NovelToon NovelToon
Dunia Di Balik Batas : Penciptaan Tanpa Batas

Dunia Di Balik Batas : Penciptaan Tanpa Batas

Status: tamat
Genre:Komedi / Barat / Tamat
Popularitas:17.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Shina Yuzuki

Zilogia, penguasa tertinggi ras manusia duduk lemas diatas singasana.

"Aku ingin pensiun, menjadi yang terkuat, heh....omong kosong." Menghembuskan nafas panjang dengan bosan.

"Melindungi dimensi mortal, JANGAN BERCANDA, bahkan aku harus mengorbankan waktu menonton liga Champions demi melawan para monster itu, gak sepadan coy." Mengoceh Zilogia tanpa henti.

"Tapi jika pensiun bagaimana dengan kami, tuan." Berkata salah satu bawahannya .

"Dan apa kau tahu eldfet, kenapa dimensi noir terlalu serius berperang melawan manusia, itu merepotkan saja." Zilogia dengan lemas mengutarakan isi hatinya.

"Kalau begitu tuan, sebaiknya kita mencari seorang penerus anda." Eldfet memberikan pendapat.

"Itu ide yang bagus, baiklah mari kita berikan ujian kepada penerus takdirku, sebagai penyelamat dunia dari takdir sang penguasa." Zilogia bersemangat atas ide itu dan segera memulai tujuannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shina Yuzuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

karyawan pabrik

"Apa kau yakin ." Dilia terkejut mendengar ucapan Askar.

Karena untuk membuat sebuah ramuan, di perlukan pengetahuan tentang berbagai macam tumbuhan dan ilmu alkemia. Sedangkan untuk mendapatkan ilmu alkemia, setiap orang harus mendapatkan pembelajaran khusus dalam akademi selama bertahun-tahun hingga memiliki sertifikat.

"Jika aku tidak yakin, kenapa aku mengatakannya ." Jawab Askar penuh keyakinan.

"Tapi ...tapi ... Jika gagal itu bisa memakan korban ."

"Tenang saja, kita tinggal cari orang yang ingin bunuh diri dan kasih solusi untuk mempermudah dia mati, dengan begitu kematiannya memberikan manfaat ." Kata Askar tanpa basa-basi kepada Dilia.

"Itu ... Tolong jangan libatkan aku ."

Askar tersenyum jahat saat melihat Dilia yang ketakutan mendengar rencana Askar, dalam ilmu pengetahuan yang didapatkan olehnya dari ingatan Ziloga dan juga dengan kecerdasan Askar sendiri, saat ini, askar yakin untuk membuat sebuah ramuan dengan kenaikan hingga di atas 50%. Dalam mendapatkan hasil dari penggunaan suatu ramuan tergantung dengan tingkat kekuatan pemakai.

Contohnya. untuk seorang ksatria jiwa bisa menggunakan 5 botol ramuan peningkat kekuatan, dengan persentase kenaikan 10% untuk bisa mencapai tingkat jendral surga, begitu pun setiap tingkatan yang berbeda, akan membutuhkan kekuatan ramuan yang berbeda pula .

Untuk saat ini Askar bisa membuat ramuan kualitas rendah dengan kenaikan 50%, sehingga seorang kesatria jiwa hanya membutuhkan dua botol saja, tapi jika seorang meminum lebih dari dosis, ketahanan dari sirkuit energi dalam tubuhnya akan rusak, dimana ramuan yang memiliki kemurnian rendah akan menyisakan kotoran yang menghambat aliran energi.

Askar mulai mencari setiap bahan yang diperlukan untuk menciptakan sebuah ramuan kualitas rendah yang bernama, ramuan Sidodadi. Bahan utamanya adalah bunga Sore, kristal beast rendah dan air pohon kabut .

Askar membawa Dilia ke dalam pusat perdagangan, berbagai macam benda hasil penjarahan para warrior dijual di tempat ini. Askar berhenti disebuah toko benda sihir yang menjadi tujuan utama Askar .

"Maaf nona di tempat ini apa menjual tiga bahan ini ." Askar memberikan sebuah kertas rincian, seluruh bahan yang di perlukan untuk membuat ramuan .

"Untuk kristal beast kita kehabisan stok, untuk yang lain semuanya ada ."

"Ya, tolong bungkus ."

