Setelah menyegel Bangsa Yao, bangsa pembawa kerusakan dan kehancuran. Dunia memulai lembaran dari nol kembali. Lambat laun kisah-kisah menjadi sejarah. Sejarah menjadi legenda. Hingga akhirnya dilupakan...
Tentang perjalanan seorang pemuda menuju tahta tertinggi.
***
Pak Tua Shi menangis. Ini adalah air suci. Air yang mampu membuat siapapun mengubah gubuk reyot menjadi halaman immortal.
Airnya mengalir dan meresap ke tanah, terbuang sia-sia.
Ini sangat langka dan ternilai harganya.
Ini tidak ada di dunia ini.
Ini akan menjadi rebutan para bigshot di seluruh dunia.
Ini akan membuat sekte ampas menjadi penguasa semesta.
Untuk mandi .... Hanya untuk mandi ...
Pak Tua Shi pingsan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MishiSukki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengintaian
Misi Penyelamatan Malam Hari
Di malam hari, di lokasi pertambangan Klan Mo, dua bayangan hitam melesat di balik pepohonan. Mereka adalah Mao Yu dan Li Hua, mengenakan pakaian dan topeng kucing hitam yang menyamarkan mereka dengan sempurna dalam kegelapan.
Berkat pengalaman berburu selama tiga bulan, Li Hua dengan cekatan memimpin Mao Yu, melompat dari pohon ke pohon tanpa meninggalkan jejak. Mereka mendekat ke mulut gua yang menjadi lokasi pertambangan.
Mulanya, gua ini digali untuk bijih baja, tapi belakangan mereka menemukan kristal energi yang jauh lebih berharga. Hal ini membuat nilai proyek melambung dan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja.
"Tuan Muda, penjagaan di sini cukup ketat. Tuan Muda Yangxuan pasti ada di dalam," bisik Li Hua. "Akan berbahaya jika kita terlalu nekat. Kita harus membuat rencana."
Tidak ada jawaban. Li Hua menoleh, tapi Mao Yu sudah menghilang.
Soul Cloak!
Mao Yu dengan bebas melenggang masuk. Ia melewati para penjaga yang berjejer, tapi tak seorang pun bisa mendeteksi kehadirannya. Setibanya di mulut gua, Mao Yu melepaskan persepsi jiwanya, menelusuri setiap lorong rumit di dalamnya. Setelah mengumpulkan informasi yang cukup, ia masuk ke dalam.
Mao Yu berjalan jauh, berbelok di setiap persimpangan, hingga akhirnya menemukan Shen Yangxuan yang sedang mencangkul batu sendirian. Ia diterangi oleh kristal cahaya redup.
"Kakak Yangxuan," panggil Mao Yu.
Shen Yangxuan terkejut, berbalik melihat Mao Yu. "Adik Yu! Apa yang kamu lakukan di sini? Ini berbahaya sekali!" Ia melempar cangkulnya dan mencengkeram bahu Mao Yu.
"Kakak, sepertinya kamu makin bertenaga," kekeh Mao Yu.
Shen Yangxuan tertawa. Pekerjaannya sehari-hari membuat ototnya berkembang pesat. Ia menyadari, latihan fisik di sini jauh lebih efektif daripada di rumah. Setelah perbincangan ringan, Mao Yu mengambil kristal cahaya dan mengajak Shen Yangxuan mengikutinya.
Sambil berjalan di lorong yang panjang, Mao Yu bertanya, "Kakak, kamu menemukan Paman Hwa?"
"Sudah kuduga kamu akan menanyakan ini," jawab Shen Yangxuan. "Tidak perlu khawatir. Paman Hwa baik-baik saja dan sebenarnya sangat kuat. Menurutku, dia bisa keluar jika mau. Sepertinya dia berada di sini karena alasan tertentu."
"Oh, begitu rupanya..." Mao Yu mengangguk.
Mereka berhenti di ujung lorong buntu, yang belum pernah dilewati siapa pun. Di sana ada telaga lebar. Mao Yu mengambil beberapa batu, lalu melemparkannya satu per satu ke permukaan telaga dengan pola dan jeda waktu tertentu.
"Persepsi Karapas Jiwa" Mao Yu menemukan formasi unik di permukaan telaga, dan ia bermaksud membukanya.
Plungg...
Batu terakhir dilempar. Permukaan telaga menjadi tenang. Mao Yu menoleh ke Shen Yangxuan. "Kakak, kamu bisa menyelam?"
Goa Tersembunyi dan Formasi Kuno
Keduanya menyelam, hingga akhirnya muncul di sebuah goa tersembunyi.
"I-I-INI...!" Shen Yangxuan terkejut.
Seluruh tubuhnya berdenyut kuat, jantungnya memompa darah lebih cepat, dan energi mengalir deras. Ia merasa akan menembus batas kultivasinya.
"Energi bumi di sini sangat kaya, cocok untuk kultivasi Kakak. Silakan berkultivasi di sini," jelas Mao Yu. Ia mengeluarkan pakaian kering dari cincin penyimpanannya, lalu makanan dan ransum untuk Shen Yangxuan.
Shen Yangxuan segera duduk bersila.
"Aku akan pergi sebentar. Kakak jangan pergi dari sini tanpa aku. Kamu bisa tersesat dan tak akan pernah kembali," pesan Mao Yu.
Shen Yangxuan mengangguk, percaya sepenuhnya.
Setelah Shen Yangxuan tenggelam dalam kultivasinya, Mao Yu melangkah ke salah satu dinding goa. Di sana ada celah kecil. Mao Yu, yang bertubuh ramping, memiringkan badannya untuk masuk.
Ia menelusuri celah sempit itu hingga tiba di ujung, di mana terdapat dinding batu hitam. Mao Yu berkonsentrasi penuh. Dengan bantuan Karapas Jiwa dan resonansi energi, ia menemukan formasi besar pada dinding itu.
Pola energinya sangat rumit. Mao Yu berkeringat menganalisisnya. Ia menyerang guratan formasi itu dengan serangan jiwa secara teratur, berkesinambungan, dan harmonis. Tujuannya adalah memecahkan susunan formasi.
Setelah waktu yang cukup lama, dinding itu berpendar dengan cahaya redup. Melihat usahanya berhasil, Mao Yu segera melompat ke dalam dinding itu.
Kirain MC sedang ngigau...🤣🤣😄😄😃😃🤭🤭🤭🤭🤭
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
koneksi dr 1 plot ke yg lain sangat anu...
lanjouts.
pejalanan mencari kitab suci..?
lanjouts..