Kakak angkat ini bertemu setelah 10 tahun berpisah dengan adik angkatnya, bagaimana jadinya setelah pertemuan mereka tumbuh benih - benih cinta.
Lama kelamaan mereka menjalin hubungan backstreet sebagai kekasih bukan hubungan sebagai saudara tanpa diketahui oleh siapapun.
"Ini tidak benar Fer, apa yang kita lakukan salah...dan tidak seharusnya kita melakukan hal sejauh ini...."ucap Alya Putri Pratiwi dengan isak tangis dalam pelukan sang kekasih.
"Ststst....Cinta tidak pernah salah....dan apa yang kita lakukan atas dasar cinta tanpa adanya paksaan....i love you..." hibur Ferdi sang adik sekaligus kekasih Alya.
Hingga hubungan mereka terbongkar oleh orang tuanya. Bagaimana kisah cinta mereka? apakah mereka harus berpisah atau cinta mereka semakin kuat tak terpisahkan?
Ayo baca terus agar tidak penasaran dengan kelanjutan hubungan mereka.
Ini karya pertamaku semoga dapat menghibur para pembaca dan dukung terus dengan like dan votenya ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aura Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Menginap
Alya dan Ferdi pergi tanpa berpamitan pada semua temannya, mereka berjalan beriringan dengan tangan Ferdi yang tidak sakit memeluk pinggang Alya karna tidak ingin cowok cowok disana menatap Alya dengan tatapan liar mereka. Alya pun yang diperlakukan seperti itu hanya diam tidak ingin diam saja.
" Sini kuncinya biar gue yang nyetir...." menengadahkan tangannya meminta kunci mobil pada Ferdi setelah mereka sampai di parkiran.
Ferdi mengambil kunci yang ada di saku celananya dan memberikannya pada Alya lalu mereka berdua masuk kedalam mobil.
Alya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia tidak berani jika berkendara dengan kecepatan tinggi.
Mereka hanya diam tanpa ada yang berbicara.
" Gak seharusnya lo lakuin itu.." kata Alya setelah mereka diam.
" Kenapa sih lo benci banget sama gue..? lanjut Alya.
Ferdi tetap diam tanpa menjawab pertanyaan Alya, dia menatap lurus kedepan.
" Gue minta maaf, kalo kedatangan gue membuat lo gak nyaman dan gak suka sama gue..." kata Alya.
" Lo anggap aja gue gak ada dirumah...gue akan berusaha untuk tidak muncul dihadapan lo lagi...." lanjutnya dengan mata yang sudah memerah, membuat Ferdi menoleh dan tidak suka mendengar ucapan Alya.
Lalu mereka diam lagi hingga mereka akhirnya sampai juga dirumah. Ferdi langsung turun begitu saja dan masuk kedalam rumah begitu juga dengan Alya.
Dan mereka masuk kedalam kamar masing masing karna semua penghuni rumah sudah tidur merekapun juga langsung tidur.
**Minggu pagi**
Alya bangun pagi terlambat dengan badan yang terasa capek semua.
Seperti biasa minggu pagi Alya akan berolahraga, tapi kali ini dia berolahrga diruangan gym.
Setelah selesai berolahraga Alya membersihkan tubuhnya dan turun untuk sarapan bersama.
Di meja makan sudah ada seluruh keluarga kecuali Ferdi.
" Ferdi gak dibangunin mah buat sarapan...?" tanya Alya
" Gak usah sayang, dia memang seperti itu kalo hari libur dia nanti bangun sendiri sampek nanti siang..." jawab Sandra dan Alya mengangguk mengerti.
" Kita makan aja, ini juga sudah mau siang..." perintah Adi.
" Ma...pa... nanti Alya untuk sementara waktu nginap dulu ya dirumah oma..?" ijin Alya disela makannya.
Hari ini setelah sarapan mereka bertiga sudah berencana pergi mengunjungi orang tua Sandra.
" Kok nginep sayang...?" tanya Sandra
" Alya kangen sama mereka ma pengen nginep dirumah mereka." jawab Alya.
" Berapa hari sayang?" sambil mengunyah makanannya.
" Gak tau mah, mungkin selama Alya belum masuk kuliah, Alya berencana nginep disana..." ujar Alya
" Kenapa lama banget sayang..? kamu kan baru beberapa hari disini.." menatap Alya.
" Apa tadi malam Ferdi berbuat sesuatu sampai kamu memutuskan menginap dirumah oma...?" tanya Adi menengahi pembicaraan anak dan istrinya.
" Gak pah...Ferdi gak ngapa ngapain Alya kok pa...hehehe..." kekeh Alya berusaha menutupi masalahnya dari mereka.
" Alya cuma kangen aja sama oma dan opa pa..ma.. lagian Alya sudah merencanakan ini sedari mama dan papa ngajak Alya untuk mengunjungi mereka... Alya sudah lama banget gak ketemu sa mereka, lagian nanti Alya juga kembali kesini lagi, dan bakalan sibuk kuliah.." berusaha memberi alasan yang masuk akal.
