NovelToon NovelToon
Aku Bukan Anak Kuntilanak

Aku Bukan Anak Kuntilanak

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

"Dasar anak Kunti!"
"Aku bukan anak Kunti! berhenti memanggilku anak Kunti! namaku Kalingga Arsana!"


Kalingga sering di panggil anak Kunti oleh teman temannya dan para warga di tempat dia tinggal, bukan tanpa alasan, itu karena dia lahir dari rahim seorang perempuan yang sudah di kubur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecerobohan

‎Salbiah dengan terburu buru menuju ke makam Maryani, dia bahkan tidak takut meskipun bulu Arsana masih tertancap di sana dan melindungi makam Maryani bukan hanya dari Jayandanu tapi juga dari semua makhluk halus yang berusaha memakan jasad Maryani.

‎"Ini makamnya ternyata" gumam Salbiah

‎"Mau apa kamu Salbiah!" bentak Jayandanu yang merasakan kedatangan makhluk lain di wilayahnya.

‎"Aku ingin memusnahkan Maryani, dia sudah membuat kakiku tidak bisa berjalan-jalan normal setelah menendang ku di depan para warga satu minggu yang lalu" kesal Salbiah

‎"Jangan macam macam Salbiah, apa kamu tidak tahu kalau satu helai bulu Arsana itu sama dengan sepuluh pasukan milik raja Badaruddin!" bentak Jayandanu

‎"Aku tidak percaya, kamu lupa kalau aku ini kuyang, selama jasadku aman, aku tidak akan terluka ataupun mati" sinis Salbiah

‎"Aku tidak mau ikut campur, aku penguasa di sini saja berpikir ribuan kali untuk melewati jalur makam Maryani tapi kamu.. sekarang kamu tepat berada di atasnya" ucap Jayandanu

‎"Lihatlah bagaimana aku mengambil kembang kantil yang ada di mulut Maryani dan dia akan musnah" sombong Salbiah mengeluarkan cahaya merah dari dalam tubuhnya.

‎ Makam Maryani bergetar karena efek dari cahaya itu, bahkan pohon bunga kantil yang menjadi patok makam Maryani terkena angin tapi tetap kokoh berdiri dengan akar yang kuat.

‎ Bulu Arsana juga tetap tertancap di sana tanpa terganggu oleh datangnya angin dan guncangan yang berasal dari dalam makam maryani.

‎"Kamu gila Salbiah, aku tidak mau ikut campur" ucap Jayandanu menghilang dari sana.

‎"Hahaha... lihat, bulu Arsana itu sama sekali tidak berpengaruh apa apa pada makam Maryani, akan aku singkirkan bulu itu sekarang" ucap Salbiah terbang ke arah bulu itu untuk menggigitnya supaya terlepas dari dalam tanah makam Maryani.

‎ Salbiah hampir saja menggigit bulu itu tapi tiba tiba saja satu tangan mencengkram rahangnya tepat dari dalam tanah kubur Maryani, Salbiah melotot karena dia tidak menyangka akan datang serangan tiba tiba dari dalam kubur Maryani.

‎"Si... Siapa kamu!" bentak Maryani berusaha lepas dari cengkraman itu tapi tidak bisa.

‎"Aarggg! lepas!" teriak Salbiah saat rahangnya terasa sakit dan dia tidak bisa terbang menjauh dalam cengkraman seperti itu.

‎"Berani sekali makhluk rendah seperti kamu mencoba merusak sesuatu yang aku lindungi di dalam tanah ini!" ucap suara yang terdengar menggema tapi tidak terlihat sosoknya, hanya tangan besarnya saja yang terlihat mencengkram rahang Salbiah.

‎"Ak.. aku... aku hanya lewat saja" ucap Salbiah mulai ketakutan

‎"Beruntung kamu datang dalam bentuk kuyang menjijikan seperti ini, karena kalau kamu datang dalam bentuk manusia, seluruh tubuhmu akan aku cabik sampai habis!" bentaknya

‎"Am.. ampuni aku, aku tidak akan melakukan ini lagi" mohon Salbiah

‎"Cih.. tidak ada yang bisa pergi dalam keadaan baik baik saja setelah membuat kekacauan di tempat ibu dari keturunan Arsana!" jawabnya semakin mencengkram rahang Salbiah sampai kukunya menusuk pipi Salbiah hingga terluka dan mengeluarkan banyak darah.

‎"Aargghhhh! Jayandanu tolong!" teriak Salbiah kesakitan.

