NovelToon NovelToon
Pernikahan CEO Tanpa Duga

Pernikahan CEO Tanpa Duga

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:522.7k
Nilai: 5
Nama Author: Menik Kumalasari

Mengandung adegan dewasa, jadi mohon bijaklah dalam membaca ya ...!

Menceritakan tentang ketidak percayaan diri mengundang pernikahan yang tanpa diduga, pernikahan paksa dengan CEO Tampan yang posesif bernama, Xander.

Xander merasa sudah jatuh hati kepada seorang wanita cantik bernama, Sasya. Tetapi, akibat ketidak jujuran sang kakak, Sasya menjadi terjebak dalam ikatan yang tidak diinginkannya, sebab yang harus menikah dengan Xander adalah kakaknya yang bernama Rasya, bukan dengan dirinya.

Naas-nya, Sasya terpaksa menjalani pernikahan dengan Xander dan harus memutuskan hubungan dengan kekasihnya, akibat adanya ancaman.

Bagaimanakah cerita selanjutnya dari Sasya dan Xander?
Ikuti terus alur cerita selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Menik Kumalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 22 (Mulai Menjauh)

Besoknya Ani, Belva, dan Ceysa pergi ke kampus bersama. Tetapi tidak dengan Sasya, ia tetap berada di dalam kamar Ceysa untuk memulihkan tubuhnya.

"Eh Sasya ganti nomor ya Cey?" tanya Ani.

"Iya, tidak hanya ganti nomor, ia juga ganti ponsel juga!" jawab Ceysa.

"Kenapa, Cey?" tanya Belva yang kepo.

"Ya karena biar Sadam tidak bisa menghubungi serta tidak bisa mengetahui posisinya berada. Kan pacar loe bisa tau dimana Sasya berada pakai laptopnya." terang Ceysa sambil melirik Ani. "Oh ya, nomor Sasya yang baru di kontak kalian namai saja dengan nama yang lain. Sasya minta gue menyampaikan ke loe pada!" ucapnya kembali.

"Iya juga ya. Eh... Ada Sadam guys, kayaknya mau nyamperin kita deh!" Memberitahukan ke Belva dan Ceysa.

"Iya... Iya gue tau, jangan bocorin dan ikuti sesuai arahan Sasya ya!" seru Ceysa.

"Kalian kok hanya bertiga? Dimana Sasya?" tanya Sadam ketika sudah berhadapan dengan ketiga sahabat Sasya.

"Kita juga tidak tau," jawab Ceysa.

"Kalian kan sahabatnya masak tidak tau?" tanya Sadam lagi.

"Seharusnya kita yang bilang gitu, kamu kan pacarnya! Masak tidak tau?" sahut Belva.

"Iya, lagian nomornya juga tidak aktif kok! Mana kita tau!" sahut Ani.

"Ada apa ya? Apa aku harus kerumahnya?" ucap Sadan minta saran ke mereka bertiga.

"Jangan! Siapa tau dia ada masalah keluarga, jadi dia tidak ke kampus dan tidak aktif ponselnya," sahut Ceysa.

"Benar juga, yasudah kalau begitu," lalu Sadam pergi ke kelasnya.

"Hampir saja!" seru Ceysa lega, karena Sadam percaya kepada mereka.

Tiga hari sudah berlalu, Sadam sangat merindukan Sasya. Karena ia tidak bertemu serta tidak ada kabar dari Sasya. Dan sebaliknya, Sasya pun juga merindukan Sadam. Tetapi ia harus menahannya, karena masalahnya dengan Yama belum selesai.

Sasya juga sudah kembali ke rumahnya, dan mengharuskannya kembali berangkat ke kampus.

"Sya, loe yakin meskipun di kampus bakal jauhin Sadam?" tanya Ceysa berada di dalam mobil bersama Sasya.

"Iya gue yakin. Sudah ayo turun dan bergabung bersama Ani dan Belva." Jawab Sasya.

