NovelToon NovelToon
PESONA IBU DIREKTUR

PESONA IBU DIREKTUR

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Konflik Rumah Tangga - Solidifikasi Tingkat Sosial / Dikelilingi pria tampan
Popularitas:62.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: KRISTINA ANGGRAINI

Pada awalnya nyawa Brigitta bagai diujung tanduk. Namun pertolongan datang dari Tuhan, lewat tangan seorang pria yang kaya raya. Brigitta dapat diselamatkan, meskipun hidup dengan satu ginjal.

Kemudian Brigitta merasa jatuh cinta pada dua pria yang selalu menjaganya, yaitu Rico Sang penolong dan Leo, asistennya.
Kedua pria itu pun sangat mencintai Brigitta.

Dan karena suatu kesalahan dan emosi Rico, membuat Brigitta menikah dengan Leo.
Dengan berbagai konflik asmara dari kedua pria itu, akankah Brigitta kembali kepada Rico?


Mari bersama kita simak cerita ini.
Semoga cerita ini berkenan di hati pembaca.

Ini hanya cerita fiksi, kesamaan nama orang, nama tempat dan lokasi yang ada didalam cerita ini hanya kebetulan saja.

SELAMAT MEMBACA
(SAYANG SELALU - KRIS)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KRISTINA ANGGRAINI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA PULUH DUA

"Bagaimana ini, Pi? Dua usaha Papi yang kita cek langsung, hasilnya hancur. Apa yang lain juga sama hasilnya?" tanya Brigitta.

"Mungkin harus ada tim yang rutin mengeceknya. " kata Rico.

"Nanti kita bicarakan dengan Leo di hotel." kata Rico.

"Iya Pi. " jawab Brigitta.

"Ini Bu, berkas-berkas nya. " Leo masuk ke ruangan dengan membawa berkas-berkas keuangan yang dibutuhkan. Brigitta langsung membacanya.

"Selamat siang Bapak dan Ibu. " sapa Arifin saat masuk ke dalam ruangan.

"Pak Arifin dari mana?" Leo langsung bertanya.

"Saya dari suplier, Pak. " jawab Arifin sambil tersenyum.

"Suplier siapa?" tanya Leo lagi.

"Suplier alat kebersihan, Pak." jawab Arifin mulai gugup.

"Mana nama dan nomor teleponnya?" tanya Leo mulai menekan. Arifin mengeluarkan hpnyalalu mencari nama dan nomor telepon seseorang.

"Ini Pak. " kata Arifin sambil menunjukan sebuah nama dan nomor telepon nya.

"Selamat siang, dengan Bapak Marjono?" kata Leo dalam sambungan telepon. Arifin terlihat kelabakan.

"Maaf mengganggu ya Pak, saya mau mencari Pak Arifin dari hypermart H. Apa ada berkunjung ke tempat Bapak?" tanya Leo.

"O, tidak ada datang ke sana ya. Apa sudah ada janji ketemu Bapak? Tidak ada. Baik Pak kalau begitu, terima kasih. " Leo menutup sambungan telepon.

"Kamu tau, toko yang kami percayakan ke kamu sudah seperti apa? Kalau kamu sudah tidak mau kerja, kenapa kamu masih di sini?" kata Leo keras.

"Saya sudah lihat dengan mata saya sendiri, kamu tidak bekerja dengan baik. karenanya saat ini juga, kamu saya pecat." kata Rico dengan tegas.

"Pak Leo, tolong buatkan surat pemberhentiannya, dengan catatan jika di kemudian hari diketahui ada penyalahgunaan keuangan atau korupsi, maka akan diselesaikan dengan jalur hukum. Suruh tanda tangan diatas meterai." kata Rico pada Leo.

"Baik Pak. " Leo langsung melakukan perintah Rico dengan laptop nya.

Sementara itu Brigitta keluar ruangan dan menuju meja customer service, dan menyuruh karyawan di sana memanggil seluruh supervisor, koordinator, pramuniaga dan juga cleaning service.

