Beruntungnya Aku Bersamamu
"Grizella Maheswari"
Aku akan bersamamu, aku akan melakukan yang terbaik, agar mipimu tidak berubah menjadi mimpi buruk lagi, aku berjanji akan selalu ada untukmu mengubah semuanya menjadi indah.
"Erkan Gibra Arsakha"
Kisah seorang gadis yang masih memiliki Trauma di masalalu dan seorang Pria yang akan mengubah semuanya, di sini lah dimana moment buruk itu di rubah menjadi moment yang indah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon savetia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Erkan Vs Alex
Zella begitu terlihat nyaman duduk bersandar pada tubuh Erkan yang memeluknya dari belakang, kini Erkan hanya mengenakan kemeja dengan lengan yang sudah ia gulung sampai siku, jass yang di pakainya tadi sudah Erkan pakaikan pada Zella. suasana mereka begitu intim sunset yang mereka lihatpun sudah sepenuhnya tegelam di gantikan dengan angin malam di pantai yang terasa dingin tapi tidak membuat keduanya Enggan meninggalkan tempat itu karna ada api unggun yang menghangatkan mereka, hanya karna Zella ingin melihat pemandangan bintang disana, sedangkan Erkan hanya mengikuti apa yang di inginkan oleh kekasihnya itu, sepertinya tingkat kebucinan Erkan benar-benar sudah mengakar dalam dirinya.
"Kenapa kamu suka bintang?"
"Bintang mengingatkanku pada Raihan" jawab Zella sambil memaikan jemari Erkan yang berada di perutnya "dulu Raihan ingin menjadi seorang Astronomi dia begitu sangat menyukai bintang sampai Mamah dan Papah membelikan tropong untuknya, dia terlihat begitu senang padahal umurnya masih 2thn waktu itu " Zella tersenyum menceritakan hal itu pada Erkan tentang kenangan yang tidak pernah dia lupakan dengan sang adik
Zella menghela napas saat ingin melanjutkan ceritanya kembali "bintang mengingatkanku dengannya, aku seakan melihat Raihan disana, itulah kenapa aku begitu menyukai bintang" lanjut Zella
" Oh iya.. aku lupa menanyakan ini, tadi kamu bilang cuman kita berdua disini kenapa bisa ada Robbi, " Tanya Zella dengan rasa penasaran karna tadi yang membuat api unggun adalah Robbi, Erkan yang menghubungi ajudannya itu namun belum 15mnt Robbi sudah datang, sedangkan untuk sampai ketempat ini saja butuh waktu 3jam, aneh bukan pikir Zella
"tanpa kamu sadari dia itu selalu ada di belakangku, kemanapun aku pergi, kecuali aku memintanya untuk melakukan tugas lain dia akan berhenti mengikutiku" Terang Erkan
Zella menggelengkan kepalanya "pantas saja ketika kita di paris dia selalu ada dimanapun, dia juga yang menamiku pulang dulu, benar-benar Bodyguard yang setia"
Erkan terkekeh " lupakan itu! lebih baik jawab ini, apa yang kamu bicarakan dengan Mamih tempo hari, aku tahu Revan mengajakmu kesana bukan? "
Zella langsung menelan ludahnya "Huhh... dinginnya " ujar Zella mengusap-usap telapak lenganya untuk mengalihkan pembicaraan
"mengalihkan hmmm?" bisik Erkan mengeratkan pelukanya dengan menempelkan dagunya pada pundak Zella
"Rahasia!.. hanya pembicaraan antar wanita" Zella melepaskan pelukan Erkan perlahan lalu membalikan tubuhnya memandang Erkan "akhhh... iya aku selalu bertanya-tanya kenapa nama belakang kamu Arsakha sedangkan Papih terlihat seperti orang Eropa bukan orang timur?