"Hei Sya, kamu udah baikan?" tanya Ani senang melihat Sasya sudah berangkat ke kampus.

"Seperti yang kalian lihat!" Sambil tersenyum ke mereka. "Tetapi masih sakit yang ada di punggung!" Sembari cemberut.

"Uluh... Anak Mama!!" bercanda Ani, yang membuat mereka semua langsung ketawa bersama.

"Yuk kita ke kelas," ajak Sasya, dan di setujui oleh semua sahabatnya.

Ketika hendak ke kelas mereka, Belva tak sengaja melihat Sadam ingin menghampiri Sasya.

"Eh guys, ayo cepat Sadam kayaknya mau kesini!" ajak Belva, dan mereka pun segera menuju kelas mereka.

Tetapi gerakan Sadam juga tak kalah cepat sehingga bisa menarik pergelangan Sasya.

"Sayang, kamu kemana aja sih? Kok tidak mengabariku?" tanya Sadam yang mencemaskan Sasya.

"Sudah hampir waktunya pelajaran di mulai, aku masuk kelas dulu ya!" Sambil melepaskan tangan Sadam, lalu langsung menuju kelasnya. Sadam pun berfikir positif lalu ia juga pergi ke kelasnya.

...***...

Jam pelajaran telah usai, mereka lalu ingin makan di kantin.

"Yuk guys ke kantin, sudah lapar nih!" ucap Ani.

"Kalian pergi ke kantin aja, gue makan disini aja," ucap Sasya.

"Emangnya loe nggak lapar Sya?" tanya Ceysa.

"Gue bawa bekal kok, sudah kalian ke kantin aja. Katanya sudah lapar!" seru Sasya. Lalu mereka bertiga ke kantin tidak dengan Sasya.

"Kemana Sasya? Kok dia tidak ikut ke kantin?" tanya Sadam ketika ia melihat ketiga sahabat Sasya di kantin.

"Dia ada di kelas, tidak ikut makan sama kita!" ceplos Ani, yang langsung di lirik oleh teman-temannya. "Maaf-maaf gue keceplosan!" sahut Ani berbisik yang melihat sedang dilirik tajam oleh kedua sahabatnya itu. Sadam pun langsung menghampiri Sasya ke kelasnya.

Tetapi Sasya sudah keluar dari kelasnya sambil membawa bekalnya di atas gedung kampus. Karena ia berpikir Sadam akan ke kelasnya untuk menemuinya.

Dan ketika Sadam ke kelas Sasya, benar saja yang ia cari sudah tidak ada. Kemudian ia mencari lagi ke tempat lain.

Sasya pun duduk di kursi atas gedung kampus yang tidak ada siapa-siapa. Lalu mulai memakan makanan yang ia bawa dari rumah sambil melihat pemandangan kampusnya dari atas gedung.

"Ya ampun itu Sadam! Apa dia sedang mencariku ya?" gumam Sasya yang terlihat Sadam dari atas gedung itu, dan ia sedikit mundur agar tidak terlihat olehnya.

Ketika jam istirahat sudah hampir selesai, Sasya pun turun untuk memasuki kelasnya kembali.

Sadam terus mencari cari keberadaan Sasya, kemudian ia tak sengaja melihat Sasya yang ingin menuju kelasnya kembali.

"Tunggu!" Sambil menarik tangan Sasya hingga ia berhadapan dengannya. "Kenapa kamu tidak makan di kantin sayang? Aku dari tadi terus mencarimu!" seru Sadam.

"Aku sudah makan kok, nih aku bawa bekal!" Tersenyum kemudian berbalik ingin berjalan lagi. Tetapi di cegah oleh Sadam.

"Kamu itu kenapa? Kok semenjak kamu tidak masuk kampus tiba-tiba kamu berubah? Dan lagi, kenapa bibir kamu kok ada bekas luka?" tanya sadam bertubi-tubi, sembari melihat sayu kearah Sasya dengan tetap memegangi tangannya.