"Selamat siang, panggilan untuk Bapak-Ibu supervisor, para koordinator, para pramuniaga, dan para cleaning service, untuk segera kembali ke counter masing-masing, dan menjalankan tugasnya dengan baik." terdengar panggilan itu di pengeras suara.

Kemudian Brigitta kembali ke ruang kantor, dan meneruskan meneliti laporan keuangan, bersama Rico. Sampai jam tujuh malam mereka di sana.

"Sudah malam, kita istirahat dulu, besok kita lanjut lagi." kata Rico sambil memeluk Brigitta yang sedang merapihkan berkas-berkas di atas meja.

"Aku rindu, gak peluk kamu dari tadi Sayang." Rico semakin erat memeluknya dan tidak henti menciuminya.

"Disini masih ada manusia lho. " kata Leo di sofa depan mereka, sambil menutup laptop nya.

Rico langsung berhenti, dan tersenyum. Brigitta pun tersenyum dan segera menyelesaikan merapihkan meja.

Setelah itu, mereka pun keluar dari kantor lewat pintu dua.

"Kita makan di restoran H dulu ya Loe." kata Rico.

"Iya Pak. " jawab Leo.

Mobil mereka pun menuju restoran H.

"Selamat malam Bapak-bapak dan Ibu. " sapa Jhon, manager restoran.

"Malam Pak Jhon. " jawab Rico, Leo dan Brigitta yang duduk di sudut ruangan.

Semua bangku di restoran sudah terisi, karena restoran sangat ramai malam itu.

"Bagaimana Pak Jhon?" tanya Rico.

"Kalau malam penuh terus, Pak. Sampai tengah malam. " kata Jhon sambil membagikan daftar menu.

"Ada beberapa menu baru, Pak. " kata Jhon lagi.

"Aku mau sup kepiting dan gurame bakar asam manis. Minumnya lemon tea." kata Brigitta.

"Ada lagi?" tanya Rico

"Terserah Papi sama Pak Leo, mau tambah menu apa lagi. " kata Brigitta.

Rico dan Leo melengkapi pesanan.

"Aku ke toilet dulu. " kata Rico yang melangkah menuju toilet.

"Wajahmu pucat. Kamu lelah?" Leo pindah duduk mendekat pada Brigitta.

"Kepalaku agak pusing. " kata Brigitta

"Masih bisa ditahan?" tanya Leo.

"Iya.baru mulai terasa. " jawab Brigitta.

"Sayang, ternyata benar kamu di sini." tiba-tiba Helena memeluk Rico yang baru keluar dari toilet.

"Helena... " Rico terkejut.

"Iya Sayang, ini aku. " jawab Helena yang menangkup wajah Rico dan mengecup bibir nya.

Leo dan Brigitta melihat itu semua, karena posisi Rico dan Helena ada dihadapan mereka.

"Dari mana kamu tau, aku ada disini?" tanya Rico.

"Sangat mudah menemukanmu sayang." Helena mengalungkan tangannya pada leher Rico dan mengecup bibir Rico lagi.

"Hentikan Helena. " Rico mendorong Helena.

"Tidak Rico, aku tidak akan berhenti, sebelum kamu memenuhi janjimu. " kata Helena yang terus memeluk Rico.

"Aku sudah bilang, aku sudah mau menikah dengan calon istri ku. " Rico menunjuk pada Brigitta.

"O... Jadi ini perempuan yang sudah merebutmu dariku?" Helena mendekati Brigitta, dengan kasar menarik rambutnya.

"Dasar p******.beraninya kau merayu kekasihku. P****** murahan. M*** aja kau." Helena berteriak-teriak, memaki Brigitta, sambil menarik rambut Brigitta dan menggoncang-goncangkan kesana ke mari.

Rico dan Leo membantu melepaskan cengkraman Helena pada Brigitta.

Jhon memanggil security, dan segera membantu memisahkan mereka.

Akhirnya Brigitta terlepas dari cengkraman Helena. Kondisi Brigitta sudah lemas dan hampir tidak sadarkan diri.

"Kamu urus perempuan gila itu, biar Brigitta aku yang urus. " Leo langsung memeluk Brigitta.

