Persahabatan yang sudah terjalin selama 20 tahun antara Moetia dan Manda diambang kehancuran karena kehadiran seorang pria bernama Bagas.
Manda yang sudah mencintai Bagas sejak kuliah tidak mengetahui jika Bagas adalah atasan Moetia di kantor nya.
Dan saat Moetia mulai jatuh hati pada Bagas, dia baru tahu bahwa sahabatnya juga mencintainya
Lalu siapakah yang dicintai Bagas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenyataan yang Menyakitkan
Setelah makan bersama, Moetia dan Bagas duduk bersama di sebuah sofa di balkon villa.
Bagas terus memandangi wajah Moetia dan sesekali menggoda Moetia dengan tingkah konyol nya.
Sesekali Bagas meniup telinga Moetia dan terkadang dia memainkan jari telunjuk dan jari tengahnya seolah berjalan di lengan dan bahu Moetia.
Moetia sesekali juga menepis tangan jahil Bagas dan sesekali mencubit perut Bagas karena merasa geli pada kelakuan Bagas.
' Apakah dia benar-benar orang yang sama yang menyebutku orang aneh ketika pertama kali bertemu dengan ku ' batin Moetia
Lamunan Moetia hilang karena Bagas lagi-lagi membuatnya kaget dengan berbisik di telinganya
" Sayang, apa yang kamu pikirkan? " tanya Bagas pelan
Moetia menoleh dan tersenyum
" Apa kamu ingat saat kita bertemu pertama kali, kamu menyebut ku orang aneh " ucap Moetia
Bagas menarik Moetia ke pelukannya
" Sayang, aku minta maaf soal itu. Tapi saat itu kamu memang terlihat aneh " kekeh Bagas
Moetia mencubit perut Bagas
" Kalau aku aneh, kenapa kamu menyukai ku? " tanya Moetia kesal
" Aduh sayang, jangan mencubit perut ku. Cubit lah di tempat lain! " seru Bagas
Moetia menarik dirinya menjauh dari pelukan Bagas
" Terserah " balas nya
Bagas meraih Moetia lagi dan memeluknya lagi
" Sayang saat itu, aku tidak begitu memperhatikan mu. Aku terburu-buru untuk menghadiri meeting di kantor mu, bahkan aku meminjam motor adikku Roni. Dan ketika sampai di kantor mu, aku terkejut karena melihat mu disana, dan anehnya orang yang baru saja memandang ku dengan penuh kekaguman mendadak jadi cuek dan tidak menyadari keberadaan ku, kamu keterlaluan sayang " keluh Bagas
Moetia tertawa kecil
" Apa kamu percaya jika aku katakan aku benar-benar tidak menyadari kamu disana, sebelum kamu bersalaman dengan ku? " aku Moetia
" Bukan kah saat itu kamu membagikan salinan dokumen? " tanya Bagas
" Aku hanya melihat meja, dan tidak menatap wajah anggota meeting satu persatu " jawab Moetia
"Jadi apakah kekasihku ini pemalu? " goda Bagas
" Sedikit, oh ya lalu bagaimana bisa sikap mu berubah saat di toko kue? " tanya Moetia
Bagas mencium puncak kepala Moetia
' Cup '
Dan membuat Moetia merona lagi.
" Itu pertemuan kita ke empat dalam sehari, dan saat melihatmu disana, aku yakin kamu adalah jodoh ku " jelas Bagas
Moetia terkekeh
" Bertemu empat kali kamu anggap berjodoh, aku bahkan bertemu puluhan kali dengan Samsul dan pak Austin di kantor apa itu jodoh? " ejek Moetia
Bagas terkekeh juga
" Apa hatimu bergetar saat melihat mereka? atau apakah kamu tidak bisa tidur saat memikirkan mereka? " tanya Bagas serius
Moetia menghentikan tawanya dan menyentuh tangan Bagas.
" Maaf sayang, aku tidak bermaksud begitu. Aku mencintaimu " ucap Moetia menenangkan Bagas
Bagas tersenyum dan mempererat pelukannya
" Aku bahkan sangat mencintai mu Moetia " sahut Bagas.
Hingga Moetia teringat akan sesuatu, Moetia hendak berdiri tapi Bagas menahannya.
" Mau kemana? " tanya Bagas menahan tangan Moetia
" Mengambil ponsel, sudah dari tadi pagi aku belum mengabari papa dan mama ku " ucap Moetia
Bagas melepaskan tangan Moetia.
Moetia masuk ke dalam villa dan mengambil ponsel yang dia charger.
Moetia menghidupkan ponselnya, betapa terkejutnya Moetia melihat banyak panggilan tak terjawab dari mama nya, dan beberapa pesan masuk agar Moetia segera menghubungi Soraya.
Moetia segera menghubungi Soraya
" Halo ma " sapa Moetia
" Sayang syukurlah, kamu menghubungi mama " sahut Soraya yang terdengar panik
" Ada apa ma? " tanya Moetia
" Sayang kita harus ke Jakarta sore ini juga, Manda kecelakaan sayang " seru Soraya
Moetia terkejut hingga hampir menjatuhkan ponsel nya.