Ketika Sasya hendak menjawab pertanyaan dari Sadam, ia tak sengaja melihat Yama yang sedang memandanginya bersama Sadam. "Aku baik-baik saja, aku juga tidak berubah! Aku masuk dulu ke kelas!" Langsung menarik tangannya dari Sadam, kemudian ia buru-buru pergi.

Sadam pun ingin mengejar Sasya tetapi tidak jadi karena ia juga harus masuk ke dalam kelasnya.

Yama yang melihat mereka berdua tersenyum smirk, ia sangat senang melihat mereka tidak akur lagi.

...*****...

Ketika hendak pulang bersama Ceysa, Sasya ingin ke kamar mandi terlebih dahulu. Dan setelah keluar dari kamar mandi, ia di hadang oleh gengs Yama.

"Kamu masih ingat yang ku perintahkan? Biar kuingatkan lagi, jangan mendekati Sadam lagi! Kamu harus menjauhinya! Kalau tidak... Aku bisa membuat semua sahabatmu itu celaka!!" ucap Yama tersenyum miring, sambil menekankan kalimatnya.

"Apa maksudmu!! Jangan bawa bawa semua Sahabat ku, kamu ngerti!! Masalahmu denganku, bukan dengan semua sahabatku!" seru Sasya yang tidak terima dengan ucapan Yama.

"Apapun bisa gue lakukan! Asalkan loe bisa menjauh dari Sadam! Tentang semua sahabatmu itu, aku juga tidak pernah main main dengan perkataanku. Pikirkan dengan baik dan segeralah memutuskan Sadam!!" ujar Yama panjang lebar.

"Kamu tidak lihat aku sedang berusaha!! Lebih baik kamu minggir, aku mau pulang keburu ketemu sama Sadam!" seru Sasya yang sangat kesal kepada Yama.

"Baiklah!" ucap Yama yang menyetujui Sasya sambil langsung menyingkir darinya, karena ia pun juga tidak ingin Sadam menemui Sasya lalu mendekatinya terus menerus.

"Ayo Cey langsung pulang!" seru Sasya setelah di dalam mobil Ceysa.

"Eh ada Sadam tuh!" Ceysa kaget yang melihat Sadam menuju kearah mobilnya tiba-tiba.

"Tancap gas Cey, tidak usah mempedulikannya!" ucap Sasya panik, lalu Ceysa menuruti intruksi dari Sasya.

"Tunggu!! Tunggu!!" teriak Sadam menghentikan mobil Ceysa, tetapi tetap melaju keluar kampus. "Kenapa aku merasa Sasya sedang menjauhiku ya?" gumam Sadam. Lalu ia langsung menuju mobilnya untuk mengejar Sasya yang berada di dalam mobil Ceysa.

1
Fiana Cantieq GimoGirl
kasihan sasya... mengorbankan perasaannya
Fiana Cantieq GimoGirl
knpa mau menyerah sama sadam... lawan dong sasya
Annisa Nisa
Mampir...
smoga seru.
Purnama
lanjut
Rozh
💓💓
Yenny_Rha
Keluarga Cees Be Strong hadir.
Vote Done.
Semangat
Misnengsih Sukmana
pl
Renjani
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Renjani
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
pgri
⭐⭐⭐⭐⭐
pgri
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
pgri
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
pgri
♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Elisabeth Ratna Susanti
daratkan like yang tertingga 😍
👑Keluarga author
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
👑Keluarga author
❣️❣️❣️❣️❣️❣️
Sis Fauzi
cinta datang dari mata turun ke bawah 😀❤️
Sis Fauzi
dan mereka terkurung berdua di perpustakaan 😀❤️
Sis Fauzi
asyik nih ceritanya 😀❤️
Darah Biru (Bangsawan)
♥️♥️♥️♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!