Dilia yang mengikuti Askar hanya bisa diam, walau sebagian besar adalah rasa penasaran, karena Dilia tidak tahu, seberapa banyak hal yang bisa di lakukan oleh Askar .

"Semuanya senilai 800.000 ." Askar memberikan kartu debit yang di buat oleh guild untuknya .

"Askar, apa kau yakin ."

"Tenang saja, hal terburuknya adalah kerusakan sirkuit energi ." Jawab Askar dengan santai .

"Itu sudah buruk sekali kau tahu ."

Askar memiliki keyakinan 80% untuk keberhasilan dalam membuat ramuan ini. Dulu Askar pun mampu membuat bahan peledak dengan bahan seadanya, saat dia mencoba kabur dari penjara Zilogia waktu itu .

"Maaf nona, dimana aku bisa mendapatkan kristal beast ini ."

"Coba kau tanyakan di toko ujung jalan ini ."

"Terimakasih nona ."

Askar mengikuti petunjuk nona penjaga toko, tapi tetap saja, hampir seluruh toko sudah kehabisan kristal beast, semua itu karena memang kristal beast sangat sulit dicari. Dimana tidak selamanya sebuah retakan dimensi akan menghadapi monster beast, selain itu ras beast memiliki kekuatan menakutkan, bahkan untuk yang paling lemah setara dengan seorang komandan perang, dan jalan satu-satunya adalah masuk kedalam retakan dimensi dan mencari monster ras beast secara langsung .

Malam sudah larut, Dilia menghabiskan waktu menemani Askar berbelanja, walau hal itu membosankan tapi Dilia menikmatinya .

"Maaf jika harus membawamu kesana-kemari untuk mencari benda itu ."

"Tak apa, hanya seperti ini saja sudah menyenangkan ."

"Jika nanti aku sudah mendapatkan kristal beast itu, kau yang akan menjadi kehormatan untuk mencoba exlir pertama kalinya ." Kata Askar dengan senyuman kepada Dilia.

"Tolong jangan buat aku bermimpi buruk malam ini, aku masih ingin hidup ."

"Tenang saja, pasti 80% berhasil ."

"Terus 20%nya ."

".........🙄" Askar terdiam dan memalingkan matanya .

Dalam perjalanan pulang, seorang wanita terduduk tenang di bangku taman tengah kota. Dia tampak sendu dalam kesendiriannya, rambut hitam sepundak, melambai indah tersapu angin, Askar berdiri diam melihatnya .

Askar sendiri masih bingung untuk mendekati wanita itu, dimana askar tahu kehadirannya hanya akan membuat dia semakin sedih, tapi tetap saja, sebagain hati askar tidak ingin melihatnya dalam keadaan sedih, karena dia adalah sahabat kecilnya, Sina .

"Nona, jika kau masang wajah seperti seorang karyawan pabrik yang habis kena PHK, tidak akan ada lelaki bodoh yang ingin mendekatimu ." Kata Askar dengan berjalan mendekat kepada Sina.

"Dan kau adalah lelaki yang jauh lebih bodoh karena mendekatiku ." Jawab sina yang tersenyum melihat Askar datang.

"Ya, aku memang lelaki bodoh yang jauh lebih bodoh dari pada orang yang sedang membodohi gadis bodoh ini." Askar mencoba untuk mengubah suasana hati Sina yang sedih .

"Kenapa kau tidak memberitahuku jika kau masih hidup, Askar."

"Ya, itu sangat panjang ceritanya, bahkan aku sendiri tidak percaya kalau aku masih hidup, selama dua tahun, aku di penjara oleh monster itu ."

Askar melanjutkan ceritanya, dengan sedikit perubahan, dimana Askar tidak menceritakan tentang dunia di balik batas atau pun hal tentang Zilogia .

"Maafkan aku ." Sina dengan nada sedih, meminta maaf kepada askar.

"Tidak perlu kau meminta maaf, karena pada akhirnya, saat itu aku sendiri yang memutuskannya ."

"Tapi..."

Askar menutup mulut Sina dan tersenyum di depannya .

"Di dunia ini, semua yang terjadi karena memiliki alasan, jika saat itu aku tidak memutuskan menjadi tumbalnya, maka saat ini aku hanya akan menjadi buruh pabrik yang menunggu untuk habis kontrak dan menganggur hingga tua ."

Askar tidak ingin menjadikan dirinya sebagai sebuah penyesalan untuk Sina, dia masihlah sahabatnya .