"Papih memang bener orang Eropa dia berasal dari Itali murni berasal dari sana, hanya saja dulu saat Papih bertemu Mamih dan jatuh cinta denganya, dan hubunganya mereka juga sempat di tentang oleh Kakek, orang tua Mamih karna berbeda keyakinan"
"Jadi Papih seorang mualaf ? " tanya Zella
"Papihku seorang Ateis, yang aku tahu Papih mengenal Mamih saat ingin mengenal agama Islam, namun Papih masih ragu karna Grandpa?.. jeda Erkan " Arsakha adalah nama dari Kakek beliu itu berasal dari turki yang menikah dengan Nenek orang indonesia, perjuangan cinta mereka tidak mudah Zella, Papih rela menganti namanya menggunakan nama Kakek yaitu Arsakha" lanjut Erkan
"pantas saja Erkan setampan ini, bener-benar dari bibit unggul" batinnya Zella langsung mengelengkan kepalanya memikirkan hal yang tidak-tidak "Awshhhh..." ringis Zella memegang jidatnya karna Ekan baru saja menyentilnya
"apa yang sedang kamu pikirkan " tanya Erkan
"sakit tau" protes Zella " jadi nama asli papih siapa ? " tanya Zella
"Daniel Winchester"
***
"mereka sedang berada di panti saat ini tuan"
Sedangkan pria yang di panggil tuan itu sedang sibuk melihat poto-poto dua orang yang sedang berada di pantai yang terlihat begitu bahagia, namun berbeda dengan orang yang melihatnya justru hanya memperlihatkan smirknya "Sepertinya sudah cukup bocah itu bersenang-senang dengan kekasihnya" ujar pria tersebut
"Jadi kapan kita mau mulainya sayang ?" tanya seorang wanita yang memeluk si pria dari samping tangannya tidak berhenti mengelus-ngelus dada si pria dengan sensual
"Sabar sayang! kita pasti akan memulainya" ujar si pria yang kini tanganya sudah berpindah mengelus lembut pungung polos si wanita
"Jadi kamu beneran berheti kerjasama dengan Alex "
" kenapa?... biarkan saja bocah bodoh itu, anggap saja aku membayar hutang padanya karna dulu pernah menyelamatkanku, jangan bilang kau menyukainya?" tanya si wanita
si wanita tiba-tiba langsung tertawa " siapa yang tidak jatuh cinta denganya, dia bukan hanya sekedar dokter hebat dalam bidangnya tapi juga seorang pengusaha yang hebat ya walupun kekayaanya masih di bawah dia" tunjuk wanita pada foto yang tergeletak di meja "tenang aku hanya menyukai uangnya " lanjut si wanita
"Terserah kau mau menyukai siapapun, yang jelas kau harus tetap memuaskanku" pria itu langsung mengangkat tubuh si wanita ke pangkuannya
"Tentu sayang " jawab si wanita langsung mencium pria itu
***
"Pagi Dokter Zella"
"Pagi sus baru dateng? " Zella tersenyum menyauti sapaan asistenya itu yang baru saja datang itu, sedangkan Zella memang sudah dari semalam berada di rumah sakit.
"kayanya Dokter baru menang togel nih, dari kejuhan udah keliatan banget kalo lagi seneng, padahal dines malam tapi keliatan seger " ujar Suster lisa
"Masa sih? saya biasa ajah ko sus, dan saya juga gak pernah main togel" tegas Zella mengelengkan kepalanya
"Yakali dok, kalo benerkan saya berharap kecipratan dok"
namun belum sempat Zella menjawab perkataan suster lisa, ada seseorang mengetuk ruanganya "Loh!.. Dokter Alex.. kirain saya siapa" ujar Zella kaget ketika membukakan pintu ternyata Alex yang mengetuk pintunya tadi
"Hai Zell, boleh minta tolong? " tanya Alex
"duhhh... boleh dong Dokter Alex, apa sih yang gak buat dokter seganteng pak Alex"
Alex hanya tersenyum menanggapi candaan suster Lisa "kebutalan Dokter Zella lagi pake baju Ok, boleh temani saya sebentar ke ruang oprasi?..."
"Boleh Dokter Alex kebetulan, saya baru selesai melakukan Oprasi juga, apa yang bisa saya bantu Dokter?.." tanya Zella
"kalo begitu kita bicarakan sambil jalan saja" ajak Alex
kemudian mereka berdua beranjak dari ruangan tersebut meninggalkan suster Lisa masih saja menggoda mereka
"aku punya pasien dengan benjolan di payudara " ujar Alex ketika mereka berjalan di koridor rumah sakit
" Fibroadenoma mammae?.. " tanya Zella
"iyah.. sorry sudah merepotkanmu padahal kamu baru selesai, ini hanya oprasi kecil"
"hmmm.. nyantai saja, lagi pula hanya melakukan biopsikan?
"sepertinya kamu sedang bahagia hari ini? " Alex melirik ke arah Zella melihat gadis itu dari samping, karna memang gadis itu terlihat berbeda karna sepanjang jalan Zella tidak pernah berhenti tersenyum, tidak seperti kemarin-kemarin yang terlihat murung.