‎"Hahaha... tadi kamu tertawa dengan begitu sombong, lihat siapa yang sekarang justru menangis memohon di lepaskan!" ejek suara itu

‎"Tolooong... ampuni aku!" teriak Salbiah

‎ Srak. Bruk.

‎"Aerghh!"

‎ Salbiah di lemparkan ke arah samping dan membentur batu nisan makam lain, organ dalamnya yang menjuntai itu terkena tanah dan menjadi kotor sampai jantungnya sedikit terkena serpihan ranting yang ada di sekitar pemakaman itu.

‎"Pergilah, bukan aku yang nanti akan menghabisi kamu karena aku tidak bisa keluar dari tempat ini, tapi aku pastikan satu hal Salbiah! sekali saja kamu menyentuh keturunan Arsana, maka tubuhmu akan hancur tak bersisa!" ancam suara itu semakin membuat Salbiah takut dan pergi menuju ke arah sungai, di mana Jasadnya dia sembunyikan dari banyak orang dan juga dari binatang buas.

‎"Lihatlah Jayandanu! aku tidak pernah main main dengan ancaman ku! aku bilang akan melindungi makam Maryani, maka akan aku lindungi!" teriak suara itu yang bisa di dengar Jayandanu yang berada di ujung makam, dan melihat bagaimana Salbiah dengan mudah di kalahkan satu tangan yang muncul dari dalam makam Maryani.

‎"Aku bukan sosok bodoh, aku tidak akan seperti Salbiah yang bergerak tanpa perhitungan, Arsana" geram Jayandanu lalu pergi ke arah rumah Narno.

‎^^^^^^^^^

Pagi harinya rumah Jamal.

‎"Oek... Oek... Oek..."

‎"Kinanti mana susunya?" tanya Kaelan yang sedang menenangkan Kalingga

‎"Ini kak, kenapa Kalingga menangis? mungkin dia tidak suka dengan kak Kaelan" ucap Kalingga memberikan botol susu Kalingga yang langsung di lahap dengan rakus oleh bayi yang terlihat kelaparan itu setelah dimandikan Kinanti.

‎"Sembarangan kamu, aku itu nanti akan jadi cinta pertama putriku" gerutu Kaelan mendelik

‎"Cinta pertama... alah paling juga nanti cinta pertama Kalingga itu suaminya" ledek Kinanti

‎"Eh... bicara sekali lagi aku nikahkan kamu dengan Mbah Narno" ancam Kaelan bercanda

‎"Tidak mau, Kinanti maunya sama artis di kota, mereka tampan tampan" jawab Kinanti

‎"Aku juga tampan"

‎"Kak Kaelan tidak tampan, kak Kaelan mirip buaya" jawab Kinanti tertawa lalu keluar dari kamar Kaelan.

‎"Astagfirullah, dia mengatai ayah buaya, apa dia tidak tahu kalau buaya ini begitu setia pada istrinya" ucap Kaelan terkekeh menciumi Kalingga yang hanya menatapnya dengan tatapan polos karena sibuk menyedot botol susunya.

‎"Kamu belum di timbang lagi Kalingga, tapi kalau kamu pergi ke posyandu di kampung Mahoni, nanti pusar kamu berdarah lagi dan kamu akan kesakitan" gumam Kaelan.

‎"Biar nanti bidan Nana yang ke sini saja kak" ucap Kaini

‎"Memangnya boleh?" tanya Kaelan

‎"Pasti tidak boleh" jawab Prawira yang sedang bersiap untuk pulang.

‎"Kak.. kita mampir ke rumah Mbah Narno dulu kan?" tanya Kaini

‎"Harus, karena beliau mengundang kita, kalau tidak datang takutnya nanti dia menganggap kita tidak sopan" jawab Prawira

‎"Kalau bisa kak Kaelan mau ikut juga, tapi kak Kaelan masih di hukum tidak boleh keluar dari area rumah bapak" keluh Kaelan

‎"Tidak apa apa kak, ada Prawira" jawab Prawira menepuk dadanya.

‎"Sombong" sinis Kaini

‎"Jaga Kinanti ya, jauhkan dari Mbah Narno" ucap Kaelan membuat Prawira dan Kaini saling tatap dan tersenyum misterius.

‎Mereka mengira Kaelan meminta hal itu karena Kaelan menyukai Kinanti, bahkan Kaini sudah berencana untuk mengatakan itu pada ayahnya Karna supaya Kinanti juga bisa menikah dengan orang yang mencintai dia dan menerima dia apa adanya.