"Tapi kenapa kau menyembunyikan dirimu saat itu, termasuk untukku ."

"Salah satu alasannya adalah kekuatanku saat ini, semakin sedikit orang yang tahu dengan identitasku, itu semakin baik ."

Sina terdiam mendengar penjelasan Askar, Sina sendiri adalah wanita cerdas, dimana dia tahu maksud Askar tentang kekuatannya, sebuah skill yang mampu menciptakan berbagai macam senjata, jika skill ini diketahui publik, maka akan ada banyak orang yang menginginkan kekuatannya dalam peperangan dan itu merepotkan .

"Nah Sina, apa kau tahu dimana Rea saat ini ."

"Rea, dia sekarang berada di salah satu perguruan beladiri terkuat, dengan kekuatannya yang terus berkembang, dalam dua tahun, semua guild top negara ini sangat menginginkannya."

Askar tahu Rea adalah seorang yang memiliki kekuatan luar biasa, bahkan menakjubkan dan tidak heran jika banyak guilin dan perguruan yang ingin membawanya bergabung .

"Askar apa yang kau bawa ."

"Ah...ini bahan untuk membuat ramuan, tapi masih kurang satu bahan lagi ."

"Kau bisa membuatnya ."

"Pertanyaan ini sudah aku dengar lima kali dalam satu hari, setidaknya aku ingin mencobanya ."

"Jadi bahan apa yang kurang ."

"Kristal beast ."

"Aku memilikinya ."

Askar sedikit terkejut karena ini sebuah kebetulan yang menakjubkan, di mana askar sudah kesulitan untuk mencari kristal beast di seluruh toko dan sekarang benda itu datang dari orang yang tidak disangka.

"Kalau begitu biarkan aku membelinya ."

"Kau tidak perlu membayar, tapi itu ada di apartemen dan aku harus mengambilnya ."

"Aku sangat berterimakasih untuk itu ."

Sina tersenyum saat mendengar perkataan Askar dan melupakan kesedihannya saat ini .

1
teguh andriyanto
🤣🤣🤣2026 baca lagi, dan ternyata masih sama. MC nya ngga berkembang otaknya🤣🤣
KASMAN BATURAJA
🤣🤣
KASMAN BATURAJA
maaf ngakak 🤣🤣
KASMAN BATURAJA
Rabu 08-juli-2026
kembali kesini untuk membaca ulang
Dede Darmawa
Luar biasa
🍊🍊🍊🍊🍊: hooh cok tenan 🤣😁
total 1 replies
🍊🍊🍊🍊🍊
ikeh kimochi yamete kudasai 😂🤣
Pra Yogi
Luar biasa
🍊🍊🍊🍊🍊: hooh cok tenan 🤣😁
total 1 replies
Pra Yogi
lah..!
tak kirain!!!
Eckho Mbahkokz
Luar biasa
YANTO BIRAHI 🅥
makkk aku kaya makkk
teguh andriyanto: mas, namamu mas🤣🤣🤣👍
total 2 replies
YANTO BIRAHI 🅥
ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh a
YANTO BIRAHI 🅥
ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh
Unknown
gilaa sungguh epic ini adalah klimaks cerita yang ku tunggu seribu tahun sangat hebat sial betapa hebatnya ini
Andrian Septi raharjo
Luar biasa
Herwan Wawan99
30m2 luas dan besar dr mana?
Herwan Wawan99
sak karepmu, diiiiin, uuuudiiiiiiiiin!!!!!!!!!
Sky•X7
pantesan ibu warung nasi diingat
Raditya Vicky
Luar biasa
☆Ryan☆
Akhirnya aq Membaca season 1-nya tanpa ada halangan.
Dulu sewaktu novel ini masih chapter 400-500 aq ngikutin, tapi karena ibuku butuh uang HPku di gadaikan dan setelah di tebus, aq malas melanjutkan-nya.
Dan akhirnya 1/2 minggu lalu aq mulai baca dari awal dan novel ini tetap bagus seperti dulu, Komedi-nya masih bikin aq ketawa & jalan ceritanya g bikin bosen.
GOOD JOB untuk AUTHORNYA👍👍👍
hanachi_🌷
berarti monster ini berasal dari dimensi noir. apakah berbeda dengan dimensi tempat Zilogia dan para monsternya tinggal ?
🍊🍊🍊🍊🍊: berbeda sekali
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!