" Ya sudah kalo gitu..." jawab Adi mengiyakan.
" Kalo gitu Alya siap siap dulu ya ma...pa.." ujar Alya setelah selesai sarapan.
Sandra dan Adi hanya menganggukkan kepalanya.
Alya berdiri menuju kamarnya untuk berkemas mempersiapkan kebutuhannya selama dia menginap dirumah orang tua Sandra. Setelah selesai berkemas Alya duduk ditepi ranjangnya.
' Ini yang terbaik, gue akan menghidari Ferdi untuk sementara waktu' ucap Alya dalam hati.
' Mungkin setelah kita gak bertemu lagi, gue harap dia bisa menerima gue jadi kakanya setelah gue balik kesini lagi' mengangguk dengan penuh harap.
Setelah sarapan Alya dan Adi duduk disofa keluarga sambil menunggu Alya bersiap siap.
" Kenapa Alya tiba tiba memutuskan nginap dirumah mama ya sayang...?" memberikan cangkir kopi pada suaminya.
" Apa mungkin Alya ada masalah sama Ferdi ya...?" tanya Sandra sama Adi yang sedang menyeruput kopinya.
" Papa gak tau ma... tadi Alya bilang gak da pa pa.." jawab Adi meletakkan cangkir kopinya di meja.
" Ini pasti karna sikap dingin Ferdi yang bikin Alya gak betah disini...!!" lanjutnya kesal dengan sikap Ferdi.
" Sudahlah sayang...ini kan keputusan Alya kita hanya bisa menurutinya saja biar dia senang. Lagian nanti kalo sudah masuk kuliah dia bakalan balik kesini lagi..." berusaha menghibur Sandra.
" Ya sudah, aku keatas dulu ya sayang...mau bantuin Alya siap siap.." ujar Sandra dan diangguki Adi.
Tok...tok...tok...
Sayang…boleh mama masuk..?" tanya Sandra dari luar pintu kamar Alya.
" Masuk aja ma gak dikunci kok." jawab Alya
Sandra masuk sambil tersenyum dan menghampiri putrinya duduk disebelah Alya.
" Gimana kamu sudah siap berangkat sayang…" tanya Sandra mengelus rambut panjang Alya.
" Iya mah Alya sudah siap kok dari tadi hehehe..." kekehnya Alya memeluk Sandra.
" Ya sudah kalo gitu kita berangkat aja nanti keburu siang, jalanan pasti macet..." ajak Sandra.
" Nanti kopernya biar dibawa sama bik Sumi..."
Mereka turun kebawah menemuii Adi yang duduk di sofa.
" Bik Sumi tolong ambilkan koper Alya dan masukkan kedalam mobil ya.." perintah Sandra pada bik Sumi.
" Baik nyonya..." jawab baik Sumi yang sudah dipanggil Sandra.
" Sudah siap sayang?" tanya Adi melihat Alya dan Sandra menghampirinya.
" Sudah pa..." jawab Alya
" Ya sudah kita berangkat sekarang aja nanti jalanan pasti macet..." beranjak berdiri.
Mereka bersama menuju mobilnya, hari ini Adi menyetir mobilnya sendiri tanpa sopir dengan Sandra duduk disebelahnya dan Alya duduk sendiri dibelakang.
Adi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karna ini hari minggu jalanan sudah pasti macet, karna banyak orang yang akan berpergian bersama keluarganya. Sebenarnya jarak kerumah orang tua Sandra bisa ditempuh dalam waktu 2 jam tapi karna perjalanan hari ini macet mereka pasti sampaik dengan waktu yang lebih lama.
Jalanan yang macet membuat lelah hingga mereka sering memutuskan untuk istirahat sebentar setiap mereka melewati rest area. Setelah menempuh perjalanan hampir 5 jam akhirnya mereka nyampek juga dirumah orang tua Sandra.
Adi memasukkan mobilnya di halaman rumah yang begitu besar dan megah. Didepan pintu sudah ada 2 orang paruh baya yang menyambut kedatangan mereka, Alya keluar mobil dan langsung berlari menghampiri mereka.
" Apa kabar sayang...kamu cantik sekali...oma kangen banget sama kamu..." ujar oma Indah memeluk Alya dengan erat.
" Alya juga kangen sama oma..." menangis haru dipelukan oma Indah.
" Apa kabarnya sayang..?" tanya opa Kusuma dengan memeluk cucu kesayangannya.
" Alya baik opa..." jawab Alya bergantian memeluk opa Kusuma.
Sandra senang melihat mereka saling melepas kerinduan yang sudah 10 tahun tidak pernah bertemu, bahkan Sandra menangis bahagia melihat kebahagiaan orang tuanya dipelukan suaminya.
" Yuk kita masuk..." ajak opa Kusuma dan mereka semua masuk kedalam rumah menuju ruang keluarga.
eh tunggu2 kok ada nama tiara yg sllu disebut oleh author🤔