"Still With You" adalah sebuah novel yang menceritakan kisah cinta antara Sofia dan Daniel, yang terinspirasi oleh lagu Jungkook. Mereka mengalami pasang surut dalam hubungan, menghadapi rintangan, dan menemukan kekuatan cinta sejati di tengah kesulitan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝓐𝓻𝓲𝓿𝓲𝓸𝓷𝓪, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekawatiran
Setelah itu Silvi pamit pulang, dan di antar oleh Fery. Sebelum sampai dirumah Silvi, Fery membelikan Martabak untuk ibunya Silvi, setelah itu melanjutkan perjalanan. Sesampai di rumah Silvi, Ibunya membukakan pintu.
"Bu saya nganterin Silvi pulang sama ini aku beliin martabak tadi di jalan." Ucap Fery sambil memberikan martabak tersebut.
"Aduh nak Fery kok repot-repot sih."
"Nggak papa Bu beliin calon mertua." Ucap Fery sambil tersenyum, Ibunya Silvi pun juga ikut tersenyum.
Setelah itu Fery berpamitan untuk pulang. Tak sengaja Bu Lidia melihat tangan Silvi yang di perban,
"Loh nak tangan kamu kenapa?" Tanya Bu Lidia kawatir.
"Nggak papa Bu cuma tadi waktu goreng ikan terkena percikan minyak tapi udah lumayan sih." Ucap Silvi.
"Yaampun Nak hati-hati dong, kamu kalau goreng ikan nyemplung in ikan jangan dekat-dekat." Ucap Bu Lidia.
"Iya Bu nggak kok."
lalu Silvi menuju ke kamarnya, ia langsung merebahkan badannya di kasur. "Sungguh hari yang melelahkan dan juga hari yang menyenangkan." Ucap Silvi dalam hati. Setelah itu ia tertidur lelap.
Pagi harinya ia langsung terbangun dari tidurnya karena terdengar suara orang ketok pintu, sepertinya ia bangun kesiangan ia langsung gelagapan dan melihat jam sudah setengah delapan. lalu Lalu ia langsung membukakan pintu dan ternyata Fery datang untuk menjemputnya. Ia langsung berlari kekamar mandi dan cepat-cepat mandi lalu merias diri dan berangkat. Namun sebelum berangkat ia mencari-cari adiknya, ternyata adiknya sudah di antar Fery duluan.
"Tadi aku bertemu adikmu di jalan katanya mau berangkat sekolah, aku tanya sama dia kakakmu di mana? katanya adikmu kamu lagi ketiduran ngorok pula, adikmu bangunin kamu tapi kamu katanya kamu nggak bangun bangun hahahaha." Ucap Fery sambil cekikikan.
"Kok ketawa sih ya karna aku kecapek an jadi ya tidurnya mules banget deh." Ucap Silvi melas.
"Loh kamu capek nanti nggak usah kerja aja kalau capek ya." Ucap Fery kawatir dengan keadaan Silvi.
"Nggak mau aku harus kerja terus biar nanti bisa bayarin hutang almarhum nenekku."
"Tenang aja gajinya nggak kepotong kok kan yang nyuruh aku sendiri, kamu jangan terlalu capek-capek" Ucap Fery sambil mengelus pipi Silvi.
"Udah nggak papa jangan paksa aku untuk tidak kerja ya." Ucap Silvi tersenyum tipis.
Akhirnya Fery tidak memaksanya ia takut nanti Silvi malah tidak nyaman. Setelah itu mereka berangkat kuliah bersama.
Sesampainya di kampus seperti biasa mereka berdua berjalan bareng ke dalam kampus, Tiba-tiba Laras datang menghampiri Silvi.
"Hmmm sibucin udah datang nih ya." Ucap Laras meledek.
"Apasih." Ucap Silvi.
"Fer aku pinjem Silvi bentar ya." Ucap Laras sambil menggandeng tangan Silvi.
"Ahh, iya jaga dia ya aku mau ke kelas dulu." Ucap Fery sambil menuju ke kelas.
Silvi dan Laras berjalan ke taman.
"Ehhh aku udah telat lohh nanti di marahin dosen aku." Ucap Silvi kawatir.
"Udah tenang aja hari ini nggak ada kegiatan mengajar juga semua orang pada sibuk ngurusin acara Festival kampus kan."
"Lohh bukannya besok lusa acaranya?." Ucap Silvi sedikit kaget.
"Iya emang besok lusa tapi sekarang disiapin dulu nyiapin ini semua selesai dua hari karna nanti panggungnya di besarkan terus belum dekorasi, pokoknya banyak deh persiapannya butuh waktu dua hari." Jelas Laras.
