Pernikahan yang tak di inginkan hanya akan membuat luka yang amat dalam.
Begitulah yang di rasakan Agitsna, Dia rela mengubur semua harapan dan cita2nya demi membahagiakan kedua Orang tuanya.
Dia harus rela menikah dengan Pria yang bukan ia cintai.
Persoalan hutang yang harus keluarga Agitsna bayar pada keluarga Pria tersebut.
Pria itu bernama Yudha. Dia pewaris tunggal dari keluarga terkaya di kotanya.
Kalo Agits dia terpaksa menikah dengannya karna something.
Lalu Yudha ???
Kita simak yukk..
Moga kalian syukkkaaaa😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rani maryanii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Yudha melajukan mobilnya keluar kota, Dia berusaha untuk menghindari semua masalah.
Dia ingin menyegarkan terlebih dahulu pikirannya sebelum mengungkapkan kebenaran tentang semuanya.
Sementara di tempat lain. Agits sedang kebingungan Dia mencari cari Yudha kesemua Ruangan.
Tapi, Agits gak mendapatinya sama sekali.
Agits sudah berusaha menelpon Yudha tapi tidak tersambung.
Agits juga menelpon Opik. Tapi, Opik gak mengangkatnya.
"Kemana sebenarnya kamu Yudh. Kenapa gak kabari akau dulu."
Agits mondar mandir di dalam Ruang tamu. Dia bingung harus kemana dan bagaimana.
Agits terduduk pasrah di atas lantai, Dia bingung harus kemana mencari Yudha.
Agits menopangkan sebelah tangannya kekepala. Tatapannya kosong lurus kedepan dengan pikiran yang buntu.
Tok....tok....tok...
Agits langsung tersadar dari lamunannya. Dia langsung bangkit dan berlari ke arah pintu.
Agits berharap itu adalah Yudha yang datang. Agits langsung membuka pintu dengan senyum tercetak di wajahnya.
"Dari ma... Mana Yudha Pik ?" Tanya Agits mencari tahu.
Agits melihat lihat kebelakang Opik yang sedang berdiri di depannya.
"Kamu cari siapa sih ?" tanya Yudha bingung.
"Yudha, Yudha mana Pik ? Dia sama kamukan ?" tanya Agits berharap.
Opik mengernyitkan dàhinya pertanda Dia juga bingung dan tidak tahu.
"Yudha gak ada dirumah ?" tanya Opik.
Agits menggeleng. " Aku kira Yudha kerumahmu." jawab Agits sedih.
"Gak ada, Malahan aku kesini mau ketemu Yudha. Ada sesuatu yang penting untuk aku bicarakan."
"Yudha gaka ada Dirumah, Aku gak tau Dia kemana ?"
"Aku kira Dia disini sama kamu."
Agits menggeleng.
"Kayaknya ada sesuatu yang terjadi." batin Opik.
"Aduuuhhh gimana ini ? Yudha kamu sebenarnya kemana sih ?" Gumam Agits sambil mondar mandir kayak setrikaan di depan Opik.
"Kamu bisa diem gak ? Aku pusing liat kamu mondar mandir, Mondar mandir dari tadi."
Agits menggigit jari telunjuknya dan berhenti di depan Opik. Agits menatap Opik dengan penuh kesedihan di dalam dirinya.
"Aku gak bisa diem Pik, Aku bingung.. Yudha entah pergi kemana ?"
"Kita duduk dulu, Kamu jelasin. Sebenarnya apa yang terjadi sama kalian, Sampai Yudha pergi dari rumah."
Agits mengangguk dan mempersilahkan Opik masuk.
Agits pergi sebentar kedapur dan mengambil segelas air putih untuk Opik.
Agits meletakan gelas itu di depan Opik.
"Silahkan ."
"Thanks."
Agits mengangguk.
Opik meminum air tersebut sampai tandas." Coba kamu ceritakan sebelumnya apa yang terjadi." tanya Opik langsung.
"Aku gak tahu Pik, Tadi pagi kita baik baik saja." jawab Agits.
"Apa kalian sempat berantem ?"
"Enggak Pik. Kita baik baik aja."
"Teruss ?"
"Aku gak tahu."
Opik menghela napas mencoba menenangkan dirinya.
"Kamu ceritakan dari awal sampai Akhir di hari ini."
"Aku harus ngulang gitu..."
Opik menautkan kedua alisnya bingung. Dia itu pintar apa kelewat pintar. Mana ada hari yang bisa di ulang kembali.
Agits melihat ekspresi sahabat Yudha aneh." Maksudnya... Aku harus menceritakan semuanya gitu."
"Ya kalo gak ada yang berat ceritakan aja. V kalo ada yang berat berat lewat aja."
Agits mengangguk paham.
"Awalnya...." Agits menceritakan sedetail mungkin sampai gak ada yang terlewat sedikitpun.
Opik mendengarkan semuanya dengan baik. Sesekali Dia mengangguk kala tahu di mana masalahnya.
"Gitu Pik. Makannya aku gak tahu Yudha itu kemana, Aku bangun... Yudha sudah gak ada."
"Kamu tahu dimana letak kesalahan mu."
Agits menggeleng." Kalo aku tahu, Aku gak akan pusing kayak gini."
"Asal kamu tau Gits, Dia itu sudah merjuangin kamu dari kamu masih SMP."
"Hah..." Agits kaget gak paham.
"Sebenarnya, Cerita ini hanya aku dan Yudha yang tau, Yudha gak mau cerita ini sampai pada Orang lain."
Agits menatap Opik memohon. Dia mau tahu sedikit tentang Yudha. Biar bisa memudahkannya untuk membuka hati untuk Suaminya.
"Aku mohon kamu ceritakan semuanya padaku. Aku janji gak akan marah atau tanya tanya sebelum kamu selesai bicara."
"Tapi Gits... Alangkah lebih baiknya kamu tahu dari Yudha langsung."
Agits memahami situasi kayak ginj. Dia juga ingin mendengar langsung dari Yudha tanpa tahu dari orang lain.
Bruakkkk....
Pintu di buka paksa oleh seseorang berperawakan tinggi besar dan tampan...
Dia menatap tajam pada Agits, Seribu pertanyaan di kepala Agits maupun Opik.
Mereka saling pandang dan saling menfendikan bahunya.
aku bukan tidak suka baca novel sad ending tapi tidak sanggup karena bisa galau berhari2,
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧
🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇
🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚
🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️
🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