini."

Dari luar ruangan Lila aku sayup-sayup mendengar tangisan dan juga ucapannya.

Hatiku mendadak merasa tak nyaman mendengar rancauan Lila itu. Sebenarnya apa yang terjadi diantara Lila dan mas Arend? bukankah mereka hanya sekretaris dan atasannya saja.

Ku lirik kearah ibu yang mulai merasa cemas.

"Semua akan baik-baik saja Bu, ayo kita masuk." Ajak ku dan ibu mengangguk.

Lila langsung menatap ku saat aku baru selangkah memasuki ruangan ini, matanya begitu sembab dengan linangan air mata dikedua netranya.

"Mas Arend." Lirih Lila, ibu memegang lengan ku dengan kuat, ku rasa ia pun terkejut dengan ucapan Lila itu.

"Nak, pak Arend sudah meninggal dan ini adalah adik beliau, mas Arick." Jelas pak Hamid, ia pun mendekati Lila, menahan Lila yang ingin turun dari ranjang.

"Rick, sebaiknya kamu keluar saja sayang, biar papa dan ibu yang menangani ini." Ibu berbisik padaku, tangannya mulai terasa dingin menahan takut. Mana tega aku meninggalkan ibu dalam keadaan seperti ini.

"Semuanya akan baik-baik saja bu. Percayalah." Aku mengelus tangannya yang sedari tadi mencengkram lengan ku kuat. Aku ingin ibu kembali tenang.

Akhirnya kami mendekati Lila, dan semakin dekat kami kearahnya, Lila semakin menangis menjadi jadi.

"Mas Arend." Lirih Lila, tangannya terulur ingin aku menyambutnya.

Ku lihat pak Hamid menyeka air matanya, juga istrinya yang semakin terisak. Sungguh aku paling tidak tega melihat orang tua yang bersedih seperti itu, tanganku tergerak ingin menerima uluran tangan Lila, namun dengan cepat papa Mardi mencegahnya.

Papa Mardi menarik tangan ku dan seketika itu juga kesadaran ku kembali ku ambil alih.

Astagfirulahalazim.

"Rick." Papa menggelengkan kepalanya pelan, memberi isyarat bahwa aku tidak boleh sampai menyentuh Lila. Aku adalah pria beristri dan Lila bukan muhrim ku.

Astagfirulahalazim, aku mengangguk mengiyakan.

"Nak Lila, apa yang sebenarnya terjadi padamu Nak? Kenapa kamu memanggil Arick sebagai Arend? bukankah kamu juga tahu jika Arend memiliki saudara kembar?" Papa mencoba menjelaskan, dan Lila malah mengacak-acak rambutnya frustasi, seolah menolak kebenaran jika Arend memiliki saudara kembar, yaitu aku Arick.

"Arend sudah meninggal Nak." Papa masih berusaha berbicara dengan Lila.

"Tidak, mas Arend tidak mungkin meninggalkan aku dalam keadaan seperti ini." Lirih Lila, persis seperti orang gila. Rambutnya berantakan dan wajahnya penuh linangan air mata.

"Bagaimana nasib hidupku nanti jika mas Arend benar-benar meninggal, mas Arend sudah merenggut kesucian ku. Apa yang harus aku lakukan? apakah aku harus menyusul mas Arend juga untuk mati? apa? apa yang harus aku lakukan?"

Deg! Astagfirulahalazim, jantungku seperti ditusuk oleh tombak panas dan kepalaku dihantam batu besar.

Apa-apaan ini? mas Arend merenggut kesucian Lila? Astagfirulahalazim.

Brug!

"Ya Allah, Ibu!" Ibu tersungkur jatuh kelantai tak sadarkan diri, pastilah ibu sangat terkejut dengan kenyataan ini.

Benar, kami semua sama terkejutnya. Terlebih mas Arend sudah meninggal dunia, lalu apa yang harus kami lakukan?

"Apa yang kamu katakan La? jangan sembarangan bicara?" Ibu Lila mulai bersuara dengan nada tidak terima.

Lila terdiam, tidak peduli meski sang ibu berulang kali mengguncang bahunya.

"Katakan Lila! katakan apa yang sebenarnya terjadi padamu dan pak Arend!" Habis sudah kesabaran sang ibu, ia berteriak meminta penjelasan Lila.

Dengan sesenggukan akhirnya Lila pun menceritakan semuanya.

Bagi Lila pak Arend adalah pria yang sangat baik, bisa dipercaya dan bertanggungjawab. Setelah perjamuan makan malam saat itu, Lila dan Arend sedikit mabuk hingga mereka menghabiskan malam bersama. Lila yang sudah lama mengagumi Arend pun dengan sukarela menyerahkan semuanya.

Namun saat pulang dari bandung, Arend berkata pada Lila untuk melupakan semua yang terjadi. Arend tidak ingin sampai Jihan mengetahui semuanya.

Saat itu Lila tidak terima, ia sangat marah dan akhirnya terjadilah perkelahian didalam mobil, dan naasnya mereka malah mengalami kecelakaan.

Selesai bercerita, ibu Lila langsung jatuh tersungkur, menyusul ibu sofia yang tak sadarkan diri.

Astagfirulahalazim, berulang kali aku beristigfar. Benarkah ini semua yang terjadi?

1
Hana
sudah kuduga arick memang sudah suka sama jihan sejak lama
Dysha♡💕
kayaknya ared selingkuh sama lila
Sutrisno Sutrisno
Luar biasa
Sri Widjiastuti
duh payahhh
Merry Bangun
Luar biasa
ayu cantik
suka
Bela Viona
arick goblok...main ambil keputusan sndri.
quile
aku malah Nethink Yakk... Arend selingkuh sm sekretarisnya..mungkinn terjadi apa lah gituu kaliii
🏡⃟ªʸ༺⬙⃟⛅ᴶᵉᵐⁱᵐᵃѕ⍣⃝✰zc❖☠️⃝: ‎Halo sahabat pembaca ✨
‎Aku baru merilis cerita terbaru berjudul BUKAN BERONDONG BIASA
‎Semua ini tentang Lucyana yang pernah disakiti, dihancurkan, dan ditinggalkan.
‎Tapi muncul seseorang dengan segala spontanitas dan ketulusannya.
‎Apakah Lucy berani jatuh cinta lagi? Kali ini pada seorang Sadewa yang jauh lebih muda darinya.
‎Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
‎Dukung dengan like ❤️ & komentar 🤗, karena setiap dukunganmu berarti sekali buatku. Terimakasih💕
total 1 replies
🌟 Dauzz🇲🇨
duh bodoh
🌟 Dauzz🇲🇨
paling jebakan lila
🌟 Dauzz🇲🇨
sudah ku duga
Ucillll
Bagus banget ceritanya ka
ayu cantik
suka
Siti Rahayu
menurut ku karakter arick terlalu egois ..suka ngambekan jadi kasian Jihan selalu meminta maaf
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
bikin greget aja,mana bisa jihan langsung melupakan suaminya,kamu egois rik.
sagitarius Girl
lah lah otor engga asik trus huda dimas asih ilham sm melisa gmn dah thor😞😞😞
Umahnendy Alisia
/Joyful//Joyful/ada ada asih
Woro Wardani
Luar biasa
Farrel Pratama
heleehhhh,,, reseekkk
Nurrosi Qolby
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!