"Oalahh terus gimana persiapan desain kamu udah jadi buat festival nanti?" Tanya Silvi.
"Kurang dikit sih bentar lagi juga hampir selesai." Lalu Laras melihat tangan Silvi yang di perban. ia langsung memegang tangan Silvi dan meraba tangannya, lalu tidak sengaja Laras menekan tangan Silvi memuatnya meringis kesakitan.
"Aduhhh ras kok kamu tekan tangan aku sakit tau." Ucap Silvi sambil mengelus tangannya.
"Hehehehe maaf aku kawatir tangan kamu kenapa kok bisa gitu?" Tanya Laras.
"Ini kemarin saat kerja di rumah Fery aku lagi goreng ikan eh tiba-tiba minyaknya muncrat ke tangan aku."
"Hmmm makanya hati-hati."
"Iya, Eh habis ini aku pulang kan nggak ada kegiatan nih aku mau lanjutin buat gaunnya."
"Hemm iya Sil hati-hati ya, aku juga mau pulang habis ini jika tau nggak ada kegiatan mending aku nggak usah masuk kampus sekalian."
Lalu mereka berjalan ke parkiran dan Fery sudah ada di dalam mobil. Lalu Silvi dan Fery pulang, saat di perjalanan. "Tadi udah buru-buru masuk kelas eh ternyata nggak ada kegiatan ya udah aku keluar aja nunggu kamu juga." Ucap Fery sambil menyetir mobilnya.
"Iya katanya semua pada ngurusin acara buat Festival besok lusa "
"Iya aku tadi juga dikasih tau Kiki gitu, oh ya nanti gaun kamu harus selesai dan besok kamu jadi model gaun desain kamu sendiri nanti aku yang Foto terus foto itu aku jadiin lomba festival nanti."
"Iya makasih udah bantu aku sayang."
"Hmmm iya." Ucap Fery sambil tersenyum.
Sesampai dirumah Fery, tiba-tiba Silvi disuruh Bu Nurul untuk menemaninya ke sekolahan akhirnya Silvi tak bisa menolak.
"Nak kamu tolong bawakan makanan ini ya nanti di sekolahan di SMA ada acara syukuran, tante yang buat ketringnya juga buat acara syukuran." Jelas Bu Nurul.
"Lohh tante kenapa nggak minta tolong Silvi kemarin buat bantu ibu nyiapin ketring."
"Tadi malem mendadak jadinya buatnya malem-malem mau nyuruh kamu, kamunya kan tangannya lagi sakit, dan kamu juga mungkin sedang capek juga masak iya tengah malem aku nyuruh kamu ke rumah saya kan nggak enak." Ucap Bu Nurul panjang lebar.
"Oalahh iya deh tante ya udah sini aku bantu masukin ketringnya ke bagasi mobil."
Setelah memasukkan semua ketring ke mobil Silvi dan Bu Nurul berangkat ke SMA sedangkan Fery juga ikut ia menyetir mobilnya.
Setelah sampai di SMA tempat mengajarnya Bu Nurul Silvi dan Fery membawakan semua ketring ke ruang dapur sekolah. Selesai mengantar ketring tiba-tiba Silvi merasa perutnya mules akhirnya ia ke toilet. Setelah selesai BAB Silvi berjalan cepat menuju mobil karena ia sudah ditunggu oleh Fery namun saat di pintu Toilet Silvi menabrak seseorang laki-laki.
"Ehhh maaf-maaf aku buru-buru maaf ya." Ucap Silvi merasa bersalah, saat ia mau berjalan tiba-tiba dihentikan oleh laki-laki itu."
"Ehh kamu bukannya Silvi ya?" Tanya laki-laki itu.
"Iya aku Silvi kok tau namaku."
"Iya karna Bu Nurul selalu menceritakan tentang mu, katanya kamu calon menantu nya yang sangat baik, sekarang akhirnya kita bisa bertemu salam kenal ya nama aku Lehan." Ucap Laki-laki itu."
"Oh iya salam kenal juga, maaf ya tadi udah nabrak kamu, aku sedang buru-buru aku duluan ya bye-bye." Ucap Silvi sambil berjalan keluar toilet.
"Okeyy hati-hati." Ucap Lehan sambil melambai tangan.
"Hhmmm Silvi aku sudah menemukanmu lihat saja aku akan menghancurkanmu." Batin Lehan sambil menyeringai.
mampir juga ya ke karyaku judulnya
"ANGKASA :salam penghuni bumi"
Ijin promosi juga untuk karya saya,
DELAPAN PUSAKA : AMARAH HARIMAU
ceritanya menarik lanjut aku pantengin terus 😍😍