"Ta, bertahan Ta. " segera Leo mengangkat Brigitta dan membawanya ke mobil. "

"Cepat ke rumah sakit. " kata Leo pada supirnya.

"Ta, bertahan sayang. Aku mohon, Ta. " kata Leo sambil terus membelai wajah Brigitta dan menggenggam tangannya.

Sesampainya di rumah sakit Brigitta segera ditangani oleh dokter dan para perawat di sana.

Sementara itu Rico bersama Jhon, membawa Helena ke kantor polisi. Malam itu juga Helena langsung ditahan.

"Di mana Leo?" tanya Rico, pada sambungan telepon, setelah urusan di kantor polisi selesai.

"Di rumah sakit Q. " jawab Leo.

"Oke, aku otw. " jawab Rico menutup sambungan telepon.

****

"Bagaimana keadaannya?" tanya Rico saat tiba di ruang VVIP tempat Brigitta dirawat.

"Sudah tenang, dokter memberikan obat penenang, supaya dia bisa tidur. Ada bekas benturan di kepala dan wajahnya. Semua sudah divisum. " kata Leo, sambil merapihkan rambut Brigitta yang berantakan.

"Perempuan itu sudah gila. " kata Rico.

"Mungkin ini ga akan terjadi, kalau sejak kamu serius dengan Brigitta, kamu putuskan dia." kata Leo sambil menatap Brigitta.

"Aku bahkan lupa akan janjiku sama dia." kata Rico.

"Maafkan aku sayang, karena aku, kamu jadi disakiti seperti ini. " Rico mengecup kening Brigitta.

Lewat tengah malam Brigitta terbangun, dilihatnya Rico yang duduk dikursi di sebelah tempat tidurnya, dan Leo berbaring di sofa.

"Hai, kamu sudah bangun sayang?" Brigitta menganggukkan kepala nya, dan Rico langsung mencium pipi Brigitta.

"Masih terasa sakit?" Brigitta mengangguk lagi.

"Kamu makan dulu ya, tadi kamu belum sempat makan. " kata Rico.

"Enggak Pi. Aku gak mau makan." kata Brigitta.

"Aku mau pulang ke Jakarta, Pi." kata Brigitta lagi.

"Iya sayang, setelah kamu sembuh kita langsung pulang ke Jakarta. " Rico mengecup bibir Brigitta.

"Cepat sembuh ya Sayang. " bisik Rico.

****

Terima kasih ya teman-teman yang sedang asyik membaca novel ini...

Ikuti terus ceritanya ya.

Jangan lupa LIKE, RATE dan VOTE ya, agar aku bisa meneruskan ceritaku ini.

(Sayang selalu - KRIS)

1
💜Lin
lanjut kak...
Supriyani
baru Nemu novel ini jd baru sempt baca 🙏🙏
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
mf thor ru mmpir...ijin nyimak y thor🙏
ibah
aku udah mampir thor
Tara
Kapan yach tamat nya.. Buat penasaran nich.. Semangat kak🤗
Sakya
mampir aah keliatanya seru😁😁
Dsmbr happier
Lanjut terus kak tetap semangat dan jaga kesehatan juga yaa
Terra Chi
BOM Like!
aku hadir dan mampir nih...
salam dari BERTEMU DAN JATUH CINTA
mampir yaa
mari kita saling mendukung...
Angela Jasmine
Ayo lanjuuuttt lagi kakak
Salam dari

Bumi Untuk Raina
Lenkzher Thea
Lanjut ka 👍jempol hadir lagi
Whiteyellow
Aku datang..semangat ya..saling dukung🤗🤩
Bintang kejora
10 like dari jodoh tak terduga. semangat
Martina Alfarizqi
semangat
RRR
semoga aja Brigitta sama Rico,,,
kasian Rico sudah banyak berkorban
Alpri prastuti
Fighting, kak author
Lekas sembuh dan kembali beraktifitas seperti biasa. amiiin
Lade eunoia
like mendarat, terus semangat up kak 💪
semakin bagus ceritanya 👍 🥰

salam dari ROSE 💜
Dee Arr
semangat kak
Erni II
next
Thrye
dukungan like mendarat lagi kak 😉😉
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!