Gea seorang gadis desa yang ceria mencintai Dio teman sejak kecil dengan diam-diam. Ia mengejar cita- citanya dengan melanjutkan studinya di kota. Dengan sekelumit masalahnya di sana.
Dio teman Gea yang jatuh hati pada Gea sejak sekolah. Seorang pemuda dari kalangan biasa yang menjadi tulang punggung keluarga, dan terjebak dalam perjodohan dengan Desi anak majikannya.
Jarak memisahkan mereka apakah cinta mereka dapat diperjuangkan?
Demi kemanusiaan Dio melepaskan rasa cinta yang ada pada dirinya yang telah lama. Menerima perjodohan yang datang tiba-tiba.
Dapatkah cinta mereka bersatu, atau hanya memendam rasa cintanya dalam diam.
Novel ini khusus untuk dewasa bijaklah dalam membacanya.
terimakasih
Revisi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utiks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Move on
📖✒
Pagi itu setelah mendapatkan telpon dari Dio, Gea termenung cintanya pupus. Lesu itu yang dirasakan tak bersemangat berangkat kuliah.
Aku harus bisa melupakannya Dio, cowok yang selalu menemaniku hampir setiap hari di kampung, mau tunangan dengan anak bosnya. Sakit, kenapa dadaku sesak sekali 'batin Gea.
Sejenak Gea termenung mengambil air Wudhu dan sholat sunnah, berdoa agar pikirannya tenang.
Semoga ini yang terbaik untuk aku dan Dio ' aamiin.
Sebelum berangkat ke kampus Gea terbiasa menulis novel terlebih dahulu, itu bisa sejenak melupakan perasaannya pada Dio. Bagaimanapun juga mereka sudah lama bersama-sama ketika sekolah.
Tidak mudah melupakan kenangan itu. Dio selalu ada ketika Gea membutuhkan pertolongannya.
" Hai, melamun ya " kata Ana teman satu kost nya.
"Eh...iya mbak, ternyata sulit melupakan teman dekat ya" ucapnya dengan mata menerawang.
" Kenapa? Lagi patah hati ya? Suntuk banget mukanya" ucap Ana🙄
" Ya begitulah mbak, teman terdekatku mau tunangan "
" Yang biasa antar kamu itu? "
" Bukan kak, tapi teman yang di kampung "
" Kamu pacaran sama dia? Kog jalan dengan yang disini ? " selidik Ana.
" Enggak lah,aku gak pacaran dengan keduanya cuma sahabat saja, tapi kog rasanya sakit sekali ya mendengarnya mau tunangan " ucap Gea sedih.
" Berarti itu kamu sudah jatuh cinta namanya, masa gak tahu sih? "ucap Ana mencubit pipi Gea.
" Gak tahu lah sudah kak ayo berangkat kakak masuk kan? " mengingat Ana sering bolos karena males ketemu dosen galak ha ha..
" Iya lah masa bolos terus kasihan orang tuaku yang susah payah cari duwit" 😊😊
Mereka berangkat bersama ke kampus dengan berjalan beriringan.
" Bagaimana kalau kita jalan-jalan nanti malam Ge ? biar kamu lebih fress " kata Ana.
" Boleh juga kak, biar gak suntuk terus mikirin cowok yang sudah punya pasangan he he.. " akhirnya bisa tersenyum.
" Oke kamu pulang jam berapa nanti kita pergi berempat ya?" ucap Ana
" Jam satu sudah selesai, tapi mungkin ketemu temanku dulu nanti" Kata Gea mengingat setiap hari Frans selalu ingin menemuinya.
Mereka berpisah di tangga kampus menuju kelas masing-masing.
***
Siang setelah selesai kelas seperti biasa Gea ke kantin menunggu Frans yang belum keluar. Dan setelah beberapa menit.
" Hai cantik gimana kabarmu ?kog tampak sedih sih kangen gue ya, lama gak ketemu? "goda Frans.
" Aishh.. ku tuh ya, pe de sekali ha ha.. " Gea mencubit pinggang Frans.
" Aduh, sakit beby😄 gue kangen lo " meraih dagu Gea.
Berusaha menepis tangan Frans perlahan, takut tersinggung.
" Aku lagi patah hati Frans, teman dekatku mau tunangan sama anak bosnya " ucap Gea.
" Bagus dong, biar gue yang sembuhin lukamu " nekat memegang dagu Gea.
" Eh... Itu nanti aku mau refreshing jalan-jalan ke mall sama anak -.anak yang satu kost denganku"menaruh tangan Frans di meja dan minum jus yang sudah dipesannya.
" Oke nanti gue temani juga " sambil ikut minum jus Gea. Yang punya melotot " Nanti kalau kurang pesan lagi gue yang bayar, gue cuma pengin minum satu gelas denganmu"
" Oh.. romantis sekali kamu " ucap Gea menangkupkan kedua tangannya wajah Frans gemas.