‎"Ayo Kaini, tugas kita begitu berat karena Mbah Narno begitu menempel pada kak Kinanti, kalau terlalu sering bertemu mungkin kak Kinanti akan luluh juga" ucap Prawira melirik Kaelan yang terlihat tidak suka.

‎"Pokoknya kalian jaga perempuan galak itu, jangan sampai dia di lamar si Narno, awas kalau kalian tidak menjaganya dengan baik" ketus Kaelan

"Baik kakak" jawab keduanya juga keluar dari kamar Kaelan setelah mencium pipi Kalingga yang semakin gembul.

"Kinanti terlalu baik untuk Narno, mereka tidak pantas bersama karena nanti akan aku pilihkan suami terbaik untuk Kinanti yang bisa menerima asal usulnya dan membahagiakan Kinanti di masa depan" gumam Kaelan

"Eh.. Anak ayah sudah habis susunya? Sudah tidak lapar lagi?" tanya Kaelan membersihkan bibir Kalingga yang belepotan susu.

"Kamu juga tidak mau kan kalau bibi kamu menikah dengan aki aki?" tanya Kaelan membuat Kalingga tertawa gemas.

"Kamu ini seperti mengerti saja apa yang ayah bicarakan, tapi kemana ibu kamu, sejak kemarin dia tidak terlihat, apa sedang berkeliling mencari ari ari kamu juga ya" ucap Kaelan khawatir.

1
Nurr Tika
ketauan juga
neni nuraeni
aduh kakek nya kaget ma tu tawa cucunya,,,eeeh ayah nya mlh ngelawak aduuhhh seruuu ini lnjutt
Ilham
lanjut bg
Ridwan01: siap bang 👍
total 1 replies
neni nuraeni
ayo bakar tu jasadnya biar mampus tu kuyang
neni nuraeni: ok... ok... ok... kak othorrr😁😁
total 2 replies
Sri rahayu
mungkin itu akan menjadi hari terahir Salbiah ada di muka bumi ini
Ridwan01: mungkin kak
total 1 replies
Nurr Tika
kebongkar sudah, bakar saja
Ridwan01: untung dunia Maya jadi boleh bakar bakaran ya kak🤭🙏
total 1 replies
neni nuraeni
dah jodohin aja thor... nanti juga lama" bkl suka dia ma Kinanti,,, lnjut atuhh
neni nuraeni: ok saya tunggu kak othor🤗🤗
total 2 replies
Nurr Tika
dah kaelan sama kinanti ja
Ridwan01: siap kak 👍
total 1 replies
neni nuraeni
semoga Ari" nya tidak di ketemukan oleh malak dan jayandanu,,, kasian klingga
neni nuraeni: sama" kak thor 😁😁😁
total 2 replies
Ilham
lanjut bg
Ridwan01: siap bang 👍
total 1 replies
Nurr Tika
udah di bilangin suruh hati ati ,tuh kan kena pelet narno
Ridwan01: Kinanti terlalu positif thinking kak🤭🙏
total 1 replies
Ilham
panjut bg
Ridwan01: siap bang 👍
total 1 replies
neni nuraeni
iiih gemes deh moga aja Kinanti dan kaelan di satukan dlm ikatan suci,,,,, iiih dsr aki" peot untung keluarganya kinanti sakti semua
neni nuraeni: sama"🤗
total 2 replies
neni nuraeni
mending kaelan sama Kinanti buat mereka bersatu thor mnjdi psngn halal agar tidak di ggu si narno Mulu,, gedek aku ma aki" peot
neni nuraeni: 👍 deh... lnjut thorr💪💪😁
total 2 replies
Ilham
lanjut bg
Ridwan01: siap bang 👍
total 1 replies
Nurr Tika
udah iklasin ja maryani ya kael
Ridwan01: Kaelan galau
total 1 replies
Sri rahayu
bapaknya suka sama Kinanti sementara neno suka sama Aini .ga sadar Luh marno udah tua nangka malah suka gadis belia
Ridwan01: Narno sedang puber kedua kak🤭🙏
total 1 replies
Sri rahayu
asik nih duda bisa peluk perawan 😁😁😁
Ridwan01: mantap 🤭🙏
total 1 replies
neni nuraeni
dsr Salbiah edan
neni nuraeni: betul... betul.. betull🤭🤭
total 2 replies
Nurr Tika
duh kunyang datang lagi
Ridwan01: kuyang masih penasaran dia
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!