Zella menghentikan langkahnya dengan memegang tangan Alex lalu memegang pudak Alex agar melihat padanya "Kliatan banget yah?" tanya Zella memandang Alex yang sekarang jantungnya berdebar tidak karuan karna tindakan spontan yang Zella lakukan
"Ekhmmm.." dehem Alex untuk menetralkan kegugupanya lalu kemudian sedikit membungkukan badanya untuk melihat wajah Zella lebih dekat "Iya keliatan banget" jawab Alex dengan mengacak rambut Zella dan berlalu meninggalkannya
"rese banget sih rambut aku di brantakin " cembereut Zella berjalan mengikuti Alex yang sedang menertawakanya
beberapa lama kemudian merekapun menyelesaikan oprasi Fibroadenoma mammae dengan lancar, dengan tindakan Biopsi pada payudara, dan benjolan yang tadi di angkat juga sudah di berikan pada Laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah sel-sel pada jaringan bersipat jinak atau bisa saja kanker.
"gadis tadi usianya masih 15tahun dia masih muda"
"iya.. kita liat saja nanti hasil Labnya semoga hasilnya bagus" Terang Alex duduk di samping Zella dengan membawa makanan
"Romantisnya Dokter Alex bawain makanan buat Dokter Zella " goda seorang Dokter pria mengedipkan sebelah matanya pada Alex, Dokter pria itu adalah teman dekat Alex
"saya setuju sama Dokter Yoga, kalo Dokter Zella sama Dokter Alex tuh cocok banget sampe ada julukannya untuk kalian berdua ?" ujar suster Lisa ikut menimpali
Zella mengerutkan halisnya menatap Suster lisa "Julukan?" tanyanya dengan penasaran
"iya kalian itu di juluki Emergency Couple " ujar Dokter Yoga si Dokter spesialis kandungan itu memberikan kode ancungan jempol pada Alex
"itu terlalu berlebihan" sangah Zella yang menyuapkan makanannya
"menurutku itu tidak berlebihan, siapa tahu kita juga menjadi Couple di dunia nyata" Sanggah Alex
"gue pastiin itu gak bakalan jadi kenyataan"
ke empat orang tersebut langsung menoleh ke arah sumber suara, namun dengan cueknya orang tersebut langsung duduk di samping Zella yang terkejut dengan kedatanganya, dan dengan entengnya orang itu langsung memegang lengan Zella dan mengarahkan sendok itu kedalam mulutnya, hal tersebut membuat Dokter Yoga dan suster Lisa tidak percaya apa yang di lihatnya sedangkan Alex tesenyum sinis..
"ikhh.. Er.. baso aku! " kesal Zella karna bakso yang tadi ingin dia makan ternyata masuk ke mulut pria di sampingnya " ko gak bilang mau keseini" tanya Zella
"iya.. kebetulan PACAR kamu ini sedang ada kerjaan sekitar sini" jawab Erkan dengan menatap tajam Alex dan sengaja menekan kata pacar agar Alex mengerti akan kata terdebut..
susana di meja kantin itu seketika menjadi awkward
"menurut gue selagi cewe itu belum mempunyai ikatan pernikahan jadi setatus dia masih singel" tantang Alex membalas tatapan tajam dari Erkan
Dokter Yoga dan Suster Lisa langsung merasakan merinding "Dok ini gak bakalan perangkan, itu mata kayanya udah keluar kilatan petir" bisik suster Lisa
"Suuttt!...jagan berisik kita liat ajah"Jawab Dokter Yoga membalas bisikan Suster Liza karna menurut Yoga hal seperti ini benar-benar menarik untuk jadi tontonan atau bila perlu dia videoin terus di share biar Viral,, emang rada sableng Dokter yang satu ini.
"Seblum jalur kuning melengkung, masih bisa di tikung" lanjut Alex tersenyum sinis
sedangkan Erkan tetap tenang walaupun kepalan tanganya sudah siap untuk beri bogeman pada wajah Alex, tapi ini bukan waktunya untuk itu, lebih lagi dia sudah berjanji dengan Zella
"wahhh cari mati ini mah si Alex ngomong begitu deket cowonya" batin Dokter Yoga mengelengkan kepalanya melihat temanya itu seperti ingin mengali kuburanya sendiri terlebih lagi sainganya itu seorang Arsakha..
Zella yang duduk di tengah-tengah meraskan atmosfirnya sudah berubah menjadi mencengkam di antara dua kubu yang saat ini sedang berperang, Zella yang melihat kepalan tangan Erkan langsung menyentuhnya seketika kepalan tangan itu melemah.