" Manda " lirih Moetia
" Sayang cepat ke Bandara, barang mu sudah mama siapkan, jangan lupa meminta cuti pada atasan mu " seru Soraya
" Iya ma " jawab Moetia
Lalu memasukkan ponselnya ke dalam tas, dan menghampiri Bagas dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Bagas, tolong antarkan aku ke Bandara sekarang " ucap nya hampir menangis
Bagas kaget dan langsung merangkul Moetia
" Ada apa sayang " tanya Bagas
Moetia melihat wajah Bagas sekilas lalu menangis di dada Bagas
" Sahabat ku kecelakaan, Manda dia! aku harus segera ke Jakarta Bagas, tolong cepat " ucap Moetia terbata-bata
" Ke Jakarta? Manda? " tanya Bagas
Moetia meremas lengan Bagas
" Manda, Bagas, Mutia Amanda dia sahabat ku sejak kecil, dan dia kecelakaan. Ayo Bagas " ucap nya masih terisak sambil menarik tangan Bagas agar cepat pergi
Bagas kaget, jika yang dia bicarakan adalah Manda yang selama ini mengejarnya, akankah rasa sayang Moetia begitu dalam pada sahabat ya, hingga mendengarnya kecelakaan saja reaksi Moetia sesedih ini.
Bagas membawa Moetia pergi dari pulau, selama menaiki Speedboat Moetia bahkan tidak berhenti menangis. Bagas sangat khawatir.
Setelah sampai di dermaga, Moetia juga masih tidak menatap atau bicara pada Bagas, dia hanya terus meremas kedua tangan dan kadang lengan nya sambil sesekali mengusap air matanya.
Sampai di bandara, dia segera keluar dari mobil Bagas bahkan tanpa menoleh.
Moetia terus berlari memasuki pintu masuk Bandara.
Bagas hanya memperhatikan kepergian Moetia
" Sayang, kamu bahkan tidak berpamitan dengan ku? apa di dalam hatimu, aku tidak sepenting sahabat mu itu? " gumam Bagas sambil terus memandangi Moetia hingga tak terlihat lagi
Bagas lalu melihat ponselnya, dan banyak panggilan tak terjawab dari Belinda, tapi dia tidak menghiraukan nya.
Karena dia sempat membaca salah satu pesan masuk tentang dia harus ke Jakarta.
Bagas tidak menyangka jika yang terjadi adalah Manda mengalami kecelakaan.
Moetia segera menemui papa dan mama nya, Moetia memeluk mama nya dan menangis.
" Maaf ma, ponsel Moetia mati " sesal Moetia
" Sudah, tidak apa-apa. Ayo ! " ajak Aries
Mereka pun segera menaiki pesawat dan pergi ke Jakarta.
Bagas masih berada di Bandara, dia berdiri bersandar di mobil nya dan melihat pesawat yang baru saja lepas landas dari kejauhan.
' Apakah kamu akan meninggalkan aku jika tahu sahabat mu itu mengejar ku Moetia ' batin Moetia
Beberapa jam kemudian, Moetia papa dan mama nya sudah sampai di rumah sakit.
Soraya menghubungi Malika dan bertanya dimana mereka.
Ketika Moetia melihat Malika, dia langsung berlari dan memeluk Malika
" Tante, maaf Moetia baru datang. Bagaimana Manda Tante? " tanya Moetia sambil menangis
" Dia koma Moetia, Manda... " jawab Malika sedih
Malika ikut menangis lagi dan Moetia mengajak Malika duduk di kursi besi yang biasa ada di rumah sakit.
" Manda pergi dengan emosi saat tidak bisa menghubungi Bagas, dan kecelakaan itu terjadi " jawab Malika sambil menangis
" Bagas? " tanya Moetia
" Pria yang selalu disebut sebagai Prince oleh Manda namanya Bagas Chairul Wiguna " terang Malika lemah
' Jeger '
Bak petir disiang bolong, hati Moetia tiba-tiba terasa kosong dan sakit secara bersamaan.
Ternyata Prince, pria yang selama ini Manda cintai adalah kekasihnya sendiri yaitu Bagas.
" Moetia, Manda sangat mencintai Bagas tapi pria itu bahkan tidak menjenguk Manda saat dia koma seperti ini " Isak Malika
Moetia tersadar dari lamunannya dan mengelus punggung Malika berkali-kali.
" Apa Tante sudah menghubungi nya? " tanya Moetia dengan suara bergetar
" Sudah, bahkan ibunya sudah kemari dan sekarang berada di ruang dokter bersama Om kamu " jawab Malika
Moetia hanya bisa terus berusaha menenangkan Malika walaupun sebenarnya hatinya sendiri saat ini sangat sakit.
Smga jg bagus sprti ke 3 novel yg sdh ak baca 😊
♥️
⭐⭐⭐⭐⭐