Mereka tertawa sedikit menghibur hati Gea. Dia bercerita tentang semuanya ketika pulang kampung.
Selesai minum bersama mereka berpisah ,seperti biasa Frans mengantar Gea sampai depan kost nya, dan berjanji mau antar dia dan teman - teman jalan ke mall.
" Gue jemput jam tujuh ya " kata Frans melambaikan tangan diiringi anggukan Gea.
" Wah yang lagi galau dateng nih " ucap Ana sudah di depan pintu masuk kost.
" Oh ya kak nanti kita diantar temenku tadi gak pa-pa kan? " tersenyum pada Ana.
" Yah.. gak asyik dong kamu berduaan la kita? " serunya.
" Enggak dia bawa temannya kog, jadi kita ber-enam nanti , "😊😊
" Oke tuan putri kita bersenang- senang nanti" kata Ana berlalu masuk menghubungi kedua temannya Dela dan Nindi.
Tepat pukul tujuh malam mobil Frans sampai di depan gang kost, karena kecil jadi tak bisa masuk mobilnya.
Frans dan Devan berjalan ke arah rumah kost Gea. Para gadis cantik sudah siap di teras.
" Hai, kamu Frans ya? kenalin aku Dela dan ini Nindi, kita berangkat sekarang mumpung belum malam" katanya.
Ini yang dihibur siapa kog yang ngeyel malah teman-temannya, kecewa batin Frans.
" Its oke ayo jalan mobil gue di depan !"
Devan yang menyetir mobil, Frans duduk disampingnya sementara mereka berempat duduk di belakang.
" Kita lihat film di bioskop yuk" ajak Dela setelah sampai di mall.
"Gimana Gea? ini buat ngilangin sedih kamu lo, setuju gak? " tambah Nindi.
" Frans kita ke bioskop dulu, kamu ngikut gak? " Gea menoleh ke arah Frans.
" Aduh lihat apaan disana mending ke cafe saja lebih enjoy "ucap Frans sedikit ragu.
" Kamu kalau gak mau gak usah masuk, pulang sana" Gea mengusirnya.
" Heh mana bisa udah cakep begini disuruh pulang ogah ayo siapa takut " menggandeng tangan Gea.
Mereka berjalan ke arah gedung bioskop, Dev yang antri karcis memesankan untuk Frans dan Gea empat kursi berjejer.
" Lo kog empat buat kita Dev? gak salah? " tanya Gea.
" Enggak aku paham selera bos kecil ini pengen berdua saja ama kamu gak mau di ganggu"ucap Dev.
" Dasar bucin, ayo kita masuk dulu lumayan dapat gratisan dari bos Frans he he.. " ucap Ana berlalu menggandeng lengan kedua temannya ,sedangkan Dev mengekor dibelakangnya.
" Kamu sudah lama kenal dengan Frans Dev? " kata Dela setelah duduk berdampingan dalam gedung.
" Ya sudah dong sejak SMP broken home dia, kasihan hanya aku yang bisa ngertiinnya".
" Wah hebat dong kamu bisa bertahan sama si cowok dingin itu" Nindi menimpali.
" Kamu sudah punya pacar belum Dev? "kata Ana.
" Memangnya kenapa ada mau jodohin saya nih masih jomblo akut.. he.. he.. " kata Dev bangga.
" Boleh juga, tipe kamu cewek seperti apa sih? " tanya Dela.
" Gak macem-macem kog yang penting setia dan gak matree he he.. " lucu saja pikir Dev selama ini gak pernah kepikiran cewek. Di dalam otaknya hanya belajar dan mengikuti Frans, karena selain kasihan juga dia sering ditolong Frans soal uang buat biaya sekolah. 🤗
" Oke Dev bagaimana kalau pacaran dengan aku saja " ucap Dela.
" Atau dengan aku? " Nindi
"Atau aku habha.. " Ana.
" Ha.... 😱 yang bener? kalau kalian bertiga jadi pacarku gimana? " menantang.
" Huuuuu... pe de" seru mereka bertiga ketawa. Mencubit Devan bergantian. Karena ribut mereka kena semprot orang dibelakang mereka, kena timpuk popcorn.
Sementara Gea dan Frans duduk jauh dari mereka berempat, juga bercanda sendiri.
" Sini tanganmu sayang !" kata Frans berusaha meraih tangan Gea.
" Idih sayang ... romantis sekali kamu ?" menimpuk bahu Frans dengan dompetnya.
***
**Jangan lupa LIKE dan VOTE nya ditunggu buat semangat author menulis 😘😘
🌸🌸🌸🌸🌸🌸**
semangaat 🆙😍
semangaat🆙😍
semangat 🆙😍