Erkan melemahkan kepalanya lalu mengenggam erat jamari Zella dan dengan sengaja Erkan membawa genggaman itu ke atas meja lalu mengusap pugungng jemari Zella dengan lembut, untuk dia perlihatkan pada Alex, bahwa disini Erkanlah pemenangnya.
dan benar saja Alex yang melihat itu raut mukanya langsung berubah Zella yang merasakan tanda-tanda kepulan api yang akan keluar, dengan cepat mengalihkannya "hmmm guys.. kayanya kita harus pergi dulu " ujar Zella mengajak Erkan bangun dari duduknya untuk meninggalkan kantin namun dengan cepat Alex menahan tangan Zella "astaga apalagi ini " batin Zella niat ingin menghindar karna tidak ingin kejadian di paris dulu terulang lagi dan sekarang Alex malah menahannya
Alex bangun dari duduknya kedua tangan Zella kini di pegang oleh kedua pria yang tidak pernah akur jika bertemu
"kamu mau kemana Zell, kamu belum selesai makannya? ujar Alex
"urusan lo apa? " Tanya Erkan dengan datar dan di tariknya tangan kanan Zella untuk mendekat kepadanya
"karna gue udah traktir dia, Zell kamu gak abisin dulu makanan kamu? " kini giliran Alex yang menarik tangan kiri Zella, namun dengan cepat Erkan menarik Zella kembali
"Stop!"....
semua orang yang berada di katin langsung terdiam karna mendengar triakan Zella termasuk kedua orang di samping kiri dan kananya "kalian berdua kekanak-kanakan banget sih!.. gak nyadar apa sama umur " barang Zella memarahi keduanya dengan cepat Zella mengambail mangkuk baksonya lalu berpindah tempat duduk "gesaran dikit gue mau duduk" pinta Zella pada suster Lisa dan Dokter Yoga lalu duduk di tengah-tengah mereka
Erkan dan Alex masih terdiam melihat Zella begitupun dengan dengan suster Lisa dan Dokter Yoga karna merasa kaget karna baru pertama kali melihat Zella yang marah sedangkan suster Lisa ini kedua kalinya dia melihat Zella yang sedang marah
"Kenapa sekarang kalian diem" tanya Zella Menatap kedua pria di hadapanya "sekarang kalo mau berantem lanjutin ajah, aku bakalan liat kalian berantem sambil makan baso, kan enak punya tontonan" ujar Zella
mendengar itu Erkan dan Alex lebih memilih duduk, Erkan pura-pura menyibukan diri dengan memainkan ponselnya sedangkan Alex melanjutkan makanannya kembali. Zella melirik keduanya mengelengkan kepala lalu melnjutkan kembali makannya.
saat Erkan sedang memainkan ponsel sebuah pesan masuk dari nomor baru dengan cepat Erkan membuka pesan tersebut dan membacanya seketika raut wajah Erkan langsung berubah rahangnya mengeras menahan amarah denga mencengkram ponselnya
dengan cepat Erkan mengontrol Emosinya kembali setelah merasa Emosinya stabil Erkan langsung bangun dari duduknya menghampiri Zella " aku harus kembali ke kantor " ujar Erkan,
suster Lisa yang mengerti akan situasi memilih berpindah tempat duduk ke samping Alex karna tidak ingin menganggu dua sejoli itu
"nanti aku akan menjemputmu" Erkan memcium pucuk kepala Zella dan mengusap lembut pipinya " aku pergi " pamit Erkan meninggalkan Zella dengan pipi yang merona karna malu tindakan Erkan tadi telah di lihat banyak orang yang berada di kantin
"ukhhh... Sweetnya! ternyata Pak Erkan Romantis yah orangnya, muka sih boleh serem tapi hatinya unyu-unyu gemesin " hobeoh suster Lisa
"Haredang... Haredang... Panas.. Panas.... " Dokter Yoga langsung bernyanyi menyindir Alex yang saat ini menahan sakit di dadanya karna melihat adegan live show barusan.
Alex Melirik tajam Yoga dan hanya mengeluarkan satu kata " BASI.." seketika itu juga Yoga langsung membungkam mulutnya.
"si Sad Boy, kalo lagi marah serem juga" batin Yoya.
kreen ditunggu episod berikutnyaaaa...😍
g sabaaar nunggu kelanjutanyaaaaaa😀😀
bikin penasaran seru menegangkan...😀😀
4 like buatmu.
Semangat ya
7 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
8 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
yuk mampir di "Mr. Mafia or Mr. Psychopath?" juga ya
Semangat